PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 102. Kemarahan Kamil


__ADS_3

"Entah kenapa aku berasa ketiban sial selama bertemu dengan perempuan macam kamu!" Sarkasnya Kamil sambil nunjuk langsung ke hidungnya Berliana.


Berlian segera memegangi tangannya Kamil," Hey! Turunkan jari telunjuk kamu dari depan hidungku ,kalau boleh jujur saya sungguh sangat tidak ingin bertemu denganmu lagi,tapi entah kenapa aku merasa dunia ini sungguh sangat sempit dimana-mana hanya bisa bertemu denganmu saja!" Cibirnya Berliana Febrianti.


Zaidan dan Meylani saling bertatapan satu sama lainnya," ya Allah apa yang terjadi disini, Kamil Pasha Zulkarnain kamu sepertinya lebih baik pulang ke rumah,besok pagi kamu akan bekerja dan besok sore kamu harus jemput Ayah dan ibu dari Makassar," ujarnya Meylani yang berusaha untuk menengahi pertengahan perdebatan mereka.


"Iya Kam, kita balik yuk, saya sudah ngantuk banget nih," ajaknya Gunawan.


Kamil menatap jengah ke arah sepupunya itu," Gunawarman Haerul apa kamu bisa berhenti memanggilku dengan panggilan Kam.. emangnya saya kambing hingga harus menyapa seperti ini terus!" Marahnya Kamil yang protes dengan cara berbicaranya Gunawarman.


Berlian tertawa terpingkal-pingkal menanggapi sikapnya Kamil dan Gunawan, "Hahaha! Kam… kambing mbek mbek… itu sungguh sangat lucu loh," cibir Berlian.


Kamil menatap tajam dengan seperti tatapan ingin membunuh saja, Kamil menunjuk ke arah hidungnya Berliana," aku akan balas perlakuan kamu hari ini,tapi sebisa mungkin aku tidak akan muncul di depan kamu karena aku akan sial jika kita bertemu seperti ini lagi,"


Kamil dan Gunawan segera diambil meninggalkan ruangan rawat inap Zaydan. Meilani hanya tersenyum simpul menanggapi sikap adiknya itu.


"Ya Allah kalau seperti ini mulu, kapan dia bisa bersikap dewasa dan lembut jika bertemu dengan seorang perempuan, semoga saja perjodohannya kali ini berhasil, sudah yang kelima kalinya ini dia dijodohkan dengan anak temannya ayah," gerutu Meylani.


Kamil Pasha segera mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan Berlian dengan tatapan matanya yang seperti memunculkan permusuhan.


"Maaf saya enggak berniat untuk menganggu ketenangan pasien, tapi semua ini diluar dugaan saya sebagai perawat, saya meminta maaf atas semua masalah kecil ini," ucapnya penuh sesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Ber, kami sama sekali tidak masalah biasalah adik iparku itu memang kalau menghadapi perempuan seperti itu, kamu jangan ambil hati ucapannya yah, anggap saja dia begitu karena sedang pusing mencari dompet dan kuncinya," ujarnya Zaidan.


Berliana menggelengkan kepalanya itu sambil tersenyum simpul," tidak apa-apa kok, santai saja kalau begitu saya dengan teman saya balik dulu, assalamualaikum," pamitnya Berlian.


"Waalaikum salam," ucap kedua pasangan suami istri itu.


Zaidan memegangi punggung tangan istrinya," kamu istirahat lah besok pagi insha Allah kita akan balik ke rumah, tidak perlu banyak pikiran Abang yakin Kamil akan segera menemukan jodoh terbaiknya yang pasti akan membuatnya berubah," bujuknya Zaidan.


"Amin ya rabbal alamin, semoga saja perjodohan kelima kalinya akan berhasil," harapnya Meylani.


Meilani segera berjalan ke arah sofa karena tidak mungkin tidur bersama dengan suaminya di atas ranjang yang ukurannya tidak terlalu luas. Apalagi Meylani sangat khawatir jika ia tidur dalam satu ranjang akan membuat luka suaminya kambuh lagi.


Zaidan akhirnya mengalah karena jika Mey sudah memutuskan untuk tidur seperti itu pasti tidak akan berubah.


Sedangkan di tempat lain yang masih di sekitar rumah sakit. Seorang wanita mengingat pesan terakhir kedua orang tuanya.


Kenapa meski ikut menjemput tamunya Papa sih, apalagi mereka adalah orang tuanya calon suamiku.


Apa rencana pernikahanku kali ini akan berhasil, sudah dua kali gagal dan kandas. Ya Allah… lancarkanlah semuanya, apa memang label perawan tua akan melekat pada diriku yang sudah berusia 28 tahun ini.


Berlian sungguh sangat takut dan cemas jika pernikahannya akan kembali gagal dan kandas kembali lagi seperti dulu lagi.

__ADS_1


Bugh!!


Kamil menutup pintu mobilnya dengan sangat kuat hingga bunyi mobil itu terdengar cukup nyaring dan memekikkan telinga bagi siapa yang mendengarnya.


Kamil meninju setir kemudi mobilnya itu, "Sial!! Kenapa bisa hari ini hidupku seperti ini, aku tidak menyangka jika akan kembali bertemu dengan perempuan tua itu," geramnya Kamil.


Raina dan Gunawarman saling bertatapan satu sama lainnya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kamil.


Ya Allah kenapa Kamil seperti ini padahal dia sendiri yang salah yang membuang kunci mobilnya dan juga dompetnya.


Kenapa Kamil sama sekali tidak pernah marah-marah seperti ini padaku, sedangkan perempuan yang hanya bertemu sekilas dengannya malah mereka saling berdebat satu sama lainnya.


Andaikan aku adalah perempuan yang dimarahi oleh Kamil aku akan sangat beruntung, karena selama beberapa bulan ini Kamil berubah terhadapku.


Aku sudah pernah mengatakan padanya tentang apa yang aku rasakan padanya, tapi malah Kamil sama sekali tidak ingin membalas cintaku padanya.


Nayla mengingat kejadian beberapa bulan lalu ketika Nayla Latifah berusaha sekuat tenaga untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di dalam hatinya.


"Maafkan saya tidak bisa membalas cintamu padaku, karena aku sama sekali tidak berniat untuk berpacaran dengan siapa pun itu didunia ini, karena semua perempuan itu sama saja tidak ada yang benar dan tidak ada yang jujur,"


"Kenapa seperti ini, ya Allah kenapa kamu tega banget memperlakukanku seperti itu,! apa aku tidak pantas untuk kamu cintai?! Kenapa hanya aku yang tidak beruntung setiap kali jatuh cinta pasti berakhir patah hati!"

__ADS_1


__ADS_2