PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 92. Kemarahan Bu Zaskia


__ADS_3

Bu Zaskia hampir saja terjatuh untungnya Bu Ijah yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka hingga masih sanggup ketolong sebelum terjatuh ke atas lantai.


"Ibu tidak apa-apa kan?" Tanyanya Bi Ijah yang kasihan melihat kondisinya kakak iparnya Meylani majikannya itu.


"Astaughfirullahaladzim ini tidak mungkin! Lisa katakan padaku apa yang kamu katakan semuanya adalah kebohongan belaka?" Ucapnya Bu Zaskia.


Lisa segera berjalan ke arah ibu mertuanya itu," Tante apa yang saya katakan adalah benar adanya, saya dan mas Bisma menikah sekitar delapan tahun yang lalu dan kami sudah memiliki seorang putri dan sekarang saya hamil anak kedua kami insya Allah lima bulan lagi saya akan melahirkan," ungkapnya Lisa.


Bu Zaskia semakin dibuat tidak percaya dengan penuturan dari Lisa, sedangkan Bisma seolah lidahnya keluh seketika itu. Ia tidak mampu berbicara sepatah katapun lagi.


"Bisma Attalarik katakan pada Mama jika semua yang dikatannya adalah kebohongan besar nak! Ayo bicaralah!" Teriaknya Bu Zaskia dengan suara yang cukup lemah dan bergetar karena berusaha untuk menahan air matanya itu.


Bu Zaskia menggoyang tangannya Bisma Attalarik dengan sekuat tenaga,"mama maafkan Bisma kami menikah sebelum saya berangkat kerja ke Kuala Lumpur Malaysia, bahkan kami tinggal bersama di Malaysia hingga malapetaka terjadi yang membuatku harus menikahi Tasya Ainun," jelasnya Bisma.


"Berarti kamu masih berhubungan dengan Meylani dulu ketika kamu menikahi perempuan ini!" Tunjuknya Bu Zaskia yang menunjuk ke arah Lisa dengan tatapan tajamnya.


Lisa segera berlutut di hadapannya mertuanya itu dengan mengibah," Tante kami saling menyayangi dan mencintai maafkan kami yang sudah lancang menikah tanpa memberitahukan kepada Tante dan Mama, kami sama sekali tidak bermaksud untuk terus menyembunyikannya dari mama," ungkapnya Lisa.


Bu Zaskia berpindah ke arah belakang," tolong jangan sentuh saya lagi dengan alasan apapun! Kamu selamanya bukan menantuku!" Cibirnya Bu Zaskia.


"Tapi mama bagaimana pun juga saya telah menikah dengan Mas Bisma dan Mama memiliki seorang cucu perempuan," ujarnya Lisa yang kelimpungan menghadapi kerasnya ibu mertuanya itu.

__ADS_1


Sedangkan Bisma sama sekali tidak berusaha untuk membujuk dan meyakinkan mamanya dengan hubungan keduanya itu.


Lisa melirik sekilas ke arah suaminya yang berdiri mematung saja tanpa ada pembelaan yang dilakukannya, "Sial Bisma sama sekali tidak menolong dan membantuku,apa kah dia menyesal hubungan kami telah ketahuan, apa jangan-jangan Bisma akan mengelak lagi ataukah malah akan akibatnya fatal mengenai hubungan kami ini, aku tidak akan biarkan pernikahanku kandas di tengah jalan, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya, bahkan dulu aku rela melakukan apapun asalkan Bisma menikahiku dan menjadi milikku padahal jelas-jelas Mey sudah bertunangan dengan Mas Bisma,"


"Maaf saya tidak ingin mendengar satu katapun lagi, Bisma urus rumah tanggamu sendiri tapi satu hal yang perlu kamu ingat jangan biarkan wanita ini menunjukkan batang hidungnya di depanku lagi, terutama usahakan jangan biarkan ketahuan oleh Tasya, tapi jangan sekali-kali untuk menceraikan kedua istrimu karena di dalam keluarga kita diharamkan perceraian dan tidak ada sejarahnya orang yang bercerai ingat itu baik-baik!"


Ibu Zaskia segera pergi dari rumahnya Meylani Ramadhani Zulkarnain yang awalnya berniat untuk melihat kondisi adik iparnya itu.


"Sebaiknya saya bantu ibu berjalan sampai ke mobil, takutnya ibu terjatuh di jalan," usulnya Bu Ijah.


"Makasih Bu Ijah, tapi tolong jangan sampai ada yang mengetahui apa yang sudah terjadi hari ini, siapa pun yang bertanya padamu, cukup kamu katakan bibi tidak mengetahui apapun yang terjadi," pintanya Bu Zaskia.


Bu Zaskia segera masuk ke dalam mobilnya itu dan sebelum pergi menyerahkan sebuah paper bag ke tangannya bibi Ijah. Keduanya melupakan jika banyak terpasang cctv di rumahnya Meylani terutama bagian terasnya.


"Ini titip untuk Meylani katakan padanya saya datang ke sini untuk menemuinya dan menyerahkan makanan ini, katanya dia sangat ingin makan makanan ini makanya saya buatkan khusus untuk Mey, kalau dia pulang tinggal dipanasi saja makanannya mungkin sudah dingin," imbuhnya Bu Zaskia.


"Atas nama nyonya muda makasih banyak atas pemberiannya, hanya saja kasihan dengan nyonya Mey Bu, sudah beberapa hari ini terlihat murung, wajahnya selalu sendu dan kelelahan jika pulang dari kantor dan rumah sakit," jelasnya Bi Ijah.


"Saya juga kasihan dengan Meylani, kenapa hidupnya adikku seperti ini padahal kami sama sekali tidak membayangkan jika kehidupan rumah tangga adikku dan istrinya begitu banyak cobaan yang terus menghadang kebahagiaan mereka," ungkapnya Bu Zaskia.


"Ini semua cobaan yang harus dihadapi nyonya muda semoga saja pernikahannya nyonya Mey semakin membaik dan dekat setelah nanti Tuan Muda Zaidan sembuh dan balik ke rumah Bu Zaskia,"

__ADS_1


"Amin ya rabbal alamin," ucapnya Bu Zaskia sebelum mobilnya meninggalkan jalan XX sekitar perumahan elit tersebut.


Yang Wajib dapat bonus baca adalah yang baca setiap hari, like dan komentar setiap babnya tentunya tidak bolong like dan komentarnya setiap harinya juga.


Sedangkan di rumah sakit, Meylani telah berganti pakaian khusus untuk pengunjung di ruang ICU.


"Kamu nggak apa-apa kan disini menunggunya? Aku masuk lihat suamiku dulu," pinta Meylani.


"Silahkan masuk Mbak, terserah Mbak mau berapa lama di dalam sana terserah Mbak saja saya akan menunggu Mbak sampai selesai," pungkasnya Raina Alifia.


"Makasih banyak sebelumnya,kalau gitu saya masuk dulu," Mey segera berjalan ke arah dalam ICU.


Meylani berusaha untuk menahan air matanya yang sedari tadi berusaha ditahannya ketika melihat suaminya masih terbaring lemah tak berdaya. Dengan kedua matanya yang seperti tak ingin terbuka saja yang memakai lem untuk merekatkan kedua kelopak matanya itu.


Meylani menarik kursi untuk didudukinya," assalamualaikum Abang Zai suamiku, maafkan Mey yah yang baru datang, saya terlambat tadi karena jalan cukup macet sehingga saya terlambat,"


Meylani membersihkan seluruh tubuhnya Zaidan dengan air hangat, setelah itu memakai tissue basah agar lebih bersih seluruh tubuhnya Zaidan. Selama Zaydan sakit dua sampai tiga kali dalam sehari untuk membersihkan tubuh suaminya.


Meylani tidak mengijinkan suaminya disentuh seperti ini oleh perempuan lain, karena cukup dia yang menyentuh miliknya semua yang ada pada suaminya hanya miliknya seorang bukan perempuan lain.


Mey masih membersihkan seluruh tubuhnya Zaidan, "Abang enggak marah kan kalau aku melarang untuk membersihkan tubuh Abang, mana mungkin aku berbagi dengan perempuan lain, tapi ngomong-ngomong kok cambang dan jenggotnya Abang semakin panjang saja, untungnya saya bawa alat pencukur kumis dan bulu lainnya," ucapnya Mey sambil bergegas mengambil alat cukurnya.

__ADS_1


__ADS_2