PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 29. Percobaan Berhasil


__ADS_3

Meilani tidak menyangka jika dia akan diperlakukan seperti itu di depan umum oleh suaminya. Padahal mereka sepakat belum saatnya untuk mengumumkan kepada khalayak umum jika mereka adalah sepasang suami istri.


Beberapa pasang mata diam-diam memperhatikan apa saja yang mereka perbuat. Tetapi, tidak ada yang berani berkomentar karena di perusahaan tersebut tidak boleh membicarakan masalah pribadi di lingkungan perusahaan apalagi bergosip dan bergibah lebih jelas sekali dilarang.


Ya Allah… apa yang terjadi pada Abang,apakah sudah saatnya mengumumkan pernikahan kami pada rekan kerja atau enggak.


Zaidan diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Meilani yang menundukkan kepalanya seolah dia sangat malu bersikap seperti itu di depan orang lain.


Zaidan memperlambat jalannya sehingga mereka sejajar beriringan berjalan," Apakah wajahku dan rupaku terlalu jelek sehingga kamu malu berjalan bersamaku?" Ketusnya Saidan.


Apa yang dikatakan barusan oleh Zaidan membuat Mey menghentikannya sesaat langkah kakinya.


"Abang ganteng, tampan,cakep saking gantengnya dan berwibawanya Abang sampai-sampai saya tidak percaya diri berjalan bersama Abang seperti ini," cicitnya Meylani.


Zaidan kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah lift tanpa memegangi tangannya Meylani lagi seperti sebelumnya. Mey cukup keheranan dan terkadang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada suaminya itu.


Kenapa Abang langsung melepaskan pegangan tangannya di tanganku, apa karena mendengar perkataanku sehingga merasa tersinggung dengan apa yang aku katakan.


Aku kan enggak berniat untuk menyinggung perasaannya Abang Zai, menghina juga tidak. Aku berbicara seperti itu karena memang dia tampan, macho dan gagah serta berwibawa.


Tapi,kalau dipikir-pikir, apa tadi dia sengaja menggandeng tanganku agar semua rekan kerja dan bawahannya melihatnya tidak seperti dugaan mereka yang selama ini menganggap Abang tidak normal terong ungu makan terong balado.


Mey terkikik jika harus kembali mengingat dugaan orang-orang jika Zaidan adalah gay yang penyuka sesama jenis saja.


Keduanya sudah berada di dalam lift, jarak mereka malahan berjauhan. Sepertinya Zaidan tidak ingin membuat Mey risih berjalan bareng bersamanya.


"Nanti malam kamu harus dan wajib temani Abang di pesta resepsi pernikahan adik sepupuku, saya tidak ingin jika gara-gara kamu lebih mengutamakan pekerjaan dari pada anggota keluargaku sendiri," tegasnya Zaidan yang sama sekali tidak menatap Mey ketika berbicara.

__ADS_1


"Apa aku boleh tidak hadir saja seperti acara-acara keluarga sebelumnya," tawarnya Meylani.


Zaidan baru menatap intens ke arah Mey ketika mendengar perkataannya Meylani yang membuatnya mengerutkan keningnya itu.


"Kamu sudah berulang kali tidak hadir di acara keluarga Papa dan Mama,apa kamu juga akan menghindar untuk datang? Apakah sesulit itu untuk bertemu dengan anggota keluargaku!?" Gerutunya Zaidan yang tidak menduga Mey kembali menolak ajakannya untuk bersilaturahmi dengan keluarganya Zaidan dari papanya.


"Ya Allah apa Abang marah selama ini saya selalu menolak jika diajaknya? Bukan sebenarnya tanpa sengaja aku menolak ajakan dari Abang Zaidan, hanya saja saya banyak kerjaan yang harus aku selesaikan," gumamnya Meylani.


"Jika kamu masih hargai Abang sebagai suamimu maka please! Datanglah ke acara nanti malam, lagian semua pekerjaan yang menumpuk diatas meja kerjamu sudah aku kerjakan, jadi tidak mungkin kamu punya alasan lagi untuk tidak hadir," ungkapnya Zaidan.


Zaidan tidak langsung menatap ke arah Mei karena sedang sibuk saling berchatingan dengan salah satu keponakannya yang bertanya mengenai kehadirannya nanti malam bersama istrinya itu. Ia sibuk bermain gadget nya itu tanpa memperhatikan reaksinya Meylani.


Meylani membuang nafasnya dengan cukup keras," percuma juga terus menerus menentang dan menolak ajakannya Abang, pasti dia tidak akan menyerah begitu saja."


Ting…


Meylani segera menjaga jarak sehingga berjauhan dengan Zaidan suaminya itu. Kedua perempuan yang memakai pakaian sedikit terbuka itu segera mendekati Zaidan.


"Selamat siang Pak Zaidan," sapanya perempuan yang berambut pendek sebahu itu.


"Pak Zaidan semakin ganteng saja, sepertinya yang menyebarkan rumor jika Pak general manager kita satu ini penyuka sesama pisang Ambon itu kesalahan dan keliru besar," ujarnya perempuan yang berikat satu itu layaknya ekor kuda karena sedikit mewarnai rambutnya yang hitam itu dengan ala rambut orang Eropa.


Meylani yang mendengar perkataan dan pujian dari kedua perempuan itu awalnya hanya terdiam mematung menyaksikan langsung apa yang keduanya lakukan.


Zaidan diam-diam memperhatikan gerak geriknya Mey, awalnya dia risih diperlakukan seperti itu dan biasanya akan menepis tangan dari perempuan siapapun itu. Tapi, kali ini berbeda ia ingin melihat reaksinya Mey.


Apakah istrinya tidak mempermasalahkan jika dia membalas semua perkataannya dan pujiannya dari perempuan tersebut. Zaidan malah sengaja memancing amarahnya Meylani, apakah dia akan termakan umpan dan jebakan dari Zaidan ataukah tidak.

__ADS_1


"Kalian sepertinya terlambat mengetahui jika saya sejak dulu sudah ganteng bahkan masih dalam orok saya sudah cakep seperti ini, kalau rumor itu apa kalian ingin membuktikan bahwa saya seperti yang mereka katakan atau tidak," tuturnya Zaidan sambil mengulum ujung rambutnya perempuan yang berikat rambut itu.


Keduanya saling bertatapan satu sama lainnya sedangkan sang cowok hanya terdiam memperhatikan interaksi mereka.


"Ya Allah Zaidan lupa minum obat rupanya, dimana disimpan otaknya! Masa di depan mata istrinya menggoda dan merayu wanita lain," umpatnya pria yang tidak lain adalah teman kerjanya hanya sebagai bawahnya Zaidan.


Perempuan berambut pendek itu semakin mendekati Zaidan jika dilihat dari posisinya Mey berdiri akan kelihatan jika perempuan yang bernama Fina itu mengecup sekilas pipinya Zaidan.


Meylani melototkan matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Mey menggemelatukkan giginya dan kepalan tangannya sudah mengepal dibalik saku celananya itu.


Abang Zaidan sepertinya sangat menikmati kenyamanan yang perempuan gatel itu berikan, hush! Dasar semua Pria kalau lihat body seksi, lihat body mulus wajah glowing pasti akan tergoda dan kepincut rayuan maut juga.


Meylani misruh-misruh di tempatnya hingga tak sabar menunggu liftnya sampai di lantai dasar perusahaan. Sedangkan Zaidan malah bahagia melihat apa yang terjadi pada Meylani. Apa yang dilakukannya ternyata berhasil juga.


Akhirnya mau tidak mau kamu menunjukkan juga padaku apa yang terjadi di dalam hatimu.


Kenapa baru sekarang aku berani melakukan ini yah? Apa sebaiknya aku bermain seperti ini dengan perempuan lain agar aku bisa mengetes sejauh manakah amarah dan rasa cemburunya yang timbul dalam hatinya jika melihat kedekatanku dengan wanita lain.


Apa aku perlu cari perempuan yang bisa aku ajak kerjasama saja karena kalau dengan perempuan gatal seperti mereka, bisa-bisa bahaya dan berabe lagi urusannya.


Bukannya menyelesaikan masalah malah akan menambah dan memperparah keadaan saja.


Itulah niatan dan rencananya Zaidan selanjutnya. Dia berusaha mencari waktu dan kesempatan untuk melihat keadaan Meylani jika ia berdekatan dengan perempuan manapun.


Pintu lift terbuka lebar, Mey tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk segera pergi dan cabut dari dalam lift itu. sedangkan Zaidan segera menepis dan menghempaskan tangannya kedua wanita cantik itu yang sudah mulai nakal.


Farid Ali yang melihat apa yang dilakukan oleh Zaidan tertawa terbahak-bahak melihat keduanya diperlakukan kasar seperti biasanya.

__ADS_1


Apa sebenarnya yang terjadi di dalam hubungan pernikahan pasutri itu, kalau saya perhatikan sepertinya pernikahan keduanya mereka tidak beres.


__ADS_2