
Setelah berdebat dengan Bi Ijah puding cokelat buatannya Meylani jadi juga. Walau dengan bantuan Bi Ijah yang selalu mengawasi dan menjaga ketat apa yang dilakukan oleh Meylani pagi itu.
"Bibi Azka sudah berangkat ke sekolahnya?' tanyanya Meylani setelah memasukkan pudingnya ke dalam kulkas lemari pendingin.
"Alhamdulillah den Aska ke sekolah bareng Bu Lisa dengan Giska juga Nyonya," jawabnya Meylani.
"Kenapa Nyonya bertanya mengenai Aska?" Tanyanya balik Ijah.
"Nggak apa-apa kok hanya saja, aku mencari Sarah karena sudah tiga hari aku enggak lihat dia," jawabnya Meylani yang segera membuka afpron yang melekat ditubuhnya sejak tadi.
Bu Ijah melihat sekitarnya sebelum menjawab pertanyaan dari Meylani. Sedangkan Meylani mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut sebelum berbicara.
"Non Sarah kemarin bertengkar dengan tuan Jamal nyonya," cicitnya Ijah yang tidak mau apa yang dikatakannya kedengaran ketelinga orang lain.
"Bibi Ijah kenapa meski berbicara seperti ini, memang kenapa kalau mereka atau ada yang mendengar perkataan dari Bu Ijah ini," tukasnya Meylani yang segera meraih kaleng susu hamilnya itu yang ada di atas lemari.
__ADS_1
"Sebenarnya dilarang sama Tuan Jamal Nyonya karena Nona Sarah kedapatan mencubit den Aska hingga tangannya Aska itu berdarah sehingga keduanya pun bertengkar hebat di dalam kamarnya Tuan Jamal, saya nggak sengaja melihat kejadian itu," terangnya Irjawanti.
"Astauhfirullah aladzim ya Allah aku tidak menyangka jika Sarah perempuan seperti itu, padahal aku sudah hendak menjodohkan Jamal dengan Sarah karena aku pikir Sarah itu gadis yang baik, ternyata penuh dengan tipu muslihat dan tipu daya agar kita terkecoh dengan perhatian dan wajah sok polos dan lugunya itu," kesalnya Meylani sambil meletakkan gelasnya dengan cukup kuat.
"Itukan Nyonya Mey emosi ujung-ujungnya, makanya saya enggak mau ngomong tapi Nyonya paksa saya, Nyonya itu hamil jadi mental, hati, pikiran psikologi Nyonya tidak boleh mudah terpancing emosi," imbuhnya Ijha.
"Hahah,kamu ada-ada saja! Sudah kalau begitu kamu buatkan saya rujak karena saya pengen bawa ke rumah sakit, sepertinya hari abang Zai ingin melihat saya makan rujak buah," ucapnya Meylani lagi yang senyam senyum membayangkan apa yang terjadi ketika di rumah sakit nanti.
Ijah segera membuat rujak seperti yang diinginkan Meylani. Kebetulan banyak buah-buahan yang cukup segar enak dibuat rujak.
"Ya Allah aku benar-benar tidak menyangka jika Sarah seperti itu,ya berapa banyak lagi rahasia besar yang akan terbongkar, ni Ijah ingat yah kalau besok-besok kalau Sarah datang kembali menginjakkan kakinya di rumahku jangan segan-segan untuk mengusirnya dari sini!" Tegasnya Meylani yang sama sekali tidak menyukai tindakannya Sarah.
Berselang beberapa menit kemudian, Meylani sudah siap ke rumah sakit. Ia ditemani Raina Alifia temannya Nayla hari ini, kebetulan tidak ada mata kuliahnya hari ini sehingga punya banyak waktu untuk menemani Meylani membesuk Zaydan suaminya.
"Kamu benar-benar libur kan?" Tanyanya Meylani yang sudah duduk di belakang jok mobilnya.
__ADS_1
"Masa sih saya bohong Mbak,iih Mbak coba lihatlah dan cek wajahku ini apa kelihatan sedang berbohong atau menipu mbak Meylani," ucapnya Raina Alifia yang memajukan wajahnya ke arah Meylani.
Hingga apa yang dilakukan oleh Raina cukup membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.
"Haha tidak usah seperti ini juga Raina, wajahmu terlalu kebesaran kalau kau terlalu dekat dengan wajahku," ujarnya Meylani yang tersenyum.
Raina tersenyum simpul melihat reaksinya Meylani yang sudah bisa tersenyum seperti sebelumnya. Biasanya selalu sendu, melamun, terkadang juga ia menitikkan air matanya mengingat nasib suaminya yang belum kunjung sadar juga dari penyakitnya setelah menjalani dua kali operasi.
Yang suka baca novel recehanku Alhamdulillah Makasih banyak. jika ada yang tidak suka diskip saja dan ditinggalkan tidak perlu tinggalkan jejak apapun.
Ingat khusus pembaca yang nongol setiap hari baca novelku ini insha Allah ada bonusnya dikit si setiap novelku yang tiga ini:
Belum Berakhir
Satu Atap Dua Hati
__ADS_1
Pamanmu adalah jodohku
Hargailah karya orang lain n bijaklah dalam berkomentar... karena manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama. selow dan damai bestie.