
Kedua orang tuanya Meylani sama sekali tidak mengetahui masalah kondisi kesehatannya Mey, atas permintaan putrinya sendiri yang melarang siapapun untuk memberitahukan kepada orang-orang mengenai larangan tersebut.
Meylani dan Zaidan sudah terlelap dalam tidurnya di tempat masing-masing. Zaydan sebelumnya tidak menyangka jika Meylani bersikap seperti itu padanya dengan cara mendiamkannya hingga sama sekali tidak berbicara sedikitpun.
"Apa yang terjadi padamu Mey? Apa kamu membalas dendam pada Abang, karena sebulan lebih Abang diamkan kamu, apakah ini balasan yang aku dapatkan atas rasa kecewaku padamu yang sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku kalau kalian pernah menjadi pasangan di masa lalu, apakah aku salah jika aku marah dan tidak terima hubungan kalian berdua, walau sudah berakhir dan putus sebelum kita menikah tapi, aku tidak terima kamu mencintai keponakan aku sendiri!" Kesalnya Zaidan yang berbicara seorang diri dibelakangnya Meylani.
Hingga tidak terasa dia terlelap dalam tidurnya, walau Meylani sama sekali tidak menggubris perkataannya karena Meylani sudah tertidur pulas sehingga semua yang dikatakan oleh Zaidan tak terdengar olehnya.
Sedangkan di dalam ruangan hotel, seorang perempuan masih membersihkan sisa-sisa make-up pengantinnya. Sedang sang suaminya duduk di salah satu sofa di dalam hotel tersebut.
Kamil Pasha yang melihat istrinya sudah bersiap untuk tidur dengan piyama tidurnya segera berjalan ke arah Berliana. Kamil segera berbisik di telinga istrinya itu.
"Kamu bersiaplah untuk memberikan segalanya padaku," bisiknya Kamil dengan tatapan matanya yang menyiratkan maksud tertentu.
Berliana menatap intens ke arah suaminya itu," ya Allah aku kira dia tidak akan meminta haknya padaku, karena dia kan menikahiku bukan karena cinta tapi karena terpaksa saja menuruti amanah kedua orang tuanya, sama halnya dengan apa yang aku alami,"
Kamil segera mematikan lampu yang cukup terang dan mengganti lampu yang sedikit redup. Berlian bergidik ngeri ketika melihat Kamil sudah melepas semua benang dan kain yang menutupi seluruh tubuhnya itu. Untungnya Kamil masih menyisakan sehelai benang khusus bagian paling bawahnya saja.
Astauhfirullah aladzim apa benar dia akan menuntut haknya padaku, padahal tadi dia sudah berjanji katanya hanya sekedar suami istri di atas kertas.
Berliana segera berjalan ke arah suaminya itu yang sudah duduk di atas ranjang dalam keadaan yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya oleh Berlian.
Kamil segera menyodorkan sebuah kotak berwarna putih ke hadapan istrinya, Berliana menatap intens ke arah suaminya itu.
"Kamu harus konsumsi setiap malam, aku tidak perlu menjelaskan padamu apa dan bagaimana dengan kerja obat ini karena kamu pasti lebih paham dan lebih mengetahui tata caranya untuk mengkonsumsi pil ini," ketusnya Kamil Pasha.
Berlian meraih sekotak obat," kenapa aku harus mengkonsumsi pil pencegah kehamilan ini?" Tanyanya Berliana.
Kamil tersenyum penuh arti," aku tidak akan membuat kamu hamil, karena aku sama sekali tidak akan mencintaimu dan aku tidak akan memiliki anak dari perempuan yang sama sekali tidak menarik dan tidak aku cintai!" Tegasnya Kamil.
__ADS_1
Berlian sangat terkejut tapi,ia segera menyembunyikan perasaan terkejutnya mendengar perkataan dari Kamil.
Tanpa banyak tanya Berlian mengambil segelas air putih dalam gelas yang diserahkan oleh Kamil padanya. Dia menenggak minumannya dalam sekali tegukan bersama dengan sebutir obat yang akan nantinya menemani hidupnya.
Kamil megambil gelas sisa bekas minumnya Berlian kemudian menarik tangannya Berlian dengan cukup kuat, hingga tubuhnya Berlian terhempas ke atas ranjang king size-nya yang sudah dipenuhi oleh kelopak bunga mawar merah.
"Augh!" Jeritnya Berliana.
Kamil langsung mengungkung tubuhnya Berlian dengan tatapan matanya yang tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.
Kamil memainkan anak rambutnya Berlian hingga memainkan kulit pipinya Berliana dengan jari jemarinya itu sedangkan Berlian hanya terdiam seperti patung saja. Walau ada gelenyar aneh yang dirasakannya ketika jari jemarinya Kamil memainkan seluruh kulit wajahnya dan sekarang turun ke leher jenjangnya Berlian.
Kamil segera melepas satu persatu kancing piyama tidur istrinya itu hingga hanya menyisakan dua kain pengaman benda harta berharga paling penting dalam hidupnya Berliana.
Kamil kesusahan dan kesulitan menelan air liurnya sendiri, hal itu terlihat dengan jelas di jakunnya yang naik turun itu.
"Kamu sangat cantik malam ini, ingat apapun yang aku lakukan kamu cukup diam dan menikmati, janganlah sekali-kali kamu menolak ataupun berteriak kencang!" Kamil mewanti-wanti istrinya jika apa yang akan dia lakukan pada istrinya malam itu.
"Ini kan yang kamu inginkan sehingga kamu menerima lamaran kedua orang tuaku! Jadi aku akan memenuhi tanggung jawabku sebagai suamimu tapi untuk mencintaimu dan membuat kau hamil itu tidak mungkin terjadi!" Ketusnya Kamil.
Berlian mengalungkan tangannya ke leher jenjangnya Kamil dan ingin meladeni dan menantang suaminya langsung.
Jari jemarinya yang lentik pun melakukan apa yang dikerjakan oleh Kamil sebelumnya.
"Silahkan apa pun yang ingin mas lakukan saja karena saya adalah istrimu," dengan senyuman yang mencemooh sikapnya Kamil dan langsung menarik tengkuk lehernya Kamil.
Berlian memperlihatkan sisi lainnya di atas ranjang, karena ia tidak ingin dianggap perempuan lemah dan bego hanya saja diam dan menerima perlakuan dari suaminya.
"Saya akan membuktikan siapa yang lebih kuat bermain hari ini dan pantas mendampingi kamu, saya memperlihatkan kepadamu siapa Berliana Febrianti Chandra itu sebenarnya," senyuman seringainya muncul sudut bibirnya itu.
__ADS_1
Kamil malahan bergidik ngeri saking kagetnya dengan sikapnya Berlian yang berubah drastis malam itu. Hingga ke-dua pasang matanya melotot membelalak sempurna saking terkejutnya dengan aksi dan sikapnya Berlian yang langsung mee luuu maat bibirnya Kamil tanpa aba-aba sedikitpun.
Semuanya sudah sama-sama saling memberikan kebahagiaan masing-masing. Awalnya Kamil menganggap karena ini pengalaman pertamanya Berliana pasti akan kagok,ragu dan malu-malu kucing. Tetapi, Berlian membuang jauh-jauh rasa itu hingga malah membuat suaminya kelimpungan menghadapi sikapnya Berlian.
Maaf mungkin kamu akan menganggap aku perempuan murahan, tapi aku tidak ingin harga diriku diinjak-injak, untungnya pil KB itu aku keluarkan tadi ketika menoleh.
Berpura-pura meminum obat itu di depanmu adalah cara yang paling tepat. Kamu adalah suamiku jadi seluruh tubuhmu dan apapun yang ada pada dirimu adalah milikku seorang.
Aku tidak akan ijinin perempuan manapun yang akan mengusik ketenangan pernikahan kita. Tidak akan ada kesempatan untuk wil ataupun pelakor.
Karena aku bukan istri bodoh seperti kebanyakan istri-istri di luar sana yang dikibuli oleh suaminya sendiri.
Kamil bahkan saking dimabuk kepayang malam itu,ia terlena dalam setiap apa yang diperbuat oleh Berlian untuk membahagiakannya.
Hmph..
Berulang kali ia berpenetrasi dan menyemburkan lava panas itu di dalam kawah gunung berapi yang semakin membuatnya tenggelam dalam lautan kenikmatan Indahnya dunia yang hakiki.
Ahh!!
Walau sakit,perih dirasakan oleh Berlian tapi, ia sangatlah lihai dan pintar menyembunyikan perasaannya di hadapan suaminya. Kamil segera menarik tubuhnya dari atas Berlian ketika berhasil menanamkan benih kedalam tempat khusus miliknya Berlian.
Agh!! Hemmph!!
Tubuh keduanya ambruk setelah mereka sama-sama saling membahagiakan satu sama lainnya. Kamil tersenyum puas, karena mendapatkan kebahagiaan yang sama sekali belum pernah dirasakannya di dunia ini.
Keesokan harinya, Meylani sudah bisa kembali ke rumah karena kondisinya dan calon bayinya baik-baik saja.
Kedua orang tuanya pak Zulkarnain dan Bu Santi serta kedua mertuanya tidak datang menjemput mereka karena Meylani kembali melarang orang tuanya untuk datang. Karena menurut Mey hanya akan merepotkan mereka yang sudah tua.
__ADS_1
Bonus pembaca give away khusus untuk pembaca setia sudah selesai yah khusus sampai tanggal 3. Jadi yang lambat maafkan insha Allah bulan depan ada lagi.