PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 109. Kebusukan Bisma Attalarik


__ADS_3

Meylani semakin bahagia disaat Zaidan memperlakukannya dengan begitu baik dan romantis tanpa sungkan memperlihatkannya di depan supir pribadinya itu.


Zaidan tanpa sengaja menyenggol perutnya Meylani yang mulai buncit di usia kehamilannya sudah masuk bulan ke lima trisemester kedua, "Hey anak kita menendang loh, ya Allah apa anak kita ini ingin bertemu dengan papanya mungkin, sayang dua kali aku ditendang loh, apa jangan-jangan calon anak kita ini kembar lagi!" Zaidan sangat senang dan antusias ketika tangannya merasakan gerakan pada bayinya.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah. Meilani sangat bahagia dengan sikapnya Zaidan yang selalu menunjukkan kemesraan dan kasih sayangnya sepanjang jalan perjalanan mereka pulang ke rumahnya.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di rumah," ucap Zaidan sambil memperhatikan sekitar rumahnya yang sudah lebih sebulan tidak dilihat dan diinjaknya itu.


"Iya bang,tapi apa abang enggak kangen dengan suasana rumah kita ini serta makanan rumah," imbuhnya Meylani sambil mengambil barang bawaannya yang ringan-ringan saja.


"Saya sangat merindukan semua yang ada di dalam rumah itu, karena kamu ada di dalam sana yang selalu mendoakan yang terbaik untukku, aku sangat merindukanmu Istriku hingga aku bisa bangun ketika aku melihat kamu datang dalam mimpi-mimpiku selama ini, hingga saya terbangun karena suara kamu dan ada dua orang anak kecil yang datang padaku," ungkapnya Zaidan Khaizan.


Meylani mengulurkan tangannya ke arah suaminya yang baru menginjakkan kakinya di dalam garasi rumahnya.


"Sini saya bantuin Abang berjalan," pintanya Meylani.


Zaidan menyambut hangat uluran tangannya Meylani yang tak bosan-bosannya tersenyum penuh kegembiraan karena ia akan berkumpul kembali dengan suaminya dan juga anggota keluarganya yang lain.


Keduanya bergandengan tangan sambil beriringan ke dalam rumahnya, sedangkan Mang Jono itu sedang kerepotan dan capek mondar-mandir mengambil barang bawaannya mereka berdua.


Meylani memutar kenop pintu rumahnya yang berdaun pintu dua itu, dan keduanya terkejut ketika melihat dengan jelas siapa orang yang berdiri di balik pintu. Yaitu semua orang-orang penting dalam kehidupan kedua pasangan suami istri itu.


Meylani menatap ke arah semua orang dan terakhir ke arahnya Bisma Attalarik, Lisa dan Tasya Ainun secara bergiliran.


Aku akan memulai hidup baru bersama suamiku dan tidak ada tempat untuk mengulangi kesalahan di masa lalu. Selamat tinggal masa lalu dan selamat datang masa depan.


"Welcome kakak ipar, akhirnya kalian datang kembali ke rumah setelah beberapa minggu dilewati di rumah sakit, semoga kesehatan selalu menyertai kakak ipar kita," ucapnya Gunawarman Haerul dengan setulus hati.


"Amin ya rabbal alamin, semoga saja hari-hari baik akan selalu menyertai orang-orang dalam rumah ini dan selalu dalam lindungan Allah SWT," imbuhnya Kayla kakaknya Nayla Latifah Hanum.


Semua orang berharap dan berdoa agar kehidupan yang lebih akan segera menyertai kehidupan semua orang. Raina mengalungkan bunga ke lehernya Zaidan.


"Sehat selalu kak dan bahagia dengan istrinya, jadilah kelurga yang sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek," doanya setulus hati diucapkan oleh Raina Alifia kekasihnya Gunawan sepupunya Meylani.


"Ya Allah sambutan kalian sungguh membuat saya ingin menitikkan air mata saking bahagianya dan terharunya dengan penyambutan yang luar biasa ini," pujinya Zaydan.


Bisma memeluk tubuhnya Zaidan tapi arah pandang matanya tertuju pada Meylani sedangkan Meylani mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tua dan adik bungsunya itu.


"Selamat datang Paman semoga panjang umur dan dianugerahi kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, amin," tutur Bisma sambil memeluk tubuhnya Zaydan.

__ADS_1


"Cukup sambutannya gimana kalau kita masuk ke dalam karena masih banyak kejutan yang kami siapkan untuk menyambut kepulangan Zaydan Khaizan Rudiyatmo ke dalam rumahnya," tuturnya Zaskia ibunya Bisma.


Zaidan menitikkan air mata harunya karena kepulangannya disambut dengan hangat dan penuh gembira.


"Saya sangat bahagia dan sangat bersyukur karena kalian sangat perhatian dan meluangkan waktu kalian untuk menyambut kedatanganku kembali ke rumah," imbuhnya Zaydan.


Mereka semua berjalan ke arah dalam rumah karena sudah banyak makanan yang dibuat khusus penyambutan Zaydan dan istrinya. Semua orang berkumpul bersama saling bercerita dan tersenyum serta tertawa penuh suka cita.


"Sayang, antar aku ke dalam kamar yah, aku sudah sangat lelah," pintanya Zaidan karena sudah cukup capek dan butuh istirahat yang cukup.


"Sini saya antar Abang masuk ke kamar, tapi Abang tidak minta apa seperti makanan atau mungkin kue yang bisa menemani Abang di dalam kamar," ucap Meylani.


"Kalau kamu sudah ada ngapain saya cari yang lain apalagi hanya kue dan makanan enggak bakalan menghapus kesepian ku kecuali kamu sendiri yang datang menemani Abang," pungkas Zaydan.


Semua orang yang mendengar perkataan dari Zaidan hanya tersenyum dan tertawa, karena Zaidan seperti suami-suami yang akan lengket selamanya dengan istrinya kemanapun perginya.


Lisa berjalan ke arah dapur dengan wajahnya yang selalu ditekuk karena melihat Bisma Attalarik yang selalu lengket dan memperlihatkan kemesraannya di hadapan orang banyak terutama di depan matanya langsung.


Sial! Tasya sengaja ingin menunjukkan kepadaku kemesraannya itu tanpa peduli padaku.


Bisma juga enggak melarang istrinya itu untuk bermanja-manja karena alasannya hamil, jadi aku ini dianggap apa oleh mas Bisma.


Lisa menghentakkan kakinya menuju ke arah dalam dapur yang terletak di belakang rumahnya Zaydan.


Ya Allah kenapa Lisa seperti itu,apa dia marah melihat apa yang dilakukan oleh Bisma dengan istrinya yah.


Lisa kan temannya Mey, kalau enggak salah. Tapi, kenapa seperti itu sikapnya apa jangan-jangan dia ada hubungan dengan Bisma mantan kekasihnya Mey.


Aku yakin perempuan itu cemburu melihat kedekatan Bisma dengan Tasya, tapi aku akan melakukan segala cara agar wanita itu pergi dari sini untuk selamanya dan meninggalkan Bisma putraku uuntuk selama-lamanya.


Bu Zaskia bertekad untuk memisahkan Bisma dengan Lisa walaupun mereka sudah punya anak dan akan memiliki anak keduanya itu.


Bisma yang melihat kepergian dari istri pertamanya segera menyusulnya," Tasya mas ke belakang dulu yah, ada yang ingin mas ambil," pintanya Bisma yang akan segera menyusul Lisa yang ngambek karena kecemburuannya.


Bisma segera berjalan cepat ke arah istrinya dan menarik tangannya Lisa sekuat tenaga agar segera berhenti. Lisa sudah hafal dan mengetahui siapa yang menarik tangannya itu tanpa sepatah katapun.


"Lisa! please dengarkan mas kamu jangan seperti ini,apa kamu ingin orang-orang mengetahui jika kita ini pasangan suami istri ha!! jadi aku mohon jangan seperti ini, mengertilah posisiku Lisa!" tekannya Bisma.


"Tapi apa selamanya akan seperti ini terus! sampai kapan mas Bisma Attalarik Rudiyatmo!?" teriaknya Lisa.

__ADS_1


"Sampai..." ucapnya Bisma tak mampu dilanjutkan.


"Hahaha kamu tidak sanggup untuk berbicara kan! aku yakin kamu pasti tidak bisa berbicara karena kamu sulit dan terlalu takut untuk mengakui jika saya adalah istrimu juga yang kamu nikahi ketika sudah brtunangan dengan Meylani Ramadhani," Jeritnya Lisa sambil menghempaskan tangannya Bisma.


Bu Liviana yang awalnya hanya ingin mengambil air minum tanpa sengaja mendengar perdebatan dua orang yang sama sekali tidak dikenalnya. karena cukup kepo dan penasaran sehingga ia mengikuti sumber suara perdebatan itu. Hingga ia menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat dan di dengarnya langsung.


prang!!!


bruk!!


suara cerek yang belum berisi air terjatuh ke atas lantai dengan pecahan belingnya tercecer kemana-mana.


"Tidak!!" jeritnya Bu Livia mamanya Zaidan yang suaranya sangat tinggi melengking hingga memenuhi seluruh dapur dan membuat kedua pasutri yang bertengkar itu tidak menduga kedatangan neneknya sendiri.


"Nenek!" cicitnya Bisma.


Orang-orang pada berlari cepat untuk berdatangan ke arah dapur karena mendengar keributan.


"Mama apa yang terjadi padamu!?" tanyanya Zarah kakaknya Zaidan.


Bu Livia menangis tersedu-sedu dan tidak mampu berucap sepatah katapun.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap semua novel recehanku ini.


Insya Allah akhir bulan bonus khusus untuk pembaca setianya Pamanmu Adalah Jodohku tapi syaratnya yaitu harus dan wajib baca novel aku, like dan komentar setiap updatenya yah.


"Tantenya baik-baik saja kan?" Tanyanya Kayla yang sangat khawatir melihat Bu Livia yang pucat pasi seperti barusan melihat hantu di siang bolong saja.


"Nenek, apa yang terjadi di sini kenapa bisa sampai gelas dan tekonya terjatuh?" Tanyanya Alika Anjani anak bungsunya Bu Zaskia.


"Kenapa hanya sibuk bertanya saja, cepat ambilkan air putih untuk Mama," perintahnya Zivania anak ketiganya Bu Liviana.


Lisa dan Bisma saling bertatapan satu sama lainnya, hingga Tasya berteriak sambil menunjuk ke arah Lisa.


"Saya yakin pasti gara-gara dia penyebab nenek seperti ini!" Cibirnya Tasya Ainun.


"Mak-sudnya apa, kenapa semua ini gara-gara sa-ya," sanggahnya Lisa yang tidak mungkin mengatakan kepada mereka apa yang terjadi sebenarnya.


"Zaskia bagaimana kamu bisa terlalu percaya dengan putramu Bisma!?"

__ADS_1


"Mak-sudnya a-pa Ma?" Elaknya Bu Zaskia.


Bu Livia mengarahkan jari telunjuknya ke arah Lisa yang sudah mulai ketakutan, "Dia itu anak menantu kamu juga yang sudah punya anak gadis kecil bernama Giska dan sekarang kamu akan menjadi nenek lagi," lirihnya Bu Liviana yang meneteskan air matanya itu yang sangat sedih dengan sikapnya Bisma.


__ADS_2