PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 78. Kejutan Yang Luar Biasa


__ADS_3

Meylani tidak menyangka jika ia mendapatkan kejutan dari suaminya dan juga keluarganya.


"Ya Allah aku hamil rupanya, Abang apa aku tidak sedang lagi bermimpi kan?" Tanyanya Meylani.


"Kamu tidak bermimpi Nak, ini semua nyata kami semua sungguh bahagia dengan kehamilanmu ini, mama dan yang lainnya ikut gembira dan eksaitik banget setelah dokter tadi pagi memeriksa kamu dan katanya kamu hamil tiga bulan setelah diperiksa secara detail oleh dokter Rahayu Purwaningsih," ungkapnya Bu Liviana.


"Abang boleh cubit tapi pelan saja bang," Meylani mengulurkan tangannya ke arah suaminya yang masih berlutut di hadapannya Meylani.


Zaydan segera memenuhi keinginannya Meylani," auhh sakit!" Keluhnya Meylani yang bukannya memperlihatkan raut wajahnya yang kesakitan malah saking bahagianya sampai-sampai ia tertawa.


"Alhamdulillah bang aku akhirnya hamil anaknya Abang, berarti rumor terong ungu makan terung itu salah banget yah Bang, apalagi mereka menganggap Abang itu impoten ini kan sudah ada buktinya," tuturnya Meylani.


Apa yang dikatakan Meylani membuat semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya Meylani yang blak-blakan itu padahal tamu yang datang memenuhi rumahnya sangat banyak.


"Ya ampun segitunya nasib adikku,kamu sungguh malang nak, tapi tenang saja karena bukti dan rumor jelek di lapangan sudah terbantahkan sehingga kamu tidak perlu khawatir dan mencemaskan segalanya," tukasnya Bu Zaskia Rindra kakak sulungnya Zaydan.


"Hahaha, sudah-sudah, saatnya Zaidan memakaikan kalung serta gelang yang sangat cantik bertatahkan berlian yang sungguh indah mempesona itu ke tangan dan lehernya Meylani secepatnya karena kami sungguh lapar menunggu kepulangan kalian," candanya Bu Zizka kakak keduanya Zaidan.


Zaidan segera bangkit dari posisi berlututnya itu dan segera memakaikan kalung tersebut ke leher jenjangnya Meylani yang tertutup hijab itu.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim," cicitnya Zaidan.


Mey tak henti-hentinya tersenyum mendengar pujian dan perhatian dari suaminya dan juga keluarganya itu.


Kalung dengan liontin berlian berwarna ungu itu semakin cantik setelah dipakai oleh Meylani. Gelang dengan manik-manik berlian kecil berwarna senada dengan liontin kalung yang sudah terpasang rapi di lengan kanannya Meylani.


"Ya Allah semoga kehidupan rumah tangga kakak Meylani hidup bahagia hingga kakek nenek dan memiliki banyak anak," ucapnya Kamil Pasha yang menyeka air mata bahagianya melihat kakaknya itu yang selalu tersenyum.


"Moga Mbak Mey keluarganya selalu dilindungi oleh Allah SWT dari kedengkian, kejahatan, kecemburuan orang-orang yang tidak baik," imbuhnya Nayla.


"Aku berharap semoga kandungannya sehat selalu,ibu dan calon bayinya selamat dan sehat sampai lahiran," timpalnya Kayla.


"Amin ya rabbal alamin," ucapnya semua dengan serentak.


"Kalau gitu mari kita masuk ke dalam, kasihan bumilnya sepertinya butuh istirahat seharian berkeliling kota Jakarta," ucap Pak Rudiyatmo.


Satu persatu masuk ke dalam yang berjumlah sekitar lebih tiga puluhan yang bisa hadir memeriahkan acara syukuran kehamilan pertamanya Meylani. Tapi, langkah kaki mereka segera terhenti ketika seseorang berteriak memanggil namanya Zaidan.


"Om muda Zai!" Teriak seorang pria yang seumuran dengan Zaidan.

__ADS_1


Semua orang berbalik arah dan melihat siapa orang yang berteriak kencang tersebut.


Pria muda itu berjalan ke arah Zaydan yang bergandengan tangan dengan istrinya.


"Tega yah mengadakan acara begitu penting tapi tidak menunggu kedatanganku," gurau pria yang menyapa Zaidan dengan sebutan Om Muda.


"Bisma," Ucapnya Zaidan yang segera melepas pegangan tangannya Meylani dan berjalan cepat menuju ke arah Bisma keponakannya itu.


Keduanya berpelukan erat di hadapan orang lain. Semua tersenyum simpul menanggapi sikap keduanya itu. Sedangkan Mey menutup mulutnya kembali untuk kedua kalinya saking terkejutnya melihat siapa pria yang dipeluk oleh suaminya itu.


"Ya Allah mas Bisma, ini tidak mungkin!? pasti aku salah lihat saja," lirih Meylani yang memicingkan matanya dan menajamkan pendengarannya itu.


"Bisma cucuku, akhirnya kamu datang juga Nak dari Kuala Lumpur Malaysia," ujarnya Pak Rudi.


Kepalanya kembali pusing, nyut-nyutan, penglihatannya mulai kabur dan berkunang-kunang, hingga semua yang dilihatnya menjadi putih. Hingga suara tubuh ambruk ke atas lantai keramik terdengar begitu nyaring bunyinya.


Brukk…


Brak!!

__ADS_1


"Meylani!!" Teriak semua orang.


__ADS_2