PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 62. Godaan Sang Mantan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian…


Kedatangan Gunawarman dan Jamal Abdillah di dalam keluarga kecilnya semakin menambah keramaian di dalam rumahnya Zaidan dan Meylani.


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Jakarta," ucapnya Jamal Abdillah dengan penuh kesyukuran karena sempat mengalami pusing dan mual ketika naik pesawat.


"Hahaha kamu pasti bahagia banget kan karena sudah sampai di Jakarta dengan selamat, apalagi kamu tadi bersikap seperti anak-anak saja yang mabuk perjalanan," candanya Gunawan.


"Mau diapa saya kan paling sulit untuk beradaptasi dengan kondisi pesawat kali ini dfbinggy harus mabuk kepayang, andaikan mabuk janda itu baru seru," kelakarnya Jamal.


Meylani dan Zaidan hanya melihat reaksi sikap dari kedua adik sepupunya itu. Kamil hanya geleng-geleng kepala melihat saudara sepupunya yang tidak pernah menghilangkan sifat hebohnya itu dimanapun mereka berada.


"Sudah apa kalian tidak ingin beristirahat sejenak? Kalian itu harus istirahat yang cukup agar besok tenaga lebih full untuk mengahadapi tes besok," ucapnya Mey.


"Biasalah kak kalau orang udik naik pesawat seperti ini lah reaksinya pasti akan heboh tak terkendali," guraunya Kamil Pasha yang meninggalkan kakak sepupunya di depan pintu.


"Masih seperti dulu ini anak satu selalu saja berbicara ketus jika kami bercanda, pantesan tidak ada pacarnya hingga sekarang karena gadis-gadis pada kabur dengan sikapnya yang cuek dan judes itu!" Teriaknya Gunawan.


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar candaan dari Gunawan. Zaidan sudah berjalan mengikuti langkah adik iparnya menaiki undakan anak tangga satu persatu.


"Mbak Dara!" Teriaknya Meylani yang sedikit meninggikan suaranya itu agar Dara sang asisten rumah tangganya segera menghampirinya itu.


Dara yang sedang melakukan pekerjaan di dapur setelah mendengar suara dari majikannya segera berjalan tergopoh-gopoh ke arah depan. Dia takut jika terlambat akan kena omelan dari bi Ijah.


"Iya Nyonya Muda ada apa?" Tanyanya Dara yang berusaha mengatur pernafasannya yang ngos-ngosan karena berlari kecil ke arah depan dari dalam dapur.

__ADS_1


Meylani hanya tersenyum simpul melihat reaksinya Dara," Mbak Dara tolong barang bawaan mereka diantar ke dalam kamarnya mereka masing-masing,kamar yang kemarin saya suruh bersihkan," pintanya Mey yang berdiri menatap ke arah Dara lawan bicaranya saat itu.


"Oh itu yang di belakang yah Nya," balasnya Dara yang bernada bertanya itu.


"Iya bener sekali, perkenalkan mereka adalah adik sepupuku dari Makassar Sulawesi Selatan, insya Allah kedepannya mereka akan tinggal bersama kita di rumah ini, jadi tolong perlakukan mereka dengan baik seperti kamu memperlakukan adikku Kamil dan saya tentunya," ujarnya Meylani.


Meylani menunjuk ke arah Gunawan dan Jamal secara bergantian. Dara mengikuti arah jari telunjuknya Meylani hingga ia tidak sanggup berkata-kata ketika melihat Jamal Abdillah. Dia tercengang dan tidak menyangka jika kembali dipertemukan dengan Jamal di tempat itu.


Jamal pun terkejut bukan main karena perempuan yang pernah ditemuinya beberapa tahun silam kembali dipertemukan dalam keadaan yang berbeda. Dara segera mengalihkan perhatiannya ke arah Meylani karena ia tidak ingin ketahuan oleh orang lain jika mereka sudah saling kenal sebelumnya.


"Sini Mas saya antar ke dalam kamar kalian," ucapnya Dara Inayah yang segera menenteng beberapa barang bawaannya Jamal Abdillah.


Sedangkan koper dan tas kecilnya Gunawan segera diambil alih oleh yang punya tas.


"Mbak tidak perlu repot-repot membawanya aku masih bisa, tolong layani saja Jamal kasihan dia tadi sempet mabuk perjalanan coba mabuk cinta tidak masalah," candaannya lagi Gunawan yang berjalan mendahului keduanya.


Kenapa aku harus kembali bertemu dengan Jamal, aku akan kesulitan untuk mendapatkan Kamil brondong yang aku inginkan. Padahal rencana aku untuk mendapatkan Kamil kalau seperti ini semakin lebih sulit.


Gunawarman sudah masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Jamal masih sedikit berjalan beberapa langkah karena kamarnya lebih jauh dikit beberapa meter dari tempatnya Gunawan.


"Disini kamarnya, silahkan masuk," ujarnya Dara mempersilahkan Jamal untuk masuk ke dalam setelah pintu bercat cokelat itu terbuka lebar.


"Maaf apa kamu bisa membantuku membawanya kedalam karena kepalaku masih sedikit puyeng," lirih Jamal sembari memegangi kepalanya itu.


Dara bersikap waspada terhadap pria yang pernah hadir dalam hidupnya. Pria pertama kali yang mencicipi indahnya madu alami milik Dara. Dara tidak ingin kejadian dimasa lalu mempengaruhi dan membuatnya kembali mengalami kegagalan dengan rencananya itu.

__ADS_1


Sehingga Dara harus ekstra waspada dan hati-hati karena tidak ingin rencananya berantakan gara-gara kehadiran pria di masa lalunya. Pria yang berhasil merenggut segalanya dari kehidupannya sekaligus pria yang mencampakkannya.


Dara segera memenuhi permintaannya Jamal Abdillah dengan membawa beberapa barang bawaannya Jamal ke dalam kamarnya. Setelah meletakkan koper tersebut ke atas lantai, Dara segera berpamitan kepada Jamal.


"Maaf mas saya permisi dulu karena masih banyak kerjaan yang meski saya selesaikan," tuturnya Dara yang bergerak cepat ke arah pintu.


Tapi, baru saja hendak memutar kenop pintu kamarnya Jamal apa yang dilakukannya itu terhenti ketika mendengar ucapannya Jamal.


"Kenapa kamu saya perhatikan sedari tadi seperti kamu waspada, takut dan berusaha untuk menghindar dari saya! Kenapa mesti seperti itu saya bukan kanibal yang suka memakan daging manusia," ucap Jamal yang sudah berdiri di depannya Dara.


Tubuhnya Dara semakin mundur ke belakang sehingga tubuhnya terantuk ke pintu. Jamal sudah memegangi dagu lancipnya Dara.


Jamal mendekatkan wajahnya ke telinganya Dara," kamu saya perhatikan sudah semakin menarik dan seksi saja, saya sungguh tertarik melihat penampilan kamu seperti ini, tapi saya takut jika penampilan kamu yang seperti ini malah untuk menggoda Abang Zaidan atau Kamil Pasha!?" Tebaknya Jamal sambil memainkan bibir kenyalnya Dara bergantian dengan rambut hingga ke hidungnya.


Dara yang memang haus akan belaian berusaha untuk menahan godaan yang dilancarkan oleh Jamal sang mantan kekasihnya. Jamal tersenyum melihat respon dan reaksinya dari Dara yang menggenggam kepalan tangannya karena berusaha untuk menahan serangan tiba-tiba dari Jamal.


Tangannya Jamal lihai memainkan daerah khusus milik Dara," kamu masih seperti dulu sayang, tapi aroma wangi tubuhmu semakin membuatku untuk tidak bisa menahannya lagi, aku sudah hampir empat tahun lebih menahannya dan tidak pernah melakukannya dengan perempuan lain karena aku hanya ingin melakukannya bersama perempuan yang aku cintai,tapi kamu begitu tega meninggalkan aku seorang diri di Makassar," ungkapnya Jamal.


Dara hanya memalingkan wajahnya ke arah lain agar mereka tidak berhadapan langsung satu sama lainnya. Dia berjuang keras untuk menahan serangan demi serangan yang dilakukan oleh Jamal.


"Saya tidak boleh kalah dan jatuh kembali ke dalam pelukannya Jamal, memang aku masih mencintainya tapi obsesi aku untuk menundukkan semua pria ganteng itu belum terlaksana baru empat orang termasuk pria brengsek ini," umpatnya Dara yang terus menerus untuk menghindari apa yang dilakukan oleh Jamal.


Jamal semakin tersenyum penuh arti melihat reaksinya Dara yang sudah masuk kedalam perangkapnya. Jamal menekan tubuhnya Dara hingga wanitanya tidak berdaya dan bergerak lagi.


Jamal segera membuka satu persatu kancing bajunya Dara sedangkan bibirnya mulai mee luuu maat dengan rakusnya. Semakin menolak Dara semakin tak berdaya dibuat oleh Jamal.

__ADS_1


"Kalau seperti ini lama-lama saya akan kembali menyerahkan hidupku dibawah kaki pria yang masih saya cintai,"


"Ahh hemph!" Lenguhan kecil akhirnya meluncur juga dari bibirnya Dara Inayah pembantu rumah tangga yang berniat untuk menjadi perebut dan penggoda suami majikannya.


__ADS_2