PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 115. Masih Sikap Yang Sama


__ADS_3

Meylani terduduk di atas kursi dapur mendengar perkataan dari suaminya yang cukup menohok hatinya itu.


"Astauhfirullah aladzim, apa yang terjadi padamu bang dimana sisi lemah lembutmu selama ini, apa yang terjadi padamu," cicitnya Meylani.


Bi Sumi yang menjadi saksi langsung dari kejadian itu dibuat tercengang karena selama bekerja di rumah itu, barulah hari ini mendengar perkataan kasar dari mulut majikannya.


Waktu terus berlalu, hubungan Meylani dan Zaydan masih seperti itu. Di depan orang lain akan bersikap lemah lembut dan romantis tetapi jika mereka hanya berdua saja, barulah Zaydan kembali ke mode irit bicaranya.


Satu bulan kemudian..


Jakarta, 30 juli 2023 bertepatan dengan hari akad nikahnya Berliana Febrianti dengan Kamil Pasha Zulkarnain.


"Masya Allah kamu semakin cantik saja, pantesan Jamal Abdillah semakin klepek-klepek denganmu," pujinya Meylani yang melihat adik sepupunya dan juga istrinya yaitu Nayla Latifah Hanum.


Mereka berdua cipika cipiki sambil saling berpelukan sesaat sesama ibu hamil.


"Mbak juga semakin cantik saja, diusia kehamilannya yang ke tujuh Mbak auranya semakin terpancar begitu indahnya," pujinya Nayla yang bergantian saling memuji.


"Hemph kalian memang sama-sama cantik, tapi kalian masih kalah cantik dengan calon mempelai pengantin perempuannya," sahutnya Raina Alifia yang baru saja datang melihat kedekatan keduanya itu.


Meylani walaupun setiap hari merasa kekosongan hatinya selama kurang lebih dua bulan didiamkan oleh suaminya, tapi jika mengenai anak mereka pasti Zaidan akan mati-matian mencurahkan perhatiannya.


Mungkin Abang Zaydan hari ini masih sikapnya seperti itu padaku,tapi aku yakin suatu saat nanti akan berubah seperti dahulu ketika kami awal-awal menikah.


Apalagi pernikahan kami yang sudah jalan hampir dua tahun pasti akan banyak batu sandungan dan cobaan akan datang silih berganti.


Meylani memandangi wajah suaminya yang semakin ganteng saja diusianya yang tiga hari lagi genap tiga puluh satu tahun.


"Hemm, bumilnya satu ini sepertinya enggak bisa pisah dari suaminya lihatlah saja mereka berjauhan tapi saling tatap tatapan," candanya Nayla Latifah.


"Hahaha,iya yah juga tapi sudah lah kalau melihat dan membicarakan kemesraan mereka tidak akan ada habisnya," tukasnya Lisa yang ikut menimpali percakapan mereka.

__ADS_1


Lisa Nandini, Nayla Latifah Hanum, sudah tidak tinggal bersama dengan Meylani dan Zaidan lagi. Mereka masing-masing sudah membeli rumah untuk mereka tempati bersama.


Bisma Attalarik sudah berubah dan sangat perhatian kepada kedua istrinya. Tasya Ainun pun datang bersama dengan madunya walau mereka masih menjaga jarak,tapi hubungan mereka tidak setegang seperti awal mereka saling mengetahui hubungan masing-masing.


Perut mereka berdua tidak kalah besar dari perutnya Meylani, Lisa dan Tasya sama-sama hamil enam bulan kurang dua minggu. Sedangkan Nayla baru jalan dua bulan sejak mereka menikah.


Dengan perutnya yang buncit itu dia terkadang kesulitan untuk bergerak bebas, karena usia kehamilannya yang hampir sama dengan Lisa dan Tasya tapi perutnya Melani yang paling buncit dan gede dari yang lainnya.


"Nay bagaimana dengan Azka apa dia enggak merepotkanmu?" Tanyanya Mey yang berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dari wajah suaminya yang selalu tersenyum ketika berbincang-bincangnya dengan para tamu undangan.


"Alhamdulillah Aska anak yang patuh Mbak, aku sangat senang dengan keceriaan dan kecerdasan yang dimiliki oleh Aska, apalagi paling lucu setiap hari selalu menyempatkan diri untuk mengelus perutku dan berkata bunda akan punya dede perempuan yang sangat cantik, itu yang selalu dikatakan padaku," ungkapnya Nayla yang selalu tersenyum jika mengingat kelucuan dan keluguan anak sambungnya itu.


"Syukur alhamdulilah kalau kamu dengan Azka saling menyayangi, tapi ngomong-ngomong dengan ayahnya apa dia tidak sering kali merepotkan kamu jika ngidam?" Tanyanya Lisa.


"Dia paling manja Mbak bahkan manjanya mengalahkan sikapnya Aska loh, tapi heran saya yang hamil ehh malah mas Jamal Abdillah yang kelimpungan dan bermalas-malasan di tempat tidur," jelasnya Nayla yang tersenyum lebar mengingat kejadian bersama dengan suaminya itu.


"Sudah... sudah waktunya akad nikahnya Kamil dan Berlian, kalian para mamuda bersiaplah menjadi saksi pernikahan mereka," imbuhnya Bu Liviana.


"Ahh!" Jeritnya Lisa dan yang lainnya yang terkejut melihat Meylani.


Meylani sama sekali tidak berteriak sedikitpun karena belum sempat berteriak, ada tangan vseseorang yang segera menolongnya yang kebetulan memang berjalan disampingnya Meilani sejak tadi.. Tubuhnya terhuyung ke samping tapi seseorang sigap membantunya.


"Kamu tidak akan jatuh," ucapnya seorang pria yang membantu Mey agar tidak terjatuh.


Meylani mendongakkan kepalanya setelah mendengar dengan seksama suara orang itu dan mendongakkan kepalanya melihat baik wajah siapa yang menolongnya.


Meilani segera melepaskan pegangan tangannya pria itu dari pinggangnya setelah melihat siapa orang yang telah berbaik hati membantunya.


"Makasih banyak," ucapnya Meylani.


"Tidak apa-apa karena ini sudah kewajibanku untuk membantu istri dari pamanku sendiri," imbuhnya Bisma Attalarik.

__ADS_1


Zaidan segera memeluk tubuhnya Meylani secara posesif," maafkan Abang terlambat datang, karena abang bertemu dengan teman kantor," ucapnya Zaidan yang menatap tajam ke arah Bisma.


"Tante Mey ini adalah wanita hamil jadi tolong kedepannya untuk dijaga sebaik-baiknya," nasehatnya Bisma sebelum berlalu dari hadapannya Meylani dan Zaidan.


"Kamu tidak perlu membuang waktumu untuk menasehatiku, lihat saja dirimu sendiri punya dua istri apa kamu sudah berlaku adil terhadap mereka dan menjaganya dengan baik!" Sarkasnya Zaidan.


Lisa dan Tasya bersamaan berjalan ke arah Bisma agar segera menghentikan perdebatannya itu.


"Sudah mas tidak perlu diladeni lagi Paman Zai, enggak enak dilihat orang banyak," bujuknya Lisa.


Meylani juga memegangi dadanya suaminya untuk berhenti berdebat dengan menggeleng kepalanya itu.


Meylani duduk di samping mamanya Bu Santi dan diapit sebelah kanannya Zaidan suaminya tersayang.


Meylani menatap intens suaminya," entah apa yang terjadi pada Abang kenapa sikapnya selalu berubah-ubah, apa jangan-jangan karena gara-gara pukulan dua kali ya diterimanya waktu itu sehingga ada masalah di otaknya, mungkin aku harus segera membawa Abang ke rumah sakit kembali untuk mengecek kesehatannya, karena aku merasa bang Zaidan sangat aneh tidak seperti biasanya,"


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah duduk untuk menunggu dan menantikan acara ijab kabul pernikahannya Kamil Pasha dan Berliana Febrianti. Kamil sudah duduk di hadapannya papanya Berlian sembari saling berjabat tangan.


"Bagaimana Nak Kamil apa kamu sudah siap saya nikahkan kamu dengan putri semata wayangku?" Tanyanya Pak Benny Chandra.


"Insha Allah saya siap lahir batin," balasnya Kamil.


"Kalau gitu ikuti saya untuk mengucapkan ikrar ijab kabul," imbuhnya Pak Benny Chandra.


Kamil hanya menganggukkan kepalanya dan bersiap untuk mengucapkan ikrar janji suci pernikahan mereka.


"Saya nikahkan kamu Kamil Pasha Zulkarnain dengan putriku yang bernama Berliana Febrianti Benny binti Candra dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 24 karat seberat 20 gram dibayar tunai," tuturnya Pak Benny.


"Saya terima nikah dan kawinnya Berliana Febrianti Benny bin Chandra dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Ucapnya Kamil dengan penuh keyakinan dan ketegasan di dalamnya hanya dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi apakah sah?" tanyanya pak penghulu sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan di dalam gedung perhelatan acara resepsi pernikahan dan juga akad nikahnya Kamil adik keduanya Meylani Ramadhani Zulkarnain.

__ADS_1


"Sah!!" jawabnya semua secara serentak.


__ADS_2