PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 53. Kebahagiaan Seutuhnya


__ADS_3

"Aku merasa aku adalah pria yang paling beruntung di dunia ini karena mendapatkan segalanya dari istriku,walau awalnya pernikahan kami karena perjodohan dan kemauanku sendiri tapi, aku tidak pernah berfikir untuk menyesal keputusan yang aku ambil sejak dulu mencintaimu hingga akhir hayatku,"


Zaidan menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya Meylani, sedangkan Meylani masih malu-malu kucing dengan apa yang dilakukan keduanya barusan. Zaidan memeluk tubuhnya Meylani yang masih polos tanpa sehelai benang pun menutupi sebagian tubuhnya.


Zaidan tak henti-hentinya mengecup keningnya Meylani, kedua sisi pipinya dan juga bibirnya Meylani. Hingga Mey seperti merasa kegelian dengan perlakuan suaminya itu.


Zaidan pun berbisik di telinganya Meylani," istriku apa kamu capek dan lelah gak?" Tanyanya Zaidan sambil berusaha untuk menahan sesuatu yang kembali terbangun di tempatnya karena gerakan tangannya Mey yang tanpa sengaja menyentuhnya.


Meylani membelalakkan matanya sempurna setelah mendengar perkataan dari suaminya itu. Ia hanya mampu tercengang dan melongok tak percaya. Jika baru sekitar sepuluh menit lalu mereka stop dari rutinitas kegiatan olahraga malamnya.


"Abang aku…," ucapannya terpotong karena Zaidan yang sudah memulai kembali kegiatan melelahkan tapi sungguh cukup membuat keduanya melayang hingga ke langit tingkat ke tujuh saking bahagianya kedua pasutri itu di malam pertamanya.


Mey baru saja ingin menjawab pertanyaan dari suaminya itu karena belum pulih dan beristirahat total, tetapi suaminya kembali menginginkan hal itu lagi. Hingga menjelang subuh, mereka baru berhenti dari rutinitas dan kegiatan mereka berdua.


Sekitar jam empat subuh barulah mereka selesai dan tertidur lelap tanpa ada yang membersihkan tubuhnya yang lengket dengan bekas peluh keringat membasahi seluruh tubuhnya. Mey tersenyum simpul menanggapi sikap suaminya yang sungguh membuatnya tidak berkutik.


Walau Meylani juga tidak bisa menampik dan menyembunyikan perasaan bahagia, gembiranya diperlakukan begitu lembut oleh Zaidan yang seperti begitu ahli dan mahir padahal ini yang pertama kalinya.


Ternyata pengalaman tidak menjadi jaminan seseorang untuk memperlakukan pasangannya dengan begitu baik. Malah terkadang yang berpengalaman bisa berlaku kasar terhadap pasangannya sendiri.


Keesokan harinya, Meylani dan Zaidan masih terlelap dalam buaian mimpi indah mereka. Padahal sudah jam sepuluh pagi, pasutri itu belum bangun juga. Mereka melupakan jika jam sebelas pagi kedua mertuanya dan juga adik iparnya akan datang ke Jakarta dari Makassar.


Sedangkan diluar sana,ada seorang perempuan yang tidak tenang dan terus mondar mandir kesana kemari seperti orang yang kebakaran jenggot saja. Kedua pasang matanya terus tertuju pada pintu kamar majikannya.

__ADS_1


"Ihh kenapa mereka belum bangun juga yah padahal sudah pukul 11 siang, apa sih yang mereka perbuat di dalam sana?" Gerutunya Dara yang tidak bisa diam ketika tersadar apabila kedua pasangan suami istri itu belum keluar kamar.


Bu Ijah yang tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan oleh Dara Inayah mengerutkan keningnya melihat tingkah lakunya Dara Inayah yang tidak biasa.


"Hemph, bukannya pergi menyelesaikan pekerjaannya di belakang malah di sini mondar-mandir tidak jelas! Di depan kamar majikan pula," cibirnya Bi Ijah.


Dara yang berjalan kesana kemari segera menghentikan langkahnya itu dan menatap jengah ke arah asisten rumah tangga lainnya yang sama sepertinya.


"Kenapa emang kalau aku berdiri di sini, emangnya ada urusan apa dan kenapa kamu yang marah dan sewot dengan apa yang aku perbuat!" Ketusnya Dara.


"Ya saya ada urusan lah karena saya ingin mengepel dan menyapu lantai bekas kakimu yang saya yakini ada kuman dan parasit dari bekas kaki pembantu kegenitan dan kegatelan seperti kamu ini!" Sarkasnya Bu Ijah lagi yang tidak mungkin mau mengalah dengan perempuan macam Dara.


"Hahaha lucu yah kau ini sama dengan aku posisinya di rumah ini tapi belagu banget, nyadar diri sedikit kenapa! Jangan selalu suka mencampuri urusan orang lain. Kalau perlu kamu kurangi sikap ingin tahu segala yang aku lakukan!" Balasnya Dara yang tidak mau mengalah.


Dara memegangi tangannya Ijah, "Oke kita lihat saja nanti siapa yang bakal menang dan angkat kaki dari rumah ini, kamu atau aku!" Gertaknya Dara yang segera berjalan meninggalkan Ijah Ismayanti yang berdiri mematung dengan senyuman menyeringai lebar disudut bibirnya.


"Kamu tidak akan pernah menang melawan kebaikan dan kebenaran jika kamu memiliki niat yang jahat, cepat atau lambat kamu akan segera ditendang oleh tuan Zaidan, waktu itu tidak akan lama lagi datang, saya akan tertawa terbahak-bahak melihat kepergian mu wanita genit dan jahat dari sini," tekadnya Ijah sambil kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Dara berjalan ke arah belakang dengan wajahnya yang ditekuk,dia tidak menyangka jika Ijah selalu saja mengawasi pergerakannya dan apapun yang dilakukannya.


"Kalau seperti ini semakin sulit untuk membuat Tuan Zaydan yang ganteng dan seksi itu jatuh ke dalam pelukanku,apa aku kurang seksi dan kurang cantik dimatanya tuan Zaidan atau mungkin aku harus mencari cara yang jitu untuk menjebak tuan Zaidan, sepertinya hanya itu langkah terakhir yang bisa aku tempuh,"


Dara mengerjakan pekerjaannya yaitu mencuci pakaian dan membantu Bu Ijah membereskan dapur setelah mereka masak.

__ADS_1


Sedangkan Meylani baru saja terbangun dari tidurnya setelah merasa lengannya tertimpa sesuatu yang cukup berat sehingga ia terbangun dari tidur panjangnya.


Meylani mengerjapkan kedua kelopak matanya yang sebenarnya masih ingin tidur. Tapi karena sudah cukup siang sehingga ia terpaksa terbangun setelah melihat jarum jam yang terpasang di dinding kamarnya menunjukkan pukul setengah dua belas siang.


"Astaughfirullahaladzim sudah siang rupanya, tumben aku tertidur sampai siang gini, ini nih gara-gara Abang yang seperti enggan untuk mengakhiri kegiatan kami, padahal tubuhku seperti remuk redam saking capeknya menghadapi permintaannya Abang," keluhnya Meylani yang berusaha bangkit dari tempat tidur dalam posisi masih rebahan.


Meylani segera bangkit dari baringnya dan kembali dibuat terkejut dengan melihat begitu banyaknya tanda kissmark di sekujur tubuhnya. Tanda kepemilikan yang disimpan oleh Zaydan cukup banyak yang sudah berubah warna dari merah awalnya sekarang hijau kebiruan.


Meylani tersipu malu jika harus kembali memutar dan mengingat aktifitas mereka. Dia tidak menyangka jika suaminya akan seganas dan selihai itu terhadap tubuhnya.


"Ya Allah… ternyata rasanya seperti ini yah jika baru pertama kali. Awalnya sakit tapi lama-lama ketagihan dan pengen lagi," cicitnya Meylani.


Mey tersentak terkejut ketika sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya itu.


"Aah Abang!" Jeritnya Mey yang dibuat terkejut oleh perbuatan suaminya sendiri.


Zaydan kembali menindih tubuh istrinya itu," Meylani Ramadhani Zulkarnain tadi kamu ngomong ketagihan dan pengen lagi, ngomong-ngomong pengen dan ketagihan apa coba?" Ucapnya Zai yang tersenyum penuh arti.


Perkataan terakhirnya mampu terdengar hingga ke telinganya Zaidan Khaizan Rudiyatmo.


"Abang stop aku sudah cukup gerah pengen mandi lihat sana jam berapa sekarang," cegahnya Mey seraya menatap ke arah dinding.


Zaidan terbelalak melihat jarum jam dia tidak menyangka untuk pertama kalinya dalam hidupnya tertidur sampai jam segitu. Padahal walau begadang mengerjakan pekerjaan dari kantor tetap akan terbangun di jam sebelum jam tujuh pagi.

__ADS_1


__ADS_2