PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 96. Terbongkar Sudah


__ADS_3

Lisa berjalan perlahan menuruni tangga rumahnya. Selama hamil Meylani selalu berhati-hati dalam berjalan terutama saat menuruni undakan anak tangga.


Bukannya aku kecewa,sakit hati dan sedih karena masih sayang kepada mas Bisma, hanya saja kenapa mereka meski berbohong untuk menutupi jika mereka saling mencintai.


Aku tidak mungkin menghalangi hubungan mereka berdua jika mereka terbuka dan jujur mengenai kedekatannya.


Aku pasti akan mundur dan mengalah, dan tidak akan menunggunya bertahun-tahun dalam penantian panjang.


Bahkan saking cintaku padanya, sampai aku melupakan tanggung jawab dan kewajibanku sebagai seorang istri.


Aku marah karena dibohongi bukan karena alasan aku dikecewakan karena masih mencintainya. Tetapi karena aku dulu mencintai mas Bisma hingga aku memupuk dosa yang cukup banyak di dalam pernikahanmu.


Berbagai macam perdebatan yang terjadi di dalam benaknya Meylani. Ia tidak habis pikir jika kekasihnya dan sahabatnya sendiri bermain di belakangnya.


Menunggu kepulangan seseorang dalam ketidakpastian itu sungguh sangatlah menyiksa batin.


Meylani segera mempercepat langkahnya menuju kamarnya Lisa sahabatnya itu. Dia tidak ingin menunda lebih lama lagi untuk mengklarifikasi kenyataan tersebut.


Setelah shalat isya Mey yang awalnya hanya berniat untuk masuk ke dalam ruangan kerja suaminya. Tetapi, karena tanpa sengaja menekan tombol layar komputer yang terus aktif terhubung dengan cctv rumahnya. Akhirnya rahasia besar itu terungkap juga.


Meylani keheranan melihat pintu kamarnya Lisa yang tidak tertutup rapat, padahal biasanya selalu rapat. Jarang banget terbuka lebar Lisa ada ataupun sedang tidak ada di dalam rumah.


Kenapa pintu kamarnya enggak dikunci sih, apa jangan-jangan Mey keluar. Suaranya Giska Adelia juga nggak terdengar.


Meylani pun membuka pintu itu dan terbuka lebar lah dari dalam. Betapa terkejutnya Meylani melihat apa yang terjadi di dalam sana.


"Aahh!!" Jeritnya Meylani dengan suara yang sungguh tinggi melengking itu.


Saking terkejutnya hingga kedua bola matanya seolah akan terlepas dan meloncat dari kelopak matanya itu. Meylani spontan menutup kedua matanya yang melotot itu.


"Astaughfirullahaladzim, ya Allah apa yang terjadi!?"


Meylani segera menutupi kedua matanya dan reflek berbalik. Ia tidak menyangka jika ia melihat Lisa dan Bisma dalam keadaan yang sama sekali tidak memakai busana sedikitpun.


Gara-gara suaranya Meylani yang cukup menggema hingga ke seantero sudut rumahnya. Orang-orang penghuni rumah berdatangan. Kamil Pasha, Jamal Abdillah mengendong tubuhnya Azka putra semata wayangnya, Nayla Latifah dan Raina Alifia, bibi Irjawanti, Mang Jono, Gunawarman Haerul pun berdatangan segera ke sumber suara.


"Apa yang terjadi, itu suaranya siapa?" Tanyanya Jamal.


Jamal berpapasan dengan Kamil di ujung tangga," kalau enggak salah itu seperti suaranya Mbak Mey," jawab Kamil.

__ADS_1


"Astauhfirullah aladzim, ayo buruan cek apa yang terjadi, takutnya Mbak Mey kenapa-kenapa kasihan sedang hamil soalnya," ujarnya Naila yang ngos-ngosan karena berlari menuruni tangga.


Semua orang bergegas ke kamar paling belakang. Mereka berlima melihat Meylani Ramadhani Zulkarnain yang sedang berdiri mematung di depan ambang pintu kamarnya Lisa.


Sedangkan sang penghuni kamar saking asyiknya bercocok tanam pohon beringin. Keduanya sama sekali tidak menyadari kedatangannya Meylani.


Setelah Mey berteriak kencang dan histeris barulah mereka segera tersadar. Lisa kelimpungan mencari pakaiannya yang tercecer ke atas lantai, sedangkan Bisma kaget bukan main ketika menyadari jika mantan kekasihnya sekaligus pemilik rumah memergokinya dalam keadaan kuda-kudaan.


"Mbak Mey apa yang terjadi padamu? Kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya orang-orang yang baru datang.


Tapi, karena Mey sama sekali tidak peduli dengan pertanyaan dari adik-adiknya. Sehingga kelima orang itu segera mengarahkan pandangannya ke arah dalam kamar tersebut yang agak remang-remang pencahayaannya.


"Ya Allah apa yang terjadi disini? Dia kan keponakannya kamu Nayla sedang berduaan dengan teman akrabnya Mbak Mey," tebaknya Raina.


Bisma Attalarik sangat malu karena apa yang dilakukannya terbongkar sudah rahasia besarnya. Ia segera berlari cepat ke arah dalam kamar mandi karena sangat malu dilihat langsung oleh orang-orang dalam keadaan yang hanya berpakaian sebagian saja.


"Lisa dan kamu Bisma secepatnya temui saya di depan ruangan tengah, kita perlu berbicara sangat penting!" Meylani segera meninggalkan ruangan kamarnya Lisa yang sudah ditempatinya kurang lebih sebulan itu.


Owek… oek…


Meylani mual-mual di tengah jalan,Bu Ijah segera membantu Meylani untuk berjalan.


"Saya kurang baik Bi, tolong buatkan saya jus jeruk, tidak pakai gula yah topingnya tidak pakai susu juga," pintanya Meylani yang segera dibantu berjalan oleh Nayla dan Raina.


Kamil dan Gunawan masih berdiri di depan kamarnya Lisa dengan menatap tajam ke arah kedua pasangan itu.


Mang Jono tersenyum penuh kemenangan," syukur alhamdulillah makasih banyak ya Allah akhirnya hubungan mereka ketahuan juga, saya dan istriku akhirnya bisa bernafas lega tidak perlu di ancam lagi,"


"Untungnya kakak Mey tidak menikahi pria bejak dan lucknut seperti kamu, kalian memang pasangan yang paling ideal dan cocok sama-sama tidak tahu diri?" Geramnya Kamil.


"Semoga saja perbuatan mereka tidak membuat kita semua menjadi sial karena ulahnya mereka!" Cibirnya Gunawarman yang segera meninggalkan tempat kejadian perkara.


Semua orang sudah duduk di atas sofa masing-masing dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya mereka semua.


Meylani dengan santainya menikmati semangkuk coto Makasar dan ketupatnya serta jus jeruk pesanannya sudah berada di depannya.


Meylani sama sekali tidak marah dengan apa yang dilihatnya. Karena sudah mengetahui hubungan mereka sebelumnya. Hanya saja terkejut, karena untuk pertama kalinya melihat langsung dan secara live pertujukan gratis yang dilakukan oleh Bisma mantan kekasihnya dan sahabatnya sendiri.


Selama ini ia terlalu tabu dan kolot untuk mengetahui hubungan semacam itu. Semua terheran-heran melihat nafsu makannya Meylani akhir-akhir ini. Diusia kehamilannya yang sudah empat bulan.

__ADS_1


Meilani semakin doyang makan saja seolah bayi yang ada di dalam rahimnya bukan hanya seorang saja. Mengingat garis keturunan Meylani dari pihak ibunya memang banyak yang hamil anak kembar.


"Ya Allah kak Mey, kakak ini lapar, doyang apa rakus sih sudah dua mangkuk coto ludes tak tersisa sedikitpun," candanya Jamal Abdillah.


"Hahaha! Iya Mbak Mey seperti hamil anak gajah saja," kelakarnya Raina.


"Itu masih kecil sepertinya bukan gajah tapi, anak bayi kuda Nil," cercanya Jamal.


Hingga kedatangan Hingga kedatangan dua pasangan suami istri yang ketahuan melakukan kuda-kudaan. Mereka segera mengalihkan tatapannya ke arah kedatangan kedua pasangan suami istri yang belum mereka ketahui.


"Akhirnya datang juga nih tersangka yang sedari tadi ditungguin," cibirnya Nayla.


"Sungguh terkadang aku heran! kenapa semua orang yang punya pasangan selalu memakai rumahnya kakakku ini sebagai hotel gratis, dulu Jamal sekarang Bisma," gerutu Kamil Pasha.


Meylani hanya mendongakkan kepalanya ke arah Lisa dan Bisma. Kemudian ia melanjutkan acara makannya yang sudah tiga mangkok habis tak bersisa sedikitpun.


"Rain! Boleh ambilkan hpnya mbak gak dek di dalam kamar, takutnya ada telpon dari pihak rumah sakit," pintanya Meylani yang cuek melihat kedatangan pasangan suami istri itu yang berdiri seperti terdakwa yang siap diadili saja.


Semua orang terdiam sesaat melihat keduanya berdiri saling melempar tatapan mata yang sangat sulit untuk diartikan.


"Kalau seperti ini pupus sudah harapanku untuk mendekati Meylani kembali seperti dulu lagi, apalagi sudah mengetahui hubunganku dengan Lisa,"


"kalau sampai-sampai Mey mengusirku aku harus pergi kemana lagi, karena rumah ini yang cukup nyaman dan aman yang bisa aku datangi,"


"Mey kami sebenarnya adalah..." ucapannya Bisma terpotong dengan kedatangan Raina Alifia yang berlari menuruni tangga.


"Mbak Mey, kita harus segera ke rumah sakit!" teriaknya Raina.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Raina.


"Janganlah berlari entar kamu jatuh, kalau jatuh kamu pasti sakit, kalau sakit aku enggak bisa hibur kamu loh," imbuhnya Gunawarman.


"Ish lebay deh, mentang-mentang saling suka," cibir Nayla.


"Ada apa dek? kenapa meski berlarian, kamu enggak ketemu hantu kan?" tanyanya Meylani.


nafasnya Raina ngos-ngosan dan tersengal-sengal, peluh keringat bercucuran membasahi pipinya itu.


"Abang Zaidan sudah sadar dari komanya Mbak," balasnya Raina.

__ADS_1


"Apa!" ucapnya semua secara bersamaan.


__ADS_2