
Semua orang masih tidak menyangka jika Dara akan meninggalkan mereka secepat ini. Bahkan awalnya mereka akan melihat bahwa Dara Inayah dan Jamal Abdillah akan mengucapkan ijab kabul hari ini dan resmi menikah.
Kedua orang tuanya Meylani pun sudah mengetahui kabar duka mengenai musibah yang dialami oleh Zaidan. Sedangkan masalah Jamal keponakannya belum dibeberkan karena mengingat kejadian-kejadian beberapa bulan sebelumnya.
"Astaughfirullahaladzim innalilahi wa innailaihi rojiun, jadi kakakmu bagaimana nak keadaannya?" Tanyanya Bu Santi yang sangat mengkhawatirkan kondisi Meylani anak sulungnya itu.
"Alhamdulillah kondisi kandungannya baik-baik saja, hanya sangat sedih dengan kejadian ini, saya mohon ibu dan ayah segera datang menyusul kami ke sini, aku takut dengan kondisi kakak yang lagi hamil muda," jelasnya Kamil Pasha.
"Insha Allah besok kami akan langsung terbang ke Jakarta, tapi Meysha sepertinya tidak ikut karena baru beberapa hari masuk kuliah umum perdana jadi tidak mungkin meminta ijin," ungkapnya pak Zulk.
"Kami tunggu kedatangannya Ayah besok, saya tutup dulu telponnya, assalamualaikum," Kamil segera mematikan sambungan teleponnya karena melihat Jamal dan putranya baru saja sampai.
"Waalaikum salam," ucapnya Bu Santi dan pak Zulkarnain kedua orang tuanya Meylani.
Jamal duduk lesu dengan raut wajahnya yang sendu dan sesekali menyeka air matanya yang menetes membasahi pipinya.
"Aska mau Paman gendong gak nak?" Pintanya Kamil Pasha.
Aska reflek mengayunkan tangannya ke arah Kamil," Paman Kamil," cicitnya Aska.
"Anak yang pintar, ini ada susu kotaknya paman dan juga permen lollipop kamu suka gak Nak?" Kamil langsung bercengkrama dengan Aska sedangkan Aska cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
"Semua ini salahku Kamil, aku tidak nyangka perempuan yang aku cintai akhirnya pergi meninggalkan aku selamanya, padahal aku sama sekali tidak pernah bermimpi dan membayangkan jika Dara akan meninggalkan aku selamanya," tuturnya Jamal yang menundukkan kepalanya saking sedihnya dan penuh penyesalan.
"Bang Jamal semua ini tidak mungkin akan terjadi, jika tanpa ijin dari Allah SWT intinya semua ini sudah menjadi kehendak Allah SWT yang sudah digariskan ditangan kalian, tapi sebaiknya jangan terlalu berlarut larut dalam penyesalan, yang perlu Abang pikirkan masalah masa depannya Aska putranya Abang," nasehatnya Nayla Latifah yang juga sedih melihat keterpurukan Jamal.
__ADS_1
Jamal menyeka air matanya itu dan sesekali menghela nafasnya dengan cukup keras. Aska tanpa terduga turun dari pangkuannya Kamil dan segera berjalan ke arah papanya itu.
Aska menyeka air matanya Jamal," ayah, bunda sudah berada di surga bunda sudah bertemu dengan Allah jadi ayah jangan sedih lagi yah," ucapnya Aska anak empat tahun kurang sedikit itu membuat semua orang terkejut mendengar perkataannya barusan.
Semua orang saling bertatapan satu sama lainnya. Air matanya Nayla, Raina Alifia dan Sarah menetes kembali melihat anak kecil seperti itu membujuk orang dewasa yang menjadi ayah biologisnya sendiri.
"Abang entah kenapa aku sedih melihat Abang seperti ini, tapi aku disisi lain aku juga bahagia karena Dara calon istrinya Abang sudah meninggal dunia, astauhfirullah aladzim aku sudah berdosa tapi sejak awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu dan aku sanggup menjadi ibu sambungnya Aska,"
Dara belum cukup sehari meninggal dunia eh ternyata sudah ada yang ingin menjadi ibu sambungnya Aska readers hehehe.
Lisa dan putrinya Giska berjalan beriringan dengan Meylani," kamu yang sabar yah bestie, aku yakin suamimu akan segera pulih dan sembuh total seperti sedia kala, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, karena banyak orang yang menyayangi kalian semua, musibah ini sudah kehendak Allah SWT dan setiap umatnya pasti akan mengalami namanya ujian dan cobaan," ucapnya Lisa yang terus berusaha untuk menenangkan Meylani.
Lisa Ambarwati memang menjadi orang ketiga yang menggantikan posisinya Meylani. Tapi, sifatnya Lisa ke Meylani itu masih seperti dulu tidak berubah. Yaitu selalu ada disaat Meylani membutuhkan sandaran dimana ketika ia sedih.
Itulah salah satu alasannya Meylani masih menjalin hubungan silaturahmi dengan Lisa. Walau Lisa Ambarwati menggoda Bisma Attalarik sehingga mereka menikah. Tapi, disisi lain Lisa perempuan yang baik hati dan humbel suka menolong orang yang butuh bantuan. Hanya kelemahannya jatuh cinta pada pria yang menjadi kekasih sahabatnya sendiri.
"Sebenarnya bukan niat itu saja saya datang kesini kok, tetapi putriku Giska sudah aku pindahkan ke Jakarta sekolahnya dan juga karena suamiku baru balik dari Malaysia Kuala Lumpur sehingga mau tidak mau saya harus menetap di Jakarta sambil mencari pekerjaan yang bagus tapi, sepertinya itu sulit karena aku hamil dan suamiku juga entah kenapa tidak sanggup menyewa rumah untuk kami karena mengingat saya istri sirinya saja dan istri sahnya juga balik dari Malaysia," ungkapnya Lisa secara gamblang.
Meylani membelalakkan matanya saking terkejutnya dan tidak percaya jika sahabatnya menikah dengan suaminya secara siri.
"Lisa maksudnya kau dinikahinya sejak delapan tahun yang lalu hanya sebagai istri siri saja sedangkan anakmu sudah besar! Kenapa kamu nggak nuntut untuk menikahimu secara sah kasihan masa depannya Giska loh Lisa," tampiknya Meylani.
"Enggak apa-apa kok, suamiku berjanji akan mendaftarkan pernikahan kami di KUA setempat secepatnya, karena aku enggak tahu dimana akan menyekolahkan anakku jika di Jakarta rata-rata mencari akte lahirnya," keluhnya Lisa yang sebenernya sudah mendapatkan akte lahir untuk putrinya dimana karena memang pernikahannya terdaftar secara negara di kampung halamannya.
Lisa hanya berbicara seperti itu untuk mencari simpati dan Meilani merasa iba agar diijinkan untuk tinggal bersama Meylani sampai Bisma mengatakan kepada anggota keluarganya mengenai pernikahannya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang lagi karena Mey tidak ingin berfikir ribet dan pusing memikirkan masalah kehidupan rumah tangga sahabatnya sehingga ia berbicara tanpa banyak pikir, "Kalau gitu selama yang kamu inginkan tinggal saja bersama kami, kebetulan di sini masih ada beberapa kamar tidur yang kosong," pintanya Meylani.
Lisa menatap ke arah putri sulungnya itu," Alhamdulillah makasih banyak Mey kamu menjadi penyelamatku apalagi saya sudah hamil lagi anak kedua kami sedang suamiku belom berniat untuk mengenalkan kami dengan anggota keluarganya yang lain, jadi untuk sementara aku nebeng di rumah kamu dulu yah," harapnya Lisa.
Meylani menganggukkan kepalanya itu dengan senyuman hangatnya," tidak masalah kok Lisa,kamu tinggal seterusnya juga nggak masalah kamu itu seperti kakakku sendiri, jadi santai saja tidak perlu sungkan ataupun segan untuk menetap disini," ucap Meylani.
"Alhamdulillah Mey tidak banyak tanya atau pun curiga, pilihan yang tepat ketika memutuskan untuk datang,mas Bisma aku tidak akan ijinkan kamu merusak rumah tangga sahabatku, aku cukup kesalahan masa lalu yang membuat Mey menikah dengan pria lain tapi itu lebih baik dari pada menikah dengan mas Bisma yang tidak bisa setia dan bersyukur punya istri dua saja,"
"Selamat yah kamu juga hamil, berarti di dalam rumah ini ada dua bumil semoga saja membawa berkah dan kebaikan untuk kami semua kedepannya, tapi entah gimana Jamal dengan putranya Aska, kasihan anak sekecil itu harus menderita dan hidup tanpa mamanya padahal masih sangat kecil dan butuh kasih sayang yang lebih, tapi apa mau dikata takdir Allah SWT yang sangat menentukan kehidupan orang lain di dunia ini," terangnya Meylani.
Perbincangan mereka terhenti ketika adzan magrib telah berkumandang. Keduanya berpisah karena bibi irjawanti sudah datang menyampaikan, jika kamar khusus untuk Giska dan ibunya Lisa sudah siap.
"Nyonya Mey kamarnya sudah siap, silahkan Bu Lisa ke kamarnya, ada di lantai bawah dekat lantai kamarnya Jamal Abdillah," ucapnya Bi Ijah.
"Makasih banyak bibi, tapi apa Jamal dan Aska sudah balik dari TPU Bi?" Tanyanya Meylani.
"Alhamdulillah mereka sudah pulang dan sedang di ruang tengah," balasnya Bi irjawanti.
"Kalau gitu aku akan turun menemui mereka, aku mandi dan shalat dulu, Bu Ijah tolong antar Lisa dan Giska ke kamarnya yah, makasih," pintanya Meylani.
Lisa menolehkan kepalanya ke arah Meylani," aku tidak akan mengijinkan suamiku merusak kebahagiaanmu teman cukup kesalahan aku dimasa lalu yang sudah jatuh cinta pada Bisma yang waktu itu adalah kekasihmu sekaligus tunanganmu,"
Bisma Attalarik tidak menduga jika Lisa akan nekat untuk tinggal bersama dengan Meylani.
"Sepertinya Lisa sengaja memilih untuk tinggal bersama dengan Mey untuk menjadi mata-mata dan akan mengawasi segala gerak gerik yang akan aku perbuat," Bisma hanya tersenyum menyirangai.
__ADS_1
Bisma segera meninggalkan rumah itu bersama dengan istrinya yaitu Tasya Ainun dan putra tunggalnya itu yang bernama Hatem.
Makasih banyak atas dukungan kakak readers all..