
Zaidan dan Meylani sudah terbiasa berangkat kerja memakai mobil masing-masing. Mereka memang sudah sepakat untuk berangkat tidak bersama, mengingat status pernikahan mereka belum terekspos keluar.
Entah apa aku mampu dan sanggup untuk membuatmu jatuh cinta padaku Mey, sedangkan hatimu masih untuk pria lain.
Zaidan berdiri dari kursi kebesarannya itu dengan merenggangkan kedua tangannya saking lelahnya hari ini. Ia bekerja sampai melupakan jam makan siangnya. Ia ingin membantu istrinya agar Mey tidak lembur malam ini.
Mereka sudah berjanji untuk menghadiri acara pesta resepsi pernikahan adik sepupunya Zaidan sekitar pukul tujuh malam ini. Zai tidak ingin membuat keluarganya mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah tangganya itu.
Zaidan berdiri menghadap ke arah jendela kaca yang sudah terbuka tirai gorden jendelanya. Ia memperhatikan dengan seksama dari lantai tertinggi di salah satu gedung pencakar langit tersebut.
Kamu dekat dimata, tapi jauh dari hati. Aku selalu berharap dan tidak pernah putus berharap kepada Allah SWT agar Allah SWT menghapus jejak pria itu selamanya dari dalam hati dan hidupmu.
Insya Allah akan terganti dengan aku seorang saja. Tapi sudah setengah tahun lebih usia pernikahan kita,tapi baru sekali aku menyentuhmu. Itupun karena kamu yang tanpa sengaja mencium bibirku.
Kamu waktu itu ingin mengetahui apakah rumor dan gosip yang beredar itu benar adanya atau tidak.
Ya Allah aku serahkan dan pasrahkan kehidupan rumah tanggaku ini berjalan sesuai dengan kehendakMu Sang Maha Pencipta.
__ADS_1
Ketukan pintu di ruangannya membuatnya harus menghentikan dan membuyarkan lamunannya itu.
"Masuk!" Teriaknya Zaidan yang masih berdiri di tempat seperti posisinya semula.
Pintu itu pun terbuka lebar dan masuklah perempuan berhijab dengan anggun dan kecantikan alaminya begitu kental dan terlihat jelas.
"Selamat siang Pak Zaidan, ada beberapa berkas penting yang harus segera Anda periksa dan tanda tangani," ujarnya Meylani yang bersikap profesional mengingat suaminya adalah atasannya.
Zaidan menolehkan kepalanya ke arah samping kirinya kemudian tanpa ucapan sepatah katapun langsung berjalan ke arah meja kerjanya itu.
"Duduk," ucapnya Zaidan.
Sedangkan Meilani hanya harap-harap cemas dengan hasil kerjanya apa kah sudah benar atau masih butuh perbaikan lagi.
Kenapa aku merasa Abang Zaidan seperti orang lain saja, menegur dan menyapa saja seperti aku hanya bawahannya saja bukan istrinya.
Memang sih kalau dia bekerja selalu seperti ini mengutamakan kepentingan perusahaan dari pada kepentingan pribadi.
__ADS_1
Apalagi dia itu kalau bekerja tidak pernah mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadi. Tapi, kan kami di dalam sini hanya berdua saja.
"Bagaimana Pak dengan hasil kerjaanku?" Tanyanya Meylani karena sudah hampir lima belas menit duduk dalam kebisuan.
Zaidan hanya membalas perkataannya Meylani dengan tatapan matanya saja tanpa berbicara sepatah kata pun langsung kembali menundukkan kepalanya memperhatikan dengan seksama beberapa lembaran kertas.
Meylani menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah mendapatkan tatapan matanya Zaidan yang tidak bisa terbaca.
Ya Allah sampai kapan aku harus disini, padahal kerjaan masih ada beberapa yang harus aku kerjakan.
Waktu terus berlalu,tapi Zaidan belum selesai memeriksa berkas tersebut. Sebenarnya Zaidan sudah mengerjakan tugas tersebut, tapi sengaja mengulur waktu agar mereka bisa bersama dalam satu ruangan. Hanya dentingan jarum jam di dinding tembok yang terdengar di dalam ruangan itu.
Meylani sudah gelisah dan tidak tenang karena sudah jam satu lewat. Sehingga Ia mulai tidak tenang, karena belum melaksanakan shalat dzuhur dan belum makan siang juga. Zaidan segera menutup berkasnya dan bangkit dari duduknya itu tanpa banyak kata segera menarik tangannya Meylani Ramadhani Zulkarnain.
"Abang kita mau kemana sih? Kenapa meski tarik tanganku segala,kan banyak orang yang lihatin Abang," gerutunya Mey.
Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan tanpa peduli sedikitpun dengan tatapan orang-orang. Padahal awalnya mereka sepakat dan setuju untuk sementara waktu merahasiakan identitas hubungan pernikahan mereka.
__ADS_1
Mey mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut," ya Allah pasti sebentar banyak teman yang akan menyerbu pertanyaan jika saya kembali,"