PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 21. Insiden Kecil di Dapur


__ADS_3

Mey segera pulang dari perusahaan dan menuju salah satu mall yang terbesar yang tidak terlalu jauh dari kompleks perumahannya.


Meylani segera menyelesaikan kegiatan belanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan dapurnya lalu segera balik ke rumahnya sebelum senja. Ia berniat untuk memasak makanan spesial untuk Zaidan suaminya atas rasa syukurnya karena diterima bekerja dan mendapatkan pekerjaan yang gajinya lumayan banyak.


"Syukur Alhamdulillah, akhirnya dapat kerjaan yang sesuai dengan keinginanku selama ini, semoga saja di tempat kerja baru ini lingkungannya kondusif dan aman terkendali agar aku bisa membuktikan pada diriku sendiri jika aku mampu mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut,"


Mey masuk ke dalam rumahnya dengan beberapa kantong kresek plastik dalam genggaman tangannya itu. Masih banyak lagi yang berada di luar rumahnya.


"Andaikan punya mobil sendiri, pasti enggak bakalan terlalu repot dan capek-capek harus pesan ojol setiap hari seperti ini,mau pakai uang tabungan sayang banget dengan uangnya, takutnya juga nggak cukup, seharusnya tadi aku mampir lihat-lihat di sorum mobil mungkin saja ada mobil yang harganya sesuai dengan isi tabunganku," gumamnya Mey sambil mengangkat satu persatu barang belanjaannya yang ternyata perkataannya itu di dengar oleh orang lain yang kebetulan baru pulang kerja.


Mey segera mengatur belanjaannya ke tempatnya sesuai yang diinginkannya. Karena memang rumah itu baru dibeli beberapa minggu lalu dan baru ditempatinya kemarin, sehingga Mey bebas mengatur semua perabot elektronik dan furniture sesuai keinginannya berkat bantuan dari Zaidan dan juga beberapa orang.

__ADS_1


Mey mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan dan melepas hijabnya yang sejak tadi pagi dipakainya itu. Memang kalau di dalam area rumah dan tidak ada pria atau orang lain yang bukan mahramnya, pasti Mey akan membuka hijabnya itu. Seperti yang dilakukannya sekarang, Mey hanya mencepol asal saja rambutnya, sehingga masih banyak anak rambutnya yang tergerai membuat seseorang yang sejak tadi memperhatikannya itu mengagumi keindahan dan kecantikannya Meylani.


"Sungguh indah ciptaanMu ya Allah… andaikan hatinya,jiwa dan raganya aku bisa miliki seutuhnya aku pasti akan sangat bahagia karena memiliki istri yang begitu sempurna dimataku,"


Zaidan Kaizhan Rudiyatmo mengangumi kecantikan alami yang dimiliki oleh istrinya sendiri. Zaidan juga segera menghubungi nomor hp tempat beberapa waktu lalu ia pesan mobil khusus untuk istrinya itu. Hadiah yang diberikannya kepada Meylani Ramadhani Zulkarnain.


"Sebenarnya pekerjaannya apa sih? Kok bisa beli rumah sebesar dan semewah ini, apalagi dengan perabotannya yang super lengkap ini, kalau uang sedikit saja atau gaji pas-pasan aku yakin tidak mungkin sanggup untuk membelinya,kalau aku mungkin ngumpulin uangnya dengan gaji sekarang ini sampai lima tahun aku susah payah kumpulkan tanpa dibelanjakan sepeserpun belum tentu aku mampu belinya," cicitnya Mey yang masih cukup penasaran dengan pekerjaannya Zaidan pria yang menikahinya sekitar tiga minggu lalu itu.


Hingga tangannya Mey tanpa sengaja tergores pisau ketika memotong beberapa siung bawang merah.


"Auuhh!" Keluhnya Mey.

__ADS_1


Zaidan yang tidak jauh dari tempatnya Mey berdiri, cepat tanggap darurat menolong istrinya itu. Zaidan segera meraih tangannya Mey lalu menghisap jarinya Mey tanpa diduga oleh Mey. Sedangkan Mey sendiri saking terkejutnya sampai-sampai ia melototkan matanya.


Dia tidak menyangka jika ada orang lain bersamanya di dalam dapur padahal sepengetahuannya, tidak ada orang lain karena suaminya belum pulang dari kantornya. Mey segera menarik tangannya itu, tapi usahanya tidak berhasil karena Zaidan tidak mengijinkan hal itu terjadi.


"Stop, diamlah dan menurut dengan apa yang Abang lakukan!" Tegasnya Zaidan yang masih membersihkan lukanya Mey dengan menarik beberapa lembar tissue yang kebetulan tersedia di dapur.


Mey terpaksa menurut dengan apa yang dilakukan oleh Zaidan di atas jarinya.


"Kenapa orang ini tiba-tiba datang, padahal aku tidak melihat dan merasakan kehadirannya, apa jangan-jangan dia mendengar semua yang sudah aku katakan lagi,"


Mey mencemaskan jika suaminya mendengar ocehannya sedari tadi yang terkadang mengomentari rumah dan pekerjaan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2