PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 38. Perubahan


__ADS_3

Mey semakin gelisah dan tidak bisa tidur setelah mendengar percakapan Zaidan dengan orang yang sama sekali tidak diketahuinya siapa itu.


Nayla Latifah di seberang telpon sungguh ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari kakak sepupunya itu. sampai-sampai Kayla yang masuk ke dalam kamar adiknya tercengang melihat sekaligus mendengar perkataannya Zaidan yang penuh dengan drama.


"Huh... raja drama mulai berakting lagi! sampai kapan mereka hidup dengan hubungan yang sangat tumit," keluhnya Kayla yang sudah duduk di depan adik bungsunya.


Mey bahkan tidak bisa tenang di dalam selimutnya saking penasaran, kepo pakai banget ingin mengetahui siapa orang yang ditemaninya berbicara.


"Siapa sih perempuan itu, entah kenapa aku merasa tidak senang mendengar mereka berbicara, apa jangan-jangan mereka pacaran? Berarti Abang Zaidan selingkuh," tebaknya Meylani yang akhirnya masuk perangkap jebakannya Zaidan.


Zaidan yang melihat pergerakan yang dilakukan oleh Meylani merasa cukup puas karena berhasil dengan nilai sempurna, Mey terjebak sendiri dalam permainannya yang sok merajuk itu.


Zaidan segera mengakhiri percakapannya itu melalui ponselnya dengan adik sepupunya sendiri, tepatnya adiknya Kayla manajer bagian HRD di perusahaan tempat ia bekerja.


"Besok aku mau lihat sampai sejauh mana kamu bertahan dalam pendirian jika kamu belum menyukaiku, karena feeling aku mengatakan namaku sudah terpatri dalam hati dan pikiranmu," Zaidan tersenyum penuh arti melihat kegelisahan yang ditunjukkan oleh Mey dibalik selimut berwarna biru nya itu.

__ADS_1


Zaidan segera menutup layar ponselnya dengan senyuman smirk nya. Ia segera memejamkan matanya sambil tersenyum lebar dengan memunggungi punggungnya Meylani agar apa yang dilakukannya tidak ketahuan oleh Mey istrinya sendiri. Mey diam-diam menguping pembicaraan Zaidan dengan gadis yang disapa Nayla itu.


Mey melihat Zaidan sudah terlelap dalam tidurnya barulah ia bangun tidur,ia tidak sanggup mendengar mereka percakapan mereka berdua. Hingga telinganya seperti terbakar kepanasan mendengar Zaidan yang berbicara penuh kelembutan dan mesra di telinganya Mey.


Aku tidak rela dan tidak akan sudi melihat kamu berpergian dengan perempuan lain. Aku akan menunjukkan kepada kalian siapa Meylani Ramadhani Zulkarnain.


Mey menggenggam erat kepalan tangannya itu sampai-sampai matanya melotot saking marah dan jengkelnya.


Waktu terus berlalu hingga kedua pasangan suami istri itu terlelap dalam tidur mereka di ranjang mereka masing-masing.


Tapi,hari Mey bertekad pada dirinya sendiri akan memasak makanan setiap harinya,dia tidak ingin perempuan yang bernama Nayla menjadi pengganggu hubungan mereka. Apa yang dilakukan oleh Meylani tanpa disadarinya itu, hingga beberapa hari terakhir ia sudah mampu dan bisa melupakan kenangan bersamanya dengan Bisma Dirgantara Rudyatmo.


Apa karena intensitas kedekatan yang gencar dilaksanakan oleh Zaidan mampu menutupi rasa itu sehingga beberapa hari terakhir ini fokusnya Mey tertuju pada Zaidan suami sekaligus kekasih halalnya.


Aku tidak ingin kalah dari perempuan nggak jelas itu, kamu mungkin teman spesialnya Abang,tapi Aku adalah istri sahnya.

__ADS_1


Aku bukan wanita bodoh yang melihat begitu saja suamiku didekati oleh perempuan yang tidak jelas asal usulnya seperti Nayla belagu dan sok cantik itu.


Mey segera menetralkan perasaannya sebelum memulai memasak. Dia tidak ingin rasa masakannya terpengaruh dengan kemarahan, kejengkelan dan cemburunya itu merusak suasana hatinya ketika meracik beberapa bumbu.


"Semoga saja Abang menyukai masakan ku ini, karena sudah hampir enam bulan lebih selalu saja Abang yang masak, kalau ibu Ratih di kampung mengetahui hal ini bisa gawat dan dunia mau kiamat kalau Mama mengetahui segalanya tentang rumah tanggaku yang tidak beres."


Mey hari ini akan masak nasi putih, sop tulang iga dengan toping bakso sosis, sambal terasi, ayam goreng kremes ditambah dengan tempe tahu mendoang rencananya akan dimasaknya. Meylani melirik ke arah jam dinding yang tepat di atas lemari es pendinginnya.


"Baru pukul tujuh kurang sepuluh menit, tapi tumben Abang terlambat bangun," cicitnya Mey sambil melanjutkan memotong bumbu-bumbu yang akan dihaluskan.


Bumbu bawang merah, bawang putih, daun bawang, sayuran kol, wortel, kentang, jamur serta beberapa bahan lainnya.


Berselang beberapa menit kemudian, beberapa masakan sudah berhasil dimasak oleh Meylani. Harum wangi aromanya bumbu tersebut hingga tercium ke arah tangga dimana Zidan menuruni undakan anak tangga.


"Tumbenan istri manjaku masak, apa kepalanya kepentok dinding tembok atau kejedot pintu, sampai-sampai hari ini berubah, atau apa jangan-jangan gara-gara aku telponan dengan Nayla,"

__ADS_1


__ADS_2