PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 41


__ADS_3

Meylani berjalan menaiki undakan anak tangga satu persatu, ia tidak menduga jika liburan di akhir pekannya itu harus bersama dengan perempuan lain yang sama sekali tidak dikenalnya.


"Ish.. kenapa juga Abang Zaidan harus memanggil teman tapi mesranya gabung dengan kami padahal kan rencana awalnya hanya kami berdua mumpung hari ini libur," gerutunya Meylani yang masuk ke dalam kamarnya sambil menutup pintu kamarnya dengan sekuat tenaganya.


Brak…


Bruk…


Prang..


Bunyi suaranya hantaman pintu itu terdengar begitu nyaring hingga ke telinganya Zaidan Khaizan Rudiyatmo dan Nayla Latifah Hanum.


Keduanya tertawa terbahak-bahak di tempatnya masing-masing." Sungguh lucu Mbak Meylani kalau cemburu,tapi sayangnya terlalu gengsian sehingga tidak bisa mengungkapkan perasaannya jika dia itu sedang cemburu, tapi tenang saja tidak akan lama lagi Mbak Mey akan langsung mengatakan Du depan Abang Zai jika dia mencintai Abang sepenuh hati dan jiwanya, jadi tugasku disini melakukan hal itu."


Zaidan tak hentinya tersenyum di dalam kamarnya, dia hanya menertawai sikap istrinya yang kekanak-kanakan.


"Apa sulit dan susahnya mengatakan yang sejujurnya jika kamu cemburu dan keberatan dengan apa yang kami lakukan, tapi sudahlah karena aku juga tidak akan berhenti untuk membuatmu mengatakan kepadaku jika kamu cemburu padaku, aku akan sabar menunggunya,"


Zaydan dan Meylani bersamaan keluar dari dalam kamar. Kebetulan Zaydan berganti pakaian di kamar sebelah untuk menghemat waktu sedangkan kamarnya mereka berdua dipakai oleh Meylani.


Meylani tercengang tapi lebih ke arah terpesona melihat langsung penampilannya Zaidan yang tidak biasa seperti yang kesehariannya yang hanya memakai kemeja, jas kerja. Tapi, kali ini ia memakai celana jeans berwarna biru navi dengan atasan baju kaos model kurta sehingga semakin memperlihatkan aura kedewasaan dan ketampanannya Zaidan.


Mey berdiri di ambang pintu terus menatap intens ke arah suaminya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Mey tercengang karena penampilannya secara tidak langsung mereka berpakaian senada dan couple.


Seolah mereka sudah janjian sebelumnya, Meylani memakai jeans berwarna biru pula dengan atasan cokelat mocca.

__ADS_1


"Kenapa pakaian kami sama yah? Padahal aku bukan aku yang pilihkan pakaian untuk Abang,"


Zaidan menautkan kedua alisnya melihat Meylani yang terdiam, Zai pun berjalan ke arah istrinya sambil berbisik-bisik di telinganya Mey.


"Kamu sangat cantik memakai pakaian itu, ternyata kamu sangat cocok memakainya, Abang tidak salah memilih pakaian ini," bisiknya Zaydan sebelum berlalu dari hadapannya istrinya yang tidak menyangka ternyata pakaian satu set yang dipakainya adalah sengaja dibelinya khusus untuk keduanya pakai agar kelihatan samaan.


Meylani menatap kepergian suaminya dengan masih tidak percaya dengan omongannya Zaidan. Mey memegangi pakaiannya itu sambil tersenyum simpul.


"Ya Allah… ternyata ini hadiah dari Abang rupanya kenapa sampai aku lupa," gumamnya Meylani yang merasakan kebahagiaan karena memakai pakaian couplean bersama suaminya.


Meylani menuruni tangga mengekor di belakangnya Zaydan, keduanya tidak berjalan barengan karena enggan untuk berbarengan jika ada orang lain yang melihatnya. Padahal Zaidan niatnya bareng bersama dengan istrinya.


Nayla Latifah Hanum yang melihat kedatangan kakak sepupunya bersama dengan istrinya segera menghentikan telponnya. dia mematikan teleponnya bersama dengan beberapa anggota keluarganya yang penasaran dengan misi khusus yang diberikan oleh Zaydan khusus untuknya.


Nayla salah tingkah dengan apa yang dilakukannya barusan, dia segera berdiri dan menutupi kepanikannya dengan senyuman.


"Hey Abang, kok lama banget berganti pakaiannya, padahal aku sudah bosan nungguin ab... ehh Mas maksudnya," elaknya Nayla yang langsung menggandeng tangannya Zaidan.


"Kamu enggak sabar nungguin mas rupanya, kalau gitu kita berangkat yah, sebelum terlalu siang juga, takutnya kena macet di jalan," imbuhnya Zaydan.


Meylani berjalan mendahului suaminya ketika Zaydan tiba-tiba berhenti kemudian berbelok di depannya yang langsung menyambut pelukannya Nayla di lengannya tersebut.


"Abang apa kita perlu bawa makanan dari rumah?" Tanya Meylani yang tidak menyukai kedekatan dan kemesraan keduanya.


"Sepertinya itu tidak perlu kita beli makanannya di dalam area Zoo saja, masa sih general manager seperti mas Zai tidak mampu membeli makanan yang mahal dan enak, iya kan mas, jadi tidak perlu repot-repot kan mas," ucapnya Nayla yang semakin membuat Meylani cemburu.

__ADS_1


"Apa!? Jadi Nayla juga mengetahui pekerjaannya Abang Zai, sebenarnya hubungan mereka sedekat apa sih,apa benar-benar mereka hanya sekedar teman saja atau jangan-jangan mereka benar selingkuh,"


Zaidan menoel hidungnya Nayla yang seperti biasanya dilakukannya jika bertemu dengan adiknya itu, "Kamu memang mengetahui segalanya tentang pekerjaannya mas, andaikan mas belum menikah pasti kamu akan menjadi istriku," ucap Zaydan yang diam-diam mengarahkan lirikan matanya ke arahnya Meylani.


Meylani yang berjalan mendahului mereka segera menghentikan pekerjaannya yang ingin memutar kenop pintu rumahnya itu.


"Astaauhfirullah aladzim Abang teganya ngomong seperti itu di saat kami masih berhubungan suami istri, apa jangan-jangan kalau kami cerai maka mereka akan menikah," Meylani tidak bisa membayangkan jika kedepannya Nayla akan menggantikan posisinya di rumah ini sebagai nyonya besar.


Nayla tersenyum simpul dan sebenernya ingin tertawa terpingkal-pingkal," kalau maunya mas sih tidak masalah, tapi aku kan masih punya istri , apa kamu mau menunggu mas sampai tahun depan gimana?"


"Serius mas sampai tahun depan saya menunggu dan akan menikahiku?" Tanyanya Nayla yang lirikan matanya tertuju pada Meylani yang masih berdiri di ambang pintu karena tangannya masih menggenggam kedua handle pintu.


Zaidan hanya menganggukkan kepalanya kemudian segera berjalan ke arah Meylani yang mematung mendengarkan percakapan keduanya itu.


"Hem Mbak, apa kunci pintunya bermasalah Mbak atau mungkin mau di bantuin bukain pintunya mungkin?" Nayla segera melepas pegangan tangannya di pinggangnya Zaydan.


"Ehh tidak apa-apa kok hanya saja ada yang aku ingat apa sudah mematikan kompor, stok kontak listrik yang tidak terpakai atau mungkin aku lupa mematikan pendingin ruangan AC nya,"kilahnya Mey.


"Kalau gitu kamu cek dulu kami berdua akan menunggumu di dalam mobil saja," pungkasnya Zaydan yang segera berjalan ke carport mobilnya.


Meylani segera ngacir dan pergi dari sana, saking jengkelnya menjadi penonton setia dari kedekatan keduanya.


"Ya Allah... tenangkanlah hatiku ini, jangan biarkan aku ikut dalam arus permainan cinta mereka, lagian kenapa aku harusnya cemburu, sedangkan aku juga punya mas Bisma yang akan segera balik dari luar negeri Kuala Lumpur Malaysia," satu persatu dia menaiki undakan anak tangga.


Tapi kenapa hatiku sangat sedih,kecewa dan benci melihat kedekatan mereka, apa aku sudah jatuh cinta pada Abang ataukah hanya marah saja karena aku tidak menyukai sikap perempuan yang tidak tahu diri itu.

__ADS_1


__ADS_2