PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 11. Putus Asa


__ADS_3

Langkah kakinya gontai yang terus berjalan menapaki lantai rumahnya itu.


Ia kemudian memutar knop pintu kamarnya, dia membuka pintunya seolah sudah tidak ada tenaga walau hanya memutar handle pintu saja. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjangnya.


Air matanya tak terbendung lagi sejak tadi berusaha ditahannya. Meylani tengkurap di atas tempat tidurnya, hatinya hancur berkeping-keping perasaannya sampai ia seolah tidak sanggup lagi untuk bernafas saking sesak dadanya itu.


"Kenapa? Mas Bisma kenapa engkau tidak datang menjemputku, aku tidak mau menikah dengan pria lain, hanya kamu yang aku inginkan, hiks… hiks… Mas Bisma tega yah melihatku menikah dengan laki-laki lain, apa ini yang mas Bisma inginkan, ya Allah… apa yang harus aku lakukan aku tidak mencintai bang Zaidan," ratapnya Meylani.


Bu Santi tanpa sengaja melihat keterpurukan anak pertamanya itu," Mey maafkan mama dan ayah,semua ini kami lakukan demi kebaikanmu juga nak, andai saja Pria itu serius mencintaimu dan benar-benar ingin menjadikanmu sebagai istri pendamping hidupnya kenapa harus nunggu lama dan memilih ke Kuala Lumpur Malaysia meninggalkanmu seorang diri, kami yakin Zai adalah pria yang akan melakukan apapun asalkan kamu bahagia," batinnya Bu Santi.


Bu Santi menutup rapat pintu kamarnya Mey dengan sangat pelan agar kehadirannya tidak diketahui oleh Mey.


"Mas Bisma maafkan aku jika esok aku menikah, ini semua karena kamu sendiri yang meninggalkanku dengan tidak mengabari ku beberapa hari belakangan ini, kamu tidak menelpon ku memberikan kabar tentangmu yang jauh di sana, aku juga tidak mungkin terus-menerus menentang keinginan ayahku, aku juga tidak mau menjadi anak durhaka, hikss mas Bisma aku membencimu, sangat membencimu!!" Teriaknya Meylani dibawa bantalnya.


Melani menutupi kepalanya dengan bantalnya agar suaranya tidak kedengaran oleh orang lain. Hingga menjelang subuh, barulah kedua matanya Meylani terpejam.


Satu malam sebelum acara pernikahannya,Bu Santi mendatangi kamar anaknya itu. Meylani sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati indahnya cahaya dan sinar dari Dewi rembulan malam itu. Air matanya terkadang menetes membasahi pipinya itu, jika ia harus kembali mengingat beberapa moment penting kebersamaan yang pernah dilaluinya bersama dengan Bisma Aksa Abimanyu.

__ADS_1


Meylani menekuk kedua lututnya, dinginnya angin berhembus kencang tidak mampu menghalangi kegiatannya Mey malam hari itu. Ujung hijabnya bergoyang terkena terpaan angin malam sampai-sampai membuat bulu kuduknya berdiri saking dinginnya angin malam itu.


"Bulan, angin, bintang tolong sampaikan rasa rinduku hanya untuk Mas Bisma seorang, katakan padanya sampai kapan pun aku akan menyayangi dan mencintainya hingga akhir waktuku, hanya dia pria yang akan aku cintai sepanjang waktuku di dunia ini, tidak akan terganti dengan laki-laki manapun, cintaku tak akan pudar dan usang dimakan waktu." Lirihnya Meylani seraya seolah ingin menggapai bintang.


Bu Santi belum berniat untuk mengganggu kegiatannya Meylani anak sulungnya itu. Ia hanya terdiam di atas sofa sambil menunggu anaknya tenang dulu. Sejak kecil Meylani dan kedua adiknya mendapatkan curahan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya itu. Tanpa ada yang dibedakan, walaupun mereka bukan dari keluarga berada.


"Assalamualaikum, Mey apa kamu sudah tidur Nak?" Tanyanya Bu Santi yang seolah baru saja memasuki kamar bercat ungu muda itu.


Meylani yang mendengar suara mamanya segera menyeka air matanya itu, memeriksa wajahnya yang belepotan karena bekas sisa air matanya,ia juga memperbaiki hijabnya yang berantakan itu melalui layar hpnya. Mey menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan, sebelum menjawab perkataan dari perempuan yang sangat berjasa dalam kehidupannya itu.


"Iya Ma, ada apa?" tanyanya balik Mey yang sudah berjalan ke arah dalam kamarnya itu dimana mamanya berdiri tersenyum penuh kelembutan menyambut kedatangannya.


Dua hari kemudian, kesibukan semakin terlihat jelas. Orang-orang hilir mudik keluar masuk dengan pekerjaan dan aktivitasnya masing-masing. Beberapa rangkaian acara dan prosesi adat istiadat dan tradisi pernikahan sudah berlangsung.


Meylani sejak kepulangannya dari kafe Popsa bertemu dengan Zaidan,ia kebanyakan terdiam. Kalau bicara palingan bicara apa adanya saja. Terkadang hanya senyuman yang diberikan oleh Meylani untuk menutupi rasa kecewa, sedih dan sakit hatinya itu.


Meylani sudah duduk di atas ranjang pengantinnya yang sudah dihiasi dengan berbagai ornamen dan pernak-pernik pernikahan khas suku Bugis Makassar dipadukan dengan gaya modern klasik.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanyanya Meylani.


"Apa Mama boleh minta waktumu sebentar untuk bicara denganmu?" Pintanya Bu Santi.


"Bisa kok ma," ucapnya Meylani yang sudah berdiri di depan mamanya.


Bu Santi mengulurkan tangannya ke arahnya Mey," sebaiknya kita duduk di sofa, sambil menikmati gorengan yang dibuat oleh tantemu, ada jalan kote, bakwan, tahu isi katanya khusus untuk calon manten biar semakin berseri wajahnya setelah menyantap gorengan buatannya," candanya Bu Santi sambil menyodorkan sepiring penuh gorengan dan juga semangkok kecil saus khususnya.


Meylani berusaha untuk tenang dan tidak memperlihatkan kegundahan dan kegelisahan hatinya.


Mey berusaha untuk tersenyum," tahunya enak ma seperti biasanya selalu bisa memanjakan lidahku, sampaikan kepada Tante Mira makasih banyak atas gorengannya," imbuhnya Meylani yang rasa sedihnya langsung pudar setelah menyantap satu persatu makanan yang ada di hadapannya.


Bahkan Meylani duduk bersila menyantap makanannya di atas karpet bulu tepat di depan sofanya itu. Ia begitu senang dan gembiranya mendapatkan makanan yang sering dikangenin beberapa bulan belakangan ini selama berada di Jakarta. Banyak penjual makanan seperti ini di Jakarta,tapi rasanya tidak sama.


"Mama minta padamu berdamailah dengan keadaan Nak, kamu perlu tahu jodoh,maut, rezeki semuanya itu sudah diatur oleh Allah SWT, selama apapun kamu menjalin hubungan dengan cowok yang bernama Bisma itu, jika kalian tidak ada jodoh pasti ceritanya akan seperti ini, tapi jika kamu jodoh maka sesulit apapun dan sejauh apapun kalian berpisah pasti akan banyak cara untuk menyatukan kalian berdua dalam ikatan pernikahan, apa kamu lupa coba lihat garam dengan asam mereka berbeda lingkungan tetapi ujung-ujungnya mereka bertemu di dapur juga ketika kita masak makanan," Bu Santi mengelus puncak hijab anaknya itu.


Meylani hanya melanjutkan acara makannya itu tanpa menimpali atau menyanggah perkataannya. Seolah-olah makanan yang masih mengepul asapnya itu mampu membuat hatinya sedikit bisa tenang, padahal esok sudah menikah dengan Zaidan.

__ADS_1


Aku akan serahkan raga dan jiwaku untuk abang Zaidan, tapi hatiku selalu merindukan mas Bisma...


"Jika ini yang terbaik untukku,maka jangan pernah sekalipun merubah hatiku yang selalu mencintai Mas Bisma untuk selamanya, tetaplah seperti ini karena Engkau Maha Pembolak balikkan hati setiap hambaMu,"


__ADS_2