PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 54. Kekaguman Meylani Ramadhani Zulkarnain


__ADS_3

Meylani terduduk di atas ranjang ketika hendak bangkit dari baringnya karena dibuat terkejut oleh jarum jam yang dilihatnya.


"Masya Allah sampai segininya yah semalam hingga hampir jam dua belas siang aku baru terbangun, Abang Zai lanjut lagi minta jatahnya, ternyata seperti ini jadi pasangan seutuhnya," gumam Meylani yang hendak merangkak turun ke lantai.


Meylani ingin ke kamar mandi membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah tidak seperti awal sebelum tertidur. Ia sesekali tersipu malu mendengar perkataan dari suaminya ketika sedang itu.


"Abang memang perkasa luar biasa sampai-sampai aku tidak mampu berdiri baik berjalan pun sedikit kesusahan," gerutu Meylani.


Zaidan yang sebenarnya tidak bisa tidur kembali segera bangkit dari baringnya melihat istrinya yang kesusahan untuk berdiri. Dengan secepatnya berinisiatif untuk menggendong tubuhnya Meylani ke dalam kamar mandi.


"Aahh, Abang!" Jeritnya Mey karena tiba-tiba menggendong Meylani yang tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Meylani spontan berteriak histeris karena terkejut bukan main ketika tubuhnya tiba-tiba melayang yang ternyata ulah perbuatan suaminya sendiri.


Zaidan hanya memakai bawahan saja sedangkan bagian atas di buat polos tanpa sehelai kain dan benang pun. Ini yang semakin membuat Mey berteriak kencang. Mey reflek mengalungkan kedua tangannya ke leher jenjangnya Zaidan suaminya itu.


Untungnya selimut yang melilit di tubuhnya Mey tidak copot ketika kaget sehingga masih aman. Zaydan hanyalah tersenyum melihat tingkah lakunya Meylani.


Mey mendongakkan wajahnya ke arah suaminya,"Abang kalau mau gendong itu setidaknya pakai permisi dulu atau basa-basi apa kek! Supaya saya enggak terkejut seperti ini," gerutu Meylani yang malah menempelkan wajahnya ke dada bidangnya sispack nya Zaidan yang tanpa pelindung.

__ADS_1


"Hahaha kamu lucu yah kalau malu-malu meong pasti kedua sisi wajahmu akan memerah,jujur saja ingin Abang makan kamu lagi," candanya Zaidan yang sebenarnya bernada serius dan jujur itu.


Zaidan merasa tidak masalah dengan menggendong istrinya hingga ke kamar mandi. Kekuatannya sungguh diluar dugaannya Meylani. Ini nih bang Zaidan mengalahkan suami author yang ngos-ngosan keringat membasahi seluruh tubuhnya suaminya author padahal belum gendong.


"Ihh Abang godain lagi deh, setidaknya kan ngomong dulu gitu apa salahnya sebelum mengangkat tubuhku, kalau berteriak terus ada yang lewat depan kamar kan gak enak didengar oleh orang lain gitu," kilahnya Mey lagi.


"Abang tidak perlu berbicara apapun padamu jika menyangkut kebaikan kamu, Abang hanya kasihan sama kamu yang berjalan seperti bebek sehingga Abang tanpa bicara terlebih dahulu langsung menggendong, maafkanlah abang yang terlalu mencintaimu sehingga Abang merasa bersalah karena gara-gara Abang kamu seperti ini," ujarnya Zaidan lagi.


Meylani tidak membalas lagi perkataan suaminya itu, ia hanya menatap intens ke arah wajah suaminya. Diam-diam Mey memuji ketampanan paripurna yang dimiliki oleh Zaidan.


Kedua pasang netra hitamnya Meylani tidak berkedip saking kagumnya dengan Zaidan yang rupawan, "Masya Allah aku baru tersadar jika suamiku sangat ganteng, aku sangat bersyukur karena bertahun-tahun Abang mampu menjaga hatinya dan sikapnya yang dingin dan tidak mencintai perempuan manapun selain Meylani Ramadhani Zulkarnain, itu satu kesyukuran yang luar biasa," Mey semakin mengeratkan pegangannya di lehernya Zaidan.


Zaidan hanya tersenyum menanggapi sikapnya Meylani," aku yakin kamu baru tersadar jika suamimu lebih baik seratus kali dari pria manapun termasuk mantan kekasihmu itu, aku berjanji Abang akan memberikan segalanya untukmu semua demi kebahagiaan kamu,"


Keduanya sudah berada di dalam kamar mandi yang ukurannya lumayan luas itu. Zaidan menurunkan Meylani ke dalam bathtub yang belum terisi air sedikitpun. Setelah Meylani duduk di atas kolam, barulah Zaydan mengisi air hangat ke dalam bathtub tersebut dengan dicampur sabun cair aromaterapi yang sangat spesial dan cocok untuk orang yang baru saja beraktifitas panjang seperti keduanya lewatin barusan.


Zaidan segera menyiapkan semua keperluan mandinya Meylani tanpa banyak kata ataupun protes. Zaidan dengan telaten melayani kebutuhan istrinya.


Mulai dari baju piyama mandi, sabun, shampo, sikat gigi, bahkan menggosok seluruh tubuhnya Meylani dilakukannya.

__ADS_1


Mey memegangi tangannya Zaidan agar tidak melanjutkan apa yang dilakukan Zaidan di atas tubuhnya. Karena dia tidak menampik jika gerakan lembut tangannya Zaidan mampu menggetarkan hati dan jiwanya. Hingga ia seolah ingin meminta lagi, padahal sudah beberapa ronde tadi mereka kerjakan.


Tapi, kembali lagi jika Meylani hanya wanita normal yang mendapatkan sentuhan khusus dan sangat lembut di atas permukaan kulitnya mampu membuatnya teee raaan saang juga.


"Abang tidak perlu juga seperti ini, saya masih bisa kok melakukannya sendiri, enggak enak kalau Abang yang melayaniku seharusnya saya yang layani Abang, bukan malah sebaliknya," tolaknya Mey yang mencegah suaminya untuk melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya.


Zaidan hanya tersenyum manis semanis madu tanpa pemanis buatan hanya dengan tambahan madu sedikit menanggapi perkataannya Meylani, "Istriku kamu cukup diam saja menikmati apa yang Abang perbuat, kamu itu sangat lelah karena ulahnya sendiri Abang, jadi kamu cukup tenang dan rileks saja,"


"Ya Allah Abang ini polos atau lugu atau mungkin bego, saya ini perempuan normal kalau mendapatkan perhatian seperti ini pasti ada keanehan yang harus mendapat balasan, apa jangan-jangan Abang tidak teerr gooo daa dan teee raann saang dengan apa yang dilakukannya sendiri,"


Meylani semakin dibuat tak berdaya dengan ulahnya Zaidan. sedangkan sang pelaku utama hanya tersenyum penuh arti.


"Abang yakin kamu mengalami sesuatu kan? Sebenarnya Abang…" ucapannya Zaydan terpotong karena dia segera mendekatkan wajahnya ke telinganya Meylani yang sedikit tertutupi anak rambutnya yang menetes air.


Meylani berusaha sekuat tenaga menahan gejolak dari dalam tubuhnya terutama dibagian daerah terbawahnya. Zaidan semakin gencar melakukan apa yang disukainya yang menjadi candunya dua hari ini.


"Ta-pi a-bang sa-ya…" Meylani tak mampu melanjutkan perkataannya lagi karena Mey menarik tengkuk lehernya Zaidan.


Sedangkan suaminya hanya terkekeh menanggapi sikapnya Meylani yang memang secara sadar dan sengaja melakukan hal itu agar istrinya sendiri yang berinisiatif untuk melakukan hal-hal yang membuat keduanya berteriak-teriak keenakan dan keasyikan.

__ADS_1


Niat awal keduanya hanya ingin mandi di siang bolong itu, tapi karena Zaydan yang sebenernya terr goo daa melihat bentuk tubuhnya Meylani yang tanpa sehelai benangpun menutupi seluruh tubuh bak gitar spanyol itu sehingga dengan licik dan cerdiknya mengatas namakan membantu menggosok punggungnya Meylani berubah menjadi suara-suara kecil yang sungguh membuat keduanya semakin berlomba untuk saling membahagiakan.


Awalnya kegiatan mereka berlanjut Du dalam bathtub, sekarang berada di bawah guyuran air shower yang semakin menambah kegiatan keduanya semakin mendayu-dayu dan syahdu.


__ADS_2