PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 22. Mey Memuji Masakan Zaidan


__ADS_3

Meylani hanya menatap intens ke arah suaminya yang telaten merawat lukanya itu.


"Kalau masak itu kamu harus hati-hati kalau gini kasihan dengan jari lentikmu terluka takutnya akan kasar, karena terluka seperti ini yang meninggalkan luka goresan," imbuhnya Zaidan yang memasang plaster obat dijari manisnya Mey.


Zaidan tanpa sengaja melihat ada cincin yang dipakai oleh Mey,ia memperhatikan dengan seksama cincin itu.


"Kenapa cincin itu seperti aku pernah melihatnya, tapi kira-kira dimana yah aku pernah melihatnya," Zaidan berusaha untuk mengingat cincin itu.


Zaidan terdiam sesaat setelah berhasil memasang plaster obat dijarinya Meylani. Hingga Mey mengayunkan tangannya di depan matanya Zaidan.


"Apa sih yang dipikirkan olehnya sehingga terdiam menjadi patung, apa aku bertanya saja yah, tapi kalau bertanya pasti dia akan kegeeran menganggap aku perhatian padanya,"


Mey memutuskan untuk memperhatikan pria yang sudah menikahinya itu, ia tidak ingin mengusik atau mengganggu apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Sehingga Mey hanya terduduk diam menghayati apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Hingga pertanyaan Zaidan yang mampu mengusik ketenangannya mengamati Zaidan yang terdiam tanpa kata.


"Kau sudah selesai masak kah, atau masakannya belum ada yang masak, Kalau belum sini Abang gantiin kamu masak, mumpung Abang lagi santai nih," usulnya Zai yang segera melepas jasnya, kemudian menggulung lengan panjang bajunya itu.


"Silahkan saja Abang masak, aku tidak akan ganggu Abang soalnya tanganku terluka," Mey mulai berakting seperti terluka parah saja padahal hanya terluka tergores sedikit tapi,ia ingin melihat kesungguhan hatinya Zaidan


Mey sama sekali tidak mencegah suaminya itu karena ia ingin melihat sejauh mana Zaidan masak, sepintar mana serta gimana rasa masakannya itu.


"Biarkan saja ia masak, aku ingin melihat apa dia jago masak atau hanya pintar membual sok jago saja," Mey tersenyum sambil duduk di salah satu kursi meja dapur.


Zaidan segera melanjutkan apa yang dikerjakan oleh Meylani yang belum selesai.


Zai menatap sekilas ke arah Meylani yang duduk sambil memainkan hpnya itu, "Sepertinya kamu ingin masak mie ayam jamur tiram bakso yah," tebaknya Zaidan yang memperhatikan satu persatu dari bahan-bahan makanan yang terletak di atas meja dapur.


"Iya Abang entah kenapa pengen makan mie ayam, tapi males beli di luar," jelasnya Mey.

__ADS_1


Zaidan segera memulai memasak,ia memeriksa ayam yang sudah dimasak oleh Mey yang hampir masak dengan airnya semakin menyusut.


"Ternyata dia bisa masak juga, aku pikir tinggal jauh dari ibunya pasti akan manja dan hanya akan mengandalkan masakan dari warung atau resto mengingat dia anak rantau apalagi sibuk bekerja pasti jarang banyak waktu luang untuk masak,tapi lumayan juga, besok-besok aku akan mencicipi masakannya."


Sesekali Zaidan menyeka keringatnya itu, ia terlihat begitu tampan dan gagah dengan peluh keringatnya membasahi wajahnya hingga keningnya mengkilap terkena paparan sinar lampu dapur.


Saking seriusnya Meylani memainkan hpnya itu yang sedang asyik chatingan dengan teman-teman kerja lamanya itu. Ia tidak mengetahui jika masakannya Zaidan sudah matang dan siap dinikmati sebagai santapan malam mereka dihari keduanya di rumah baru mereka.


Hingga hidungnya mencium aroma wangi makanan yang sungguh menggugah selera makannya. Ia reflek menyimpan hpnya yang masih menyala layarnya itu.


"Woooo wangi banget rasanya, sepertinya akan enak makannya nanti," imbuhnya Meylani yang tidak menyadari jika dia memuji nikmatnya masakan pria yang kesehariannya sibuk dengan komputer dan pulpen.


Meylani tanpa menunggu lama Ia segera meraih sendok dan garpu, langsung mencicipi makanan yang tersaji di dalam mangkuk yang cukup besar. Mie ayam dengan topping ayam, jamur kancing,bakso mampu menarik perhatiannya Meylani hingga ia menyeruput kuah mienya tersebut.


"Abang sausnya mana,jeruk nipisnya juga, kurang lengkap rasanya tanpa kecap dan yang saya sebutkan tadi," ujarnya Mey yang masih melanjutkan kunyahan makanannya itu dengan begitu tergesa-gesa seolah takut direbut makanannya dari hadapannya.


Mey segera mengarahkan pandangannya ke arah area yang dimaksud,ia tersenyum cengengesan karena ternyata sedari tadi apa yang dicarinya itu sudah tersedia di depannya.


"Hehe maaf aku enggak sempat melihatnya," ucapnya Mey yang masih tersenyum malu-malu karena saking nikmatnya wangi aroma masakan dari Zaidan hingga membuatnya lupa daratan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.


"Itu wajar saja kok, biasanya memang orang akan lupa dengan apa yang terjadi di sekitarnya jika mencium wangi aroma masakanku," pujinya Zaidan yang memuji kemampuan dirinya sendiri.


Mey saking segannya ia tidak mampu berucap sepatah katapun, seolah lidahnya keluh seketika itu. Hingga ia salah tingkah dan grogi serta tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


"Ehh itu a-nu i-tu ti-dak apa-apa kok Abang,saya hanya menyukai masakannya Abang seperti lezat dan nikmatnya menyantap makanan buatan chef handal dari Cina saja," pujinya Mey yang sebenarnya bukan hal itu yang hendak dikatakannya.


Mey merasa lega setelah berbicara dan mengedarkan pandangannya ke arah kompor yang melihat di dalam panci masih ada beberapa porsi mie ayam buatannya Zaidan Pria yang begitu besar dan tulus mencintainya.

__ADS_1


"Kalau gitu kamu naik saja, biarkan Abang yang beresin dapur, karena tangan kamu terluka," pinta Zaidan


Zaidan segera meletakan mangkok yang berisi mie khusus untuknya. Ia pun mulai menikmati makanannya dengan sesekali diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Meylani yang mampu membuatnya tersenyum bahagia.


"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah istriku menyukai masakanku, semoga saja besok-besok apapun yang aku lakukan untuknya selalu disukai oleh Mey dan aku bisa melihat senyumannya yang indah itu,"


Mey menatap Zai seolah ada yang diinginkannya, tapi ia segan dan enggan untuk mengatakannya. Tetapi,ia jika tidak mengutarakan keinginannya itu pasti akan terbawa sampai beberapa jam kedepannya.


"aku perhatikan ada sesuatu yang ingin kamu katakan, katakan saja tidak perlu malu-malu atau memendam apa yang hendak kamu inginkan," tuturnya Zaidan yang sudah menyelesaikan makannya malam itu.


Mey menuruti perkataannya Zaidan, ia segera berjalan meninggalkan dapur, tapi tatapan dan arah pandangannya terus tertuju pada kompor gas. Dia masih ingin makan,


tapi rasa malunya cukup membuatnya tidak mampu berkata-kata lagi untuk mengutarakan keinginannya itu yang terpendam karena rasa sungkannya.


Aku tahu kamu masih ingin makan, aku masih ingat waktu itu kamu juga menyantap masakannya Mama dan menyukainya sampai-sampai kamu meminta sama Ibu untuk dibungkus bawa pulang dan juga meminta resep langsung sama Mama Wina.


Kalau gitu aku buatkan kamu yang baru saja seperti dengan rasa buatannya mama dulu, tapi mungkin dia sudah melupakan itu karena waktu itu dia masih sekolah di SMP. Aku belum sanggup dan tak bisa melupakan semua kenangan masa kecil kita dulu.


Seorang gadis yang berhijab sejak kecilnya hingga sekarang masih sanggup membuatku terpikat dan jatuh cinta berulang kali dalam pesonanya.


Ijinkan aku terus seperti ini mencintaimu dan membuktikan kepadamu jika cintaku layak untuk dirimu, aku akan membuktikan jika aku pria yang paling pantas untuk bersanding dan mendampingi kehidupanmu selamanya hingga akhir waktu kita.


Zaidan menatap intens punggung perempuan yang sangat disukainya itu. Dia tersenyum sambil kembali meraih celemek dan memasangkan di tubuhnya sispack nya itu.


Aku akan melakukan apapun itu yang paling penting kamu bahagia, bahkan masak setiap hari pun aku akan jabanin dan lakukan yang paling penting kamu bahagia.. Asalkan jangan sekali-kali memintaku untuk menceraikan dan menjauh dari kehidupanmu itu.


Aku tidak akan memaksa kamu untuk membalas cintaku yang paling utama adalah aku tetap menjadi suamimu bahkan aku akan sanggup melihat kamu berhubungan dengan mantan kekasihmu jika itu yang bisa membuat aku melihat senyuman indah di wajahmu.

__ADS_1


Setiap Jumat akan ada pembaca setia yang terpilih untuk dapat sedikit pulsa dari author, tapi syaratnya harus rajin baca,like dan komentar. Ini bukan omdo omong doang yah kalau mau bukti inbox saya.


__ADS_2