
Ibaratnya seekor kucing yang sedang lapar melihat ada makanan di atas meja yang sama sekali tidak tertutup penghalang apapun. Sang kucing Persia pun langsung saja menerkam mangsanya tanpa banyak pikiran.
Seperti itulah yang dialami Jamal, pria yang sudah kerap kali merasakan yang namanya hubungan semacam ini pasti akan langsung tertantang dan tergoda melakukannya.
Apalagi mengingat Jamal pria dewasa yang sudah kerap kali melakukan bersama dengan pasangannya dulu.
Nayla malam itu menganggap bahwa pria yang memberikannya kenikmatan yang tiada tara adalah bukanlah pria yang sangat dicintainya. Jamal bukannya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Tetapi, hanya tertantang dan tak bisa mengontrol dirinya sendiri setelah mendapatkan jalan akses yang terbuka lebar dari Nayla Latifah Hanum.
Jamal memangku tubuhnya Nayla yang sudah sama sekali tidak memakai sehelai benangpun yang menutupi seluruh bodynya itu yang sungguh membuat Jamal semakin tidak bisa mengendalikan dirinya untuk mencicipi makanan empuk tersebut.
Jamal membelai lembut rambutnya Nayla," Nay apa kamu tidak menyesal dengan apa yang akan kita lakukan dan bakalan terjadi nantinya?" Tanyanya Jamal yang sebenarnya seperti kucing kelaparan yang juga keheranan dengan sikapnya sendiri.
Bukannya Jamal sok suci atau munafik. Memang ia mengakui hampir setiap hari hubungan seperti itu dijalaninya bersama dengan Dara Inayah tunangannya sekaligus ibu dari anak-anaknya itu.
Nayla hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum malu-malu, dimatanya Nayla pria yang memberikan kebahagiaan dunia adalah Kamil Pasha Zulkarnain pria yang sangat dicintainya itu.
Padahal kenyataannya adalah pria itu orang yang selalu mendengarkan keluh kesahnya selama ditolak mentah-mentah cintanya oleh Kamil.
Kelembutan yang diberikan oleh Jamal pria beranak satu itu mampu membuat Nayla klepek-klepek hingga tubuhnya seolah terbang melayang. Jamal merasa bahagia karena kembali terulang kedua kakinya mendapatkan barang yang orisinil dan tersegel dengan rapi.
Entah apa yang terjadi jika Nayla sadar dan mengetahui jika pria yang berada di atasnya adalah temannya bukan pria yang begitu dicintainya hingga ia rela mengorbankan dan memberikan segala harta tak ternilai harganya untuk pria yang jelas-jelas tidak ada ikatan hubungan suami istri di dalamnya.
Maafkan aku jika harus mengambil dan mencicipinya dalam keadaan kamu yang seperti ini. Aku sudah berusaha untuk melarang dan mencegahmu untuk berbuat nekat,tapi kau sama sekali semakin menantang ego, pertahanan diriku.
Jadi jangan salahkan aku jika malam ini aku akan membuat kamu berteriak-teriak dan membuatmu merasakan kebahagiaan yang teramat.
__ADS_1
Jamal seorang pria dewasa dengan usia yang sudah cukup matang untuk menikah. Yaitu diusianya yang sekarang 27 tahun sedangkan Dara baru berusia 21 tahun yang masih kuliah di semester terakhir.
Keduanya saling membahagiakan masing-masing pasangannya walau hubungan itu terjadi di luar kendali keduanya. Malam yang begitu panas dan panjangnya membuat keduanya saling menyalurkan rasa yang mereka miliki.
Hemph…
"Abang Kamil kamu sungguh membuatku pengen terbang tinggi melayang ke langit tertinggi di dunia," racaunya Nayla.
Jamal merasakan sensasi yang luar biasa dibandingkan dengan Dara beberapa bulan yang lalu. Tangannya menelusuri setiap jengkal setiap inci dari apa yang dimiliki oleh Nayla.
"Kamu tahan sayang sedikit lagi," racau Jamal yang semakin gesit dan lincah mengekspansi apa yang tersedia dan terpampang di bawahnya itu.
Nayla mencengkeram kuat punggung lebarnya Jamal, ketika Jamal semakin mempercepat tempo dan durasi permainannya itu. Nayla sesekali menggigit bibir bawahnya jika sensasi yang dirasakannya tidak tertahankan.
Suara deee saa haann mampu memenuhi setiap sudut sisi mobil sedan putih itu.
Peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh keduanya yang mengkilap terkena cahaya lampu jalan trotoar. Jamal tidak menyangka jika malam jumat ini disuguhkan oleh sesuatu yang luar biasa.
Malam itu terjadi kembali hubungan yang tidak pantas dan tak seharusnya terjadi. Mereka kalah dengan godaan dari pihak ketiga yang selalu memanipulasi keadaan dan meniupkan sensasi di telinga mereka berdua.
Jika kamu hamil anakku aku pasti akan bertanggung jawab setelah ini dan segera melamar kamu di hadapan kedua orang tuamu.
Makasih banyak telah memberikan segalanya dan aku laki-laki pertama yang merasakannya walau kamu tidak sadar dan menganggap aku adalah Kamil Pasha Zulkarnain adik sepupuku itu.
Jamal memeluk tubuhnya Nayla dengan erat tubuhnya Nayla yang hanya tertutupi sweater hoodienya saja.
Tapi aku berjanji akan membahagiakan kamu dan menghapus luka laramu itu dengan cintaku yang akan aku berikan seutuhnya untukmu.
__ADS_1
Sedangkan di dalam kediamannya Meylani dan Zaidan beberapa orang yang belum tertidur menunggu kepulangan Jamal.
"Ya Allah itu anak kemana? Sudah jam dua belas malam belum pulang juga," gerutunya Kamil yang mencari keberadaan Jamal yang belum pulang juga.
Gunawarman Haerul yang melihat Kamil seperti seorang ibu-ibu saja yang mengkhawatirkan kondisi dari Jamal mengalahkan hebohnya ibu kandungnya Jamal. Gun hanya terheran-heran melihat sikap adik sepupunya itu yang kelimpungan menunggu Jamal pulang.
"Kamu sebaiknya tidur sana, apa kamu lupa jika besok Paman dan Tante akan datang dari Makassar untuk menjodohkan kamu dengan anak temannya," imbuhnya Gunawarman yang segera meninggalkan Kamil yang mondar-mandir di depan pintu.
"Iy tapi kenapa Jamal tidak mengangkat telponnya, katanya tadi sudah dijalan dari antar Nayla tapi sudah hampir dua jam belum nyampe di rumah," ketusnya Kamil.
"Jamal bukan anak-anak lagi, dia pasti tahu dan bisa jaga dirinya baik-baik," tukasnya Gunawarman.
Gunawan segera meninggalkan Kamil yang akhirnya pasrah juga menunggu kepulangan kakak sepupunya itu. Kamil hanya khawatir dengan kondisinya Nayla. Entah kenapa dia merasa bersalah dengan membentak keras Nayla beberapa waktu lalu.
Sudahlah Nayla mungkin sudah tidur di rumahnya dan Jamal mungkin mencari hiburan di luar sana yang masih sedih atas kehilangan calon istrinya untuk selamanya.
Beberapa jam kemudian…
Mentari pagi bersinar cerah pagi itu dan menyembul masuk ke dalam mobil melalui celah-celah jendela mobilnya Jamal. Kicauan burung-burung memeriahkan suasana sekitar jalan yang masih cukup sepi di pagi hari sekitar jam 7 pagi itu.
Jamal mengusap wajahnya dengan gusar setelah melihat seluruh tubuhnya Nayla yang terdapat banyak tanda kepemilikan di sana sini. Tanda kissmark yang paling nampak kentara jelas adalah dibagian lehernya.
Astaughfirullahaladzim apa yang telah aku perbuat, kenapa begitu mudahnya saya tergoda oleh perlakuan dari Nayla. Padahal beberapa hari yang lalu, Siska mengajakku ke hotel dan dia sudah tanpa sehelai benang kainpun yang menutupi tubuhnya.
Tapi aku sama sekali tidak tertarik padanya. Melainkan aku marah dan ilfeel dengan sikapnya Siska yang sudah terang-terangan mengajakku untuk berbuat hal yang tidak baik.
Tetapi dengan Nayla entahlah kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri yang tidak menahan segalanya hingga terjadilah hubungan yang semestinya tidak terjadi.
__ADS_1
Kalau Nayla bangun dan merasakan keanehan pada tubuhnya pasti akan bertanya-tanya. Walau sudah berpakaian lengkap. pasti akan histeris dan marah padaku.
aku akan menanggung segala sesuatunya dan resikonya ya Allah ini semua salahku sendiri.