PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 105. Tidak Mungkin


__ADS_3

Nayla masih terlelap dalam tidurnya saking capeknya dengan aktifitas panas yang semalam dia lakukan bersama dengan teman curhatnya.


Kalau Nayla bangun dan merasakan keanehan pada tubuhnya pasti akan bertanya-tanya. Walau sudah berpakaian lengkap. pasti akan histeris dan marah padaku.


aku akan menanggung segala sesuatunya dan resikonya ya Allah ini semua salahku sendiri.


"Argh!!"


Jamal Abdillah memukul dengan kuat setir mobilnya itu bergantian dengan menjambak rambutnya yang sama sekali tidak bersalah dalam kesalahan dan khilafnya itu.


Air mata penyesalan akhirnya tumpah ruah membasahi pipinya Jamal," kenapa aku kembali diperdaya dengan naaaf suuu! Kenapa aku sama sekali tidak bisa mengontrol diriku sendiri ketika Nayla menciumku, Astaghfirullah aladzim aku sangat berdosa dan bersalah ya Allah maafkanlah aku yang kembali menjadi penuh dengan dosa!" Sesalnya Jamal yang meratapi kesalahan besar yang kembali diulanginya itu.


Jamal menatap nanar Nayla Latifah Hanum Salsabiela yang masih tertidur pulas padahal sudah jam delapan pagi.


"Ya Allah aku sudah jelas-jelas mengetahui dan mengerti dengan penuh keyakinan jika Nayla sangat mencintai dan menyayangi Kamil Pasha,tapi aku malah mengambil kesempatan dalam kesempitan ini, pasti Nayla akan sangat marah jika terbangun nanti dan melihat serta mengetahui apa yang telah terjadi," penyesalan terus menghantuinya Jamal.


Suara dering telepon genggamnya itu mampu membuyarkan lamunannya, Jamal segera meraih hpnya dari atas dasbor mobilnya.

__ADS_1


Kamil! Cicitnya Jamal yang tidak bergeming untuk mengangkat telponnya.


Jamal terlalu takut jika apa yang diperbuatnya ketahuan oleh orang lain terutama kepada saudara saudari nya.


Aku tidak boleh membiarkan mereka mengetahui apa yang telah terjadi, walaupun aku tetap akan menikahi Nayla nantinya.


Berulang kali bahkan banyak kali Gunawan Khaerul dan Kamil Pasha menghubungi nomor teleponnya,tapi satupun tidak ada yang diangkatnya. Hingga telinganya menangkap lenguhan lirih dari bibir mungilnya Nayla yang sedikit bengkak gara-gara ulah perbuatannya Jamal.


"Auhg sakit!" Keluhnya Nayla ketika baru terbangun dari tidurnya panjangnya.


"Aku ada dimana, Abang Kamil ada dimana? Kok Abang Kamil enggak ada," lirih Nayla.


Hingga sudut pandang ekor matanya melihat seorang pria membelakanginya dengan menyandarkan keningnya ke atas kemudi mobilnya itu.


"Bang Kamil," ucapnya Nayla yang tersenyum senang melihat sosok pria yang sangat dicintainya itu.


Naila tersenyum senang karena mengingat semalam apa yang telah diputuskan untuk menyerahkan segalanya dalam hidupnya untuk pria yang sungguh sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Naila Aqila memegangi pundak sebelah kanannya Jamal Abdillah rasa bahagia yang membuncah di dalam dadanya itu yang belum mengetahui dan sadar atas kesalahpahaman yang terjadi.


"Abang Kamil apa kamu marah dengan sikapku semalam, atau kah kamu tak bahagia dengan apa yang sudah aku berikan khusus untuk Abang?" Tanyanya Naila yang sudah menangis tersedu-sedu.


Jamal sama sekali tidak berani menatap atau menolehkan kepalanya ke arah Nayla. Ia terlalu penakut,cemen dan tidak jentel untuk mengakui dan memperlihatkan wajahnya di hadapan Nayla gadis muda yang telah dia renggut kehormatannya itu atas dasar suka sama suka dan godaan sang gadis MK itu sendiri.


Suara isakan tangisnya Nayla semakin menyayat hatinya, tapi ia tidak ingin membuat Nayla semakin terpuruk dan salah sangka padanya.


"Maaf Nay, Kamil Pasha tidak bersama kita saat ini sejak semalam sampai detik ini," jelasnya Jamal dengan panjang lebar.


Nayla terkejut melihat dan menyadari jika laki-laki yang bersamanya bukanlah pria yang sangat dicintainya itu, melainkan sepupu pria itu sendiri.


Tubuhnya Nayla tersungkur ke arah belakang jok kursi mobil sedan putih itu. Air matanya semakin menjadi tambah besar dikala mengetahui apa yang sudah diperbuatnya.


Nayla menutupu mulutnya setelah melihat siapa pria yang membuatnya semalaman berteriak keenakan dan membuatnya meen dee salah.


"Ini tidak mungkin!! Pasti aku hanya sedang bermimpi!"

__ADS_1


__ADS_2