PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 24. Terkejut


__ADS_3

Meylani menunggu ibu Kayla selesai rapat dengan beberapa rekan kerjanya. Mey bersantai sambil mengamati sekitar lantai sembilan tersebut.


Tapi sudut netra hitamnya melihat sosok pria yang sangat dikenalinya yang berjalan dalam rombongan beberapa orang yang berpakaian rapi.


"Itukan Abang Zaidan suamiku, kenapa mereka berjalan berduaan dengan Abang Bu Kayla?" Cicitnya Mey yang berusaha mengucek-ngucek kedua matanya itu untuk memastikan apa dia salah lihat atau orang yang sama saja.


Mey hendak mengejar Zaidan suaminya itu, tapi segera dicegah oleh asistennya Kayla karena Kayla Aisyahrani sudah balik dari ruangan meeting.


"Mbak Meylani Ramadhani Zulkarnain,Bu Kayla sudah selesai rapat," teriaknya sekretarisnya Kayla yang sengaja berteriak kencang agar Mey mendengarkan perkataannya tersebut.


Mey terpaksa menurut perkataannya Anita asisten pribadinya Kayla sehingga mengurungkan niatnya untuk mengejar suaminya yang dilihatnya itu.


"Sampai di rumah saja saya tanyakan, kenapa bisa dia ada di sini?"

__ADS_1


Mey sudah duduk di hadapan Kayla sambil menyodorkan sebuah berkas yang berisi CV nya yang seperti diminta oleh Kayla kemarin.


"Selamat datang Mbak Mey semoga saja betah bekerja di sini," ucapnya Bu Kayla sambil menjabat tangannya Meylani.


"Insya Allah saya akan betah bekerja di perusahaan besar dan megah seperti ini, apalagi dengan gaji yang cukup besar," ujarnya Meylani dengan tersenyum simpul.


"Anita tolong antar Mbak Mey ke ruangannya!" Perintahnya Kayla di hadapan sekretarisnya yang sudah berdiri tegak di depan Kayla.


"Saya permisi duluan Mbak Kayla, makasih banyak atas bantuannya, assalamualaikum," ucapnya Meylani sebelum meninggalkan tempat kerjanya Kayla.


"Waalaikum salam,selamat bekerja semoga harinya ceria," balasnya Kayla.


Sepeninggal Meylani, Kayla akhirnya bisa bernafas lega karena akhirnya mendapatkan sekretaris baru untuk general manager GM di perusahaan tersebut. Sudah banyak orang yang melamar tapi selalu ditolak dengan berbagai alasan yang bagi mereka sungguh keterlaluan dan buat geleng-geleng kepala saja.

__ADS_1


Kayla menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi kebesarannya itu sambil membuang nafasnya dengan pelan-pelan dan bisa bernafas lega," Alhamdulillah akhirnya saya berhasil mendapatkan sekretaris yang cocok dengan kriteria pria kolot itu, semoga saja tidak ditolak atau pun dipecat karena saya sudah frustasi dengan keadaan ini," gerutunya Kayla.


Mey pun duduk di kursi kerjanya sesuai dengan arahan dari Anita," Mbak Mey kalau ada yang ingin dipertanyakan atau pun kurang paham dengan semua ini, silahkan nelpon saja saya akan bantu kamu sebisa saya," imbuhnya Anita Hapsari setelah menjelaskan secara garis besar pekerjaan dan tugasnya Meylani kedepannya.


"Insya Allah… semoga saja saya bisa bekerja dengan baik agar tidak mengecewakan Mbak Anita dan juga ibuu Kayla," imbuh Meylani yang berdiri dari duduknya itu seraya menundukkan sedikit kepalanya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, Meylani mengerjakan begitu banyaknya tumpukan berkas yang sudah menumpuk sebelum kedatangannya di ruangan itu. Meylani mengarahkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut seraya mencari keberadaan atasannya itu.


"Kemana perginya si bos, aku sudah duduk hampir tiga jam disini di depan komputer tapi orangnya belum muncul juga, apa jangan-jangan takut bertemu denganku ataukah sangat sibuk," gumamnya Meylani terhenti ketika mendengar suara ketukan sepatu langkah kaki dari beberapa orang.


Mey reflek mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara kedatangan beberapa orang tersebut. Ia kembali terperangah melihat siapa yang datang dalam rombongan itu. Ada satu orang diantaranya yang sangat dikenalnya berada di barisan paling depan.


"Abang Zaidan," cicitnya Meylani yang kembali melototkan matanya dan bertanya-tanya kira-kira apa yang terjadi sebenarnya, apa benar suaminya itu bekerja di sini juga atau hanya kebetulan datang ke sini saja.

__ADS_1


__ADS_2