Penjara Suci (Cinta Untuk Iqlima)

Penjara Suci (Cinta Untuk Iqlima)
Bab 120: Perkataan Yahya yang Menyudutkan!


__ADS_3

Rusdi menyambut kepulangan Yahya di bandara. Ia langsung mengerahkan para asisten untuk mengambil koper yang bersusun-susun.


“Gus….” Sapa Rusdi sedikit membungkuk hormat.


“Kenapa kau tidak mengabariku tentang apa yang terjadi di sini?!” Sembur Yahya berbisik. Rusdi hanya diam menunduk. Tidak hanya ada Rusdi dan para asisten, terlihat haji Zakaria yang sudah menunggu di sudut ruangan mensedekapkan tangan. Menyadari nya, Yahya dan Layla langsung menghampiri beliau dengan salam takzim.


“Bagaimana kabar kamu, Nak?” Tanya haji Zakaria lembut menyapa Layla.


“Alhamdulillah baik abah!”


“Abah, sudah ada Rusdi menjemput kami. Abah tidak perlu repot-repot datang ke sini”


“Kamu semakin dewasa semakin tidak memerlukan abah”


“Tidak. Bukan begitu maksud Yahya, Bah!”


Di depan, Yahya terkejut dengan ramainya para wartawan yang sudah menunggu mereka. Bagai Kumpulan tawon yang melihat sari bunga, mereka langsung datang menghampiri.


“Gus Yahya, bagaimana pendapat Gus tentang foto-foto syur istri Gus yang sudah tersebar?!”


Foto-foto syur? Kening Yahya langsung berkerut.


“Apakah kepulangan Gus Yahya dari Los Angeles demi menjenguk istri kedua yang memang baru-baru ini di tangkap polisi?”


"Abah haji, bagaimana dengan pendapat abah haji? Tolong beri sebuah pernyataan!"


Pertanyaan demi pertanyaan mengalir. Namun baik Yahya mau yang lainnya hanya bungkam. Mereka berjalan lurus menuju parkiran.


“Gus…. Guss…. Guss…. Tolong berikan sepatah dua patah kata” Para wartawan semakin brutal. Yahya sekuat tenaga melindungi Layla. Rusdi dan para asisten juga pasang badan menghindari para wartawan yang semakin tak terkendali hingga akhirnya Haji Zakaria, Yahya dan Layla berhasil masuk ke dalam mobil.


“Bagaimana kondisimu? Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Yahya pada Layla memastikan. Wanita tersebut mengangguk.


Suasana tiba-tiba berubah tidak kondusif. Di kursi depan, haji Zakaria hanya diam. Yahya jadi tidak berani angkat bicara. Layla akhirnya tertidur dengan memeluknya. Mobil terus melaju membawa mereka kembali ke Bustanul Jannah. Perjalanan 48 jam yang sudah terlalui terasa melelahkan. Namun ternyata, istirahat dengan tenang di Jakarta tampaknya hanya akan menjadi angan-angan.


Di gerbang gapura yang besar, ternyata para wartawan dari berbagai media sudah menunggu mereka. Haji Zakaria sudah menambah banyak security yang berjaga di sana hingga mereka tidak bisa mengakses masuk ke rumah maupun ke asrama.


Yahya mengangkat Layla masuk ke kamar. Ia menghidupkan pendingin ruangan dan menyelimuti istrinya. Diam-diam Layla membuka mata saat Yahya sudah keluar dari sana.


Tok Tok Tok


“Mi, Yahya izin masuk”


“Kamu baru pulang dari tempat jauh. Sebaiknya istirahat dulu nak!”


“Kenapa ummi menjebloskan Iqlima ke penjara?!” Tanya Yahya to the point.


Hhhhhh... Hajjah Aisyah menghela nafas panjang.


"Mi.... "


"Ummi tidak butuh pertanyaanmu! Seharusnya ummi yang bertanya! Ummi yang harus marah, sangat marah! Perempuan yang kau bangga-banggakan itu sudah mencoreng nama besar keluarga kita!”


“Apa yang sudah Iqlima perbuat mi? Mengapa bisa sampai begini!”


“Ck. Kau masih bertanya? Ketika dia kabur dari sini, apa kau tau apa yang sudah diperbuatnya?!”


“….”


“Dia lari dengan laki-laki lain! Dia melakukan pencemaran nama baik! Ummi menyesal sudah pernah menerimanya sebagai menantu! Ummi menyesal!! Sekarang nasi sudah menjadi bubur” Teriak Hajjah Aisyah geram. Wanita paruh baya tersebut menitikkan air mata.

__ADS_1


“Mi, istighfar Mi….! Istighfar!” Yahya memeluk hajjah Aisyah menenangkan ibunya.


“Ummi mengapa jadi begini? Ceritakan pada Yahya, sebenarnya apa yang terjadi!”


"Masyarakat sudah tau, media juga sudah mengetahui nya! Wajar Ummi menyerahkan kasus ini ke polisi... Wajaarrr Yahya... Huhuhuhu" Hajjah Aisyah menangis tersedu. Tindakan kriminal apa yang Iqlima perbuat, lari dengan laki-laki lain? Jujur Yahya masih belum bisa mempercayai nya.


Sreekk


Hajjah Aisyah menyerahkan barang bukti berupa foto-foto Iqlima. Yahya membelalakkan mata.


“Apa bukti ini masih kurang? Apa terlalu berlebihan jika Ummi melaporkan nya ke polisi? Gambar-gambar ini sudah menjadi konsumsi publik! "


Dengan bergetar Yahya mengambil foto-foto tersebut dari atas nakas yang dicampakkan oleh ibunya. Yahya memperhatikan dengan detail. Iqlima terbaring dari arah belakang tanpa mengenakan busana. Mata wanita tersebut tampak tertutup. Pada foto berbeda, Iqlima tampak terbaring berpelukan dengan seorang pria. Mereka sama-sama tidak mengenakan busana.


Ini... laki-laki itu?!


Yahya dengan cepat mengambil foto-foto tersebut dan langsung keluar dari kamar secepat kilat.


"Yahya... Yahya.. Mau kemana nak?! Yahya!! " Panggil Hajjah Aisyah yang tidak diindahkan oleh Yahya.


"Maaf Gus, mau saya antar kemana? " Tanya supir pribadinya sopan.


"Saya mau menyetir sendiri! " Sahut Yahya langsung melesat.


Tamat riwayatmu Iqlima! Mas Yahya pasti ke kantor polisi untuk menceraikan mu! Kalau begini, tidak hanya talak satu. Pasti langsung talak tiga... Gumam Layla yang diam-diam mengintip. Ia menyunggingkan senyum kemenangan.


"Nak Layla... Mengapa kau tidak mencegah Yahya pergi?"


"Ummi? Layla baru mau mencegahnya. Tapi mas Yahya cepat sekali melesat! Ummi kenapa? Ummi tampak pucat! "


"Kepala Ummi sangat sakit memikirkan menantu tidak tau diri itu! Nama keluarga kita jadi tercemar! Nama besar Bustanul Jannah dipertaruhkan di sini! Bisa bisa nya foto laknat itu tersebar! Ummi langsung bergegas melaporkan wanita jala*ng itu ke polisi! " Hajjah Aisyah memijat kepalanya yang terasa sakit.


"Fo... Foto apa ummi? " Tanya Layla pura-pura terkejut.


"Sabar ummi, kita akan memulihkan semuanya setelah mas Yahya menceraikan Iqlima! Semua akan Baik-baik saja! Kita harus buat konferensi pers. Kita bisa menjelaskan bahwa selama ini mas Yahya dijebak oleh Iqlima atau narasi-narasi lainnya! Ummi tidak perlu cemas! " Sahut Layla.


"Masya Allah... Kau benar! Betapa kau sangat cerdas dan bisa di andalkan nak! Kau memang menantu pilihan, kau pelipur lara. Ada nya kau di sini, membuat beban ummi berkurang! Setelah ini kita akan menyebarkan berita yang sebenarnya... " Ucap Hajjah Aisyah dengan wajah berubah cerah. Ia dan Layla bersama-sama masuk ke dalam rumah dan berbincang-bincang. Di sela obrolan yang intens, Layla meminta Hajjah Aisyah untuk membuat hubungan nya dan Yahya bisa menjadi lebih erat.


Ciiiiiiiittttt


Ban mobil berdecit setelah Yahya tiba-tiba menge-rem. Kantor Polisi memang tujuannya.


"Gus.... Gus...." Panggil gerombolan wartawan tiba-tiba datang menyerbu. Yahya memijat pelipis nya. Pemuda tersebut menyesal tidak membawa para asisten menemaninya.


"Gus, apa kah Gus Yahya ke kantor polisi untuk menjenguk istri?"


"Bagaimana pendapat Gus Yahya tentang istri yang diam-diam selingkuh dan menemui laki-laki lain?!"


"Diaammm kalian!!!!" Bentak Yahya menggelegar. Kaget. Wartawan bungkam beberapa saat namun tak menyerah, mereka kembali lanjut mengejar Yahya dan kembali menyerang nya dengan berbagai pertanyaan.


Dengan langkah cepat Yahya masuk ke dalam menghindari awak media. Yahya mengusap dadanya mengucap syukur saat wartawan tidak bisa menerobos dinding kepolisian.


Terlihat haji Zakaria baru keluar dari menjenguk Iqlima bersama seorang pengacara.


"Bersikap tenanglah! Abah mengerti perasaan mu! Semoga kau bisa mengontrol diri ketika melihat Iqlima! " Ucap haji Zakaria khawatir begitu melihat Yahya. Setelahnya, beliau langsung berlalu.


"Abah.... " Panggil Yahya.


"Mengapa abah datang bersama pengacara sedangkan keluarga kita yang menjebloskan Iqlima ke penjara? " Pertanyaan menohok sepihak Yahya membuat haji Zakaria tertegun sejenak.

__ADS_1


"Abah permisi! "


"..... "


Tap Tap Tap


Langkah kaki Yahya terhenti saat ia melihat seorang wanita yang telah hidup beribu-ribu hari dengannya datang di antar petugas dengan borgol di ke dua tangan. Mata wanita tersebut tampak sembab. Air masih merebak di kelopak sana.


"Waktu berkunjung tidak boleh lebih dari 15 menit! " Tegas petugas meninggalkan mereka.


Iqlima... gumam Yahya terpaku. Mulutnya seakan terkunci. Iqlima hanya menunduk. Ia sama sekali tidak berani menatap Yahya. Suasana menjadi sangat canggung. Bahkan Yahya hampir lupa apa tujuan sebenarnya ia ke kantor polisi.


"Apa kabar mu? " Tanya Yahya kaku.


"..... " Iqlima diam tak menjawab.


"Iqlima, lihat aku! " Titah Yahya. Iqlima masih enggan. Wanita tersebut menunduk dalam. Yahya mengepalkan tangannya erat sekuat tenaga menahan diri.


"Iqlima!! Apa kau tidak bisa mendengar?! " Hardik Yahya. Iqlima perlahan mengangkat wajahnya. Namun ia sama sekali enggan melihat Yahya. Iqlima pun mengepalkan tangannya erat. Wanita tersebut gemetar. Perasaan malu, rendah diri, dan berakhir di penjara membuatnya tak memiliki wajah walau untuk sekedar melihat Yahya.


"Hhhhhh" Yahya menghela nafas dalam. Ia tidak bisa berkata-kata. Yahya juga tidak tau harus berkata apa. Minggat nya Iqlima dari rumah sudah termasuk pengkhianatan besar baginya. Apalagi sekarang Iqlima ditemukan dalam keadaan berkasus.


"A.... Aku... ingin kita bercerai" Ucap Iqlima pada akhirnya dengan masih tetap menunduk.


"Jadi benar kau pergi dengan laki-laki lain dan selingkuh di belakang ku dengan tujuan mencemarkan nama baik Bustanul Jannah?! " Tuding Yahya tajam. Iqlima dengan cepat menggeleng.


"Aku tidak pernah melakukan apa yang bang Yahya tuduhkan! "


"Lalu mengapa kau ingin bercerai?! Mengapa kau pergi dari rumah tanpa seizin ku dan mengapa kau berakhir di sini?! " Pertanyaan bertubi-tubi Yahya terasa sangat menyudutkan nya.


"A... Aku tidak tau apa kesalahan ku, a... aku tidak melakukan apapun... Aku tidak melakukan nya..." Ucap Iqlima terbata. Ia mencoba tegar. Iqlima menahan diri untuk tidak menangis lemah.


"Kau pergi dengan laki-laki yang kau sebut sebagai Rais itu kan?! Kau kabur bersamanya!! Katakan kalau kau tidak pernah bertemu dengannya selama kabur dari Bustanul Jannah! " Tantang Yahya.


".... "


"Mengapa kau diam?! Jawab aku Iqlima!! Katakan kalau kau tidak pergi bersamanya! "


"A... Aku... A... Aku memang bertemu dengannya. Tapi.... "


"Okay, cukup Iqlima! "


Sreekkk


Yahya menyeret kursi ke belakang. Ia bangkit dan meninggalkan Iqlima seorang diri begitu saja. Hati Yahya benar-benar sakit. Kenyataan Iqlima pergi bersama Rais benar-benar melukai harga dirinya sebagai suami. Sepeninggal Yahya, Iqlima menangis tersedu-sedu. Ia meratapi nasib buruk yang menimpanya. Kerinduan hanya membuahkan nestapa.


Tit Tit Tit


"Rus, tolong kau sewa seorang pengacara dengan track record terbaik untuk Iqlima! " Titah Yahya di tengah amarahnya melalui panggilan telepon.


".... "


" Pengacara hanya untuk berjaga-jaga. Tapi Aku akan membujuk ummi melepas kan tuntutan!"


"..... "


"Benar. Aku akan membereskan masalah media dan lainnya!"


"..... "

__ADS_1


"Iqlima memang mengaku bahwa ia bertemu dengan laki-laki itu. Tapi foto yang tersebar, itu bukan tubuh istriku! " Tutup Yahya. Dengan cepat ia meninggalkan kepolisian.


...----------------...


__ADS_2