Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Sebuah Permintaan


__ADS_3

Nando dan Sandra baru saja hendak beranjak meninggalkan ruangan itu, setelah hampir setengah harian mereka berada di ruangan itu.


Kia nampak tenang dan sama sekali tidak rewel, mungkin bayi mungil itu tau bahwa dia berada diantara kedua orang tuanya.


Ceklek!


Pintu ruangan Nando di buka dari luar, seorang karyawan menyodorkan sepucuk surat ke arah Nando.


"Maaf Pak Nando, ini ada surat di meja resepsionis, seorang kurir mengantarkan surat ini untuk Pak Nando!" kata Karyawan itu.


"Baik, Trimakasih, kau boleh kembali ke tempatmu!" ucap Nando.


Karyawan itu segera membalikan tubuhnya dan keluar dari ruangan Nando


Nando kembali duduk di kursinya, perlahan dia membuka surat itu.


"Surat dari siapa Do?" tanya Sandra sambil beringsut mendekati Nando.


"Belum tau, ini baru kau di baca!" sahut Nando yang sudah membuka surat itu.


Kemudian Nando mulai membaca isi surat itu. Surat yang ternyata dari Tante Rina yang di tulis di dalam penjara.


'Untuk Nando, yang pernah jadi menantu Mama ...


Melalui surat ini, sekali lagi Mama minta maaf pada Nando dan seluruh keluarga Nando, Mama khilaf telah berbuat jahat ...


Maafkan Mama Nando, entak kau mau memaafkan Mama atau tidak, tapi Mama benar-benar menyesal ...


Apa yang Mama lakukan semata-mata hanya demi Vania putri Mama, kalau saja Mama tau, Vania akan berpisah darimu Mama tidak akan mungkin melakukan perbuatan itu ...


Mama tidak tau berapa lama Mama di sini, di ruang dingin dan kosong, tanpa ada kehangatan keluarga ...


Mama tau saat ini kau dan Vania sudah berpisah ... dan Mama juga tau kalau Vania tidak dalam keadaan baik-baik saja ..


Nando, Mama punya permintaan padamu, ini adalah permintaan Mama yang terakhir ...


Mama titip Vania, pastikan dia selalu dalam keadaan baik, hanya dia harta yang Mama punya ...


Untuk Butik Mama, Mama mau serahkan pada Sandra yang sekarang jadi istrimu, Mama tau Sandra punya bakat design yang bagus ... semua kunci dan administrasi butik ada pada Yuna, kalian bisa mengambilnya ...


Berada di tangan Sandra, pasti butik itu semakin berkembang ...

__ADS_1


Mama mau menjalani sisa hidup Mama dengan tenang di sini, dan saat Mama keluar dari penjara nanti, Mama ingin pergi jauh bersama Vania, hanya itu keinginan Mama ...


Terimakasih Nando ... Terimakasih ...


- Mama Rina -


Nando tertegun membaca isi surat dari Tante Rina, Sandra juga nampak menitikan air matanya.


"Mama ... kasihan Dia, di penjara dalam kesendirian!" gumam Nando.


"Nando, walau Tante Rina pernah sekali berbuat jahat pada kita, yaitu telah menculik Kia, tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik, seorang Ibu akan berjuang apa saja demi kebahagiaan anaknya!" ucap Sandra.


"Iya aku tau, Mama Rina sebenarnya orang yang baik!" timpal Nando.


Mereka kemudian berjalan keluar dari ruangan itu, menyusuri koridor yang mulai agak sepi, karena beberapa karyawan sudah pulang, hari sudah menjelang sore.


Setelah sampai di parkiran, mereka kemudian naik ke dalam mobil dan langsung meluncur meninggalkan gedung perkantoran itu.


"San, aku minta ijin padamu untuk menjenguk Vania, bolehkah?" tanya Nando saat dalam perjalanan pulang.


"Tentu saja boleh Do, kau pergilah menjenguk Vania, sebenarnya aku juga ingin ikut, tapi kasihan Kia, dia pasti capek nanti!" jawab Sandra.


"Terimakasih San, aku antar kau dan Kia pulang dulu ke apartemen, setelah itu aku baru pergi menjenguk Vania!" ucap Nando.


"San, untuk makan malam kamu, aku akan pesan lewat online, nanti kau tinggal ambil di depan pintu!" ujar Nando.


"Sudahlah Nando, untuk urusan itu aku bisa melakukan sendiri, sekarang cepatlah kau berangkat, sudah mau malam ini!" tukas Sandra.


"Dah Kia! Papa jalan dulu ya, kamu jangan nakal! Jaga Mama!" ucap Nando sambil mengecup pipi Kia.


"Nando, kau hati-hati ya, jangan pulang malam-malam!" ujar Sandra.


"Tenang sayang, aku tak akan lama, lagi pula di sana pasti ada Adi, aku tidak akan lama!" jawab Nando sambil mengecup kening Sandra.


Nando kemudian langsung membalikan tubuhnya menuju pintu keluar.


"Nando!" panggil Sandra. Nando menoleh.


Sandra lalu berjalan maju dan langsung memeluk Nando.


"Kau ini kenapa San? Seperti akan di tinggal jauh saja!" kata Nando.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga bingung kenapa aku jadi begitu takut kau tinggal pergi!" sahut Sandra.


"Jadi, aku di ijinkan tidak nih? Kalau kau tak mengijinkan aku pergi, aku tidak akan pergi San!" ucap Nando sambil membelai rambut Sandra.


"Pergilah Do, aku hanya ingin memelukmu saja!" jawab Sandra.


"Baiklah, aku pergi dulu ya sayang, jaga Kia untukku, aku akan cepat pulang!" bisik Nando sambil mengecup sekilas bibir Sandra, kemudian dia segera beranjak pergi meninggalkan apartemennya itu.


Dengan cepat Nando langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Vania di rawat.


Di tengah perjalanan, Nando mampir ke sebuah kedai nasi goreng untuk membelikan Adi nasi goreng, Nando berpikir mungkin Adi belum sempat makan karena menunggui Vania.


Sekitar 30 menit perjalanan, Nando akhirnya sampai di rumah sakit itu, dia langsung menuju ke ruang Vania di rawat sesuai dengan petunjuk Adi waktu itu.


Adi nampak terduduk lesu di bangku depan ruangan Vania di rawat. Wajahnya nampak kusam, mungkin karena seharian ini Adi tidak beranjak dari tempatnya, menunggui Vania.


"Hai Do, akhirnya kau datang juga! Aku menunggumu sejak tadi!" kata Adi.


Nando langsung duduk di samping Adi dan menyodorkan bungkusan nasi gorengnya.


"Makanlah Di, aku tau kau mungkin belum sempat makan!" tawar Nando.


"Terimakasih Do, kau tau saja aku belum sempat makan!" sahut Adi yang mulai membuka bungkusan nasi gorengnya lalu langsung memakannya.


"Aku juga pernah mengalami seperti kau saat ini Di, waktu Kia sakit dan Sandra kecelakaan, aku nyaris tidak makan seharian, karena cemas dan terus menunggu sampai lupa waktu!" ujar Nando.


"Nando, sebenarnya aku sudah di tunggu oleh klienku, karena Vania di rawat aku harus membatalkan janji, tapi malam ini, aku harus pergi untuk mengurus kasus klienku ini!" ungkap Adi.


"Jadi ..."


"Ya Nando, bisakah aku titip Vania padamu malam ini? Aku akan selesaikan urusanku secepat mungkin, setelah selesai aku akan langsung balik ke sini!" pinta Adi.


"Tapi Di, aku tidak bisa lama-lama, Sandra dan Kia menungguku!" tukas Nando.


"Hanya sebentar Nando, kalau kau lihat kini Vania sedang berjuang melawan rasa sakitnya, apakah kau tidak ingin menemaninya, bukankah dia itu mantan istrimu kan?" tanya Adi. Matanya penuh permohonan.


"Baiklah, tapi berjanjilah kau tak akan lama! Karena aku juga tidak bisa lama-lama!" sahut Nando.


Adi menganggukan kepalanya, setelah itu dan bangkit dan berjalan meninggalkan Nando sambil melempar sampah bekas makanannya ke tempat sampah.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2