Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

Karena Vania kembali masuk rumah sakit, siang itu Nando mengemasi barangnya hendak pulang ke Jakarta.


Rasa tanggung jawab yang membuatnya harus kembali ke keluarga yang sebenarnya.


Wajah Nando kelihatan sedih, karena dia harus berpisah dengan Kia anaknya.


"Sudah siap belum Tuan, pesawat berangkat jam 3 lho!" ujar Roy mengingatkan.


"Iya iya, bawel!" cetus Nando cemberut.


Tante Tatik menyodorkan beberapa bungkusan ke arah Nando.


"Nando, ini ada sedikit oleh-oleh untuk keluargamu!" kata Tante Tatik.


"Terimakasih Tante, dan terimakasih juga jamuan nya selama di sini!" ucap Nando.


"Iya Nando, kalian hati-hati ya, tenang saja, Kia dan Sandra akan aman bersama Kami, di sini banyak kok yang sayang sama Kia!" kata Tante Tatik.


Nando mulai memasukan barangnya ke dalam bagasi mobil yang di sewanya selama di Surabaya itu.


Sandra hanya bisa menatapnya dari teras rumah dengan tatapan sendu.


"Tante, apakah Tante merestui aku dengan Sandra, walaupun aku sudah punya istri, tapi Sandra pemilik hatiku yang sesungguhnya Tante!" ungkap Nando.


"Tante mengerti perasaanmu, tapi kau juga harus bijaksana, berpikirlah yang matang, jangan terburu-buru bertindak, apalagi sekarang kau sudah punya anak, pertimbangkan juga perasaan istrimu!" jawab Tante Tatik.


"Memangnya tidak mungkin ya kalau aku sudah punya istri tapi menikah lagi dengan Sandra?" tanya Nando.


"Nando, jangan di kira poligami itu gampang, tidak akan ada yang adil walau seadil adilnya suami, pasti salah satu akan ada yang terluka, cinta itu tidak ada yang seimbang, pasti akan selalu berat sebelah!" tutur Tante Tatik.


"Baiklah Tante, Trimakasih atas pencerahannya, aku pamit!" ucap Nando.


Sementara Roy sudah mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Sana, pamit dulu sama Sandra dan Kia anakmu!" titah Tante Tatik.


Nando kemudian berjalan menghampiri Sandra yang masih berdiri sambil menggendong Kia, sementara Mirna masih terlihat mengobrol dengan Roy di samping mobil.


"Sandra, aku pulang dulu ya, uang untuk segala keperluan kalian sudah aku taruh di bawah box nya Kia, jaga diri kalian baik-baik!" ucap Nando. Kemudian dia mengecup kening Kia dengan lembut.


Sandra tak dapat lagi membendung air matanya. Dia buru-buru mengusapnya.


"Kau hati-hati Nando, sampaikan salam ku untuk Vania, semoga dia segera pulih!" balas Sandra.

__ADS_1


"Aku akan datang kembali lagi Sandra!" ujar Nando.


"Ya, pergilah Nando, banyak yang menunggumu!" ucap Sandra sambil mendorong lembut dada Nando untuk menjauhi nya.


"Papa pergi ya Kia sayang, kau harus tau Papa sangat menyayangimu lebih dari apapun!" bisik Nando perlahan.


Kemudian Nando segera membalikan tubuhnya dan berjalan ke arah mobilnya, Roy sudah nampak duduk di belakang kemudi, siap untuk berangkat.


Oweeek .... Oweeek!!


Baru saja Nando membuka pintu mobil, Kia terdengar menangis keras.


Sandra berusaha untuk menenangkan Kia dengan menimangnya dan mencoba memberinya ASI, namun Kia semakin keras menangis.


Tante Tatik juga mendekati Sandra dan mengambil Kia dalam gendongannya, berharap bayi itu akan segera tenang, namun Kia terus saja menangis, sampai wajah bayi mungil itu merah dan bergetar bibirnya.


Sandra tak kuasa menahan air matanya lagi.


"Kia jangan menangis, di sini banyak yang menyayangimu!" bisik Sandra di telinga bayinya itu.


"Cup Cup anak pintar, jangan menangis lagi ya!" ucap Tante Tatik.


Nando yang hendak masuk ke dalam mobilnya mengurungkan niatnya, dia menoleh ke arah Bayinya yang masih terus menangis keras, seolah tidak ingin di tinggal oleh Papanya.


Tanpa bicara lagi Nando langsung berjalan cepat ke arah bayinya yang masih di gendong oleh Tante Tatik.


Nando langsung mengambil Kia dari gendongan Tante Tatik, kemudian mendekapnya dengan erat di dadanya.


Seketika itu juga tangisan Kia berhenti, bayi mungil itu tidak lagi menangis. Semua orang yang ada di tempat itu terkesima melihatnya.


"Ya Tuhan Kia, kau hanya ingin di gendong Papamu sampai segitunya!" ujar Tante Tatik.


"Mungkin Kia tidak mau di tinggal!" timpal Mirna.


Nando kemudian menatap dalam ke arah Sandra yang masih berdiri sambil menangis.


"Sandra ku mohon, ikutlah pulang bersamaku, bagaimana aku bisa tenang meninggalkan Kia di sini?" pinta Nando.


"Tidak Nando! Mau jadi apa aku di sana! Aku ini bukan siapa-siapamu! Sudah! Berikan Kia padaku! Aku bisa mengurusnya sendiri, kau cepatlah pulang! Nanti Kia juga akan terbiasa hidup tanpamu!" tolak Sandra.


Wajah Nando terlihat begitu sedih, di sisi lain dia juga tidak bisa memaksa Sandra untuk ikut dengannya, namun hatinya sangat berat berada di sini.


"Sandra, sepertinya Kia memang membutuhkan Papanya, Tante mengijinkan mu jika kau ikut bersama dengan Nando, kau bisa tinggal sendiri, tanpa harus satu rumah dengan Nando!" ucap Tante Tatik bijak.

__ADS_1


"Tapi Tante ..."


"Di sana kau bisa mengambangkan talentamu untuk mendesain pakaian, kau bisa jadi wanita mandiri, tapi jangan jauhkan Kia dari Papanya, itu sangat menyakitkan!" lanjut Tante Tatik.


"Tante Tatik benar Sandra, tidak apa-apa aku di sini menemani Tante Tatik, aku juga senang akhirnya aku punya saudara, tidak sebatang kara lagi, nanti kalau libur kerja kami pasti akan menengokmu!" tambah Mirna.


Sandra nampak bimbang, sekarang semua orang membujuknya agar ikut pergi bersama Nando, hanya karena Kia terus menangis.


Tin ... Tin ...Tin ...


Roy membunyikan klakson, pertanda waktu sudah sangat mepet.


"Sandra, sudah sana kau masuk ke dalam siap-siap, Mirna, bantu Sandra mengemasi barangnya, kalian ikut penerbangan selanjutnya saja!" titah Tante Tatik.


Akhirnya mau tidak mau, Sandra beranjak dari tempatnya dan mulai mengemasi semua barang miliknya dan milik Kia.


Dia akan kembali ke Jakarta bersama Nando.


Nando nampak tersenyum senang, sedari tadi dia tak henti-hentinya mengajak Kia bicara, dan Kia juga nampak nyaman bersama dalam pelukan sang Papa.


Roy kemudian turun dari dalam mobilnya, dia berjalan mendekat ke arah mereka.


"Huh ini bagaimana sih?? Jadi tidak berangkat?? Dari tadi aku sudah di telepon Tuan besar! Katanya ponsel Tuan Nando kok tidak aktif-aktif!!" sungut Roy.


"Aku sengaja mematikan ponsel ku Roy, supaya tidak ada lagi yang menggangguku!" sahut Nando.


"Jadi gimana nih Tuan? Apa kita akan menginap lagi?? Kalau saya sih iyes! Bisa pacaran lagi sama neng Mirna hehehe!" tanya Roy sambil menggaruk kepalanya.


"Kita tetap pulang sekarang Roy, tapi Sandra dan anakku akan ikut pulang bersamaku!" jawab Nando.


"Bussyyeet!! Serius Tuan?? Wah, bisa perang dunia ke tiga ini!!" sahut Roy.


Tak lama kemudian Sandra dan Mirna sudah muncul sambil membawa sebuah tas besar.


"Nando, Ayo kita berangkat!" kata Sandra sambil membawa tas besarnya itu.


Bersambung ...


****


Hai guys ...


Demi kalian Author akan coba crazy up ya, biar cepat tamat hehehe ...

__ADS_1


Jangan lupa dukung dong! 😉😘🖐️


__ADS_2