Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Rapat Keluarga


__ADS_3

Di sini, di ruangan ini, sudah berkumpul seluruh keluarga besar Nando.


Ada Pak Ricky yang duduk berdampingan dengan Ibu Lika, Ada Kezia kakaknya Nando duduk bersama Jonathan yang sedang memangku anak mereka, Thomas.


Nando dan Sandra juga duduk di ruangan itu, sedari tadi Nando selalu memangku Kia.


Di situ juga ada adik-adik Nando yang duduk di temani oleh Mbok Narti, asisten rumah tangga yang sudah bekerja belasan tahun di keluarga ini.


"Papa sengaja mengumpulkan kalian semua di sini, karena ada hal yang ingin Papa sampai kan!" kata Ricky membuka pembicaraan.


"Soal apa Pa? Kelihatannya serius sekali??" tanya Kezia.


"Soal Nando!" jawab Ricky singkat.


Nando dan Sandra nampak menundukkan wajahnya, mereka bagaikan terpidana yang sedang di hakimi.


"Kita semua tau, kalau sekarang Nando sudah memiliki anak dari Sandra, tapi yang jadi masalah, Sandra dan Nando belum terikat pada pernikahan, sehingga status bayi mereka jadi terombang-ambing!" ujar Ricky.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang Pa?" tanya Lika.


"Nando harus bisa memilih salah satu di antara Sandra dan Vania!" cetus Kezia.


"Mana bisa begitu! Jika tidak ada masalah serius mana bisa menggugat cerai seenaknya!" tukas Jonathan.


"Sudah! Kenapa kalian jadi berdebat? sekarang kita tanya saja pada Nando, apakah dia mencintai Vania atau Sandra?!" sergah Lika.


"Ayo jawab Nando!" cetus Kezia.


Nando diam saja bingung mau menjawab apa, dia tidak menyangka kalau keluarganya sibuk memikirkan masalahnya.


"Kenapa kau diam saja Do! Kau tinggal jawab pertanyaan mereka!" ujar Ricky.


"Aku ... aku tidak mungkin menceraikan Vania, karena dia baik dan saat ini kondisinya sedang sakit, aku begitu jahat kalau aku tega menceraikannya!" uvao Nando.


"Lalu? Apa yang mau kau lakukan?" tanya Lika.


"Aku mau menikahi Sandra!" jawab Nando.


"Jadi maksudnya, kau ingin punya dua istri Do?! Dasar Buaya!" maki Kezia.


"Tapi, kalau keadaan memang memungkinkan seperti itu, tidak ada salahnya kalau Nando punya dua istri, asalkan Vania ikhlas di madu oleh Sandra!" ucap Ricky.


Semua orang yang ada di situ saling berpandangan.


"Tapi bagaimana kalau Vania tidak mau di madu?" tanya Lika.

__ADS_1


"Sayang, kau temui Rina Mama Vania, kalian bicaralah empat mata, ini semua untuk kebaikan bersama, supaya tidak ada yang di rugikan satu sama lain, bayi Nando juga berhak punya keluarga utuh!' jawab Ricky.


"Gimana tuh Nando?? Jangan diam saja kayak sapi ompong!" cetus Kezia.


"Aku ikut apa yang menjadi keputusan keluarga, kalau semuanya mendukung aku menikah dengan Sandra, dengan senang hati aku akan melakukannya!" jawab Nando.


"Huuuu! Itu mah memang mau mu!" sungut Kezia.


"Tapi kau harus adil Do! Jangan berat sebelah!" timpal Jonathan.


"Sebenarnya ... dalam hatiku hanya ada satu wanita, aku jatuh cinta hanya kepada satu orang, tapi kalau memang takdir aku harus punya dua istri, apa boleh buat!" ujar Nando.


"Kau harus banyak minum obat kuat!" celetuk Jonathan. Kezia menyenggol pinggang suaminya itu.


"Baiklah, kalau keputusan sudah bulat, tinggal kita bicarakan masalah ini pada keluarga Vania, semoga mereka mau menerima keputusan ini!" ucap Ricky mengakhiri pembicaraannya.


Dia lalu segera beranjak dari tempatnya menuju ke kamarnya, Lika menyusul di belakangnya.


Kezia dan Jonathan juga langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


Tinggal Nando dan Sandra yang terlihat masih duduk di ruangan itu.


"San, kau dengar tadi kan, semua keluargaku setuju jika aku menikahimu, dan aku sangat bahagia!" ucap Nando.


"Nando, keluargamu itu sangat bijaksana, aku kagum pada mereka, mereka adalah orang terhormat, aku malu ... karena aku ini wanita kotor!" lirih Sandra berkaca-kaca.


"Nando, terimakasih ya, kau laki-laki yang baik, dari dulu aku mengagumimu!' ucap Sandra.


"Iya sayang!" sahut Nando.


"Sayang? Sejak kapan kau panggil aku begitu??" tanya Sandra kaget.


"Sejak hari ini, kau calon istriku, jadi aku berhak dong memanggilmu apa saja!" ujar Nando senang.


"Tapi, kau juga harus bisa mencintai Vania ... kau harus belajar adil Nando!" kata Sandra.


"Aku akan adil, membagi uang pada kalian, tapi hatiku tidak bisa di miliki olehnya, seluruhnya sudah menjadi milikmu!" bisik Nando.


Nando mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sandra, nafas hangatnya terasa di wajah Sandra.


Sandra nyaris menahan nafas dengan jantung yang berdebar.


"Jangan Nando! Jangan!" sergah Sandra sambil berusaha menarik wajahnya menjauh dari Nando.


"Sedikit saja San, aku kangen!" bisik Nando.

__ADS_1


Oweeek ... Oweeek!


Tiba-tiba Kia menangis, buru-buru Sandra mengambil Kia dari pangkuan Nando.


"Papanya nakal sih!" cetus Sandra.


"Yah Kia, bisa saja mengganggu Papa dan Mama!" sungut Nando.


Sandra kemudian bangkit berdiri lalu melangkah menuju ke kamarnya, hendak menyusui Kia.


Sementara Nando mengusap wajahnya kesal.


Tiba-tiba Jonathan datang dan langsung duduk di samping Nando.


"Kenapa Do? Kau seperti orang Yang sedang jatuh cinta saja!" tanya Jonathan.


"Tidak Bang, biasa, baru saja aku mau mengobrol sebentar, Kia sudah menangis!" sahut Nando beralasan.


"Mengobrol atau melakukan yang lain?? Aku kagum juga padamu, sekali mendayung, dapat dua wanita sekaligus!" ujar Jonathan.


"Kau pikir aku senang Bang?!" sahut Nando.


"Aku paham posisimu, sebenarnya tiap laki-laki itu hanya punya satu cinta sejati, sisanya adalah palsu atau hawa *****, dan tidak mungkin laki-laki akan bisa adil jikalau mempunyai lebih dari satu istri, pasti hatinya akan condong ke yang lain atau berat sebelah!" ungkap Jonathan.


"Kau benar Bang, kalau boleh memilih, aku hanya ingin hidup dengan satu wanta dalam hidupku, tapi ternyata takdir berkata lain!" ucap Nando.


"Kau tenang saja Do, sebentar lagi kan kau bisa memiliki cintamu, sekarang, belajar berdamailah dengan takdir! Siapa tau kau bisa menemukan kebahagiaanmu seutuhnya!" ujar Jonatan.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Ponsel Nando bergetar, dia lalu merogoh ponselnya itu dan mengusap layar ponselnya itu, ada panggilan telepon dari Tante Rina.


"Halo Ma!"


"Halo Nando, katanya kau di rumah Ibumu ya, Mama mampir ke sana ya, nih sekalian dari butik!" kata Tante Rina.


"Mama mau ke sini?" tanya Nando.


"Iya dong, sekalian Mama mau ketemu sama Mbak Lika, sudah lama Mama tidak mengobrol dengannya, nanti pulangnya bareng Mama ya Do, soalnya Mama naik taksi ini!" jawab Tante Rina.


Nando terdiam, dia khawatir kalau Tante Rina datang, dan bertemu dengan Sandra dan anaknya, apa yang akan di perbuatnya?


"Halo! Nando! Kok diam saja sih??" tanya Tante Rina.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2