
Adi membuka tirai jendela pagi itu, semburat sinar mentari pagi masuk melakui celah jendela kamarnya.
Perlahan dia mendekati Vania yang masih nampak pulas tertidur, di kecupnya kening wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.
"Selamat pagi sayang!" ucap Adi. Matanya menatap dalam dan penuh cinta.
Vania nampak mengerjapkan matanya saat di rasakan nya ada sentuhan hangat di keningnya.
"Hmm, selamat pagi Mas Adi, kau bangun pagi sekali!" balas Vania.
"Sayang, aku sudah menyiapkan sarapan pagi ini, sebentar ya aku ambil dulu di dapur!"
Dengan cepat Adi melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu menuju ke dapur, dia mulai mengambil sepiring nasi goreng yang sudah dia masak sebelumnya.
Aroma nikmat tercium di Indra penciuman Vania.
"Wah, kelihatannya enak, kau pandai memasak juga rupanya Mas!" kata Vania.
"Iya Vania, aku selama ini hidup sendiri, apa-apa sendiri, jadi wajar saja aku bisa memasak, yah paling tidak untuk diri sendiri!' jawab Adi.
"Mas Adi, terimakasih ya!" ucap Vania sambil menatap wajah Adi.
"Untuk apa kau berterimakasih padaku?!" Aku suamimu Vania, sudah sewajarnya aku melayanimu!" kata Adi.
"Mas Adi, seharusnya aku yang melayanimu, bukankah aku ini istrimu? Besok-besok pokoknya harus aku yang menyajikan sarapan!" cetus Vania.
"Iya iya, sekarang kau makanlah, sini aku suapi, nanti kau nilai sendiri bagaimana rasanya!"
Adi mulai menyuapi Vania, sedikit demi sedikit dan perlahan, hingga lama kelamaan nasi goreng di piring habis tak tersisa. Adi tersenyum senang.
"Wah, nasi gorengnya habis, kau lapar atau doyan!' ujar Adi menggoda.
Vania tersenyum malu.
"Enak Mas, kau pandai memasak!" puji Vania.
Setelah itu Adi meletakan piring kosong di atas meja, kemudian dia langsung mengambil obat di laci nakas itu dan membantu Vania untuk meminumnya.
"Terimakasih Mas Adi!" ucap Vania sambil tersenyum.
"iya sayang, semoga kau cepat sembuh dan pulih! Aku selalu mendoakan mu!" balas Adi.
"Mas ..."
"Ya?"
"Kapan kita mulai melakukan perjalanan? Aku sangat ingin sekali jalan-jalan, menghabiskan sisa hidupku bersamamu!" tanya Vania.
"Vania, apakah kau sangat ingin pergi jalan-jalan ke luar negri?" tanya Adi balik.
"Iya Mas!" sahut Vania mantap.
"Tapi ..."
"Aku tidak akan apa-apa Mas, kalau dengan diam saja aku akan mati, lebih baik aku mati dalam kebahagiaan, sama saja kan?" ucap Vania.
"Baiklah, aku akan mengajukan cuti panjang dulu, supaya aku bisa bebas membawamu pergi kemanapun yang kau suka!" kata Adi.
Wajah Vania terlihat senang.
__ADS_1
"Mas Adi, Untuk pertama kalinya aku sangat ingin pergi ke Jepang, sejak kecil aku sangat ingin pergi ke Jepang, melihat salju dan Doraemon, tapi belum kesampaian!" ungkap Vania.
"Baiklah, kita akan ke Jepang!" sahut Adi.
"Setelah itu aku mau kita ke Paris, kata orang Paris itu bagus, ada menara Eiffel, juga model tas dan baju yang bagus-bagus, aku mau ke sana!" kata Vania.
"Iya sayang!" sahut Adi.
"Mas Adi, kau jangan khawatir, aku aka menjual rumahku untuk biaya kita jalan-jalan, lagi pula rumah itu kosong!" ujar Vania.
"Van, kalau hanya mengajakmu jalan-jalan kau tak perlu menjual rumah, aku masih mampu!' tukas Adi.
"Iya Mas, aku tau, tapi biarlah rumah itu di jual, lagi pula aku akan selalu ingat Mama kalau melihat rumah itu, boleh ya!" rajuk Vania.
Akhirnya Adi menganggukan kepalanya.
"Terimakasih Mas Adi! Terimakasih!" ucap Vania.
Adi memandang lekat istrinya itu, ada rasa bahagia yang terpancar dari wajahnya, seolah semua penyakit telah lenyap dari tubuhnya.
Melihat istrinya bahagia, Adi juga ikut bahagia.
"Apa pun yang kau inginkan aku akan berusaha untuk memenuhinya sayang!" bisik Adi.
Vania terlihat amat bahagia melihat cinta yang di ajarkan oleh Adi, cinta yang membuat hidupnya kini berarti.
"Mas Adi ..."
"Ya sayang ..."
"Aku ada satu permintaan lagi!"
"Antarkan aku ke rumah Papa Ricky dan Ibu Lika!" jawab Vania.
"Tentu saja, nanti aku akan mengantar kau ke sana ya!" kata Adi.
"Terimakasih Mas!" sahut Vania.
Setelah hari menjelang siang, Adi membawa Vania naik ke dalam mobilnya, dia juga membawa kursi roda di dalam mobilnya itu.
****
Nando duduk terpekur memandang Bubu, kucing kesayangannya yang kini telah melahirkan 5 orang anak.
Dia terlihat takjub saat melihat perjuangan Bubu, kucing yang di temukan dulu saat masih kecil dalam keadaan yang kasihan.
Dengan belas kasihan Nando mengangkat Bubu dari lumpur got yang ada di dekat rumahnya dan merawat kucing itu hingga dewasa, dan kini kucing itu menjadi gemuk dan lucu, bahkan telah melahirkan anak-anak nya.
"Bubu! Kau sehat-sehat ya, semoga kau akan selalu bahagia seperti aku sekarang!" ucap Nando sambil mengelus Bubu, kucing kesayangannya itu.
"Bubu itu sama seperti aku dulu, kotor, penuh lumpur dan tidak berarti, kemudian ada seorang baik hati yang mengangkat aku dari lumpur itu, dan membuat hidupku menjadi sangat berarti!" ujar Sandra yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Nando.
Nando menoleh terkejut ke arah Sandra.
"Eh, Sandra, sejak kapan kau berdiri di situ?' tanya Nando.
"Sejak Kau berbicara dengan Bubu!" jawab Sandra.
"Hmm, dasar kau ini! Buat kaget orang saja!" sungut Nando.
__ADS_1
Sandra lalu langsung duduk di samping Nando.
"Aku bahagia, dalam hidup pernah mengenalmu! Seorang perjaka tampan yang datang sebagai pahlawan!" ucap Sandra.
"Aku tampan ya!"
"Iya, dulu aku pernah mengagumimu diam-diam, kau bukan hanya tampan, tapi juga baik hati, lembut dan penyayang, seperti kau menyayangi Bubu!" ucap Sandra.
"Tapi kau bukan Bubu, Kau lebih berharga dari apapun San, dan kau tau, aku perduli padamu karena aku tidak ingin melihat wanita yang di injak-injak kehormatannya, karena aku selalu menganggap terhormat seorang wanita, bukan dari kesuciannya , tapi dari hatinya!" ungkap Nando.
"Hmm, so sweet sekali suamiku ini, jadi makin tambah cinta!" bisik Sandra sambil mengecup bibir suaminya itu.
"Jangan mulai lagi! Nanti kau menyesal!' ujar Nando
"Menyesal apa? Aku tidak pernah menyesal apapun yang berhubungan denganmu!" kata Sandra.
"Benarkah? Awas kamu ya!" Nando mulai berdiri dan Sandra berlari dari kejaran Nando.
Sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumah Nando.
Tak lama kemudian Pak Tejo membukakan pintu gerbang itu.
Roy dan Mirna datang dengan sebuah taksi online.
"Wah, asyik sekali nih yang lagi kejar-kejaran!" seru Roy.
"Roy!! Kau kemana saja!" Nando langsung memeluk Roy dan menepuk bahunya.
"Tuan, saya sudah menikah dengan Neng Mirna, maaf deh Tuan tidak undang-undang, soalnya nikahnya di kampung dan sekarang aku sudah punya istri lho! Tidak jomblo lagi!" kata Roy bangga.
"Wah! Selamat ya Roy! Aku ikut berbahagia untukmu!" ucap Nando.
"Lho, hanya itu Tuan??"
"Lalu kau mau apa lagi?!"
"Amplop nya mana??!" tanya Roy sambil menadahkan tangannya.
"Kau ini! Datang ke sini hanya ingin minta amplop?? Bukan karena kangen padaku?!' cetus Nando cemberut.
"Hehehe Tuan bisa saja, kan sambil menyelam minum air!" Roy menggaruk kepalanya.
"Sayang, ajak Roy dan Mirna masuk, kebetulan hari ini aku dan Mbok Karsih masak banyak!" ajak Sandra.
"Tuh Tuan, istrinya saja pengertian dengan orang yang baru datang!" sahut Roy
Sandra lalu menggandeng Mirna masuk ke dalam rumahnya.
"Mirna, selamat ya, akhirnya kau menikah juga, aku sangat senang mendengarnya!" ucap Sandra.
"Iya San, aku bahagia, walaupun begitu, Roy sangat sayang padaku!" jawab Mirna.
Bersambung ...
****
Nando si pecinta Kucing
__ADS_1
Besok episode terakhir ya guys ... Yuk tetap dukung ..