Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Permintaan Ibu


__ADS_3

Nando, Sandra dan Vania nampak makan di sebuah restoran Jepang di Mall. Suasana siang itu Mall tidak terlalu ramai.


"Semoga kau cepat lulus Nando, kalau kau ada kesulitan mata kuliah kau boleh tanya padaku!" ujar Vania.


"Terimakasih!" ucap Nando.


"Kau dengar itu Do, untung kau punya Vania yang pintar dan cerdas, jadi kau tidak perlu khawatir kau tidak lulus, di jamin lulus!" timpal Sandra.


"Yah, siapa juga yang mau di kampus lama-lama! Aku juga bosan!" sahut Nando.


Tiba-tiba Vania mengambil tissue dan dengan perlahan membersihkan bibir Nando dari sisa makanan.


"Makan pelan-pelan Nando!" ucap Vania, kemudian Vania menyodorkan sebotol air mineral ke arah Nando.


Nando lalu meminum air mineral itu, dia melirik ke arah Sandra yang terlihat masih menikmati santap siangnya.


Drrt ... Drrt ... Drrtt


Ponsel Nando bergetar di saku celananya, Nando lalu segera merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya.


Ada wajah Kezia, Kakaknya itu di layar ponselnya, Nando kemudian langsung mengusap layar ponselnya itu.


"Halo kak!"


"Nando, kau ini kemana saja sih? Susah sekali di hubungi!" sungut Kezia.


"Aku di mall kak, mungkin sinyalnya jelek di sini, ada apa sih Kak?" tanya Nando.


"Ibu Do, Ibu terjatuh dari tangga, sekarang kita ada di rumah sakit, Ibu tidak bisa jalan Do, kata Dokter saraf kejepit!" jawab Kezia.


"Apa? Ibu di rumah sakit mana??" tanya Nando cemas.


"Di rumah sakit dekat rumah, sudah kau cepat datang Do!" ujar Kezia sebelum mematikan sambungan teleponnya.


Wajah Nando pucat, dia langsung terdiam setelah mendengar kabar dari Kezia.


"Ada apa Do?" tanya Vania.


"Ibuku, Ibuku di rumah sakit sekarang, aku harus ke sana!" sahut Nando.


"Ya Tuhan, kenapa Tante Lika?" tanya Vania lagi.


"Kata Dokter Saraf kejepit akibat jatuh dari tangga, sekarang Ibuku tidak bisa jalan!" jelas Nando.

__ADS_1


"Ya Tuhan, semoga Ibumu cepat pulih Nando!" ucap Sandra.


"Ibu adalah segalanya bagiku, saat kecil Ibu yang selalu mendukungku dalam banyak hal, membangkitkan rasa percaya diriku, apapun akan aku lakukan untuk Ibu!" gumam Nando, wajahnya terlihat cemas.


"Kalau begitu ayo kita ke sana Do!" ajak Vania.


Mereka langsung menyelesaikan makannya, kemudian bergegas menuju ke parkiran.


Sebelum ke rumah sakit, mereka mengantar Sandra sampai ke butik, karena Sandra harus melanjutkan pekerjaannya.


Tante Rina juga nampak terkejut mendengar berita kalau Ibunya Nando di rumah sakit.


"Nando, Tante akan jenguk ibumu nanti sore, semoga dia baik-baik saja dan cepat sembuh!" ucap Tante Rina.


"Terimakasih Tante!" kaya Nando


"Nando, aku ikut ya ke rumah sakit!" kata Vania.


"Tapi Van, untuk apa kau ikut ke rumah sakit?" tanya Nando.


"Nando, kau lupa kalau orang tua kita berniat akan menjodohkan kita? Walau bagaimana, Tante Lika adalah calon mertua aku!" ucap Vania lirih.


"Betul itu Nando, biarkan Vania ikut bersamamu, supaya sifat cuekmu itu bisa luntur sedikit!" timpal Tante Rina.


"Nando, memang sepatutnya kau mengajak Vania bersamamu, kalian harus sering bersama, lagi pula, Ibumu pasti akan senang melihat calon menantu kesayangannya datang menjenguknya!" kata Sandra.


Nando menoleh ke arah Sandra, Sandra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Nando dan Vania langsung berangkat ke rumah sakit. Sementara Sandra kembali melanjutkan pekerjaannya di butik Tante Rina.


****


Nando dan Vania berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit, dia langsung menuju ruang di mana Ibunya di rawat.


Ceklek!


Nando langsung membuka pintu kamar itu, nampak Ibunya sedang berbaring lemah di temani oleh Papanya dan Kezia kakaknya.


"Ibu ..." Nando langsung menghambur memeluk Ibunya.


"Nando ... jangan cengeng sayang, laki-laki tidak boleh gampang menangis!" ucap Lika saat melihat Nando menitikkan air matanya. Nando langsung mengusapnya cepat.


"Ibu terjatuh dari tangga, saat ingin menjemput Tasya ke sekolah, sampai ibu tidak bisa bangun dan jalan, kata Dokter sementara Ibu harus di kursi roda, karena ada saraf yang terjepit!" jelas Kezia.

__ADS_1


Ricky nampak diam sambil duduk di sisi pembaringan Lika istrinya, ada raut kesedihan yang terpancar dari wajahnya yang kini mulai banyak kerutan karena usia.


"Harusnya aku saja yang mengalami ini, jangan kau sayang!" ucap Ricky sambil menggenggam tangan Lika.


Nando selalu mengagumi kasih sayang Papa dan Ibunya, mereka berdua saling mencintai dan melengkapi, bahagia lahir dan batin.


"Nando, itu ada Vania, ajak mendekat ke sini dong, ayo Vania, jangan berdiri jauh di sana!" kata Lika sambil berusaha melambaikan tangannya.


Vania lalu beringsut mendekati Lika.


"Tante, kata Mama nanti sore Mama baru akan menjenguk Tante, sekarang dia masih di butik!" kata Vania.


"Ah, Mamamu itu selalu repot, aku tidak apa-apa, hanya butuh istirahat saja kok!" ujar Lika. Walau sakit, tetapi Lika masih bisa tersenyum dan memberikan kedamaian untuk orang di sekitarnya.


"Ibu harus cepat sembuh, aku tidak mau melihat ibu sakit!" ujar Nando.


"Nando, ibu punya satu saja permintaan, Nando ingin Ibu bahagia kan?" tanya Lika. Nando menganggukan kepalanya.


"Ibu ingin apa? Katakan padaku, aku pasti akan memenuhi permintaan Ibu!' jawab Nando.


"Ibu hanya ingin, kau segera cepat melamar Vania dan menikahinya, Ibu ingin melihat Nando menikah, jadi laki-laki dewasa yang matang dan bertanggung jawab!" ucap Lika.


Nando terkesiap mendengar ucapan Ibunya, lidahnya terasa Kelu, hatinya benar-benar bimbang dan galau.


"Nando! Papa rasa permintaan Ibumu tidak berat, kau jangan khawatir, Papa dan Kakakmu akan membantu segala sesuatunya!" tambah Ricky.


"Kalau kau merasa masih terlalu muda, jangan khawatir, aku dan Bang Jo siap untuk mentraining kalian!" timpal Kezia.


Vania nampak tersenyum dengan mata yang berbinar dan wajah yang kemerahan. Ada kebahagiaan dari dalam hatinya yang terdalam.


"Nando, apa kau sanggup memenuhi permintaan ibu ini? Ibu tidak ingin yang lain, Ibu hanya ingin Nando segera menikah dengan Vania!" tanya Lika sambil menatap wajah Nando.


"Aku ... aku sanggup Bu!" jawab Nando dengan mengumpulkan segenap kekuatannya untuk berusaha membuat Ibunya bahagia dan tersenyum.


Lika tersenyum mendengar ucapan Nando, Wajah Ricky juga terlihat senang dan bahagia, begitu juga Vania dan Kezia kakaknya Nando.


Namun jauh di sudut hati Nando, tiba-tiba dia teringat akan Sandra, Sandra yang selalu ada di pikiran dan bayangan Nando.


Tiba-tiba Nando menepiskan semuanya itu, dia harus mengalah demi kebahagiaan banyak orang, demi Ibu yang sangat di hormati dan di sayanginya.


"Aku ... akan secepatnya melamar Vania!" ucap Nando.


Wajah Lika terlihat sangat bahagia, seolah rasa sakit yang baru di alaminya lenyap seketika.

__ADS_1


****


__ADS_2