
Nando perlahan membuka pintu kamarnya, lalu mengajak Sandra masuk ke dalamnya.
"Sementara kau di sini dulu, ini jauh lebih aman dan nyaman dari pada di gudang tadi!" ujar Nando.
"Tapi aku takut, bagaimana kalau keluargamu tau, kau bisa dalam masalah besar Nando!" tukas Sandra.
"Kau jangan khawatir, kamarku ini cukup luas untuk bersembunyi, aku ada dua lemari besar, yang satu lagi kosong karena aku cuma sendiri, kalau ada orang masuk kau langsung bersembunyi di dalam lemari itu!" kata Nando sambil menunjuk sebuah lemari besar yang ada di sudut kamarnya.
"Lalu kau akan tidur di mana?" tanya Sandra.
"Kau jangan cemas, di sini banyak kamar kosong, kalau tidak di kamar tamu ya aku tidur di kamar kakakku!" sahut Nando.
"Tapi mau sampai kapan aku di sini terus Nando?" tanya Sandra lagi.
"Aku juga tidak tau San, aku juga sedang berpikir, sementara kau di sini saja dulu, sudah ya, aku mau tidur di kamar kakakku yang kosong!" Nando segera membuka lemarinya dan mengambil beberapa pakaiannya.
Kemudian Nando segera melangkah hendak keluar dari kamarnya.
"Nando!" panggil Sandra. Nando menoleh.
"Ya?"
"Terimakasih ya!" ucap Sandra.
Nando tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, kemudian dia segera keluar dari kamar itu.
Nando langsung menuju kamar Kezia kakaknya dan langsung membaringkan tubuhnya yang sangat lelah itu di tempat tidurnya,
****
"Lho, Kok tidur di sini to? Kenapa tidak tidur di kamar?" tanya Mbok Narti pagi itu yang langsung mengejutkan Nando.
Sontak Nando langsung terbangun dari tidurnya, dia mengucek kedua matanya dengan tangannya.
"Di kamarku panas Mbok!" kilah Nando.
"Panas? Kan ada AC?" tanya Mbok Narti.
"Iya, hawanya panas gitu, kayak ada hal yang aneh deh, Mbok Narti juga jangan masuk-masuk ke kamarku ya, nanti ada penampakan lho!' ujar Nando.
"Penampakan apa sih Den? Selama Mbok Narti kerja dari Den Nando masih kecil, belum pernah lihat penampakan apapun!" tukas Mbok Narti.
"Ya sudah kalau tidak percaya, tapi aku tidak mau kamarku di bersihkan, titik!" cetus Nando.
"Ya sudah deh, sarapan sudah di meja Den, Bapak sama Ibu sudah menunggu di sana!" kata Mbok Narti yang langsung keluar dari kamar itu.
Nando langsung keluar menuju ke meja makan, Papa dan Ibunya sudah menunggu di sana, bersama dengan ke tiga adiknya.
__ADS_1
"Selamat pagi anak ibu yang ganteng, gimana badannya? Masih pada sakit tidak?" tanya Lika ibunya.
"Lumayan Bu!" sahut Nando.
"Kata Mbok Narti tadi malam kau tidur di kamar Kezia? Memangnya kenapa di kamarmu sendiri?" tanya Ricky yang terlihat mulai menyantap makanannya.
"Biasa Pa, hawanya mulai panas, seperti ada suara-suara aneh, jadi merinding, makanya pindah!" jawab Nando asal sambil menggaruk kepalanya.
"Mungkin AC nya rusak Do, jadi hawanya panas, biar nanti Papa suruh orang untuk memperbaikinya!" ujar Ricky.
"Ja-jangan Pa! AC nya tidak rusak, memang agak horor akhir-akhir ini, sudahlah!" kilah Nando.
Ricky dan Lika saling berpandangan melihat tingkah aneh Nando pagi ini.
"Ya sudah Do, sekarang ambil makananmu dan makanlah!" ujar Lika.
"Aku makan di kamar saja ya Bu!" kata Nando.
"Lho, katanya tidak betah di kamar, serem?" tanya Lika bingung.
"Yah, biar terbiasa, aku pingin makan di kamar saja pagi ini!" Nando lalu segera mengambil piringnya dan mulai mengambil makanan di meja dalam jumlah banyak.
"Makan mu banyak sekali Do!" ujar Ricky.
"Biar cepat pulih Pa!" sahut Nando yang langsung bergegas menuju ke kamarnya sambil membawa sepiring penuh makanan.
Nando kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Sandra keluar dari dalam lemari besar.
"Ternyata kau, aku kira siapa, aku langsung bersembunyi saja!" kata Sandra sambil menarik nafas.
"Bagus, kalau ada yang masuk memang kau harus cepat bersembunyi, ini ada makanan, makanlah San!" Nando menyodorkan sepiring makanan itu ke arah Sandra.
"Banyak sekali, kau juga belum makan kan?" tanya Sandra.
"Iya, itu aku ambil banyak biar sekalian makan berdua!" Nando lalu mencomot roti sandwich dan langsung memakannya.
Sandra juga langsung memakan makanan itu, karena memang perutnya sudah sangat lapar sejak kemarin.
"Nando, aku tidak punya pakaian ganti!" kata Sandra.
"Nanti aku akan keluar membelikan mu pakaian!" sahut Nando.
"Tapi bukan hanya pakaian, pakaian dalam pun aku tidak ada!" tambah Sandra.
Nando terkesiap mendengarnya.
__ADS_1
"Catat ukurannya di kertas, itu kertas dan pulpennya ada di meja kerjaku, aku akan mencarinya nanti!" sahut Nando.
"Oke!" Sandra lalu mengambil kertas dan pulpen.
"Ukuran pakaian dalamku 38, cari cup nya yang paling besar!" ujar Sandra sambil mencatat di kertas.
"Lalu?"
"Belikan aku pembalut yang ukurannya 26 cm, karena aku sedang datang bulan!" lanjut Sandra.
"Kau membuat aku malu saja!" sungut Nando.
"Lalu aku harus bagaimana?? Kau sendiri yang menyembunyikan aku di sini!" tukas Sandra.
"Baiklah, kau lanjutkan makanmu, aku akan keluar membeli apa yang kau butuhkan!" sahut Nando yang langsung beranjak keluar dari kamar itu.
Nando lalu menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga itu.
Dia mulai menekan tombol nomor Roy dari ponselnya.
"Halo Tuan, ada kabar apa?" tanya Roy.
"Roy, antarkan aku ke toko pakaian wanita sekarang!" ujar Nando.
"Hah? Toko pakaian wanita? Tuan kau jadi transgender??" tanya Roy kaget.
"Sembarangan! Biar begini aku ini pria tulen tau! Pokoknya kau jangan banyak tanya, siapkan mobilnya sekarang juga!" titah Nando.
"Baik Tuan, siap laksanakan!" sahut Roy.
Nando lalu kembali ke meja makan hendak pamit pada orang tuanya.
"Papa, Ibu, aku ijin mau keluar dengan Roy, mau beli pakaian dalam ku yang sudah pada bolong!" pamit Nando.
"Apa tidak bisa di tunda? Wajahmu masih bonyok begitu!" sahut Lika.
"Tapi pakaian dalam ku memang sudah pada bolong, aku harus beli sekarang, atau juniorku akan menjulur keluar?!' ujar Nando.
"Ya ya pergilah, aku tidak mau putraku jadi pusat perhatian wanita gara2 celana bolong!" sahut Ricky.
Nando tersenyum lalu berjalan cepat menuju halaman rumahnya yang luas itu.
"Kok anakmu jadi aneh begitu sih Pa?" tanya Lika.
"Entahlah, mungkin dia lagi puber kedua!" sahut Ricky.
"Hush! puber kedua kok begitu, tapi aku merasa memang Nando aneh akhir-akhir ini, selain pulang larut malam, badan pada bonyok, sikapnya juga terlihat aneh, seperti ada yang di sembunyikan dari kita!" lanjut Lika.
__ADS_1
"Nanti aku coba menyelidiki Nando, kau tenang saja sayang, aku bisa minta bantuan Roy, asisten jadi-jadian itu!" kata Ricky. Lika menganggukan kepalanya.
****