Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Peringatan Kezia


__ADS_3

Malam itu Kezia datang ke rumah Nando seorang diri, sengaja dia tidak mengajak suami dan anaknya, karena ada hal yang ingin di sampaikan Kezia pada Vania.


Vania duduk di sofa ruang keluarga itu, Nando duduk di sebelah Vania, sementara Kezia duduk di hadapan mereka.


"Ada apa nih Kak Kezia datang sendirian, kok tidak mengajak si Thomas?" tanya Vania.


"Ya mau ngobrol lah sama kamu, dari hati ke hati, sebagai sesama Wanita!" sahut Kezia.


"Apa yang mau Kak Kezia bicarakan?" tanya Vania.


Sejenak Kezia melirik ke arah Nando yang masih duduk di tempatnya.


"Do! Kamu nyingkir dulu sana! Kemana Kek! Aku mau ngobrol berdua sama Vania!" cetus Kezia.


"Hmm, oke oke! Awas saja kalau kak Kezia buat ribut!" sahut Nando yang langsung beranjak dari tempatnya.


"Siapa yang mau buat ribut Buaya!! Sudah sana! Lagi pula aku lagi muak lihat tampangmu yang mirip buaya darat itu!" tukas Kezia kesal.


"Kak Kezia ini! Mana ada buaya setampan aku!! Jangan sembarangan ngomong!" protes Nando.


"Sudah! Sudah! Nando, kau menyingkirkan dulu, biarkan kak Kezia bicara dulu!" sergah Vania.


Dengan cemberut Nando lalu keluar dari ruangan itu, dia ke taman depan mengajak mengobrol Roy yang terlihat asyik main catur dengan Pak Tejo.


"Sekarang katakan, apa yang mau Kak Kezia bicarakan padaku?" tanya Vania.


"Begini Van, aku mau bicara soal Sandra, sekarang sudah tidak ada rahasia lagi mengenai Sandra yang punya anak dari Nando, kita semua sudah tau!" ujar Kezia.

__ADS_1


"Lalu?"


"Sekarang mereka tinggal di rumah orang tuaku, kau tau kan Van, bayinya Sandra sedang terombang ambing statusnya, mau tidak mau Nando harus menikahi Sandra, seluruh keluargaku sudah sepakat kok! Dan aku bicara begini adalah untuk meminta persetujuanmu!" jelas Kezia to the point.


Vania terhenyak mendengar penuturan Kezia, tiba-tiba hatinya sakit.


"Aku sudah menduga kau akan bicara hal ini Kak Kezia!" ucap Vania.


"Nah, bagus dong, jadi aku tidak perlu panjang lebar menjelaskannya padamu!" sahut Kezia yang memang selalu ceplas ceplos.


"Tapi aku tidak mau di madu Kak!" ucap Vania lirih.


"Lalu, apa kau lebih memilih bercerai dari pada di madu?" tanya Kezia.


Vania hanya diam tanpa bisa berkata apapun, semua pilihan itu terasa berat baginya, butiran kristal bening mulai berjatuhan di pipinya.


"Aku tidak tau Kak, aku tidak bisa menjawab itu, semuanya berat bagiku!" ucap Vania.


"Aku mengerti posisi mu, tapi coba kau ada di pihak Sandra, dengan statusnya yang tidak jelas, apakah itu tidak menyakitkan?!" tanya Kezia.


Vania terdiam, mencoba mencerna setiap ucapan Kezia. Hanya terlihat air matanya yang jatuh mewakili perasaannya.


"Besok aku akan menemui Sandra!" ucap Vania.


"Silahkan, kalian bicaralah dari hati ke hati, lagi pula mau tidak mau juga Papaku sudah menyuruh Nando menikahi Sandra, dalam waktu dekat mereka pasti akan menikah!" ujar Kezia.


"Aku akan pikirkan ini!" kata Vania berusaha tegar.

__ADS_1


"Bagus Van, kau tau dulu aku juga pernah mengalami hal yang mirip denganmu, ada wanita yang sangat mencintai suamiku sangat dalam, bahkan sejak dulu mereka telah di jodohkan, tapi suamiku mampu untuk memilih! Kau beruntung Nando masih menjaga perasaanmu, bisa saja dia begitu saja menceraikanmu, karena kita sama-sama tau, Nando hanya mencintai Sandra!" ungkap Kezia sambil mulai beranjak dari tempatnya.


Vania hanya tetap duduk di tempat nya sambil menangis.


"Aku pamit ya Van, sudah malam, maafkan jika perkataan ku melukai hatimu!" ucap Kezia sambil melangkah keluar dari ruangan itu.


Kezia langsung berjalan menuju mobilnya yang terparkir.


"Kak Kezia!" Nando berlari kecil mengejar kakaknya itu.


"Apalagi Do?? Sana kau urus saja Kia, sejak siang tad dia rewel mencarimu!" cetus Kezia.


"Kia baik-baik saja kan Kak? Kau sangat ingin ke sana, tapi aku sudah telanjur janji pada Vania kalau malam ini aku akan menemaninya!" ucap Nando.


Spontan Kezia langsung menjewer telinga adiknya itu.


"Makanya!! Jangan jadi buaya!! Untung saja tidak aku potong burung mu! Rasanya geregetan aku sama kamu Doo!!" Kezia menjewer semakin keras hingga Nando meringis kesakitan.


" Aww!! Sakit Kak!! Kau ini wanita bertenaga kuda ya!" sungut Nando sambil menahan sakit.


"Tadi Papa bilang, siap-siap hari Sabtu ini kau segera nikahi Sandra, kasihan anakmu Nando!" cetus Kezia gemas.


"Iya iya Kak!! Aku juga sudah tau kali, dan aku sangat senang kalian semua mendukungku! Triamaksih ya!" ucap Nando.


Dengan senyum kecut Kezia segera naik ke dalam mobil ya dan langsung melajukan nya meninggalkan rumah Nando.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2