Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Kedatangan Mami Vero


__ADS_3

Sandra mulai mengelap etalase dan menyusun pakaian butik di gantungan dan manekin, sementara Tante Rina yang baru datang ke butik langsung duduk di hadapan laptopnya.


"Sandra!" panggil Tante Rina.


"Ya Tante!" sahut Sandra.


Sandra kemudian datang menghampiri Tante Rina.


Tante Rina membuka laci mejanya dan menyodorkan sebuah amplop lalu di berikannya pada Sandra.


"Ini gaji mu bulan ini San, terimakasih ya sudah membantu Tante di Butik!" ucap Tante Rina.


"Saya yang terimakasih sama Tante, memberikan saya kesempatan untuk bekerja dengan halal dan nyaman!" balas Sandra.


"Kau jangan sungkan San, kau sudah aku anggap seperti putriku sendiri, sama dengan Vania, karena kau sahabat Vania!" kata Tante Rina.


"Seumur hidup saya tidak akan pernah melupakan kebaikan Tante dan Vania, saya berhutang banyak pada kalian!" ucap Sandra.


"Sudah lah San, Oya, besok Sabtu Butik tutup ya, kau datang dan menginap saja di rumah, karena Besok keluarga Nando akan datang melamar Vania, nanti bantu-bantu ya di rumah Tante?" pinta Tante Rina.


"Iya Tante, nanti malam saya datang dan menginap di rumah Tante!" sahut Sandra.


"Terimakasih ya San, kau boleh lanjutkan pekerjaanmu!" ujar Tante Rina.


Braakkk!!


Tiba-tiba Terdengar suara pintu butik yang di buka kasar dari luar.


Tante Tina dan Sandra terkejut dan langsung berjalan ke arah pintu.


Mata Sandra melotot saat melihat Mami Vero sudah berdiri di kawal oleh dua orang algojonya.


"Hmm, kau di sini rupanya, sudah enak ya sekarang?? Lupa dengan profesi lamamu Sandra?!!" sengit Mami Vero.


"Hei! Siapa kalian berani teriak-teriak di butikku??" seru Tante Rina.


"Aku tidak punya urusan denganmu! Aku hanya ingin menjemput Sandra, dia itu milikku, dia bekerja untukku!" ujar Mami Vero.


"Itu dulu! Sekarang Sandra bekerja di sini, dia bekerja dengan halal! Lebih baik sekarang kalian keluar dari butikku!" hentak Tante Rina sambil menunjuk tangannya ke arah luar.


Mami Vero tertawa, kemudian dia maju dan langsung menarik tangan Sandra.


"Ayo ikut aku!!" cetus Mami Vero.


"Tidak! Lepaskan Mami! Aku tidak mau kembali lagi ke rumah itu!!" kilah Sandra sambil berusaha melepaskan tangannya dari cekakan Mami Vero.


"Tamu ku banyak yang mencarimu! Ayolah Sandra! Jangan membuat aku makin kasar padamu!" sengit Mami Vero.

__ADS_1


"Lepaskan Sandra!! Atau aku laporkan kalian ke polisi!!" ancam Tante Rina.


Mendengar kata Polisi, Mami Vero ciut juga, dia langsung melepaskan cekalan tangannya.


"Oke! Kali ini aku lepaskan dia, tapi sebagai kompensasi, aku minta ganti rugi!" sahut Mami Vero.


"Katakan, berapa yang kau inginkan?" tanya Tante Rina.


"Berikan aku lima puluh juta! Maka aku akan pergi dari sini!" sahut Mami Vero.


Tante Rina lalu segera menuju ke meja kerjanya, dia mengambil sejumlah uang yang di sebutkan, kemudian di leparkannya pada Mami Vero.


"Tuh ambil uang itu, kau bahkan lebih rendah dari pada binatang, lihat saja bagaimana Tuhan akan membalas perbuatanmu!" seru Tante Rina dengan wajah memerah.


Mami Vero lalu memunguti uang itu, kemudian dia tertawa sambil berjalan meninggalkan butik Tante Rina.


Sandra nampak menangis, punggungnya berguncang hebat.


Tante Rina lalu segera berjalan mendekati Sandra. Dia lalu memeluk Sandra dengan erat.


"Jangan menangis lagi, dia sudah pergi!" bisik Tante Rina.


"Bagaimana saya harus membalas semua kebaikan Tante?" tanya Sandra terisak.


"Tidak usah kau pikirkan, sekarang bersiaplah, pulang bersama Tante ya, Vania sudah menunggu, besok adalah hari pertunangannya, temani dan dengarkan dia malam ini!" jawab Tante Rina.


****


Malam ini di kamar ini, Sandra duduk sambil mendengarkan celotehan Vania tentang kebahagiaannya yang akan bertunangan dan menikah dengan Nando.


Wajah Vania terlihat bersinar dan penuh dengan kebahagiaan.


"San, untuk acara besok aku telah menyiapkan gaun untukmu, nih coba kau lihat, bagus kan?" Vania mengambil sebuah gaun yang tergantung di dalam lemari bajunya.


"Bagus Van!" sahut Sandra.


"Ini aku taruh di sini ya, besok kau tinggal memakainya, aku juga ingin kau terlihat cantik besok San!" kata Vania sambil menggantung gaun untuk Sandra di gantungan lemari.


"Kau mau lihat tidak, gaun yang akan ku pakai besok di acara pertunangan ku?" tanya Vania.


"Boleh, mana gaunnya?"


Vania mengambil lagi sebuah Gaun yang maha indah, lalu di perlihatkannya pada Sandra.


Gaun yang maha indah yang di rancang sendiri oleh Vania. Setelah memamerkan gaunnya, Vania menaruh nya kembali di dalam lemari.


"Sudah lama aku memimpikan ini San, bisa menikah dengan Nando, gaun pernikahanku bahkan sudah siap, aku sudah lama mencicil untuk membuatkannya!" ungkap Vania.

__ADS_1


Mereka lalu berbaring di tempat tidur besar itu.


"Vania, aku ikut berbahagia untukmu!" ucap Sandra.


"Tapi kau harus janji San, tetaplah jadi sahabatku walaupun aku akan menikah dengan Nando!" ujar Vania.


"Iya, kau tenang saja, aku akan tetap jadi sahabatmu, mana bisa aku melupakanmu dan Tante Rina, kalian bahkan sudah menganggap ku keluarga, karena kalian aku merasa punya keluarga!" ungkap Sandra.


Sandra menoleh ke arah Vania, Vania terlihat sudah tertidur, ada sedikit senyum yang tersungging dari bibir Vania.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt


Ponsel Sandra bergetar. Sandra buru-buru bangkit dan berjalan ke arah balkon kamar Vania, dia membukanya perlahan.


Di layar ponselnya ada nama Nando yang meneleponnya.


"Halo ..."


"Sandra ... aku minta maaf atas kejadian malam itu, aku mabuk, aku tidak bisa berpikir jernih, maafkan aku Sandra, maafkan aku ... aku telah melakukan dosa besar dan aku sangat menyesal!" ucap Nando.


"Sudahlah Nando, aku mohon kau jangan ungkit dan ingat lagi kejadian itu, besok kau akan melamar Vania, semua orang akan berbahagia, lebih baik kita saling melupakan satu sama lain, aku juga akan menghapus nomormu di ponsel ini!" ujar Sandra.


"Sandra, walaupun kita tidak mungkin bersama, tapi bolehkah aku mengatakan kalau aku mencintaimu? Kau adalah cinta pertamaku San, namamu selalu ada di dalam hatiku yang terdalam!" ungkap Nando.


"Stop Nando! Itu tidak boleh! Kau harus belajar mencintai Vania dengan segenap hatimu, karena Vania juga sangat mencintaimu!" sergah Sandra.


"Kenapa kita harus sesakit ini Sandra?"


"Sakit untuk kebahagiaan orang lain apa salahnya?"


"Tapi kita ...." Nando menghentikan ucapannya.


"Kita harus saling melupakan satu sama lain, selamat aku ucapkan padamu Nando, jadilah suami yang baik untuk Vania!" ucap Sandra. Air matanya mulai menetes.


"Terimakasih Sandra, jaga diri mu baik-baik, maafkan aku ..." lirih Nando sebelum memutuskan sambungan teleponnya.


Sandra menangis sambil menghapus nama Nando yang ada di ponselnya itu.


Kemudian dia kembali masuk ke kamar Vania, membaringkan tubuhnya di samping Vania yang telah terlebih dulu terlelap.


"Good Night Vania, selamat berbahagia besok ya ..." ucap Sandra sambil mulai memejamkan matanya.


****


Hai Guys ...


Walaupun cerita ini kelihatan banyak kesedihan dan mengandung bawang, tapi di akhir cerita happy ending lho ...

__ADS_1


Ayo tetap dukung authornya ..


__ADS_2