Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Periksa Kandungan


__ADS_3

Setelah hampir dua Minggu Vania di rumah sakit menjalani perawatan, akhirnya Dokter mengijinkannya pulang ke rumah.


Kondisi Vania sudah mulai membaik, walaupun kini dia tak lagi memiliki rahim, namun dia nampak lebih sehat dari sebelumnya.


Meskipun kini Vania nampak lebih kurus dan rambut mulai menipis karena kerontokan yang parah, namun terlihat semangat hidupnya yang tinggi, terlebih Nando suaminya selalu berada di sampingnya, itu sudah cukup membuat Vania bahagia.


Di rumah Nando, sudah berkumpul keluarga besar dari Nando dan Vania, Ricky dan Lika orang tua Nando juga membawa serta adik-adik mereka, juga keluarga Kezia kakaknya Nando.


Rumah itu nampak ramai dan meriah, menyambut kedatangan Vania kembali ke rumah.


Sandra dan Mirna nampak sibuk membantu Mbok Karsih menyiapkan berbagai hidangan untuk para keluarga besar yang sudah berkumpul di rumah itu.


"Kak Nando! Ini si Bubu, kata Ibu suruh bawa ke sini, sekarang Bubu lagi hamil Kak!" kata Tasya adik terkecil Nando.


"Wah, si Bubu sudah mau punya anak, nanti rumah ini pasti akan ramai dengan anak-anaknya Bubu!" sahut Nando senang.


"Terimakasih ya Tasya, Kak Vania pasti tidak akan kesepian kalau ada Bubu di sini!" timpal Vania yang kini duduk di kursi roda.


Bubu si kucing lucu berwarna Abu itu juga terlihat senang tinggal di rumah barunya. Dia melompat dan berlari dengan riang gembira.


Nando lalu membawa Vania masuk ke dalam rumahnya, para keluarga besar sudah duduk berkumpul di tuang keluarga yang luas itu.


Sementara Mbok Karsih, Sandra dan Mirna masih nampak sibuk menyiapkan makanan untuk di sajikan di meja makan besar itu.


"Sandra!" panggil Tante Rina di dapur.


Sandra lalu berjalan menghampiri Tante Rina.


"Ya Tante?"


"Sehabis kau selesai membantu Mbok Karsih, kau langsung masuk kamarmu ya, jangan selalu menunjukan dirimu di depan semua orang, kau mengerti Sandra?" tanya Tante Rina.


"Mengerti Tante!" jawab Sandra.


"Bagus!" ujar Tante Rina seraya meninggalkan ruangan dapur itu.


Sandra masih termangu di tempatnya, dia merasa memang dia bukan siapa-siapa di rumah ini, Sandra semakin merasa rendah diri.


Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang, Sandra terkejut.

__ADS_1


"Hei! Kau tinggal di sini rupanya! Sejak kapan?" kata Kezia yang ternyata si Penepuk bahu Sandra itu.


"Eh, sejak ... sejak sebelum Vania di rawat di rumah sakit!" jawab Sandra gugup.


"Hmm, kau sedang hamil sekarang ya, kata Tante Rina kau hamil di luar nikah, siapa ayah anak itu?" tanya Kezia to the point.


Sandra terdiam tidak menjawab pertanyaan Kezia, dia merasa sangat terpojok.


"Kau tenang saja San, aku bisa kok membantumu!" lanjut Kezia.


"Membantuku? Apa maksudmu Kak?" tanya Sandra.


"Kau katakan saja padaku, siapa ayah bayimu itu, nanti aku akan mencarinya dan memintanya untuk bertanggung jawab padamu dan bayimu!" jelas Kezia.


"Itu tidak mungkin!" sahut Sandra.


"Kenapa tidak mungkin? Sepertinya kau tidak mau pria itu bertanggung jawab, karena ku lihat kau tenang-tenang saja!" ucap Kezia.


"Karena memang tidak mungkin, pria itu sudah menikah dengan orang lain, dan aku tidak ingin merusak pernikahannya!" ujar Sandra yang akan berlalu dari tempat itu.


"Kau jangan membuatku penasaran Sandra!!" seru Kezia saat Sandra mulai menjauh darinya.


Setelah sampai di kamar, Sandra menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya.


Kemudian dia mengelus perutnya yang kini nampak membukit itu.


Selama ini dia belum pernah lagi periksa ke dokter kandungan, terakhir dia mau kontrol kandungannya, malah ketemu dengan Nando dan Vania di rumah sakit.


Sampai sekarang Sandra belum lagi memeriksakan kehamilannya.


Suasana di luar nampak ramai, terdengar suara senda gurau dan obrolan dari para keluarga besar, namun Sandra sendiri di kamar ini, menyepi dengan kesendiriannya.


Hingga tanpa sadar Sandra mulai ketiduran, dan entah sudah berapa lama dia tertidur.


Ceklek!!


Suara pintu di buka dari luar, Mirna masuk dan langsung duduk di tepi tempat tidur itu.


"Kau di sini rupanya, dari tadi aku mencarimu!" ujar Mirna.

__ADS_1


"Ada apa kau mencariku Mir? Tante Rina menyuruhku agar aku di kamar saja, jadi ya aku menurutinya!" kata Sandra.


"Vania mencarimu San, dia sangat ingin bertemu denganmu!" sahut Mirna.


"Vania? Untuk apa dia mencariku?" tanya Sandra.


"Aku juga tidak tau, keluarga besar Nando baru saja pamit pulang setelah mereka makan bersama, Tante Rina langsung ke Butik karena ada banyak pesanan di butiknya, Vania dan Nando menunggumu di ruang keluarga!" jelas Mirna.


Sandra kemudian keluar dari kamarnya, berjalan perlahan menuju ke ruang keluarga, Nando dan Vania nampak duduk di sofa ruang keluarga itu.


"Hei Sandra, ayo duduk, dari tadi kau kemana saja? Kau tidak menyambutku pulang?" tanya Vania sambil tersenyum.


"Aku di kamar Van, tadi sedikit pusing!" sahut Sandra beralasan.


"Ya ampun Sandra, aku pikir kau kemana, bagaimana kabar kandunganmu? Sehat kan?" tanya Vania.


"Sehat!" singkat Sandra.


"Kapan terakhir kau memeriksakan kandunganmu?" tanya Vania lagi.


"Hmm, kapan ya ... sepertinya sudah lama!" jawab Sandra.


"Ya ampun Sandra, kau harus sering melihat perkembangan bayimu, paling tidak kau harus minum vitamin untuk kesehatanmu dan bayimu, malam ini kau periksalah kandunganmu ke dokter ya!" ujar Vania.


"Tapi ..."


"Jangan di tunda lagi, kau sudah lama tidak memeriksakan kehamilan mu, pergilah dengan Mirna, Nando, kau ikut sekalian ya, kelak bayi itu kan akan jadi anak kita juga!" ucap Vania.


Nando nampak terperangah kaget, begitu juga dengan Sandra.


"Tidak usah Vania, besok saja aku ke dokternya dengan Mirna!" tukas Sandra.


"Kenapa harus besok? Lebih cepat lebih baik, aku juga ingin melihat bayimu San, nanti jangan lupa di print ya hasil USG nya, Aku mau istirahat di kamar dulu, Nando, kau bisa kan antar Sandra ke dokter malam ini?" tanya Vania.


"Bisa Vania!" jawab Nando.


"Nah begitu dong, kita akan bersama-sama merawat bayi ini, anggap saja bayi Sandra adalah anugrah buat kita, dia akan hidup dengan orang-orang yang mencintainya dan penuh dengan kasih sayang!" ungkap Vania.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2