Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Dilema


__ADS_3

Sore itu, Ricky dan Jonathan menantunya mendatangi rumah prostitusi yang di maksud oleh Nando.


Mereka ingin membantu Nando membeli lahan itu. Kerena mereka adalah developer.


Mereka memarkirkan mobilnya di depan gerbang yang tinggi itu.


Dua orang penjaga pintu datang menghampiri mereka.


"Selamat sore Pak, sudah ada janji sebelumnya dengan Mami Vero?" tanya salah seorang penjaga.


"Siapa Mami Vero?" tanya Ricky.


"Dia pemilik rumah ini Pak!" sahut si penjaga itu.


"Katakan padanya, saya Ricky, dan ini menantu saya Jo, ingin bicara dengan majikanmu itu!" ujar Ricky


"Baiklah Pak, silahkan Bapak menunggu di dalam saja!" sahut si penjaga.


Ricky dan Jo lalu masuk ke dalam rumah besar itu, mereka duduk menunggu di depan teras besar, ada beberapa orang wanita penghibur yang mulai menggoda mereka.


"Om ganteng, malam ini boking saya aja ya, servis saya memuaskan lho ... " goda salah satu wanita yang terlihat seksi itu.


Kemudian muncul wanita yang lain yang duduk di samping Jonathan.


"Duh gantengnya si Abang ini, ayo dong boking saya saja, nanti ada bonus tambahan dari saya lho, di jamin puas pokoknya!" tambah wanita yang lain lagi.


Mereka mulai risih menghadapi para wanita malam itu.


Tak lama kemudian, Mami Vero muncul dengan dua pengawal di belakangnya dan sebuah kipas besar di tangannya, seperti biasa, dandanannya begitu menor dan mencolok.


"Selamat sore, apakah kalian mau memesan wanita di sini? Kami menyediakan wanita yang cantik, seksi dan terpilih, tentunya sesuai dengan kebutuhan Om dan si Abang ganteng ini!" ucap Mami Vero.


"Maaf, maksud kedatangan kami di sini adalah untuk ..."


"Oya, kami juga menyediakan layanan online jika anda merasa malu untuk datang langsung, jangan khawatir, semua foto wanita di sini di jamin asli tanpa editan! Kerahasiaan kalian pasti di jamin aman!" potong Mami Vero cepat.


"Kami kesini bukan untuk memesan wanita Tante!" ujar Jonathan.


Mami Vero nampak mengerutkan keningnya.


"Lho, lalu maksud kedatangan kalian apa? Sebenarnya maksud kalian apa sih?" Suara Mami Vero sudah mulai meninggi.


"Kami tertarik untuk membeli lahan ini, Kami berani memberikan harga yang tinggi di atas pasaran!" tambah Ricky.

__ADS_1


"Maaf, anda salah alamat! Aku tidak pernah berniat untuk menjual tempat ini, ini adalah aset terbesarku!" tukas Mami Vero.


"Tapi kami akan ganti rugi semuanya, sebagai kompensasi, kami ingin membuat sebuah panti asuhan di tempat ini!" sambung Jonathan.


"Kalian cari saja lahan yang lain! Aku tidak akan menjual rumah ini berapapun harganya!" cetus Mami Vero.


"Hmm, tapi lama kelamaan tempat maksiat ini pasti akan punah dan musnah, sebelum itu terjadi, lebih baik anda menjual nya pada kami!" kata Ricky.


"Kurang ajar kalian! Kalian datang hanya untuk memaksaku menjual asetku? Tidak! Lebih baik sekarang kalian pergi dari tempatku!" berang Mami Vero.


"Baik, kalau begitu kami pamit, kami juga tidak betah berlama-lama berada di sini, tapi ingat, jika di ketahui bahwa semua aktifitas di rumah ini ilegal, anda pasti paham hukum kan!" tegas Ricky sambil berdiri dari tempatnya.


Mendengar kata hukum Mami Vero terdiam, dia mulai berhati-hati dengan dua orang yang kini ada di hadapannya.


"Pergilah kalian dari tempat ini! Sebelum aku menyuruh anak buahku untuk menyeret kalian keluar dari sini!" sentak Mami Vero.


"Tidak perlu, kami dengan senang hati akan pergi dari tempat ini!" Ricky lalu menarik Jonathan berjalan keluar dari rumah besar itu.


"Ical! Bono! Kalian selidiki siapa sebenarnya kedua orang itu!" seru Mami Vero.


"Siap Mami!" sahut keduanya.


****


Nando mengelus Bubu, kucing kesayangannya itu, belakangan karena sibuk, Nando jadi jarang bermain dan memberi makan Bubu.


"Bubu makan yang banyak ya, nanti cepat dapat jodoh dan bisa melahirkan banyak anak!" kata Nando sambil mengelus kepala Bubu.


"Waktu itu Bubu pergi ke rumah tetangga Kak, di saja ternyata ada kucing jantan, kalau Bubu di Kurung, kucing jantannya yang datang ke sini!" cerita Tasya.


"Wah, Tasya tau saja kalau bubu sudah mulai jatuh cinta dengan lawan jenisnya!" ujar Nando.


"Iya lah Kak, Bubu kan sudah besar, bukan anak kucing lagi!" sahut Tasya.


"Tasya! Ayo mandi!!" terdengar teriakan Lika Ibunya yang memanggil Tasya, gadis kecil itu segera berlari masuk ke dalam rumah.


Nando lalu mengangkat Bubu dalam gendongannya.


"Bubu, kalau kau sudah punya pacar apakah kau akan melupakan aku? Dari kau baru lahir aku menemukanmu dan memeliharamu, sekarang kau bahkan sudah punya pacar, kau mendahului aku Bu!" ungkap Nando pada kucingnya.


Bubu hanya bisa mengeong sambil menatap wajah Nando dengan mata polosnya.


"Aku bingung Bubu, apakah aku harus menerima perjodohan orangtuaku dengan Vania? Tapi bagaimana dengan Sandra? Aku suka sama Sandra Bu, Sandra lebih butuh aku dari pada Vania!" ungkap Nando.

__ADS_1


Setelah puas bermain-main dengan Bubu kucingnya, Nando kemudian mulai masuk ke dalam rumahnya, lalu dia mengambil jaket dan helmnya.


"Nando kau mau kemana Nak?" tanya Lika yang baru saja membantu Tasya berpakaian.


"Mau keluar sebentar Bu!" jawab Nando.


"Pulangnya jangan malam-malam ya Do! Ingat, jaga hatimu untuk Vania, sesekali kau ajak Vania jalan-jalan, supaya kalian bisa saling lebih mengenal satu sama lain!" ujar Lika.


"Iya Bu!" sahut Nando.


"Kau hati-hati ya Nando, ingat, kalau bawa motor jangan ngebut-ngebut!"


"Beres Bu!"


Nando lalu segera keluar dari pintu rumahnya, dia mulai naik ke atas motor besarnya lalu mulai melajukannya keluar dari gerbang rumahnya itu.


Nando terus melaju dengan kecepatan sedang menuju butik Tante Rina yang ada di pinggir jalan protokol di pertigaan jalan pusat kota itu.


Butik yang besar dan terkenal yang kini mulai melebarkan sayap ke luar negri dengan beberapa cabangnya.


Nando mulai memarkirkan motornya di parkiran yang ada di depan butik itu.


"Selamat datang di Butik Vania, kami menyediakan pakaian dengan model terbaru dan limited edition tidak ada yang menyamai!" sapa seorang wanita yang ternyata adalah Sandra.


Nando tersenyum saat melihat Sandra.


"Nando?"


"San, kau selsai jam berapa?" tanya Nando.


"Jam sembilan!" sahut Sandra.


"Aku akan menunggumu, kita keluar sebentar nanti ya ..."


"Tidak, aku tidak enak dengan Tante Rina, lain waktu saja!" tolak Sandra.


"Sebentar saja San, nanti aku akan ijin dengan Tante Rina!" ucap Nando.


"Siapa di sana San?!" tanya Tante Rina dari arah dalam butik, kemudian Tante Rina segera berjalan menghampiri Sandra dan Nando.


"Saya Tante!" seru Nando yang langsung menyalami Tante Rina.


"Duh calon mantu yang ganteng, kamu kesini cari Vania ya, tungguin saja deh, paling sebentar lagi dia pulang kesini!" ujar Tante Rina.

__ADS_1


"I-Iya Tante!" jawab Nando yang mulai salah tingkah.


****


__ADS_2