
Hari ini adalah hari pernikahan Nando yang ke dua, berbeda saat Nando menikah dengan Vania, pernikahannya kali ini terlihat sangat sederhana, hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja.
Banyak orang mempertanyakan, mengapa Nando sampai menikah dua kali, dan kini mereka menjadi pergunjingan orang-orang, apalagi mereka tau, kalau Nando sudah mempunyai anak sebelum pernikahan keduanya itu.
Setelah mereka selesai mengadakan prosesi Pernikahan sederhana mereka, Sandra langsung mengurung diri di kamar bersama Kia, dia malu ketika orang memperbincangkan dia, bahkan selalu di tanyai oleh mulut nyinyir mereka.
Padahal dulu saat Nando menikahi Vania, pernikahannya menjadi pernikahan Akbar dan menjadi trending topik di media sosial, bahkan di liput secara langsung di stasiun televisi.
Pernikahan yang di langsungkan di sebuah hotel berbintang dengan ribuan tamu undangan.
Namun kini hanya segelintir orang yang datang ke pernikahan Nando dan Sandra, mereka juga tidak ingin banyak mengundang orang.
"Maafkan aku Nando, aku membuat malu keluargamu!" ucap Vania saat Nando mencarinya ke kamarnya.
"Jangan dengarkan apa kata orang, mereka tidak akan bisa menjamin kebahagiaan kita, walaupun semua ini hanya sederhana, yang penting sekarang kau sudah sah menjadi istriku!" ujar Nando.
"Do, kenapa Vania dan Tante Rina tidak datang?" tanya Sandra.
"Aku tidak tau San, aku sudah memberitau mereka, tapi kalau mereka tidak datang, itu adalah hak mereka!" jawab Nando.
"Aku jadi merasa tidak enak Do, setelah ini, kau pulanglah kerumah dan temui Vania!" ujar Sandra.
"Kau ini bagaimana sih? Masa malam pertama kita aku ke tempat Vania, macam mana pula ini!!" sungut Nando.
"Kan kita sudah pernah melakukannya dulu Do, waktu kau mabuk, jadi ini bukan yang pertama kali kan?" tanya Sandra.
"Tapi kan dulu aku tidak sadar, tidak tau rasanya nikmat yang sesungguhnya!" senyum Nando menyeringai.
Tok ... Tok ... Tok ...
Pintu kamar itu di ketuk dari luar, buru-buru Nando membuka pintu kamar itu.
Kezia sudah berdiri di depan pintu dengan bertolak pinggang.
"Hmm, bagus ya! Tamu bahkan belum pulang semua kalian sudah berdua-duaan di kamar!!" seru Kezia.
"Ampun Kak! Aku hanya mengobrol biasa saja kok, lagian kenapa sih kakak pakai cari aku segala?!" sungut Nando.
__ADS_1
"Sana kau temani Papa dan Ibu, banyak orang yang menanyakan mu, Kasihan Papa dan Ibu jadi malu gara-gara ulahmu Nando!" cetus Kezia.
"Iya iya! Punya kakak satu bawel amat!" ujar Nando sambil melangkah keluar dari kamar itu.
Papa dan Ibunya masih terlihat mengobrol melayani tamu yang datang, walaupun yang di undang sedikit, tetap saja para sahabat dan rekan Pak Ricky berdatangan.
Dengan enggan datang menghampiri orang tuanya yang masih asyik mengobrol dengan salah seorang rekan bisnisnya.
Nando sangat terkejut ketika melihat rekan bisnis Papanya itu, matanya membulat lebar.
"Kau??!" ujar Nando terkesiap.
Nando ingat, pria yang adalah rekan bisnis Papanya itu ternyata adalah Om John, Om John yang pernah memboking Sandra dulu saat masih di rumah bordil.
Waktu itu Nando menyelamatkan Sandra dari cengkraman Om John.
Dan kini Om John datang dengan membawa serta istrinya.
Ok John juga nampak terkejut melihat Nando, dia tidak menyangka bahwa Nando adalah anak dari rekan bisnisnya.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Ricky.
"Kami tidak pernah saling mengenal Pak Ricky, aku hanya kaget saja ternyata anakmu punya selera yang begitu rendah untuk orang terhormat seperti kalian!" ujar Om John.
"Apa maksudmu??" tanya Ricky.
"Kalian sudah tau kan kalau istrinya itu adalah bekas wanita malam, bekas di pakai orang! Apa kalian tidak malu?" ungkap Om John.
"Dari mana anda tau Pak John?" tanya Ricky.
Om John mulai terjebak dengan perkataannya sendiri.
"Ehm, dari ... dari ..." Om John nampak gugup.
"Karena dia sering ke rumah bordil itu, dan menikmati banyak wanita malam di sana!" sahut Nando.
Istri Om John yang sejak tadi berdiri di sampingnya dan diam saja nampak melotot.
__ADS_1
"Apa?? Jadi selama ini kau sering pergi ke tempat maksiat itu?? Dasar kadal!! Ayo pulang!!" Istri Om John langsung menarik telinga Om John Pergi meninggalkan tempat itu.
Lika dan Ricky hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
"Wah, kau berani juga Do, tidak di sangka Pak John suka jajan di luar!" kata Lika.
"Biar tau rasa dia!" geram Nando.
"Bukan rahasia lagi kalau banyak pengusaha yang jajan di luar, termasuk Pak John ini!" tambah Ricky.
**** .
Sementara itu di tempat kediamannya, Sandra nampak duduk termenung di tepi ranjangnya, hari ini dia tau adalah hati pernikahan Nando, tapi dia tidak punya kekuatan untuk datang menghadirinya.
Ceklek!
Tante Rina masuk ke dalam kamar Vania, kemudian langsung duduk di sebelah Vania.
"Van, kau tidak mau datang ke rumah Nando?" tanya Tante Rina.
"Tidak Ma, aku takut tidak kuat, aku takut nangis di sana, nanti malah akan mengganggu acara mereka!" jawab Vania.
Tante Rina nampak menarik nafas panjang. Seikhlas ikhlas nya istri pertama mengijinkan suaminya menikah lagi, tetap tidak ada yang benar-benar ikhlas.
Itulah sebabnya, para laki-laki seharusnya hanya mempunyai seorang pasangan hidup satu saja, yang benar-benar di cintai dengan sepenuh hati (pesan author).
"Ma, malam ini bolehkan aku tidur dengan Mama?" tanya Vania.
"Iya sayang, tentu saja boleh, kau bisa bercerita apa saja pada Mama, curahkanlah semua isi hatimu pada Mama sayang, Mama akan mendengarkanmu!" jawab Tante Rina sambil membelai rambut Vania.
"Malam ini aku ingin di belai oleh Mama, belai aku Ma sampai aku tertidur!" ucap Vania.
Tante Rina hanya menganggukkan kepalanya sambil menitikkan air matanya.
Vania mulai merebahkan kepalanya di pangkuan Tante Rina.
Bersambung ...
__ADS_1
****