
Roy dan Nando melesat dengan mobilnya meninggalkan rumah besar itu, Nando hanya ingin bertemu ibunya, dan memberitahu kabar gembira bahwa sang buah hati telah lahir ke dunia ini.
"Roy, bukankah kau berhubungan dengan Mirna, tanyakan padanya di mana keberadaan Sandra, aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya dan anakku, aku ingin menggendongnya, menyentuhnya, menciumnya ..." ungkap Nando.
"Boro-boro Tuan, Mirna itu tidak pernah menjawab kalau saya tanya di mana mereka tinggal!" sahut Roy.
"Ayolah Roy, kau kan bisa rayu dia, keluarkan rayuan maut mu, katanya kau bisa menaklukan hati wanita!" tantang Nando.
"Tapi ini persoalannya lain Tuan, kalau saya cerewet dan banyak mengaturnya, bisa-bisa dia memutuskan saya!" cetus Roy.
"Hmm, ternyata kau tidak selalu bisa di andalkan!" sungut Nando.
Mereka kemudian telah sampai di rumah besar nan megah milik orang tua Nando, Pak Jono sang security membukakan pintu gerbang rumah itu.
"Eh, ada Tuan muda ganteng datang! Hari ini kebetulan Mbok Narti masak banyak dan spesial, ayo masuk!" sambut Mbok Narti yang nampak sedang menata ruang tamu.
"Ibu di mana Mbok?" tanya Nando tak sabar.
"Tuh sedang duduk berjemur di samping kolam!" jawab Mbok Narti.
"Kalau Papa di mana?" tanya Nando lagi.
"Pak Ricky tadi pergi sama Bang Jo ganteng, mau urus apa gitu ... kayaknya transaksi jual beli lahan, tapi Mbok tidak ngerti ah!" sahut mbok Narti.
"Ya sudah Mbok, aku mau ketemu ibu dulu!" Nando segera melangkah menuju ke kolam renang samping rumah besarnya itu.
Lika ibunya nampak duduk berjemur di bawah sinar matahari yang masih hangat-hangatnya itu, karena masih pagi.
"Selamat pagi Ibu!" sapa Nando sambil memeluk Ibunya yang nampak terkejut saat melihat kedatangan Nando.
"Kau ini datang kok tidak bilang-bilang, kalau tau kau akan datang, pasti Papa dan Abang mu Jo tidak berangkat buru-buru tadi!" ujar Lika.
"Sebagai Bu, aku ingin mengobrol dengan Ibu, sejak kapan Ibu suka berjemur di sini?" tanya Nando.
"Dokter menyarankan agar Ibu rutin berjemur setiap pagi, katanya bagus untuk kesehatan tulang, apalagi Ibu kan sudah mulai tua!" jawab Lika.
"Ah Ibu, bagiku Ibu adalah malaikat tanpa sayap, selalu muda di hatiku, aku sayang Ibu!" ucap Nando sambil bergelayut manja di bahu Ibunya.
__ADS_1
"Hmm, kau ini sudah sebesar ini masih saja manja, bagaimana kabarmu sayang? Vania sehat?" tanya Lika.
"Sejauh ini Vania baik-baik saja Bu, dia masih rutin meminum obatnya!" sahut Nando.
"Syukurlah kalau begitu!" ujar Lika.
"Oya Bu, anakku sudah lahir Bu, anakku! Cucu Ibu, dia sudah lahir dini hari tadi Bu!" kata Nando berbinar.
"Oya? Benarkah? Lalu bagaimana keadaan Sandra? Dia baik-baik saja kan? Siapa nama anakmu Nando?" tanya Lika beruntun.
"Sandra kelihatan sehat, hatiku sungguh sangat merindukannya, anakku perempuan, aku memberinya nama Kianandra, Kianandra Putri Gunadi!" jawab Nando.
"Ah, akhirnya kau menjadi Papa juga sayang, selamat ya, anak Ibu sudah jadi Papa muda yang ganteng!" ucap Lika sambil kembali memeluk Nando.
"Iya Bu, tapi ..." Nando menghentikan ucapannya, wajahnya terlihat mendung.
"Ada apa sayang? Katakan pada Ibu segala kegundahan hatimu, Ibu akan mendengarkanmu!" ucap Lika sambil membelai rambut Nando.
"Saat ini, yang jadi istriku adalah Vania, bukan Sandra, tapi hati dan jiwaku hanya terpaut pada Sandra, apalagi sudah ada anak di antara kami, apa yang harus aku lakukan Ibu?" tanya Nando sambil menatap dalam wajah Ibunya.
"Maafkan Ibu Nando, semua itu salah Ibu, andai waktu itu Ibu tidak memintamu untuk menikahi Vania, maafkan Ibu Nak!" Lika mulai menitikan air matanya.
"Jangan menangis Ibu, aku tidak tahan melihat Ibu menangis!" ucap Nando sambil mengusap kedua pipi Ibunya.
"Ibu paham kondisimu Nak, di sisi lain kau tidak mungkin meninggalkan Vania, apalagi dalam kondisinya yang seperti itu, tapi di sisi lain, kau juga berhak bahagia, apalagi kini kau sudah mempunyai anak dari Sandra!" ungkap Lika.
"Ibu sedih melihatmu terus berkorban untuk kebahagiaan orang lain, kebahagian Papa dan Ibu, Vania dan Mamanya, mungkin sudah saatnya kau mengejar kebahagiaanmu sendiri sayang!" ucap Lika.
"Apa maksud Ibu?" tanya Nando.
"Carilah Sandra dan anakmu, Ibu akan bicarakan ini pada Papa, soal Vania ibu juga akan bantu untuk bicara baik-baik, dia wanita yang baik, pasti akan memahami posisimu!" ucap Lika.
"Benarkah Bu?" tanya Nando.
"Iya sayang, sudah cukup kau berkorban untuk banyak orang, sekarang kejarlah kebahagiaanmu sendiri, ibu mengijinkanmu!" jawab Lika.
"Terimakasih Bu! Terimakasih!" ucap Nando berkali-kali sambil memeluk ibunya.
__ADS_1
****
Setelah mengobrol panjang lebar dengan Ibunya, Nando kemudian pamit pulang untuk kembali ke rumahnya.
"Roy, tolong sambungkan telepon Mirna sekarang juga!" titah Nando dalam perjalanan menuju ke rumahnya itu.
"Apa Tuan? Tapi, untuk apa Tuan?? Tuan jangan aneh-aneh deh!" tanya Roy.
"Jangan membantah lagi Roy! Sambungkan sekarang juga dengan pengeras suara! Cepat!" seru Nando.
Roy kemudian menepikan mobil yang di kendarai nya di tepi jalan, dia mulai menelepon Mirna.
"Halo Roy! Ada apa kau meneleponku??" tanya Mirna dari sebrang telepon.
Belum Juga Roy menjawabnya, Nando sudah menarik ponselnya Roy.
"Mirna, ini Nando, katakan padaku sekarang, di mana alamat kalian tinggal saat ini, please Mirna!" ujar Nando.
"Nando? Tapi ... Sandra tidak mau kau tau di mana dia berada!" sahut Mirna.
"Pokoknya katakan padaku, kalau kau masih perduli dengan kebahagiaan sahabatmu itu, karena aku akan mencari nya, juga anakku!" ucap Nando.
"Tidak Nando, aku sudah bersumpah pada Sandra, aku tidak akan melanggar janjiku padanya!" sahut Mirna.
"Please Sandra, sudah saatnya aku dan Sandra bahagia, walau semesta dan dunia menentang kami bersatu, tapi hati kami tidak bisa di bohongi, kau pasti tau kan bagaimana perasaanku dan Sandra!" ungkap Nando.
"Baiklah Nando, kali ini aku melanggar janjiku pada Sandra, tapi berjanjilah kau akan membuat Sandra dan anaknya bahagia!" ucap Mirna.
"Ya, aku berjanji, sekarang katakan padaku, di mana kalian berada??" tanya Nando lagi.
Bersambung ....
****
Hai guys ... jika ingin membaca kisah masa kecil Nando dan masa lalunya, baca di novel author yang berjudul "Pelabuhan Terakhir"
Terimakasih 🙏😘😉
__ADS_1