Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Mulai Ada Titik Terang


__ADS_3

Pagi datang menjelang, Nando bangun kesiangan karena dia amat lelah, lelah tubuhnya juga pikirannya.


Di meja kamar itu, sudah ada beberapa minuman hangat, Bubur kacang ijo, juga susu hangat, entah siapa yang membuatnya.


Sandra dan Vania sudah tidak ada lagi di sampingnya.


Nando lalu beranjak dari tidurnya, dia duduk dan mulai menikmati minuman dan makanan hangat di meja itu.


Ceklek!


Vania masuk dan langsung duduk di samping Nando.


"Bubur kacang hijaunya sudah di makan belum? Tadi pagi-pagi aku membuatkannya untukmu!" tanya Vania.


"Jadi, bubur itu kau yang membuatnya?" tanya Nando. Vania menganggukan kepalanya.


Tak lama kemudian Sandra juga masuk ke kamar itu, matanya terlihat merah dan sembab.


"Nando, belum ada kabar tentang Kia, kita harus bagaimana Do?" tanya Sandra sedih.


Nando langsung bangun dan memeluk Sandra.


"Kau tenang dulu sayang! Kita akan berusaha mencari Kia, hari ini aku akan suruh orang untuk mencari ke seluruh kota Jakarta ini!" ucap Nando sambil membelai rambut Sandra dan mengecup keningnya.


Vania yang melihat perlakuan Nando yang begitu lembut pada Sandra hanya bisa menggigit bibirnya, selama ini Vania tidak pernah diperlakukan dengan amat romantis seperti apa yang di lihatnya pagi ini.


Sandra yang menyadari Vania melihat dirinya dan Nando langsung mengurai pelukan Nando.


"Do, mandi dulu sana, aku mau bantu Mbok Narti dulu di dapur! Van, kau mau ikut atau di sini?" tanya Sandra.


"Aku ikut deh, bosan di kamar terus!" sahut Vania.


Mereka kemudian beranjak pergi ke dapur, sementara Nando langsung menuju kamar mandi.


Lika nampak sibuk menyiapkan adik-adik Nando yang masih sekolah.


Mereka kemudian makan bersama di meja makan besar itu.


"Bu, aku pamit pulang ke rumah ya!" kata Vania.


"Lho, kok buru-buru Van? Di sini ramai kan, kau pasti tidak akan kesepian!" sahut Lika.


"Iya Bu, di sini memang ramai, aku merasa terhibur dan senang, tapi ... kasihan Mama, Mama pasti kesepian sendirian di rumah!" ucap Vania.


"Baiklah kalau begitu, tapi kau harus sarapan dulu yang banyak ya, nanti biar sekalian pulang sama Nando, katanya hari ini dia mau kembali mencari Kia dan mengerahkan orang-orangnya!" kata Lika.


"Aku mau ikut mencari Kia!" cetus Sandra.

__ADS_1


"Kau di rumah saja San, nanti kau lelah, lagi pula sejak kemarin makan mu sedikit sekali!" sergah Lika.


"Dari pada aku di rumah, pikiranku malah tidak tenang, selalu saja kepikiran Kia, lebih baik aku ikut Nando mencari Kia!" ujar Sandra.


"Biarkan Sandra ikut Ma, lagi pula aku juga butuh teman ngobrol di jalan, aku baru cetak lagi selebaran, jadi nanti sekalian aku sebar di daerah-daerah pinggiran kota!" kata Nando.


"Biarkan saja Sandra ikut bersama Nando, mereka kan orang tua Kia, sekalian mengantar Vania pulang!" timpal Ricky yang nampak menikmati sarapannya.


"Iya Pa, jadi mereka juga belajar tanggung jawab menjadi orang tua, bagaimana berkorban untuk anaknya, semoga saja hari ini Kia bisa kembali!" ucap Lika.


Setelah selesai sarapan, Nando kemudian langsung masuk kedalam mobilnya di susul oleh kedua istrinya.


Sandra dan Vania saling memberikan kesempatan untuk duduk di samping Nando.


"Nando, Vania duduk di depan ya!" ujar Sandra.


"Ehm, terserah!" sahut Nando.


Vania kemudian duduk di depan di samping Nando.


Mereka langsung berangkat mengantar Vania pulang ke rumah, setelah itu baru Nando dan Sandra kembali mencari Kia dan menyebarkan selebaran yang telah di cetak itu.


"Aduh!" tiba-tiba Sandra meringis sambil memegang dadanya, ada yang merembes di balik bajunya.


"Ada apa sayang?" tanya Nando cemas. Dia langsung menghentikan laju mobilnya.


"Kita mampir ke apotik saja, beli pompa ASI!" usul Vania.


"Tidak perlu, biasanya aku yang meminum ASI Kia, supaya dada Sandra tidak sakit!" sahut Nando.


Vania tertegun mendengar ucapan Nando.


Nando segera beringsut pindah ke belakang, dia langsung membuka pakaian Sandra dan menghisap dada Sandra yang kepenuhan ASI itu.


Ada rasa sakit dalam lubuk hati Vania yang terdalam, Nando melakukan itu dengan penuh cinta terhadap Sandra, sedangkan dirinya tidak pernah di perlakukan seperti itu.


Perlahan air mata Vania mengalir di pipinya.


"Nando sudah! Aku sudah tak sakit lagi! sergah Sandra yang melihat Vania menangis, Sandra sangat memahami perasaan Vania.


Perlahan Sandra mendorong lembut Kepala Nando menjauhinya.


"Kau serius tidak sakit lagi?" tanya Nando.


"Serius lah, sudah, lanjutkan saja menyetirnya!" ujar Sandra.


Nando kemudian kembali ke belakang kemudian dan melajukan mobilnya menuju kerumahnya. Buru-buru Vania mengusap wajahnya yang basah.

__ADS_1


Sekitar 40 menitan mereka sudah tiba di rumah, rumah itu nampak sepi dan sunyi.


Mbok karsih berjalan cepat menyambut mereka.


"Tuan Nando sudah pulang?" tanya Mbok Karsih.


"Iya Mbok, mau mengantar Vania pulang, Oya, di mana Mama Rina?" tanya Nando balik.


"Tidak tau Tuan, tadi pagi-pagi sekali Ibu Rina sudah pergi naik taksi, tidak tau mau kemana!" sahut Mbok Karsih.


"Naik taksi? Tidak biasanya Mama pergi pagi-pagi naik taksi, mau kemana ya?" gumam Vania.


"Kalau begitu aku jalan dulu ya Van, kau istirahat saja, semalam kau pasti kurang tidur kan!" ujar Nando.


"Iya Do, kalian hati-hati ya!" jawab Vania.


"Kita berangkat ya San, doakan anakku cepat kembali!" timpal Sandra.


"Iya San, aku pasti mendoakan Kia cepat pulang, tolong kau perhatikan juga makan Nando, kadang dia suka lupa makan!" bisik Vania. Sandra Menganggukan kepalanya.


Nando dan Sandra kemudian kembali naik ke mobil dan keluar dari rumah itu. Vania hanya menatap kepergian mereka mencoba untuk berlapang hati.


"San, kira-kira apa ya motif pelaku penculikan Kia, kalau memang motifnya karena uang, sejak kemarin tidak ada yang menelepon untuk meminta uang tebusan!" ucap Nando.


"Aku juga tidak tau Do, aku takut sekali kehilangan Kia, rasanya hidupku hampa jika tidak bersama Kia!" Sandra mulai menangis.


"sabar sayang, yuk kita cari lagi, jangan putus asa!" hibur Nando.


Mereka kemudian kembali melanjutkan pencarian mereka, hampir setiap tempat mereka datangi, Hingga mereka mulai mendatangi tempat umum seperti puskesmas, kelurahan, juga taman-yaman kota.


Mereka mencari dengan membawa foto Kia, hingga hari menjelang sore, mereka belum mendapatkan hasil.


Sandra mulai kembali menangis di pelukan Nando, Nando juga ingin menangis, tapi dia berusaha untuk menahan dirinya.


Drrrt ... Drrrtt ... Drrrtt


Ponsel Nando Bergetar, ada nomor tak di kenal yang meneleponnya.


Nando langsung mengusap layar ponselnya itu.


"Halo!"


"Halo, selamat siang Pak Nando, ini dari kepolisian, ingin menginformasikan bahwa bayi anda yang bernama Kianandra sudah di ketemukan!" ucap sang polisi.


"Apa? Bayi saya sudah ketemu?? Baiklah, saya akan segera meluncur ke kantor polisi sekarang juga!" jawab Nando dengan wajah berbinar.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2