Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Periksa Ke Dokter


__ADS_3

Nando terus memangku Kia di sofa ruang keluarga itu sambil menonton TV untuk menghilangkan rasa kantuknya.


Beberapa kali Nando menguap, tapi dia masih tetap memangku dan menimang Kia dalam dekapannya.


"Kia, bobo dong sayang, Papa ngantuk nih, kok dari tadi matanya melotot saja, Kia takut ya di tinggal Papa!" ucap Nando sambil mengecup kening Kia.


Pada saat Nando mengecup kening Kia, dia merasakan kening Kia agak panas, Nando lalu meletakan Kia di box bayi yang ada di ruang keluarga itu, lalu segera ke dapur.


Nando mulai mengambil sapu tangan handuk dan air hangat, berniat untuk mengompres Kia yang memang agak demam.


Klontang!!


Nando menyenggol panci dapur sehingga menimbulkan suara gaduh.


Mbok Narti yang kamarnya dekat dengan dapur langsung keluar dan tergopoh-gopoh mendekati Nando yang masih di dapur.


"Duh! Ada apa ini ya??" tanya Mbok Narti bingung.


"Maaf Mbok, berisik ya, aku baru buat kompresan untuk Kia, Kia demam Mbok!" jawab Nando.


"Oalaa, kirain ada apa, sini biar Mbok yang buatkan!" Dengan sigap Mbok Narti mulai membuatkan kompresan untuk Kia.


Setelah selesai, Nando lalu mulai mengompreskan kompresan itu ke dahi Kia.


Mbok Narti kembali masuk ke dalam kamarnya.


Kia nampak gelisah walaupun bayi itu sudah tidak menangis lagi, tapi dia seperti merintih dan matanya juga terbuka.


"Kia jangan demam lagi dong sayang, kan Papa jadi sedih!" ucap Nando pada bayinya.


Waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari, namun Nando masih tetap terjaga menemani Kia.


Bayi itu mulai tidur dan memejamkan matanya.


Tiba-tiba Lika ibunya keluar dari kamarnya dan langsung mendekati Nando yang terlihat masih memangku Kia.


"Nando, kau tidak tidur Nak?" tanya Lika.


"Belum lah Bu, Kia masih demam ini, padahal aku sudah mengompres Kia!" sahut Nando.


Lika lalu memegang tubuh Kia.


"Iya Do, Kia demam lagi, besok pagi kita harus bawa Kia ke Dokter!" kata Lika.


"Tapi Kia tidak apa-apa kan Bu?" tanya Nando cemas.


"Mudah-mudahan tidak, sebentar ya, Ibu ambilkan termometer dulu!" Lika segera beranjak untuk mengambilkan termometer untuk mengecek suhu tubuh Kia.

__ADS_1


Tak lama kemudian Lika sudah kembali dengan membawa sebuah termometer, dia langsung mengecek suhu tubuh Kia.


"Ya ampun Do, panasnya 39 derajat, ini lumayan tinggi, Sandra mana?" tanya Lika.


"Sandra tidur Ma, dia kecapean menyusui dan mengurus Kia!" jawab Nando.


"Sini berikan Kia pada Ibu, kau bangunkan dulu Sandra, dia harus memberikan banyak ASI pada Kia, ASI itu bagus untuk menurunkan demam!" ujar Lika.


Nando lalu menyerahkan Kia pada Lika dan langsung masuk ke kamar Sandra untuk membangunkannya.


"San, bangun San! Kia butuh ASI!" panggil Nando.


Sandra mengerjapkan matanya yang memerah itu.


"Nando? Di mana Kia? Maaf tadi aku ketiduran!" ujar Sandra yang langsung bangun dari posisi tidurnya.


"Kia demam lagi San, kata Ibu Kia butuh ASI!" sahut Nando.


Mereka lalu keluar kamar dan langsung menuju ke ruang keluarga, Lika nampak masih menggendong Kia.


"Sandra, kau susui lah Kia, besok pagi kalian harus ke Dokter, untuk memeriksa keadaan Kia!" kata Lika sambil kembali menyerahkan Kia pada Sandra.


"Iya Bu!" sahut Sandra sambil mulai menyusui Kia.


"Ya sudah, kalian temani Kia, saat ini dia butuh dukungan dan kehadiran orang tuanya, Ibu kembali ke kamar dulu ya!" ujar Lika sambil beranjak dari tempatnya dan kembali melangkah menuju ke kamarnya.


****


Lika kemudian membangunkan mereka, mereka kemudian langsung mandi dan bersiap untuk pergi ke Dokter anak untuk memeriksakan Kia.


"Apakah Papa punya rekomendasi Dokter anak yang bagus?" tanya Nando pada saat mereka sarapan bersama.


"Ada, Dokter langganan Papa, setiap adik-adikmu sakit Papa pasti membawanya ke sana!" sahut Ricky.


"Dokter siapa Pa?" tanya Nando.


"Namanya Dokter Dicky, dia dokter spesialis anak yang cukup terkenal, pasiennya banyak, makanya kalian harus datang lebih cepat supaya tidak lama antri!" jawab Ricky.


"Oh, oke deh Pa, dia praktek di mana?" tanya Nando lagi.


"Dia praktek di rumah sakit Berlian yang besar itu, tidak jauh kok dari sini!" sahut Ricky.


Setelah sarapan, Nando bersama Sandra membawa Kia ke rumah sakit yang di maksud di antar oleh Roy.


"Padahal demam Kia sudah agak turun, tapi tak apa lah, tidak ada salahnya konsultasi ke dokter anak!" gumam Sandra.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit itu.

__ADS_1


Nando dan Sandra langsung ke poli anak, sementara Roy menunggu di mobil.


Mereka langsung mengambil nomor antrian, kebetulan mereka mendapat urutan nomor tiga, jadi tidak terlalu mengantri.


"Anak Kianandra Putri Gunadi!" terdengar suara seorang perawat memanggil nama Kia.


Nando dan Sandra langsung masuk ke ruangan itu.


Seorang Dokter dengan senyum ramahnya menyambut kedatangan mereka yang langsung duduk di hadapan sang Dokter. Dokter itu adalah Dokter Dicky.


"Selamat pagi, ada keluhan apa nih sama dedek cantiknya?" tanya Dokter Dicky.


"Begini Dok, anak saya demam sejak semalam, ya naik turun demamnya, dia agak rewel belakangan ini!" jelas Nando.


"Apakah dia masih mau menyusu?" tanya Dokter Dicky.


"Mau sih Dok, tapi sedikit sekali dia menyusunya, tidak seperti biasanya!" jawab Sandra.


"Hmm, sekarang baringkan bayi kalian di situ, saya akan memeriksanya!" kata Dokter Dicky.


Sandra lalu membaringkan Kia di ranjang pasien yang ada di ruangan itu.


Dokter Dicky mulai memeriksa kondisi Kia.


"Sebenarnya bayi ini tidak sakit, dia hanya sedikit stress, bayi juga bisa stress lho!" kata Dokter Dicky.


"Kenapa bisa begitu Dok?" tanya Nando.


"Saya sudah memeriksa kondisinya, semuanya normal, nafasnya, detak jantung nya, lehernya juga bersih tidak ada radang, hanya sedikit kecapean, mungkin karena terlalu lama menangis!" jelas Dokter Dicky.


"Jadi, apa yang harus kami lakukan?" tanya Nando.


"Hanya kalian sendiri yang tau jawabannya, Papa dan Mama itu harus harmonis, saling menyayangi, karena bayi pun bisa merasakan apa yang orang tuanya rasakan, saran saya, kalian harus tidur bersama bertiga dalam satu ranjang!" ucap sang Dokter.


"Hah?? Tidur bersama??" tanya Nando dan Sandra hampir bersamaan.


"Lho, kenapa kaget, bukankah kalian ini adalah satu keluarga? Apa salahnya tidur bersama dalam satu keluarga?!" tanya Dokter Dicky heran.


Nando dan Sandra hanya bisa saling berpandangan.


"Saya tidak memberikan obat apapun untuk putri kalian, saya hanya akan memberikan vitamin untuk ibunya, supaya tetap sehat dan ***** makan, kelihatannya si ibu kurang ***** makan, bayi itu butuh nutrisi yang cukup Bu!" ujar Dokter Dicky.


"Baiklah Dokter, Trimakasih atas saran dan pencerahannya, anda memang luar biasa, kami mohon diri!" pamit Nando sambil menuntun Sandra keluar dari ruangan itu.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2