
Sebuah taksi berhenti di depan gerbang rumah Ricky. Tante Rina terlihat turun dari dalam taksi itu, dia langsung berjalan masuk ke dalam rumah besar itu.
Nando yang mengetahui Tante Rina akan datang, menyuruh Sandra dan Kia bersembunyi sementara di kamar mereka, untuk mencegah hal yang tidak di inginkan, karena Nando tau Tante Rina tidak suka Nando mendua hati.
Kezia dan Jonathan sudah pulang kerumah mereka, sedangkan Ricky pergi karena ada janji dengan kolega nya.
"Eh Jeng Rina, sudah lama juga ya tidak main ke sini, ayo duduk, kita ngobrol!" sapa Lika saat melihat kedatangan Tante Rina.
"Iya lho Mbak Lika, aku juga kangen, kebetulan karena Nando di sini, aku jadi mampir deh!" jawab Tante Rina.
Mbok Narti datang mengantarkan minuman dingin untuk mereka.
"Vania bagaimana kabarnya Jeng? Sehat kan?" tanya Lika.
"Sehat Mbak, tapi ya itu, kalau Nando jauh saja, dia mulai rewel deh, nih buktinya dia telepon terus minta aku jemput Nando!" jawab Tante Rina.
"Tapi biasanya laki-laki itu tidak suka di kekang Jeng, apalagi model kayak Nando yang dari dulu cuek dingin begitu, harusnya Vania lebih dewasa sedikit, jangan terlalu mengekang!" ujar Lika.
"Namanya juga sedang sakit Mbak, bawaannya kan pasti ingin selalu dekat dengan suaminya!" sahut Tante Rina.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan Kia dari kamar tamu, Tante Rina langsung menoleh ke arah kamar itu.
"Ada siapa Mbak di dalam kamar tamu itu?" Tanya Tante Rina.
Lika terdiam sesaat lamanya, sepertinya memang sudah saat nya dia mengungkap semuanya, sudah bukan waktunya lagi untuk menyembunyikan kebenaran ini.
Nando terlihat keluar dari kamar tamu itu sambil menggendong Kia, Tante Rina membulatkan matanya.
"Nando?? Bayi siapa yang kau gendong itu??" tanya Tante Rina.
Nando diam saja tidak menjawab Tante Rina, dia berusaha menimang dan menenangkan bayinya yang agak rewel itu.
"Sabar dulu jeng Rina, kita ngobrol dari hati ke hati saja, sebagai sesama perempuan!" ucap Lika menenangkan.
"Dari hati ke hati? Apa yang Mbak Lika sembunyikan dari aku?!" tanya Tante Rina lagi.
"Begini lho Jeng, mungkin Jeng Rina sudah tau, kalau Nando pernah melakukan kesalahan di masa lalunya, dia berhubungan dengan Sandra, dan menghasilkan Kia, putri mereka!" ucap Lika.
Wajah Tante Rina terlihat merah padam.
"Jadi, Sandra dan anak haramnya itu sekarang tinggal di sini?!" tanya Tante Rina dengan suara yang agak tinggi.
"Benar jeng Rina, dan jangan menyebut cucu ku sebagai anak haram!" sahut Lika.
"Apa namanya kalau bukan anak haram Mbak? Anak yang hadir di luar pernikahan ya anak haram, aku juga sangat menyesal dulu telah memelihara ular di rumahku!" cetus Tante Rina.
__ADS_1
"Maaf Jeng Rina, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, termasuk Nando, kita tidak perlu mengungkit masa lalu, lebih baik kita bicara untuk memecahkan masalah mereka, sebagai orang tua, kita harus bijak menyikapi semua ini!" ucap Lika.
"Tapi aku tidak terima anakku Vania di duakan oleh Nando! Apalagi Vania dalam keadaan sakit! Ini penghinaan namanya!" cetus Tante Rina.
Lika terdiam mendengar ucapan Tante Rina, dalam hati dia sangat menyesal pernah meminta Nando untuk menikahi Vania, sehingga kini putranya dalam masalah besar.
"Sekali lagi aku minta maaf Jeng Rina, atas nama Nando putraku!" ucap Lika.
"Asal kau tau Mbak, Sandra itu wanita ******! Dia bekerja di rumah prostitusi yang kini terbakar itu! Berapa kali dia di kejar-kejar, dan berapa kali juga aku telah mengeluarkan uang untuk menyelamatkannya! Kini dia menusuk aku dari belakang!! Sekarang pelacur itu malah tinggal di sini!!" sengit Tante Rina.
Nando yang mendengar perkataan Tante Rina langsung datang menghampirinya.
"Mama! Jangan sekali lagi Mama bilang begitu pada Sandra! Dulu dia memang wanita malam, tapi kini dia adalah wanita terhormat, Ibu dari anakku!!" berang Nando.
"Wanita terhormat?? Heloo, kau sudah kena guna-guna Nando, sekarang lebih baik kau pulang! Ada istrimu di rumah yang menunggumu!" balas Tante Rina.
Lika terlihat menangis di sofa itu, beberapa kali dia mengusap matanya.
Melihat Ibunya menangis, Nando langsung beringsut mendekatinya.
"Ibu! Maafkan aku Bu! Karena kesalahanku membuat Ibu seperti ini!" ucap Nando.
"Nando! Tinggalkan bayi itu, dan pulanglah Bersamaku!" ujar Tante Rina.
"Tidak! Mama pulang saja duluan, nanti aku pulang belakangan!" tukas Nando.
Nando hanya diam tanpa menjawab lagi ucapan Tante Rina.
"Nando, berikan Kia pada Ibu, kau pulanglah bersama mertuamu, Ibu tidak apa-apa!" ucap Lika sambil mengusap rambut Nando.
"Tapi Bu ..."
"Pulanglah Nando, walau bagaimana kau harus menghormati dan menghargai mertuamu, biar Ibu yang akan menjaga Sandra dan Kia, kau tenang saja!" lanjut Lika.
Akhirnya Nando menganggukan kepalanya, tidak berani dia membantah lagi pada Ibunya.
Perlahan Nando menyerahkan Kia dalam gendongan Lika Ibunya.
"Titip Kia ya Bu, juga Sandra!" ujar Nando.
"Iya sayang, pulanglah kau sekarang, kasihan Vania pasti sudah menunggumu!" balas Lika.
Dengan langkah gontai Nando mengikuti Tante Rina yang sudah jalan lebih dulu keluar dari rumah itu.
Lika hanya bisa mengelus dadanya melihat sikap Tante Rina.
__ADS_1
Perlahan Lika bangkit dan berjalan ke arah kamar tamu, di lihatnya Sandra sedang duduk meringkuk sambil menangis.
"Sandra? Apa kau mendengar pembicaraan kami di ruang tamu tadi?" tanya Lika. Sandra menganggukan kepalanya.
Lika kemudian meletakan Kia yang sudah mulai tenang itu ke dalam box bayinya. Lalu berjalan mendekati Sandra yang masih menangis dan kemudian Lika merengkuh Sandra dalam pelukannya.
"Jangan kau dengarkan ucapan Tante Rina tadi, kau fokus saja mengurus bayimu!" ucap Lika.
"Tante Rina benar Bu, aku memang wanita kotor, aku tidak pantas tinggal di sini!" Isak Sandra.
"Ssst, siapa bilang? Kau adalah wanita yang di cintai Nando putraku, mana mungkin dia mencintai perempuan yang tidak terhormat?" sahut Lika.
"Tapi Bu ..."
"Sudahlah Sandra, kau siapkan saja dirimu, Papanya Nando sedang mengurus pernikahan kalian, kau dan Nando memang harus menikah demi Kia!" ucap Lika sambil membelai rambut Sandra.
"Terimakasih Bu, aku baru tau jawabannya sekarang, mengapa Nando begitu sayang dan menghormati Ibu!" kata Sandra.
Lika hanya tersenyum pada sandra, senyuman yang membawa keteduhan dan kedamaian.
Bersambung ...
****
Hai guys ... Author akan kasih gambaran sedikit visual Nando, Sandra dan Vania, tapi visual yang bagus adalah imajinasi kalian masing-masing yaa ...
Fernando Putra Gunadi (Nando)
2. Sandra
Vania
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukungannya ya guys ... 😘🖐️