Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Tertangkap


__ADS_3

Suara mesin mobil yang semakin jauh membangunkan Sandra dari tidurnya. Dia terperanjat saat membuka jendela kamar itu, cahaya matahari sudah menerobos masuk.


"Aku kesiangan!" pekik Sandra yang baru sadar kalau dia bangun kesiangan.


Kemudian dia membuka pintu kamar itu, Kezia nampak tersenyum ke arahnya sambil menggendong bayinya.


"Kau sudah bangun? Bagaimana tidurnya semalam?" tanya Kezia.


"Maaf Kak, aku kesiangan, semalam aku kurang bisa tidur, baru bisa tidur menjelang subuh, jadi kesiangan deh, maaf!" jawab Sandra.


"Tidak apa-apa, aku maklum kok, Oya, tadi Nando meneleponku, katanya kau tidak ada baju ganti, ini pakailah, semuanya masih baru, waktu itu aku beli kebanyakan!" ujar Kezia yang langsung menyodorkan bungkusan pakaian ke arah Sandra.


"Maaf kak, jadi merepotkan!" ucap Sandra sungkan.


"Tidak apa-apa, teman adikku temanku juga, sekarang kau mandi, ganti pakaianmu, setelah itu sarapan, suamiku baru saja berangkat ke kantor!" kata Kezia.


"Aku sungguh merepotkanmu kak, aku jadi tidak enak!" sahut Sandra.


Sandra lalu segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi, dia mulai membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dia langsung berpakaian, kemudian kembali keluar dari kamarnya.


Kezia menemani Sandra sarapan di meja makan.


"San, kalau kau mau cari tempat kos, aku punya rekomendasi tempat kos yang bagus!" kata Kezia.


"Di mana kak?" tanya Sandra.


"Tidak jauh dari sini, di belakang cafe temanku, tempatnya nyaman dan luas, setelah sarapan akan aku antar ke sana ya!" jawab Kezia.


"Boleh Mbak!" sahut Sandra.


"Dulu sebelum menikah, suamiku juga pernah kos di sana, tempatnya strategis, kalau kau belum punya pekerjaan, kau bisa membantu di cafe itu kok!" lanjut Kezia.


"Iya Kak, aku memang sedang butuh pekerjaan, Oya, Nando di mana?" tanya Sandra yang langsung teringat pada Nando.


"Nando ada di kantornya, sebenarnya anak itu sibuk sekali, dia harus mengurus perusahaan juga kuliahnya!" jelas Kezia.


"Nando masih kuliah?" tanya Sandra.


"Iya San, dia masih kuliah, tapi harus mengurus perusahaan juga, makanya aku selalu sarankan agar dia cepat punya pendamping, paling tidak untuk menyemangati pekerjaannya, juga kuliahnya biar cepat selesai!" jawab Kezia.


"Jadi, Nando belum punya pacar?"

__ADS_1


"Belum, dia bukan tipe cowok yang mudah jatuh cinta, hanya wanita hebat yang bisa menaklukan hatinya!" ungkap Kezia.


Setelah mereka selesai sarapan, Kezia mengantar Sandra ke tempat kos yang ada di belakang sebuah cafe yang cukup ramai.


Mereka pergi dengan seorang supir, karena Kezia membawa bayinya.


"Kenalkan San, ini Mbak Rosi yang punya cafe, nanti dia yang akan membantumu mendapatkan pekerjaan!" kata Kezia saat mereka sampai di cafe itu.


"Oh, jadi Sandra ini mau cari tempat kos? Kebetulan San, tempat kos aku yang dulu sekarang sudah kosong, nanti aku bilang sama ibu kos kalau kamu mau kos di situ!" ujar Rosi sang pemilik cafe.


"Terimakasih Mbak!" ucap Sandra.


"Sandra juga butuh pekerjaan, siapa tau Mbak Rosi butuh orang untuk bantu-bantu!" tambah Kezia.


"Wah kebetulan, aku memang sedang mencari orang untuk melayani pelanggan, kalian datang di saat yang tepat!" seru Rosi.


"Nah Sandra, sekarang kau sudah dapat tempat kos, sudah dapat pekerjaan, kalau ada apa-apa, kau bisa hubungi aku ya!" Kezia lalu menyodorkan kartu namanya pada Sandra.


"Mbak Rosi, titip Sandra ya, bayiku si Thomas sudah rewel nih, aku mau balik pulang dulu!" kata Kezia sambil menimang bayinya yang kini menangis.


Kemudian Kezia segera naik ke dalam mobilnya dan meninggalkan Rosi bersama dengan Sandra.


Drrt ... Drrtt ... Drrt


"Halo!"


"Halo Kak Kezia, Sandra di mana??" tanya Nando.


"Kau ini telepon hanya mencari Sandra? Katakan sama kakak, kau ada hati sama Sandra ya!" todong Kezia.


"Tidak kak, aku hanya kasihan padanya karena dia ... Ah sudahlah, sekarang di mana dia?" tanya Nando lagi.


"Sandra ada di cafe Mbak Rosi, dia baru dapat tempat kos dan pekerjaan baru di cafe, kayaknya dia butuh pekerjaan!" jawab Kezia.


"Aduh gawat! Kenapa kakak biarkan dia keluar?? Bisa bahaya ini kalau dia ada di luar rumah!" ujar Nando cemas.


"Bahaya kenapa sih Do?!" tanya Kezia bingung.


"Aduh gimana ya, ya sudah deh Kak, nanti biar aku yang mengurus, mana hari ini jadwal lagi padat, kantor tidak bisa di tinggal, ada tamu penting!" ujar Nando yang langsung menutup teleponnya. Kezia makin bingung.


****

__ADS_1


Sementara itu, Rosi mulai mengantar Sandra ke tempat kosnya yang baru. Dia lalu membuka pintu kamar kosnya itu.


"Nah Sandra, ini tempat kosnya, karena dulu aku sudah lama kos di sini, aku pegang kunci kosnya, kebetulan aku di percaya ibu kos buat pegang kunci, sekarang kau istirahat saja, nanti sore aku akan beritahu apa-apa saja yang harus di kerjakan di cafe!" ujar Rosi.


"Baik Mbak Rosi!" jawab Sandra.


Kemudian Rosi segera meninggalkan Sandra di kamar kos itu.


Sandra duduk di tepi tempat tidur itu sambil merenung.


Di sini semua orang memperlakukannya dengan baik, tidak ada fitnah, iri hati dan kekerasan, berbeda dengan rumah bordir itu, tidak ada senyum dan kebahagian di sana, yang ada hanya kepedihan, rasa sakit dan air mata.


Sandra bertekad akan mengubah hidupnya, bekerja dengan halal dan jadi wanita baik-baik.


Sore itu Sandra kembali ke cafe, bersiap akan menerima training dari Rosi.


Namun batu saja Sandra beranjak masuk ke dalam cafe, sebuah tangan mencekal tangannya, Sandra terkejut.


"Ternyata kau ada di sini! Ayo pulang!! Mami mencarimu!!" seru Ical, anak buah Mami Vero.


"Lepaskan! Aku tidak mau lagi ke tempat itu! Aku mau hidup normal!!" jerit Sandra.


Dia menghentakkan tangannya berusaha melepaskan diri, namun tangan anak buah Mami Vero tentu lebih besar, dia langsung menyeret Sandra masuk ke dalam sebuah mobil yang terparkir di depan cafe itu.


"Bono! Jalankan mobilnya cepaat!!" seru Ical.


Mobil itupun segera berlalu meninggalkan cafe itu.


Tak lama kemudian, Nando datang ke cafe itu untuk mencari Sandra.


Setelah mencari ke sana kemari, Sandra tetap tidak di ketemukan, perasaannya mulai cemas.


"Roy! Kita ke rumah itu lagi!!" titah Nando.


"Jangan cari masalah deh Tuan, sekarang wajah Tuan sudah di kenali di rumah itu!" sergah Roy.


"Roy!! Kau dengar perintahku!! Kita pergi ke rumah itu sekarang!!" hardik Nando.


"I-Iya Tuan, tapi resiko di tanggung sendiri lho Tuan, jangan bawa-bawa saya!" ujar Roy yang langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah prostitusi itu.


****

__ADS_1


Hai guys ... jangan lupa selalu dukungannya ya ...🙏😘


__ADS_2