Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Kecelakaan


__ADS_3

Nando yang melihat kejadian itu dari kejauhan membulatkan matanya, tanpa berpikir lagi dia langsung berlari ke arah kecelakaan itu.


Seketika di sepanjang jalan itu macet total. Polisi langsung datang ke TKP.


Sandra tergeletak dengan bersimbah darah, sementara Vania menjerit histeris melihat Sandra yang tidak bergerak itu.


Nando langsung memeluk Sandra, kini seluruh pakaiannya penuh dengan darah.


"Sandra!! Bangun Sandra!! Sandraaaa!!" jerit Nando.


Seorang polisi datang mendekati mereka.


"Sebaiknya Bapak cepat bawa korban ke rumah sakit, siapa tau masih bisa di selamatkan!" ujar Pak polisi.


Nando lalu mengangkat tubuh Sandra, dia berlari sambil menggendong Sandra, tanpa menengok pada Vania yang masih menangis di situ.


Sebuah taksi berhenti di depan Nando.


"Pak! Ayo saya antar ke rumah sakit! Jangan di gendong begitu!!" seru seorang supir taksi.


Nando lalu membuka pintu dan masuk kedalam taksi itu bersama Sandra yang ada dalam dekapannya.


"Ayo jalan cepat Pak! Ayo!" seru Nando.


Sambil menangis Nando terus memeluk tubuh Sandra.


Supir taksi dengan cepat melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat, menerobos kemacetan yang terjadi di jalan itu.


"San, bertahanlah San, ingat aku dan Kia, please ... jangan membuat aku seperti ini! San! Bertahanlah San!" jerit Nando sambil menangis, dia mengguncang tubuh Sandra yang ada dalam pelukannya itu.


Sekitar 15 menit mereka sampai di rumah sakit yang terdekat dari lokasi.


Nando kemudian menggendong Sandra langsung ke UGD.


Beberapa Dokter dan perawat langsung menangani Sandra.


"Bapak tunggu di luar saja! Biar kami yang akan menangani istri Bapak!" ujar seorang perawat yang mendorong dada Nando untuk menunggu di luar.


"Tidak! Saya mau menunggu istri saya! Dia pasti akan mencari saya nanti!!" cetus Nando yang hendak menerobos masuk ke dalam.


"Tolong Pak kerja samanya, ini demi keselamatan istri Bapak juga!" seru perawat yang lain.


"Tidak! Dia istriku, dia pasti akan mencariku, bagaimana kalau aku tidak ada di sampingnya??" tukas Nando.


Dua orang security langsung datang menahan tubuh Nando dan menyeretnya keluar dari ruangan itu, karena Nando tidak mau keluar ruangan.

__ADS_1


"Lepaskan!! Aku mau bersama istriku!!" teriak Nando.


Semua orang yang ada di situ melihatnya dengan pandangan kasihan.


****


Sementara itu Vania yang terlihat sangat kacau terus berjalan sambil menangis di rintiknya hujan sore itu.


Vania terus berjalan dengan tubuhnya yang basah kuyup, segala rasa telah menjadi satu, penyesalan, kekecewaan, kesedihan dan keterpurukan.


"Vania!!" Tiba-tiba Adi yang kebetulan lewat memangilnya dari dalam mobil.


Vania terus berjalan tidak memperdulikan panggilan Adi, dia terus saja berjalan.


Adi lalu menepikan mobilnya dan keluar dengan membawa payung.


Kemudian dia segera mengejar Vania, lalu memayunginya saat dia sudah berada di samping Vania.


"Apa yang terjadi padamu Van?? Ayo ikut aku, aku antar kau pulang!" kata Adi.


Vania menggelengkan kepalanya sambil menangis.


"Itu bukan rumahku, aku tidak mau pulang kemanapun!" sahut Vania dengan tatapan kosongnya.


Sepanjang perjalanan Vania tidak berkata apapun, dia hanya menangis dan menangis.


Adi hanya diam saja, membiarkan Vania meluapkan perasaannya, walaupun dia tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi dengannya.


"Kita akan pulang ke rumahku Vania, kau tenang saja, kau akan aman bersamaku!" ucap Adi.


Vania diam saja tanpa menjawab Adi, sesekali isakannya terdengar menyesakkan dada.


****


Malam datang menjelang, Ricky dan Lika nampak sedang duduk di tuang keluarga sambil menikmati acara televisi setelah mereka selesai makan malam.


Kring ... Kring ... Kring ...


Telepon rumah berdering, Ricky langsung beranjak dari tempatnya untuk mengangkat telepon.


"Halo ..."


"Halo Tuan besar, ini Mbok Karsih!" terdengar suara Mbok Karsih sambil menangis.


"Ya, ada apa Mbok Karsih?" tanya Ricky.

__ADS_1


"Ini Tuan, Nona Kia ada di sini, Mamanya belum kembali sampai sekarang, Nyonya Vania juga pergi, Tuan Nando juga!" jawab Mbok Karsih.


"Apa yang terjadi dengan mereka Mbok! Ayo cepat katakan!" tanya Ricky tak sabar.


"Mbok juga tidak tau, tapi tadi Mbok Lihat Nyonya Vania pergi membawa koper, lalu Tuan Nando dan Mamanya Non Kia menyusulnya keluar, Mbak Sandra hanya menitipkan Kia pada saya, saya di dalam rumah sejak tadi!" jawab Mbok Karsih.


"Jadi, Kia ada di sana sendirian??" tanya Ricky.


"Iya Tuan, dia menangis terus mungkin kehausan ingin menyusu! Ponselnya Tuan Nando malah ketinggalan di rumah!" jawab Mbok Karsih.


"Baik, aku akan segera ke sana sekarang juga menjemput Kia!" ujar Ricky sebelum menutup teleponnya.


Dia lalu segera kembali ke ruang keluarga menjumpai Lika istrinya.


"Sayang, ayo kita ke rumah Nando, sepertinya ada yang terjadi di antara mereka, saat ini Kia sendirian di rumah Nando!" ajak Ricky.


"Apa? Ya Tuhan, ayo Pa! Kita ke sana sekarang! Kasihan Kia, dia batu juga pulih!" sahut Lika sambil bangkit berdiri.


Mereka lalu menuju ke garasi mobil dan mulai naik ke dalam mobil lalu segera berangkat ke rumah Nando.


"Apa yang terjadi dengan mereka Pa?" tanya Lika cemas.


"Aku juga tidak tau, itulah resiko memiliki lebih dari satu istri!" sahut Ricky.


"Memangnya mereka bertengkar? Tapi aku lihat selama ini mereka baik-baik saja!" sergah Lika.


"Aku juga tidak tau, sekarang yang kita pikirkan cucu kita saja dulu, mereka bahkan pergi begitu saja meninggalkan Kia!" ucap Ricky.


Lika terdiam, perasaannya kini menjadi tidak enak, entah mengapa, mungkin ini adalah insting seorang Ibu.


"Pasti ada sesuatu yang besar yang terjadi di antara mereka!" gumam Lika.


"Entahlah sayang, semoga saja ini bukanlah hal yang buruk!" ucap Ricky.


Sekitar 20 menit, karena Ricky mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, mereka tiba di rumah Nando, Lika langsung berlari mendapati Kia, dia langsung mendekap Kia dalam pelukannya.


"Cup cup cup sayang, cucu Oma jangan menangis lagi, kemana Papa dan Mamamu sayang, kau jangan khawatir ya, kita akan membeli susu untukmu Kia!" ucap Lika sambil menenangkan Kia yang menangis.


"Sayang, ayo kita bawa Kia pulang kerumah, nanti kita langsung membeli susu formula untuk Kia, kasihan dia!" kata Ricky.


Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah Nando dengan membawa Kia pulang ke rumah mereka.


Bersambung ....


****

__ADS_1


__ADS_2