
Tangan Lika membelai wajah Nando dengan sedikit bergetar, putra yang sangat di sayanginya kini bahkan menangis di pangkuannya.
Ada rasa bersalah yang tiba-tiba menyeruak masuk dalam diri Lika, anak laki-laki yang selama ini sangat patuh dan menghormatinya kini tengah terluka.
"Nando, apa maksud perkataanmu itu Nak? Apakah selama ini kau tidak pernah mencintai Vania? Kenapa kau tidak katakan pada Ibu? Kenapa kau menyimpan semuanya itu dalam hatimu sayang?" tanya Lika dengan mata yang mulai memerah.
"Ibu, selama ini hanya Ibu yang paling memahami hatiku, aku hanya tidak ingin menyakiti hati Ibu, berusaha menyukai apa yang Ibu sukai, tapi aku tidak bisa bu, aku sudah berusaha!" ucap Nando.
"Sayang, maafkan ibu Nak, sungguh Ibu tidak tau, kenapa kau tidak bilang pada Ibu? Kenapa kau harus memenuhi permintaan Ibu waktu itu? Kalau hanya akan membuatmu terluka?!" tanya Lika lagi.
"Aku takut kehilangan Ibu, Ibu adalah segalanya bagiku, waktu itu Ibu sakit, Ibu hanya menginginkan aku menikahi Vania, wanita pilihan Ibu, maafkan aku kalau aku tidak bisa terus memenuhi keinginan Ibu, aku sudah berusaha Bu!" ucap Nando sambil menyeka wajahnya yang basah.
"Dasar bodoh! Sejak kecil kau selalu naif, berusaha membahagiakan orang lain tapi tidak memikirkan perasaan mu sendiri, sekarang katakan pada Ibu, wanita mana yang telah membuat putraku jadi seperti ini? Katakan pada Ibu, kau jangan membohongi Ibu lagi!" Lika menatap tajam pada wajah putranya yang masih berbaring di pangkuannya.
"Tapi berjanjilah Bu, jangan katakan pada siapapun, termasuk Papa!" Pinta Nando.
"Kenapa ibu harus berjanji??" tanya Lika.
"Karena, saat ini Vania sedang sakit, aku harus bertanggung jawab terhadap nya, tidak etis kalau aku melukai hatinya di saat dia membutuhkanku, aku masih punya perasaan Bu, aku mengungkapkan semuanya pada Ibu, supaya hatiku sedikit tenang!" jawab Nando.
"Baiklah, kalau begitu Ibu berjanji, ayo katakan pada Ibu, siapa wanita yang kau cintai itu?" tanya Lika.
"Dia adalah Sandra Bu, seorang mantan wanita malam yang hidupnya penuh dengan penderitaan, Vania tidak tau kalau Sandra adalah mantan wanita malam, yang dia tau aku dan Sandra hanya berteman!" jawab Nando.
"Hmm, pantas saja, kau ingin sekali membeli rumah prostitusi itu, kenapa kau tidak katakan sejak awal?" tanya Lika lagi.
"Aku takut Bu, semua orang tidak menyetujui aku karena status Sandra itu, dan aku ... telah melakukan dosa besar terhadap Sandra, pada saat sebelum aku menikah dengan Vania!" ungkap Nando.
"Dosa besar? Apa maksudmu?"
"Malam itu aku mabuk, Roy membawaku ke sebuah hotel, Aku tidak tau kalau Roy menghubungi Sandra, di kamar itu, aku telah melakukan hubungan terlarang dengan Sandra, aku menyesal Bu, tapi di sisi lain aku bahagia karena aku memang mencintai Sandra! Maafkan aku Bu ... aku tidak pantas kau sebut anak! Aku telah tidak dan mencoreng nama keluarga!" Nando kembali menangis dalam pelukan Lika Ibunya.
__ADS_1
Lika tidak bisa berkata apapun, dia hanya bisa memeluk tubuh putranya sambil menangis.
Demi kehormatan keluarga dan kasih sayang orang tuanya, Nando bahkan telah menyembunyikan sebuah rahasia besar dalam hatinya.
Lika menyesal karena secara tidak langsung dia telah melukai hati putranya sendiri, hanya demi sebuah keinginan pribadi.
"Sandra saat ini sedang hamil, apakah bayi dalam kandungan Sandra itu adalah anakmu Nando?" tanya Lika terisak.
Nando menganggukan kepalanya.
"Ya Tuhan anakku, maafkan Ibu Nak, ibu tidak peka sama sekali, lalu apa yang akan kau lakukan sayang? Sekarang di mana Sandra? Apakah dia masih tinggal di rumah bersama kalian?" Lika membelai rambut Nando.
"Tidak Bu, Sandra sudah pergi entah kemana, itulah yang membuat hati dan perasaanku hancur, aku telah kehilangan segalanya, aku benar-benar menyesal!" ucap Nando.
"Lalu, bagaimana dengan Vania? Dia juga akan hancur jika mengetahui ini semua, Nando ... apa yang akan kau lakukan??" Lika menatap wajah Nando yang kini di tangkupn oleh kedua tangannya.
"Ku tidak akan menyakiti Vania, aku akan tetap berada di sisi nya, dalam keadaan bagaimanapun!" ucap Nando.
"Putra ibu memang lelaki sejati, Ibu bangga padamu Nak!" ujar Lika.
"Iya sayang, kalau ada apa-apa, jangan lagi menyembunyikan nya dari Ibu, Ibu akan jadi orang pertama yang mendengarkanmu!" ucap Lika.
"Iya Bu, terimakasih, aku sayang Ibu!" Nando kembali memeluk Ibunya itu.
****
Semakin hari kandungan Sandra semakin membesar, kini kandungan Sandra sudah memasuki bulan ke sembilan, tinggal menunggu hari bayi itu akan lahir ke dunia.
Semua keperluan dan perlengkapan persalinan sudah di cicil nya jauh-jauh hari, Mirna dan Tante Tatik telah banyak membantunya selama ini.
Selama kehamilan, Sandra banyak membuat pakaian dan dia jual melalui online, kini dia sudah punya toko online sendiri, banyak pesanan dari berbagai kota, Sandra kini di bantu oleh seorang asisten nya yang bernama Ayu, untuk membantunya menjahit dan mengirimkan pesanan.
__ADS_1
"Kau jangan terlalu capek mendesain pakaian San, ingat, sebentar lagi kau akan lahiran!" ujar Mirna yang baru pulang dari pabrik.
"Iya Iya, kau tenang saja, makin hari pesanan makin banyak, aku tidak ingin mengecewakan pelanggan!" sahut Sandra.
"Tapi tetap saja, bayimu itu lebih penting, kalau Nando tau kau masih giat bekerja menjelang kelahiran bayinya, dia juga pasti akan marah!" ujar Mirna.
Sandra terdiam, tiba-tiba dia jadi ingat Nando, perlahan Sandra mengelus perutnya yang sangat besar itu.
"Kamu yang kuat ya Nak, walaupun kamu lahir tanpa seorang Papa, Mama akan jadi Mama sekaligus Papamu nanti, jadi kau tenang saja!" gumam Sandra.
"Sudahlah San, kau jangan melow lagi, nanti aku jadi sedih!" ujar Mirna sambil merengkuh bahu Sandra.
"Bagaimana hubunganmu dengan Roy Mir?" tanya Sandra.
"Aku masih berhubungan jarak jauh, tapi kau tenang saja, aku tidak akan pernah bilang tentang keberadaan kita!" jawab Mirna.
"Terimakasih ya Mir, biarkan saja Nando dan Vania bahagia, aku sudah cukup puas hidup dengan kalian dan anakku nanti!" ucap Sandra.
Mata Mirna tiba-tiba melotot saat melihat ada yang mengalir dari sela-sela kaki Sandra.
"San, kau mengompol??" tanya Mirna.
"Ya ampun Mir, apa ini??" Sandra terlihat panik, ketika ada air bercampur darah yang mengalir turun ke kakinya.
Mirna langsung tergopoh-gopoh memanggil Tante Tatik.
"Tanteee!! Tolong ke sini! Sandra keluar air dan darah di kaki nya!!" teriak Mirna.
Tante Tatik langsung keluar dari kamarnya lalu berjalan cepat ke arah Sandra yang masih nampak shock.
"Sandra, sepertinya kau akan melahirkan hari ini! Mirna siapkan semua perlengkapannya dan panggilkan taksi! Kita akan ke rumah sakit sekarang juga!" titah Tante Tatik.
__ADS_1
Bersambung ...
****