
Hari ini adalah hari Sabtu, di kamar perawatan Vania, sudah di dekorasi sedemikian rupa, banyak bunga-bunga yang terpasang di setiap sudut kamar itu, harum semerbak mulai tercium di ruangan dengan luas 5x5 meter itu.
Vania juga sudah di dandani oleh suster, dia kini mengenakan pakaian pengantin, walaupun posisinya masih terbaring, namun wajahnya mulai terlihat cantik.
"Wah, Bu Vania cantik sekali hari ini, semoga bahagia ya Bu!" ucap seorang perawat yang sedari tadi mendandani Vania.
"Terimakasih Sister!" sahut Vania.
"Semoga setelah menikah, Bu Vania akan bahagia dan bisa cepat sembuh!" lanjut si suster.
"Apa mungkin aku bisa sembuh Sus, Dokter saja sudah hampir angkat tangan begitu!" gumam Vania lirih.
"Jangan putus asa Bu Vania, yakin saja kalau mujizat itu masih ada, Bu Vania beruntung, masih ada laki-laki jaman sekarang yang tulus mencintai Bu vania!" jawab Suster.
Di luar ruangan itu, ada beberapa bangku yang di susun dan di hias untuk beberapa orang tamu dan kerabat dekat.
Nando dan Ricky yang membantu segala sesuatunya untuk acara pernikahan singkat ini, bahkan mereka sudah mempersiapkan sejak semalam.
Seorang wanita setengah baya berjalan ke arah ruangan Vania, dia nampak ragu-ragu untuk masuk ke ruangan itu.
Nando yang melihat nya langsung datang menghampiri wanita itu.
"Selamat pagi Bu, hendak mencari siapa? Atau mau ke ruang nomor berapa?" tanya Nando sopan.
"Ini ruang nomor 309 bukan? Yang hari ini akan di langsungkan pernikahan?" tanya wanita itu ragu-ragu.
"Benar Bu, ini ruang 309, nanti sebentar lagi akan di langsungkan upacara pernikahan Vania dan Adi, Vania ada di dalam, tapi Adi sepertinya belum datang, mungkin sebentar lagi!" jawab Nando.
"Oh, syukurlah saya tidak terlambat, perkenalkan, saya Ibu Nuri Ibu asuhnya Adi!" wanita yang bernama Ibu Nuri itu mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan. Nando langsung menyambutnya.
"Kalau begitu silahkan duduk dulu Bu, sebentar lagi pasti Adi akan datang!" kata Nando.
Tak lama kemudian Adi nampak berjalan menyusuri lorong menuju ruangan itu, dia mengenakan setelan jas berwarna putih, nampak begitu tampan sekali.
Wajahnya memancarkan senyum saat melihat wanita yang duduk menunggunya.
"Ibu!" seru Adi sambil bergegas memeluk wanita itu.
__ADS_1
"Adi, ibu sama sekali tidak menyangka kalau kau akan menikah di rumah sakit, semoga kau akan dapat menemukan kebahagiaanmu Adi!" ucap Bu Nuri.
"Terimakasih Bu, aku sangat senang akhirnya Ibu bisa datang, restui aku Bu, aku sungguh-sungguh mencintai Vania, saat ini, dia hanya membutuhkan cinta dan dukungan dari aku, juga orang-orang di sekelilingnya!" jawab Adi.
"Pasti Nak, Ibu pasti akan merestui mu, Ibu ke sini, sekalian ingin menjenguk Dicky, saudaramu di panti dulu, Ibu dengar dia mengalami musibah dan juga di rawat, Ibu tidak tau dia sudah pulang atau belum!" kata Bu Nuri.
"Iya Bu, nanti aku akan mengantar Ibu menemui Dicky, sekalian aku juga ingin menjenguknya, karena sibuk mengurus pekerjaan dan Vania, aku juga belum sempat menengok dia!" sahut Adi.
Setelah semua sudah berkumpul, acara pernikahan akan segera di langsungkan.
Di situ juga hadir Lika, Sandra dan Kezia, juga beberapa orang kerabat dekat.
Sandra nampak duduk di depan ruangan itu sambil memeluk Kia, dia tidak di perkenankan masuk ke dalam karena membawa bayi.
"Kau masuklah, jadilah saksi untuk pernikahan Vania!" ucap Sandra pada Nando yang masih duduk di sebelahnya, sementara semua orang sudah masuk.
"Tapi ..."
"Masuklah sayang, bukankah kau ini mantan suami Vania, kau wajib masuk ke dalam, aku akan menjaga Kia di sini, kau jangan cemas!" ucap Sandra.
"Baiklah, aku masuk dulu ya, kamu sama siapa di sini?" tanya Nando, wajahnya masih terlihat khawatir karena Sandra di luar sendirian.
Akhirnya Nando beringsut bangkit dan masuk ke dalam ruangan itu.
Sandra menarik nafas panjang, sebenarnya ingin sekali dia melihat pernikahan Vania dan Adi, namun dia juga harus menjaga dan melindungi Kia, Kia masih terlalu kecil untuk di bawa ke dalam ruang perawatan itu.
Dari arah ujung lorong, nampak Kezia sedang berjalan sambil menuntun Thomas.
Dia tersenyum saat melihat Sandra yang duduk di bangku depan ruangan itu.
"Acaranya sudah di mulai San?" tanya Kezia.
"Sudah Kak, paling sebentar lagi juga sudah selesai!" jawab Vania.
"Aku lega lho San, akhirnya Vania bisa menikah lagi dengan laki-laki yang benar-benar tulus mencintai dia!" kata Kezia sambil duduk di sebelah Sandra.
"Aku juga senang Kak, dan aku berharap Vania akan sembuh dari sakitnya, dan Adi bisa membahagiakan Vania!" ucap Sandra.
__ADS_1
"Dan kau kini menjadi satu-satunya wanitanya Nando, hmm, memang sepatutnya kau harus senang!" ujar Kezia.
"Ante ... mau endong Dedek Kia!" kata Thomas tiba-tiba dengan logat khas anak-anak nya.
"Oh, Kakak Thomas mau gendong Dedek Kia? Memangnya kakak Thomas kuat?" tanya Sandra. Thomas mengangguk dengan semangat.
"Kakak Thomas kalau mau gendong duduk dulu, nanti baru bisa pangku Dedek Kia!" kata Kezia.
Thomas lalu segera duduk di antara Sandra dan Kezia.
Perlahan Sandra menaruh Kia dalam pangkuan Thomas, anak balita itu nampak senang.
"Kak Kezia, sepertinya Thomas sudah siap untuk memiliki Adik!" kata Sandra.
"Aku juga berpikir begitu San, tapi Bang Jo tidak mau punya anak lagi katanya!" sahut Kezia.
"Kenapa?"
"Bang Jo trauma waktu lihat aku melahirkan, dia sangat takut kalau aku kesakitan, makanya sampai sekarang ya Thomas belum punya adik!" jawab Kezia.
"Wah, Bang Jo so sweet juga!" ujar Sandra.
"Yah gitulah Bang Jo, terlalu dewasa dan romantis hehe, kalau Nando bagaimana? Apalagi dia sudah pernah merasakan punya dua istri!" tanya Kezia.
"Nando ... cuek tapi manja, dia susah romantis Kak, mungkin karena masih terlalu muda kali ya, jadi ya aku yang lebih ngemong dia!" ungkap Sandra.
"Tapi biar begitu, Nando itu sayang sekali lho sama kamu, baru kali ini aku lihat Nando bisa mencintai wanita, dulu waktu dia jomblo, beuuh! Cueknya minta ampun!" kata Kezia.
"Masa sih kak??"
"Yah kalau boleh di kata, kamu itu cinta pertamanya Nando San, dan kamu termasuk wanita yang beruntung bisa di cintai oleh Nando yang super duper cuek begitu!" lanjut Kezia.
Beberapa orang sudah keluar dari ruangan itu, menandakan prosesi pernikahan Vania dan Adi sudah selesai.
Sandra dan Kezia langsung berdiri saat semua keluarganya juga sudah keluar dari ruangan itu.
Bersambung ...
__ADS_1
****