Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Pertemuan Nando dan Adi


__ADS_3

Akhirnya setelah menampakan diri di depan Lika dan meminta maaf, Tante Rina di tangkap oleh polisi dan di jebloskan ke penjara atas tuduhan penculikan berencana.


Lika terlihat miris dan prihatin melihat kondisi besannya itu, ada rasa bersalah yang terus saja menggelayutinya.


Walaupun bagaimana, peran orang tua itu sangat penting demi menentukan kebahagian anak.


Dengan langkah gontai Lika kembali masuk ke dalam rumahnya, dia meletakan Kia yang terlihat sudah tertidur, ke dalam box bayinya ketika dia sudah menghabiskan susunya.


Lika lalu mulai menelepon Nando lewat telepon rumahnya itu.


"Halo Bu!"


"Halo Nando, kau di mana sekarang?" tanya Lika.


"Aku masih di kantor Bu, ada apa?" tanya Nando.


"Do, tadi Mamanya Vania datang ke rumah, dia meminta maaf atas semua yang sudah terjadi, dan sekarang dia mendekam di penjara!" jawab Lika.


"Apa? Jadi Mama Rina sudah di tangkap??" tanya Nando terkesiap.


"Iya Do, kasihan Vania kalau dia tau Mamanya di penjara, kasihan sekali dia, mana dia sedang tidak sehat, di tambah masalah Mamanya itu!" gumam Lika.


"Bu, Sandra memintaku untuk mencari Vania!" ujar Nando.


"Memang sudah seharusnya kau mencari Vania Do, dia itu kan masih istrimu!" sahut Lika.


"Sebelum tejadi kecelakaan, Vania meminta aku menceraikan dia Bu, karena dia merasa bersalah, Mamanya menculik Kia gara-gara dia!" ungkap Nando.


"Kasihan sekali Vania, kau harus cepat mencarinya Do, Oya, bagaimana Sandra? Apakah kondisi nya baik-baik saja?" tanya Lika.


"Sandra sudah mulai pulih Bu, hanya saja, dia belum bisa menggerakkan tubuhnya!" sahut Nando.


"Nanti sore ibu akan menjenguk Sandra dengan membawa Kia, supaya dia ada semangat hidup!" kata Lika.


"Trimakasih Bu, sudah mau merawat Kia!" ucap Nando.


"kia kan juga cucu ibu, kau jangan merasa tidak enak Do!" sahut Lika.


Mereka akhirnya mengakhiri pembicaraan mereka.


Lika lalu kembali mengangkat Kia dalam gendongannya dan mulai menimangnya untuk menidurkannya.


"Tidurlah Nak, kau akan aman bersama Nenek di sini!" bisik Lika pada bayi mungil putranya itu.


Seolah mengerti Kia lalu mulai memejamkan matanya.


Sementara Nando, mulai memeriksa semua berkas laporan yang kini menumpuk di meja kerjanya.

__ADS_1


"Selamat siang Pak Nando, di luar ada yang ingin bertemu Bapak!"' kata Dea, sekertaris Nando.


"Siapa? Roy?" tanya Nando.


"Bukan Pak Roy Pak, kalau yang ini sih, lebih ganteng dari pada Pak Roy!" sahut Dea.


"Ya sudah, suruh saja dia masuk ke ruangan ku, tapi waktuku tidak banyak lho!" ujar Nando.


"Baik Pak!" sahut Dea yang langsung membalikan tubuhnya keluar dari ruangan itu.


Nando kembali fokus pada berkas projek yang ada di hadapannya. Banyak hal yang harus dia kerjakan hari ini.


Tok ... Tok ... Tok


Ada yang mengetuk pintu ruangan Nando dari luar.


"Masuk!" seru Nando.


Seorang laki-laki masuk ke dalam ruangan Nando.


Nando mengerutkan keningnya ketika melihat laki-laki yang sudah pernah di kenalnya itu.


Laki-laki itu langsung duduk di hadapan Nando.


"Kau?" tanya Nando.


"Ya, aku Adi, teman Vania, tentunya kau masih ingat bukan?" tanya Adi.


"Aku kagum padamu Nando, maaf aku langsung memanggil namamu, aku rasa kau jauh lebih muda dariku, kau di usia semuda ini bisa memiliki perusahaan sebesar ini, hebat!" puji Adi.


"Jangan basa-basi, katakan apa maksud dan tujuanmu datang ke sini? karena aku masih banyak urusan yang jauh lebih penting!" cetus Nando.


"Aku heran, kau yang se jutek ini tapi Vania begitu mencintaimu, bahkan dia tergila-gila padamu, bingung aku!" ujar Adi.


"Kau tau sesuatu tentang Vania? Apakah kau tau di mana dia berada saat ini?" tanya Nando beruntun.


"Kenapa kau menanyakan tentang Vania? Apa kau masih perduli dengannya?" tanya Adi balik.


"Tentu saja, dia istriku!" sahut Nando.


"Istri yang tidak pernah di cintai, kasihan sekali!" kata Adi.


"Jangan sok tau!" cetus Nando.


"Lebih baik kau ceraikan saja Vania, itu jauh lebih baik, aku akan mengurus segalanya, lagi pula aku ini pengacara, kau tak perlu mencari pengacara yang lain!" ujar Adi.


"Katakan padaku, di mana Vania berada, aku serius mencarinya!" tanya Nando.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu yakin kalau aku tau di mana keberadaannya?" tanya Adi balik.


"Kau tak usah berbelit-belit, katakan saja di mana dia kalau kau tau keberadaannya!" cetus Nando.


"Baik, aku akan katakan, saat ini Vania ada bersamaku, dia tinggal di rumahku, dan dia aman bersamaku!" jawab Adi.


"Apa?? Vania tinggal di rumahmu?" tanya Nando nyaris tak percaya.


"Ya, dia banyak cerita tentangmu, tentang cinta buta nya padamu, juga tentang Luka hatinya karenamu!" jawab Adi.


"Aku tidak pernah menyakiti hatinya!" cetus Nando.


"Dia juga bilang seperti itu, tapi apa kau sadar, saat air matanya turun dari bola matanya kau telah menyakitinya tanpa sadar!" ujar Adi.


Nando terdiam, dia memang menyadari selama ini walaupun sikapnya baik terhadap Vania, namun seringkali dia membuat Vania menangis, apalagi dia dengan terang-terangan mengatakan kalau hati dan cintanya hanya milik Sandra.


"Kenapa kau diam? Apa kau mulai sadar kalau kau telah melukai hatinya??" tanya Adi.


"Yah, aku tau, selama ini memang aku kurang bisa bersikap adil terhadap istri-istriku, Vania pasti merasa sedih dan sakit hati!" jawab Nando.


"Nando, kau masih sangat muda, kenapa kau tidak melepaskan Vania saja, bukankah kau juga tidak bisa bersikap adil kan?!" tanya Adi.


"Bukan maksud hatiku untuk bersikap tidak adil, tapi ..."


"Setiap laki-laki pasti akan mencintai seorang wanita, tidak mungkin ada yang lain, aku paham kondisimu, Vania juga telah menceritakannya padaku, demi kebahagiaannya ku mohon kau lepaskan dia!" ucap Adi.


"Apakah kau ...mencintai Vania?" tanya Nando sambil menatap dalam ke arah Adi.


"Iya Do, aku jatuh cinta pada Vania, pada istrimu itu, jadi aku mohon, kau ceraikan dia!" jawab Adi.


Nando cukup terkejut mendengar pengakuan Adi yang terkesan buru-buru itu.


"Walaupun mungkin aku tidak bisa sepenuhnya menganggap Vania itu istriku, tapi setidaknya kami lebih cocok bersahabat, dan aku tidak ingin ada orang yang mempermainkan sahabatku!" ujar Nando.


"Aku serius Do, aku juga sadar atas setiap kekurangannya, dan hatiku ternyata bisa menerima dia dengan segala kekurangannya!" ucap Adi.


"Terimakasih, kalau begitu aku titip Vania padamu, tolong kau berjanji akan membahagiakan dia, setelah ini aku akan menceraikan dia, asal aku dapat pastikan dia akan bisa menemukan kebahagiaannya bersamamu!" balas Nando.


Adi tersenyum lalu menganggukan kepalanya, setelah itu dia berdiri dari tempatnya dan mulai menjabat tangan Nando.


"Terimakasih!" ucap Adi.


Bersambung ...


****


Halo guys ...

__ADS_1


Sekedar info akhir bulan ini cerita ini akan tamat ya ...


Di tunggu dukungannya selalu ...


__ADS_2