Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Berita Viral


__ADS_3

Karena semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak, pagi ini Nando bangun agak terlambat.


Setelah selesai mandi dan berpakaian, dia langsung menuju ke ruang makan, keluarganya sudah terlihat duduk menunggunya sambil menonton televisi.


"Nando, rumah prostitusi yang mau kau beli itu kebakaran subuh tadi, banyak yang jadi korbannya!" ujar Ricky.


"Apa? Kebakaran? Yang di dekat hotel berlian itu kan Pa?" tanya Nando kaget.


"Iya, bahkan kabarnya mucikari pemilik rumah itu tewas terbakar di temukan di belakang rumahnya, belum di ketahui jumlah yang selamat sih!" jawab Ricky.


'Untung Sandra ada sama Tante Rina, kalau masih di rumah itu, kemungkinan dia juga akan jadi korban!' batin Nando.


"Lho, kok bengong Do? Ayo di makan sarapannya, setelah itu kau baru berangkat ke kantor!" ujar Lika membuyarkan lamunan Nando.


Setelah sarapan, Nando bersiap akan berangkat ke kantornya.


"Jaga kesehatanmu Do, ingat sebentar lagi hari pernikahanmu, kau jangan terlalu banyak aktifitas!" seru Ricky memperingatkan.


"Beres Pa!" sahut Nando yang langsung melangkah keluar dari rumahnya. Roy sudah menunggunya di dalam mobil.


"Akhirnya Roy! Rumah si germo itu terbakar juga, itu artinya tidak akan ada lagi yang akan menindas Sandra!" seru Nando senang.


"Jangan senang dulu Tuan, barusan ada berita kalau nama Sandra ada dalam daftar korban kebakaran itu, ini kesaksian dari salah satu anak buah si germo itu!" sergah Roy.


"Apa maksudnya? Sandra kan ada di butik Tante Rina!" sahut Nando.


"Untuk membuktikannya, coba Tuan telepon ke Butik, apa Sandra ada di sana?" ujar Roy.


Tanpa berpikir lagi Nando langsung memencet nomor telepon Vania.


"Halo Do, good morning! Tumben nih telepon, efek mau nikah ya, aku senang deh kamu telepon Do!" ujar Vania senang.


"Van, kamu di mana?" tanya Nando.


"Aku masih di rumah Do, hari ini sementara aku bantu Mama di butik karena Sandra hilang sejak semalam dia pulang!" sahut Vania.


"Apa? Sandra hilang? Apa Tante Rina tau kemana Sandra pergi??" tanya Nando cemas.


"Mama juga tidak tau Do, di kira Sandra ada di butik, tidak taunya pagi-pagi Sandra sudah tidak ada di sana, aku juga bingung Sandra kemana, aku telepon tidak aktif ponselnya!" jelas Vania.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku tutup ya teleponnya!"


"Nando gimana sih? Bukan tanya aku malah tanya Sandra, aku kan calon istrimu Nando!" cetus Vania.


"Maafkan aku Vania, nanti aku telepon lagi, aku sedang buru-buru!" ujar Nando yang langsung mematikan ponselnya.


Wajah Nando terlihat pucat setelah berbicara dengan Vania di telepon barusan.


"Roy, kita ke rumah itu sekarang!" titah Nando.


"Apa? Ke rumah itu? Rumah si germo yang terbakar itu??" tanya Roy.


"Iya! Apa kau tidak dengar!!" sahut Nando.


"Jadi hari ini Tuan tidak jadi ke kantor?" tanya Roy.


"Tidak jadi! Ayo cepat Roy!" sahut Nando.


"Iya Iya! Nyantai boss, serius amat sih jadi orang!" gumam Roy.


Tak lama kemudian Nando sudah tiba di lokasi rumah prostitusi yang terbakar itu. Banyak mobil polisi di sana, juga mobil ambulan yang mengangkut beberapa jenasah korban kebakaran.


Api sudah terlihat padam, namun bangunan itu nampak hancur dan porak poranda, semuanya hangus terbakar tanpa sisa.


Nando dan Roy lalu turun dari mobil, mereka terpana melihat pemandangan mengenaskan di hadapannya.


"Pak, apakah ada korban yang selamat??" tanya Nando pada salah satu polisi yang ada di tempat kejadian.


"Ada, mereka adalah anak buah dari Mami Vero, sedangkan Mami Vero sendiri tewas terbakar!" jawab polisi itu.


"Bisakah saya melihat nama-nama korban kebakaran itu Pak?" tanya Nando.


"Kalau kau mau lebih jelas, datang saja ke kantor polisi terdekat, karena anak buah yang selamat itu juga sedang di wawancarai, banyak korban jiwa, karena kebakaran terjadi di jam 3 dinihari, di saat semua orang lelap tertidur!" jelas Pak Polisi.


Dalam waktu singkat, kasus kebakaran di rumah prostitusi itu menjadi trending topik dan di liput di berbagai media.


"Roy, kita ke kantor polisi sekarang, aku hanya mau meyakinkan kalau Sandra tidak termasuk salah satu korban kebakaran itu!" ajak Nando.


"Ya elah Tuan, sudah mau kawin juga masih mikirin si cupu-cupu malam!" cetus Roy.

__ADS_1


"Kenapa kau bilang cupu-cupu malam??" tanya Nando.


"Kalau saya bilang kupu-kupu malam Tuan pasti marah!" sahut Roy.


Mereka langsung kembali ke mobil dan langsung menuju ke kantor polisi yang tidak jauh dari tempat itu.


Setelah mereka sampai di kantor polisi, nampak Ical dan Bono, dua orang pengawal Mami Vero yang selamat nampak sedang duduk di sudut ruangan, habis di wawancarai oleh polisi.


Setelah meminta ijin polisi untuk bertemu Ical dan Bono, Nando dan Roy di persilahkan masuk ke dalam ruangan itu.


"Hei! Aku tidak ingin banyak tanya pada kalian, aku hanya ingin bertanya satu hal, apakah kalian melihat Sandra ada di rumah itu saat terjadi kebakaran?!" tanya Nando to the point.


"Sandra ada di rumah itu, karena kami sendiri yang membawanya dari butik ke tempat Mami Vero!" jawab Ical.


Buuuggh!!


Nando langsung menonjok wajah Ical dan Bono bergantian.


"Kurang ajar kalian! Jadi kalian yang sudah menculik Sandra dari butik??" sentak Nando.


"Iya Tuan, pak Wiryo yang membantu kami, tapi sekarang kami sudah bertobat! Kami tidak mau jadi orang jahat lagi!" ujar Ical sambil memegangi pipinya yang memar.


"Apa kalian yakin Sandra menjadi korban dalam kebakaran itu??" tanya Nando lagi.


"Yakin Tuan, karena wanita malam yang tinggal di rumah tidak banyak, sisanya ada di hotel dengan tamu, Sandra kan ada di kamar waktu itu, jadi tidak mungkin dia selamat, apalagi banyak jenasah yang gosong dan sudah tidak bisa di kenali lagi!" jelas Bono.


Nando mendadak menjadi lemas, membayangkan Sandra sudah tidak ada lagi di dunia ini, seolah separuh jiwanya telah pergi.


Kemudian Nando melangkah gontai meninggalkan ruangan itu, Roy mengikutinya dari belakang.


"Sandra ... benarkah kau telah tiada? Kenapa aku begitu sedih, apa sesedih ini kehilangan orang yang sangat berarti??" Nando mulai meneteskan air matanya. Namun dengan cepat di hapusnya, karena ingat pesan Ibunya, laki-laki tidak boleh cengeng.


"Sudahlah Tuan, ikhlaskan saja dia pergi, itu lebih baik untuk masa depan Tuan!" kata Roy berusaha menghibur.


"Roy, dalam hatiku yang terdalam, aku yakin Sandra masih hidup!" ucap Nando.


"Bagaimana Tuan begitu yakin?" tanya Roy.


"Hatiku yang mengatakannya!" gumam Nando.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2