Perjaka Tampan & Wanita Malam

Perjaka Tampan & Wanita Malam
Tidur Bersama


__ADS_3

Malam itu Vania berbaring di tempat tidur besar di kamar tamu yang ada di rumah Ricky mertuanya.


Pandangannya menerawang, ini kali pertama Vania menginap di rumah mertuanya sejak menikah dengan Nando.


Saat ini Nando belum kembali pulang ke rumahnya, dia masih berupaya mencari Kia anaknya.


Sandra di dalam kamarnya juga masih duduk termenung memikirkan keadaan yang sampai saat ini masih belum jelas.


Sesekali dia nampak menyeka air matanya, sudah habis tenaganya karena kurang tidur dan banyak menangis.


Sandra lalu beranjak dari tempatnya, dia keluar dati kamar itu dan kemudian menuju ke kamar Vania.


Tok ... Tok ... Tok


Perlahan Sandra mengetuk kamar Vania.


Tak berapa lama kemudian Vania membuka pintu kamarnya.


"Sandra?"


"Van, malam ini kita tidur bersama yuk? sejak Kia hilang hatiku merasa hampa, dari pada aku sendirian malah membuat aku jadi terpuruk!" ajak Sandra.


"Tapi San, nanyinkalau Nando pulang, dia pasti ingin tidur bersamamu!" tukas Vania.


"Tidak Van, kau juga istrinya Nando kan, kalau perlu kita tidur saja bertiga, kita bisa saling menguatkan satu sama lain!" ujar Sandra.


"Baiklah, kau masuk saja ke kamar ini, mungkin kalau di kamarmu kau akan terus kepikiran Kia!" ucap Vania.


Sandra menganggukan kepalanya, kemudian dia langsung masuk ke kamar Vania dan mereka pun mulai membaringkan tubuh mereka dalam satu ranjang.


Walaupun mereka saling diam tanpa bicara apa-apa lagi, namun mereka berdua sama-sama belum dapat memejamkan matanya.


"San, bolehkah aku menganggap Kia sebagai anakku sendiri?" tanya Vania.


"Tentu saja boleh, Kia juga kan anakmu, karena dia anak Nando suamimu!" jawab Sandra.


"Maafkan aku ya San, kalau aku pernah berburuk sangka padamu, aku pernah sakit hati karena kamu, dan aku juga pernah iri terhadapmu!" ucap Vania.


"Aku yang salah Van, sejak awal kau dengan jujur mengungkapkan padaku tentang perasaan mu pada Nando, aku yang salah, karena menjadi orang ketiga yang datang dengan tiba-tiba!" kata Sandra.

__ADS_1


"Akulah orang ketiganya San, karena Nando hanya mencintaimu, bukan aku!" tukas Vania.


"Sudahlah, sekarang sudah tak ada lagi artinya cinta, aku telah kehilangan separuh jiwaku, kalau ingat Kia, rasanya aku tidak ingin yang lain selain dia!" ucap Sandra yang wajahnya kembali bersedih.


"Maafkan aku San! Kau tidak sendirian menghadapi ini!" ujar Vania.


Tin ... Tin ... Tin


Terdengar suara klakson mobil Nando, dengan cepat Sandra dan Vania beranjak dari tidurnya dan keluar dari kamar itu untuk menyambut Nando pulang.


Nando tertegun melihat kedua istrinya yang datang beriringan menyambut kepulangannya.


"Kau sudah makan Do? Pasti kau sangat lapar ya, aku ambilkan makan ya!" tawar Sandra.


"Tubuhmu pasti lelah Do, kau duduk saja di sofa itu, aku akan memijitimu!" ujar Vania.


Nando bingung menghadapi kedua istrinya yang begitu perhatian terhadap dirinya, tidak ingin menyakiti keduanya Nando lalu duduk di sofa itu, lalu Vania mulai memijit Nando, sementara Sandra dengan sigap mengambilkan makanan di meja makan untuk suaminya itu.


"Nando sedang di pijit, berarti aku suapi ya!" tawar Sandra. Nando menganggukan kepalanya.


Sandra lalu mulai menyuapi Nando.


Ricky dan Jonathan yang baru masuk ke dalam nampak terkesima melihat pemandangan itu.


"Hush! Asal kau jangan mengikuti dia ya, Kau hanya boleh punya satu istri saja, awas kalau kau berani macam-macam!" ancam Ricky.


"Iya Pa, tenang saja, aku cinta mati kok sama putri Papa, aku juga paham Nando dalam situasi sulit, di tambah Kia yang belum bisa di temukan!" ujar Jonathan.


"Sekarang kau langsung masuk kamarmu! Kezia pasti sudah menunggumu dari tadi, aku juga mau tidur! Ngantuk!" cetus Ricky yang langsung beranjak dari tempatnya menuju ke kamarnya.


Jonathan pun juga segera berlalu dati tempat itu.


Setelah selesai makan dan di pijit, Nando mulai merebahkan kepalanya di sofa itu.


Dalam hati dia bingung, mau tidur dengan siapa malam ini.


"Nando, kau kelihatan sudah mengantuk, tidur yuk!" ajak Vania.


"Tapi ..."

__ADS_1


"Kita akan tidur bertiga malam ini!" ucap Sandra.


"Apa? Tidur bertiga?"


"Iya Do, malam ini kita tidur bertiga saja ya, supaya bisa saling menguatkan!" tambah Vania.


Nando perlahan menganggukan kepalanya dan masih terlihat bingung.


Akhirnya mereka tidur bertiga di kamar itu, Nando harus tidur dengan terlentang, supaya adil.


Dia tidak mungkin tidur dengan posisi miring, takut salah satu dari mereka akan kecewa.


Karena kelelahan akhirnya Nando tertidur juga.


Vania mulai mengecup kening Nando, sedangkan Sandra mengecup bibirnya.


****


Di tempat lain, Tante Rina terbaring sambil mulai berpikir strategi apa lagi yang harus dia lakukan untuk terus bisa menyatukan Vania dengan Nando, sedangkan saat ini Vania malah menginap di rumah orang tua Nando.


Dalam hati Tante Rina menyesalkan tindakan nya yang nampak begitu bodoh, di tambah dengan Pak Wiryo yang selalu merong-rongnya.


Tring ... Tring


Kembali terdengar suara teleponnya malam-malam begini.


Tante Rina lalu segera menyambar teleponnya dan mulai mengusap layar ponsel yang ada di tangannya itu.


"Halo! Ada apa lagi kau meneleponku malam-malam??" tanya Tante Rina.


"Gawat Bu, bayi itu sekarang demam! Si Titin tidak mau membawa bayi itu ke dokter atau ke puskesmas, dia takut di tangkap polisi, karena semua orang sudah tau tentang kasus penculikan itu!" ujar Pak Wiryo.


"Apa?? Bayi itu demam??" tanya Tante Rina panik.


"Iya Bu, gimana nih, Ibu kan sudah tau di mana bayi itu, bisakah ibu datang dan membawanya obat demam?" tanya Pak Wiryo balik.


Bersambung ...


****

__ADS_1


Mohon maaf kalo banyak Typo guys ...


Authornya ngantuk berat 😘🙏


__ADS_2