
Di saat bersamaan, Micheel melihat Setya dari ruangannya dan Lea dari halaman parkir. Lalu, ada si adik tiri menatap sang Kakak itu.
"Kamu lihat apa?"
"Bukan apa-apa." Jawabnya dan dia adalah adik tiri Setya yang sedang berlatih dance, untuk acara pesta tahunan kampus nanti.
"Untuk apa aku peduli, dia tidak pernah mempedulikan aku." Batin gadis remaja berusia 16 tahun. Dia itu adiknya Zio dan adik tiri dari Setya. Anak perempuan satu-satunya dan sangat termanjakan oleh kedua orang tuanya.
Yuk, mengenal keluarga Zio dan Setya.
Salsa Erika Wardhana, anak bungsu dari Presdir Hendri Wardhana dan Jenny.
Hendri Wardhana, dulunya anak tunggal. Pria menawan yang gila kerja dan tidak kunjung menikah di usianya yang sudah 30 tahun. Pada akhirnya dijodohkan dengan Bundanya Setya, yaitu Malika Saputri. Lalu lahirlah, Setya Yuda Wardhana.
Dulunya, orang tua Malika juga pekerja di rumahnya Hendri dan setelah menjadi remaja kedua orang tuanya meninggal.
Sang pengusaha kaya raya di jaman itu. Pak Basuki Jatmiko, dia pemilik pabrik snack dan makanan instan.
Beliau menjodohkan putranya dengan Malika. Mengingat kalau Malika anak yatim piatu dan sangat mengenal dekat Malika, sosok yang baik budinya dan sangat santun.
Setelah dua tahun pernikahan mereka, lahirlah Setya Yuda Wardhana.
Sayangnya, masa pernikahan dua tahun itu. Hendri sudah tergoda artis pemain film.
Entah ada unsur kesengajaan atau tidak. Pertemuan pertama di sebuah hotel. Saat Hendri ada pekerjaan di luar kota. Perlahan mengenal dekat dan ada tanda asmara yang kian mesra. Setelah itu, menjadikan simpanannya.
Saat mengetahui, kalau Hendri menikah lagi dengan seorang artis di Ibukota.
Sang Bapak itu juga sangat marah. Beliau sempat meminta semua yang telah diberikan kepada putra semata wayangnya itu, agar diberikan kepada Setya, cucu pertamanya.
Tapi, itu tidak dikabulkan sampai kepergian sang Kakek, Setya tidak mendapatkan apa-apa. Semuanya sudah berada di tangan Ibu tirinya, sampai Bundanya jatuh sakit dan meninggal dunia.
Dari situ awal mulanya, Setya jadi tidak dekat dengan para saudara tirinya, ada jarak diantara mereka semua. Meski hidup dalam satu rumah dan akhirnya Setya mengenyam pendidikan ke luar negeri, Setya seperti orang lain yang selalu dibedakan.
Kembali pada cerita saat ini. Lea masih menatap ke arah Setya yang berjalan pergi.
"Lea, ayo kita pulang. Keburu maghrib."
"Iya."
Setelah malam tiba dan Setya telah datang ke hotel.
"Mas Setya sudah lama nunggu disini?"
"Aku juga baru sampai."
Keduanya, bertemu di lobby. Mereka siap berjalan berdua ke taman lagi. Sepertinya ada yang ketagihan.
Tatapan Lea yang begitu manis. Sayangnya, Setya tidak menatap dirinya. Lea yang hendak membahas tentang pekerjaan, takutnya akan merendahkan Setya lagi. Dia hanya mengikuti ajakan Setya, untuk menikmati kuliner malam di area taman.
"Kamu suka makan apa?" Tanya Setya.
Lea menjawab dengan suara gemas, "Aku suka makanan manis. Tapi, makanan disini semuanya enak. Itu, menurut lidahku."
Bahkan, saat dengan Micheel, Setya tidak pernah mengajaknya jalan berdua seperti ini. Hanya kencan ala romantis dan Micheel yang menentukan tempat untuk mereka bertemu.
Boro-boro makan bakso di pinggir jalan, masakan ala rumahan saja, sepertinya Micheel tidak berselera.
"Duduklah, aku akan pesan satenya."
"Mas Setya, aku suka pedas."
__ADS_1
"Baik."
Lea yang deg-degser dan ia merasa nyaman saat bersama Setya. Entah, ini apa namanya. Yang jelas, Lea hanya menikmati malamnya.
Meskipun, Lea sendiri telah mengelak, bahwa ia tidak berselingkuh dari Zio.
Kenapa Setya berani mengajak Lea pergi berdua. Itu karena sang Papa Arjuna yang meminta Setya, agar berteman dengan putrinya yang menggemaskan ini.
Setelah beberapa saat kemudian, Setya yang membawa dua botol minuman yang berbeda.
"Mau yang mana?"
"Ini saja." Lea meraih air mineral dan Setya jadi tahu apa yang Lea suka.
Lea kembali tersenyum dan merasa kalau Setya sudah perhatian padanya. Setya kali ini bersikap manis dan tidak sedingin biasanya. Meski, wajahnya itu masih kaku dan tidak terlihat senyuman di wajah manisnya. Tetapi, Lea sudah merasa senang.
Abang sate ayam sudah meletakan dua porsi sate dengan lontong, disertai bumbu kacang dan sambal.
"Mas Setya. Selamat makan."
"Lea. Selamat makan."
Keduanya duduk berhadapan dan terlihat manis.
Setya yang lebih dewasa, begitu memperhatikan Lea.
Lea yang makan dan tidak lagi menjaga imeg manisnya. Setya mengambil tisue dan menyeka sudut bibir yang terkena bumbu kacang.
Lea yang meraih tisue dan berkata "Aku bisa sendiri."
"Iya."
Dalam batin Setya, dia juga terhibur. Ternyata masih ada seseorang yang mempedulikan keadaannya saat ini.
[Mas Setya, lagi ngapain?]
[Mas Setya, sudah makan belum?]
[Mas Setya, lagi dimana?]
[Apa Mas Setya sudah sampai di kost?]
Lalu ada pula ucapan selamat pagi, selamat malam dan selamat tidur. Seperti abg yang sedang kasmaran.
"Pantas saja Zio sering membanggakan kamu."
"Zio?"
"Iya. Dia dulu sering telephone. Waktu kalian baru jadian. Dia bilang, Mas Setya, aku sudah punya pacar. Dia cewek terkeren di sekolahku."
"Zio bilang begitu?"
"Iya."
Tatapan Setya dengan senyuman manis, membuat Lea memalingkan wajahnya.
Degh!
Lalu, Setya kembali berkata "Aku juga tidak menyangka. Zio sampai sekolah di tempat yang jauh dari rumah dan dia bertemu kamu, sampai kalian pacaran."
"Iya. Zio sempat tinggal di asrama." Ucap Lea dan itu yang membawa perkenalan.
__ADS_1
Zio yang aslinya dari Ibukota, memilih sekolah di luar kota, bahkan tinggal di asrama.
Lalu, Zio membuntuti Lea sang jagoan di sekolahnya. Karena, hanya Lea gadis yang dia takuti. Zio yang awalnya tidak tahu, kalau Lea adalah putri pemilik sekolahannya.
Zio sempat bertanding basket melawan Lea dan Lea pemenangnya, Zio akhirnya meleleh seperti gula dan terpesona pada Lea.
"Iya. Aku sayang Zio." Ucap Lea.
Setya tersenyum dan ia berkata "Apa hubungan kalian sudah ke tahap serius?"
Setya mengingat akan perkataan kedua orang tuanya. Saat masalah dirinya dengan Micheel. Sang Papa dan Mama tirinya, tidak suka kalau putranya itu memikirkan perempuan.
Mereka para putra Hendri harus bisa menjadi penerusnya. Kalau soal perempuan, pikirkan belakangan. Nanti kalau sudah punya jabatan, wanita akan muncul dengan sendirinya.
"Mas Setya. Aku tidak tahu soal itu. Aku hanya merasakan yang saat ini terjadi antara aku dengan Zio. Lagian, aku sama Zio juga masih kuliah."
Setelah makan malam mereka selesai. Setya dan Lea kembali ke berjalan di area taman.
Lea yang bingung dan memulai untuk berbicara "Mas Setya sendiri, gimana hubungannya?"
"Hubungan?" Setya menoleh ke wajahnya.
"Iya, soal Mas Setya dan Micheel."
"Aku sama Micheel. Sudah berakhir. Micheel tidak suka, aku yang pergi meninggalkan rumah."
Lea yang tadinya tidak berani bertanya soal pekerjaan Setya. Dia akhirnya berkata "Mas Setya bisa kembali kerja di hotel. Mas Setya bisa jadi pelayan lagi."
"Menurut kamu?"
"Mas Setya palayan yang rajin."
"Pelayan dapur boleh juga. Aku jadi tidak bisa bertemu dengan Micheel. Memang lebih baik aku kerja di dapur."
"Nanti aku akan mengurusnya. Pelayan magang yang satunya, juga sudah aku hubungi. Dia sudah kembali kerja dan aku berharap, Mas Setya tidak merasa sungkan sama aku. Aku hanya berusaha untuk memperbaiki kesalahanku."
"Baik. Aku terima tawaran kamu ini."
Lea tersenyum senang, lalu berkata "Mas Setya, terima kasih sudah memaafkan aku."
"Kamu tidak salah. Aku juga ceroboh dan harus banyak belajar."
Setya melihat ke arah jam yang ada di tangannya, ia berkata "Ayo, aku antar kamu pulang ke hotel."
"Baik. Mas Setya juga harus bersiap, untuk kerja besok."
Setya tersenyum tipis dan Lea merasa senang sekali. Setya bisa saja memilih posisi pekerjaan yang lebih tinggi. Tapi, dia tidak begitu. Malahan nyaman kerja di dapur, jadi tidak terlihat oleh Micheel dan juga keluarganya.
Banyak perusahaan yang dikenal Lea, bahkan Papanya sendiri punya banyak perusahaan dan bisa menempatkan Setya di salah satu perusahaannya itu. Tetapi, Lea tidak ingin menjatuhkan harga diri Setya sebagai laki-laki. Awalnya memang pelayan dapur di hotelnya dan Lea juga membuat kesalahan.
Lea yang telah memberanikan diri untuk meminta maaf. Berniat memperbaiki kesalahannya kepada Setya. Akhirnya, posisi itu juga harus kembali kepada Setya. Pelayan dapur dan Setya terlihat manis bila sudah memakai celemek dapur.
"Masuklah."
"Iya. Terima kasih untuk makan malamnya." Ucap Lea dengan manis.
"Sama-sama."
Lea masuk ke dalam hotel melewati pintu samping dan Setya juga pergi.
__ADS_1
Lea yang berjalan santai.
"Lea!"