
"Kevin."
Degh!
Yuna yang menatap Micheel memasuki apartemen pribadi Kevin. 'Bukannya Kevin mengatakan, kalau tidak suka ada orang lain memasuki apartemennya. Kenapa ini, Micheel tanpa menekan bel, bisa masuk ke apartemen Kevin begitu saja.'
Setelah Lea mengembalikan kunci aparteman kepada Kevin. Yuna kesana, kalau Kevin sendiri yang mengajaknya.
"Kevin baru saja keluar." Ucap Yuna.
Yuna terlihat memakai celemek. Tadinya, ia sedang memasak untuk makan malam berdua dengan sang kekasih hati.
Mumpung, Lea dan suaminya pergi ke luar kota. Jadinya, Yuna bisa bebas pergi sendirian, tanpa harus meminta ijin kepada Lea. Hari ini juga tanggal merah, seharian Kevin di rumah. Bahkan, Kevin tadi siang yang menjemputnya.
Jam menunjukkan pukul 5 sore. Setelah kembali ke Ibukota. Micheel langsung meluncur ke apartemen Kevin.
"Duduklah, aku akan membuatkan minum." Yuna kembali ke dapur setelah mengantar Micheel ke ruang tamu.
Micheel merasa aneh saat melihat Yuna, "Apa Kevin memang sudah serius ingin menikahi pacarnya??" Micheel juga sangat paham wataknya Kevin.
Kevin dan Micheel, sama seperti artis lainnya, bisa dikatakan teman tapi mesra.
Yuna membatin "Apa yang dikatakan Lea benar. Kevin tetap akan seperti itu, meskipun nantinya dia sudah menikahi aku."
Yuna membuatkan minuman untuk Micheel. Yuna juga tahu, kalau Micheel suka meminum teh khusus dengan air lemon hangat dan ditambah sedikit madu. Bahkan, Kevin selalu stok teh khusus untuk Micheel.
Yuna yang berjalan dan tangannya memegang nampan steinless warna silver.
Aroma teh yang tertuang di cangkir putih dalam tatakan begitu menggungah pikirannya. Itulah, minuman untuk tamu yang baru datang ini.
"Minumlah, aku membuatnya hangat." Yuna yang tidak ingin bicara formal padanya.
"Iya, terima kasih." Ucap Micheel dan ia meraih cangkir itu. Setelah menyeruput minuman itu, Micheel jauh lebih rileks dan aromanya membuat perasaan sedikit tenang.
"Ada perlu apa, kamu datang kemari?" Tanya Yuna dan ia tampak duduk di sofa sebelahnya.
Sofa minimalis berbentuk L dengan warna abu-abu muda. Mereka berdua ada di ruang tamu. Tampak ruang tamu minimalis dengan interior yang terkesan lebih modern.
"Aku hanya ingin kembali syuting. Tadi, aku sudah ke kantor. Tapi dia tidak ada di kantor. Makanya, aku datang kemari." Jawabnya, sebagian berbohong. Tapi, dia merasa memang harus kembali Syuting.
"Kevin cuma ke mini market. Sebentar lagi juga akan pulang."
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengganggu kalian berdua." Ucapnya begitu, tapi bisa masuk tanpa permisi.
"Aku tidak masalah." Balas Yuna.
Micheel kembali meminum teh buatan Yuna, ia berkata "Kamu pandai sekali meracik teh ini. Aku sangat menyukainya."
Yuna membalas "Aku hanya mengerti cara membuatnya. Tapi, aku tidak tahu rasa minumannya."
"Kenapa kamu tidak mau mencobanya?"
"Aku takut, akan jadi ketagihan."
Sindiran manis dari mereka berdua, seperti pisau yang saling memotong.
Tak, Tak, Tak, Set!
"Micheel!"
Akhirnya, sang tuan rumah datang juga. Baru 10 menit berlalu, Kevin kembali dan langsung tertuju kepada Micheel.
Yuna juga bisa melihatnya, meskipun baginya sudah terbiasa. Tapi kali ini, sungguh luar biasa. Jauh dari pikiran Yuna.
Kunci apartemennya, setelah dikembalikan Lea. Bisa berada ditangan Bintang Terangnya.
__ADS_1
"Hai, Kevin. Aku ingin kembali syuting."
Kevin setelah meletakan belajaan, sudah duduk di sebelahnya. Yuna kembali ke dapur dan tidak ingin mendengar obrolan mereka berdua.
Yuna itu sadar diri, tapi ntah kenapa, cintanya kian hari makin menjadi, susah untuk merelakannya.
"Kamu sudah siap kembali syuting?" Tatapan Kevin, seolah merasa kalau Micheel sudah tahu tentang Setya.
"Iya, aku sudah siap. Aku malah bosan kalau hanya berdiam di rumah saja." Ucapnya manis.
"Kenapa tidak traveling? Aku sudah menyuruh kamu untuk jalan-jalan."
"Aku waktu itu ingin istirahat. Tapi, sekarang sudah bosan. Aku ingin kembali bekerja seperti biasanya."
"Baik, aku akan mengurusnya." Kevin dengan tatapan layaknya bos kepada bawahannya.
Micheel bertanya "Apa hubungan kamu dengan Allea?"
Degh!
Jreeng-jreeng!
Kevin salah tingkah sendiri, ia berkata "Aku Kakaknya Lea."
"Kevin, berarti kamu tahu. Kalau Allea dan Setya sudah menikah?"
Kevin awalnya hanya mengangguk, ia berkata "Micheel waktu itu, aku hanya sebagai pendengar ceritamu. Aku tidak ingin menasehati kamu, lebih dari yang lainnya. Aku menganggap kamu, sama seperti anak agensiku, tidak jauh berbeda. Anggap saja, waktu itu. Aku memang merahasiakannya."
"Baik, aku mengerti." Balas Micheel.
Kevin berkata "Semoga kamu bisa menerima status baru mantanmu. Aku harap, kamu bisa segera melupakannya."
"Aku memang membuat keputusan. Agar aku bisa melihatnya kembali ke rumah orang tuanya. Tapi, aku tidak mengira, kalau dia secepat itu melupakan aku." Ucapannya sendu.
Tangannya berusaha untuk meraih bahu Micheel ke dalam pelukannya.
Ehhem
Uhuk, uhuk.
Yuna terbatuk-batuk, dia sengaja menyalakan api kompor dengan maksimal. Uap panas dan bau bumbunya, sampai menyengat hidung.
Kevin jadi sadar dan ia duduk semakin jauh dari Micheel. Hanya memberikan kotak tisue ke depan Micheel. Agar Micheel, bisa menyeka air matanya sendiri.
"Kevin, aku yang bodoh." Ucapnya kesal.
"Sudah, jangan menangis untuk pria yang tidak mencintai kamu lagi." Kevin yang sudah menasehati Micheel.
Yuna bergumam pelan, "Terus saja bilangnya begitu. Apa yang akan kamu bilang sama aku nanti. Yuna, kamu tetap milikku selamanya."
Cuih!
Yuna bisa bilang begitu, tapi kenapa kakinya enggan berlari.
Perempuan ini sama saja, mulutnya yang pandai bicara, tapi tindakannya tidak ada. Yuna bisa memberi arahan pada Lea, tapi dia juga tidak bisa menjerat Kevin agar sampai ter-Yuna-Yuna.
Setya saja, sudah tergemas-gemas pada the twins. My Sweetie.
Setelah selesai menangis, Micheel kembali bertanya "Apa kamu tahu, kapan mereka berdua saling mengenal dekat?"
"Sudah lama, kan Lea dulu pacaran sama adiknya mantanmu."
Gubraaak.
Kevin membuka tabir untuk Micheel. Kevin yang memang tidak pandai menutup masa lalu Lea.
__ADS_1
"Adiknya Setya?"
"Bukannya kamu pernah bertemu Zio."
"Iya. Aku pernah bertemu dengan dia."
"Lea bertahun-tahun sama Zio. Tapi, karena ada perjodohan. Akhirnya mereka putus dan Lea harus menikah dengan Setya." Ucapan Kevin.
Yuna yang mendengarnya, mematikan kompor dan melempar celemeknya.
Mencuci tangan dan meraih tasnya yang ada di meja dapur.
"Kevin, aku harus pulang. Lea sudah mencariku."
"Sayang, tunggu sebentar."
"Aku lebih memilih kesayanganku dari pada kamu, pria bermuka dua." Yuna melepaskan cincinnya dan melemparkan ke arah Kevin.
Cetarrr!
Cling
Kevin mengejar Yuna yang pergi begitu saja. Micheel merasa takut, dia berdiri dan melihat akan Yuna yang telah berlari pergi.
"Ada apa dengan pacarnya Kevin? Apa maksudnya dia memilih Lea dibanding Kevin? Bukannya Allea adiknya Kevin." Micheel yang tidak tahu apapun, tentang Kevin, Lea dan Yuna. Dia hanya tahu, kalau Lea sering mendatangi kantor agensinya.
Kevin bisa mengejarnya dan meraih tangan Yuna, "Sayang, apa yang kamu katakan barusan?!"
"Kenapa kamu mengatakan itu kepada Micheel. Agar Micheel kembali merebut Setya dari Lea? Hah?" Tatapan Yuna kesal.
"Aku tidak bermaksud begitu. Kamu salah sangka. Micheel tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia gadis baik-baik." Balas Kevin gegabah.
"Terus saja kamu belain dia. Kamu lebih mengutamakan dia dari pada aku." Yuna begitu kesal.
Mereka yang sudah berada di depan lift apartemen. Pintu lift terbuka, ada dua orang yang menatap mereka. Kevin menekan tombol tertutup.
Yuna yang kesal dan rasanya sudah siap mengakhiri hubungan dengan Kevin.
"Aku minta maaf." Ucap Kevin dan meraih Yuna ke dalam dekapannya. Sayangnya, Yuna telah menolaknya. Yuna sudah menangis, air matanya membasahi kedua pipinya.
"Aku sudah tidak bisa meneruskan hubungan ini. Aku akan merelakan hubungan kita ini." Ucap Yuna.
"Sayang, beri aku kesempatan."
Yuna bertanya "Bagaimana Micheel bisa masuk ke apartemen kamu?"
Duashh!
Kevin berkata "Tadi, kita ketemu dibawah. Aku kasih kunci sama dia."
"Bohong! Micheel tidak tahu kalau kamu pergi."
"Yuna, aku bisa jelasin sama kamu." Kevin memegang pipinya dan menyeka air mata Yuna.
"Aku lelah. Aku tidak mau kita bertemu lagi." Yuna menghempaskan tangan Kevin dengan kesal.
Kevin bingung, dirinya semakin tidak berdaya. Ia mengingat akan perkataan Madam Beby Ayazma.
"Kalau kamu ingin mempertahankan bintang terangmu. Kamu harus bisa melindunginya. Dan aku, akan melindungi menantuku." Ucapan Mama Beby, setelah Setya menjadi suami Lea.
Salah Kevin sendiri, membiarkan Micheel mabuk. Sampai mengancam Setya. Akhirnya, Setya datang, membawanya bersamanya. Ada media yang memotretnya. Meski Setya tampak memakai masker dan topi. Sosoknya, sudah dikenali seseorang.
"Mas Setya." Suara, dimalam itu.
__ADS_1