Permen Kapas

Permen Kapas
Cemburu Maksimal


__ADS_3

"Sayang."


Suara Setya memanggil Lea. Tapi, ada sang mantan, yang ikut menoleh ke arah Setya.


"Mas Setya." Lea dengan senyuman manis dan Setya kembali duduk di sisinya.


Micheel merasa gelisah sendiri, tadinya bilang ingin bicara berdua dengan Setya. Giliran, orangnya muncul malah tidak berani menatapnya.


Lea menarik tangan suaminya dan menjauh dari Micheel.


Lea menatap suaminya, ia berkata "Mas Setya. Micheel mau bicara sama kamu."


"Aku tidak mau." Balas Setya.


"Kenapa Mas?" Tanya Lea.


Setya memegang pipinya dengan gemas, "Aku mau, ada kamu yang menemaniku. Aku tidak mau berduaan sama dia."


Lea jadi tersenyum manis, ia berkata "Baik, aku mengerti."


Lea kembali dan meninggalkan suaminya. Setya malah berjalan mendekati teman yang lain.


"Micheel, Mas Setya tidak mau bicara sama kamu. Kalau kamu mau curhat, kamu bisa cerita sama aku. Apapun, perkataan kamu. Aku bisa sampaikan sama Mas Setya." Ucap Lea.


Micheel berkata "Baik, aku mengerti. Lain kali aku ingin bicara berdua sama kamu."


"Sekarang saja. Aku juga tidak keberatan."


Micheel berkata "Tidak enak sama yang lainnya."


"Terserah kamu saja." Balasnya.


Jojo datang mendekati Lea, dan merangkul Lea dihadapan Micheel juga para temannya. Lagian, si mulut lemes juga pastinya akan bergosip bila Jojo, Setya dan Lea pulang.


Lea terdiam dan tidak merasa risih, tapi Setya sudah membara, dari tadi Jojo memojokkan dirinya, sampai bilang hanya memanfaatkan Lea.


"Jojo, sepertinya juga sudah akrab sama kamu?" Tanya Micheel.


Lea mengangguk, ia berkata "Dia"


Jojo berbisik "Ingat, perjodohan kalian."


"Owh, Micheel. Aku baru kenal Allea tadi siang." Ujar Jojo.


Teman-teman melihat kekonyolan Jojo, dan tangan Setya sudah mengepal saat melihat Jojo merangkul istrinya.


Setya berjalan mendekat,


Tap


Tap


Menarik kerah jasnya Jojo.


Perasaan yang tidak menyenangkan dalam batinnya


Tusukan keras pada hatinya seakan menyiksa jiwanya


Tangan mengepal saat cemburu buta sudah merasukinya


Melayangkan pukulan dahsyat pada pipi kanan sahabatnya


Buugh!!


Daassh!


Jonathan sampai tersungkur di lantai.


"Mas Setya!!"


Lea tersentak kaget, saat melihatnya.


Setya yang membara, ternyata tidak main-main. Dia yang sudah cemburu saat melihat tangan sahabatnya merangkul istrinya, meski tidak sampai memegang My Sweetie miliknya. Tetap saja, perasaan Setya saat ini sudah berkobar mesra.


Api cemburu sudah membakarnya. Tangan kanan menonjok pipi sampai mengenai rahang Jojo, bagian sudut bibirnya Jojo sudah berdarah. Lea memeluk Setya dari belakang, ia meredam emosi suaminya.

__ADS_1


"Jojo, bangunlah."


Micheel mendekati Jojo dan membantunya untuk berdiri.


"Mas Setya." Lea masih memeluk suaminya.


Semua teman mendekat dan melihat perseteruan mereka berdua.


Baru saja diobrolin sama si Lemes, kalau dua pria tampan itu tadi, berdebat sampai emosi di toilet.


"Setya, kenapa kamu memukul aku?" Jojo yang masih memegang pipinya.


"Aku tidak suka, kamu menyentuh istriku." Jawab Setya dan tampak serius.


"Kamu gila, aku sepupunya. Dari dulu aku selalu merangkul Lea. Tanya saja sama istrimu."


Semua jadi menoleh ke arah Lea, bahkan Micheel juga menatapnya.


"Mas Setya." Lea masih memeluk dari belakang dan tidak melepaskannya.


"Aku tahu, kalian berdua saudara. Tapi aku tidak suka. Kamu menyentuh istriku." Ucapan Setya serius.


Jojo berkata "Kamu belum ada sebulan bersama Lea, sudah cemburu buta! Setya. Aku ini sepupunya, dari dulu aku selalu memeluknya."


Setya terdiam, dan Lea melepaskan kedua tangannya, memegang lengan tangan suaminya. Lalu menatap ke Jonathan.


"Bang Jojo sudahlah. Nggak enak sama yang lainnya."


"Lea, kamu belain suamimu? Setya cuma memanfaatkan kamu. Dia sampai berani mengajak kamu datang kemari." Ucap Jojo.


Lea berkata "Bang Jojo, aku minta maaf soal kejadian ini. Suamiku hanya berusaha menjaga aku."


"Hah? Menjaga? Naik motor itu juga menjaga??"


"Aku yang memintanya naik motor."


Setya hanya terdiam dan menatap Jojo.


"Sayang, kamu tidak perlu menjelaskan sama dia."


"Wah, Lea juga sudah berubah, bisa membela pria lain didepanku" Batin Jojo.


Lea menarik lengan suaminya "Mas Setya, ayo pulang."


"Jojo, ini belum berakhir."


Jojo yang masih memegang pipi, membatin "Setya sudah berubah. Apa dia benar-benar mencintai Lea?"


"Jojo, duduklah." Micheel masih memegang lengannya dan mengajak ke sofa.


Para teman sudah mendekati mereka. Menatap wajah Jojo, "Duh, pasti sakit banget."


"Gila, Setya beneran marah. Aku pikir tadi cuma akting." Ucap si mulut lemes.


"Selama sama aku, Setya tidak pernah marah seperti itu." Batin Micheel dan ia menatap ke wajah Jojo.


Pipi Jojo sudah mulai terlihat lebam kemerahan dan bengak, sampai hidung rasanya masih begitu ngilu-ngilu panas. Seorang teman mengambil es batu dari pelayan restoran. Dia mendekat dan langsung membalut es batu dengan sapu tangannya.


"Aaaghr,.." Dessah Jojo dan merasa terkaget, saat es batu menyeka pipi bengkaknya itu.


"Micheel, kamu tidak apa-apa?" Tanya seorang teman.


"Aku hanya kaget saja." Jawab Micheel, karena dari tadi jadi terdiam saja.


"Baguslah, kalau Setya mencintai Lea." Batin Jojo dan ia masih merasa sakit akan tonjokan sahabatnya.


Yang di restoran, para teman Setya jadi bisa melihat sisi sensitif Setya. Padahal dari dulu, Setya itu sosok yang anteng dan tidak banyak gaya. Omongannya juga tidak pernah sepedas cabai.


Jojo berkata "Kalian kenapa melihatku?"


"Itu, istrinya Setya beneran sepupumu?" Tanya si Y.


"Iya, dia Kakak sepupuku. Aku sudah terbiasa begitu. Bukannya, Friska melihat Lea juga memeluk kekasihnya?" Jojo jadi melirik ke arah pacar Boyz.


Teman-temannya jadi melihat ke arah sosok sexy itu, Friska berkata "Iya, dia Kakaknya Boyz."

__ADS_1


"Allea, cewek resek yang kamu ceritain sama aku?" Tanya sahabat dekatnya Friska.


Friska berkata "Iya."


Friska jadi garuk-garuk leher dan salah tingkah sendiri. Banyak hal yang tidak disukai olehnya. Apalagi, Lea selalu saja merusak moment kencannya dengan Boyz, sampai Friska menceritakan kepada sahabatnya itu.


Ada yang berkata "Tadi, Setya bawa motor. Aku pikir Allea beneran itu orang biasa. Nggak tahunya dapat anak orang kaya."


"Aku pergi dulu." Ucap Jojo.


Si X menarik lengan Jojo, "Tunggu dulu, jelasin sama kita."


"Apanya yang harus dijelasin?!" Ketusnya.


"Jojo jawab kita. Kenapa bisa, Setya menikahi sepupumu? Apa kamu yang mengenalkan sepupumu sama Setya?" Tanya seorang gadis berambut pendek.


Micheel hanya duduk dan menatap Jojo dengan tatapan yang gelisah.


Jojo berkata "Setya bertemu Lea nggak sengaja. Setelah putus dari Micheel, Setya pacaran sama Lea. Selang dua bulan, mereka menikah."


Mendengar ucapan Jojo. Micheel membatin "Kenapa beda sama ucapan Kevin?!"


"Cepat banget. Sama Micheel saja tahunan." Si mulut lemes, jadi keceplosan sampai harus menutup mulutnya.


"Mungkin, memang Lea jodohnya Setya. Aku juga tidak datang, waktu akad nikahnya ." Ucap Jojo jujur.


"Jojo, si Allea juga anaknya Presdir? Apa CEO, seperti calon mertua Friska?" Tanya sahabat Friska.


Idih, bangga banget nyebutnya calon mertuanya. Selama Lea masih belum menyetujuinya, Tante kembarnya juga tidak akan menyetujui putranya menikahi Frizka.


"Lea, orang biasa. Orang tuanya bukan Presdir." Jawab Jojo jujur.


Friska merasa aneh, dia pernah dengar dari Boyz, kalau Lea itu kesayangan keluarganya. Friska harus berhati-hati saat berhadapan dengannya.


"Dia masih kecil, apa baru lulus SMA?" Tanya si Y.


"Lea mahasiswa Glory." Jawab Jojo.


"Hah? Glory? Mantan pacarku, juga mahasiswa sana." Ucapan sahabat Friska. Si sexy yang mutusin Tommy.


"Iya, Setya sama Lea memang menikah. Tadinya, Lea itu pacaran sama adiknya Setya. Karena, ada masalah sama pacarnya, Lea malah selingkuh sama Setya, dibelakang pacarnya."


"Waah, gila. Pacar adiknya di embat juga." Ujar si X.


Sahabat Friska berkata "Jojo, jangan bilang kekasihnya itu Zio, cowok imut di Glory? Dia adiknya Setya?? Jawab!!" Gadis ini yang merayu Zio, di club malam. Untungnya Yuna datang tepat waktu.


"Iya, Zio. Kamu kenal? Dia mantan kamu?" Tatapan Jojo menggertak.


"Bukan, Zio sahabatnya mantanku. Tapi, waktu malam itu ada sahabatnya datang, menampar aku. Entah, aku tidak tahu namanya, rambutnya panjang."


"Dia kesayangan Lea. Jangan bermain api sama kesayangan Lea. Kamu bisa terluka." Ucap Jojo dan ia bangkit dari sofa. Batin Jojo "Yuna kesayangan Lea. Aku saja tidak berani melawannya."


"Jojo." Si sexy teman Friska meraih tangan Jojo, ia berkata "Jojo, tolong jelasin sama aku."


"Kenapa lagi? Memangnya kamu punya salah sama dia?" Mata Jojo juga sama garangnya dengan Lea.


"Jojo, apa Zio masih di tangan sepupu kamu?"


"Apa maksudmu?"


"Aku pernah dengar. Pacarnya tidak akan melepaskannya, meski pacarnya sudah menikah. Waktu itu, ada beberapa bodyguard. Aku sampai takut. Apa itu suruhan sepupu kamu??" Tatapannya meminta penjelasan.


"Aku tidak tahu." Jawabnya, lantas Jojo pergi


Mendengar hal itu, Micheel jadi semakin gelisah. Seolah, perkataan Kevin hanya menutupi sosok Lea.


Dadanya menjadi sesak dan kedua tangan kanannya meremas pinggiran sofa.


"Setya? Allea??" Micheel yang masih berfikir. Mungkin balas dendam, Setya sampai menikahi Lea.


Yang di motor, hanya memeluk erat dan keduanya masih terdiam.


"Mas Setya benar-benar marah?" Batin Lea. Tapi, pikiran Lea yang sebenarnya "Apa Mas Setya hanya ingin menunjukan sama Micheel, kalau Mas Setya sudah mencintaiku. Kenapa aku jadi kecewa begini?"


"Lea, aku tidak suka, melihat pria lain menyentuh kamu." Cemburunya.

__ADS_1


__ADS_2