Permen Kapas

Permen Kapas
Mencari El


__ADS_3

Saat dua insan sudah menjadi sepasang suami istri. Raja dan Ratu kembali ke asrama bersama dua pengawal pribadi Raja.


"Masuklah."


"Iya. Aku masuk dulu."


"Jangan lupa telephone aku."


"Oke."


Ratu memasuki pintu utama asrama putri. Raja masih menatapnya dari luar.


Ratu menoleh dan melambaikan tangan kirinya.


Raja berkata "Kalau patuh begitu. Aku jadi senang."


Raja pergi mendekati pengawalnya, ia berkata "Kalian bisa pulang. Besok pagi ada kuliah penting."


"Baik Tuan Muda. Kita berdua akan segera pulang, setelah memastikan Tuan Muda masuk ke asrama putra."


"Terserah kalian." Raja pergi berjalan ke asrama putra.


Meski masih gerimis, Raja sudah memakai mantel menawan.


Gaya Raja memang begitu adanya. Dia selalu berpenampilan menawan dan fashionnya seperti para aktor Korea.


Setibanya di asrama putra. Raja sempat melihat ke arah pintu kamarnya yang sudah berbeda. Lionel datang mendekat.


"Pintu sudah aku ganti. Bagus tidak?"


"Bagus. Tapi, Revan gimana?"


"Tenang saja. Aku sudah urus soal dia. Dia minta pindah ke sebelah dan tukeran tempat sama aku." Jawabnya dengan manis. Lionel selalu membaggakan materi orang tuanya. Tadi mengatakan kepada penjaga asrama. Kalau gedung asrama akan diperbaiki oleh dirinya.


"Kamu bilang, kita hanya sementara, bukannya ini berlebihan?" Setelah masuk ke dalam kamarnya. Melihat semuanya berbeda. Bahkan, komputer gamer juga sudah dibawa oleh Lionel.


"Aku akan betah disini. Lagian, Ayang El bilang. Dia suka tinggal di asrama."


Raja yang bingung, ia menggaruk lehernya sendiri.


Raja berkata pelan "Terserah kalian saja."


Ruang kamar yang tadinya sederhana, saat ini sudah bagaikan apartemen pribadi. Dinding dengan wallpaper mewah dan tempat tidurnya juga sudah diganti. Apalagi, pintunya memakai selot otomatis dengan sensor sidik jari.


Raja merebahkan badannya, dan Ratu telah memanggilnya. Suara ponselnya terdengar lagu barat yang berjudul You Are The Reason dan Ratu juga memakai untuk dering ponselnya.


Raja mengambil ponsel dari saku mantelnya. Wajah Raja tampak berbinar dan Lionel yang bermain game tidak tahu kalau Raja sudah menikahi Ratu.


"Sayangku." Suara Raja.


Di seberang jalan dan menatap kamar Raja, dari jendela kamarnya. Ratu berkata "Aku sudah di kamarku. Tapi, El belum kembali."


"Emh, El belum kembali?"


"Iya, padahal ini sudah jam 8. Apa El, memberitahu kamu?" Tanya Ratu.


"Dia cuma bilang ada tugas keluar. Sebentar, aku tanyakan sama Lionel. Kamu tunggu dulu. Jangan matikan panggilannya. Oke."


"Iya."


Ratu yang tinggal di lantai dua dan melihat ke arah jendela kamar Raja.


"Lionel."


"Hemms."


"Apa El pulang ke rumah?"


"Entahlah."


"Kamu tahu, El tugas dimana?"


Lionel memutar kursi gamernya, dan menatap wajah Kakak sepupunya.


"Setahu aku, dia ada tugas di kantor majalah Ziie Ziie."


"Jauh bener." Raja mengerti, kenapa El belum kembali ke asrama. Mengingat kalau kantor majalah itu, ada di Jakarta.

__ADS_1


Raja melihat ke layar GPS El. Tapi, El tidak ke kantor majalah. Raja kembali menghubungi Ratu.


"Sayang, kamu baik-baik disana. Aku mau cari El dulu ya."


"Kamu mau kemana? Aku ikut."


"Hayo, nurut sama aku. Aku cuma sebentar."


"Baiklah kalau begitu."


Ratu mematikan panggilan telephone itu membatin "Ada apa dengan El? Perasaan, tadi aku dengar. Lionel mengatakan, kalau El sedang berada di kator majalah Ziie Ziie."


"Lionel, ikut aku."


"Kemana?"


"Ayo."


"Tapi ini." Lionel terpaksa meninggalkan gamenya, padahal bermain game online dan bersama teman gamer cantiknya. Pasti, teman cantiknya jadi kesal.


Lionel yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Sedangkan, Raja memakai pakaian rapi nan menawan.


"Raja, kita mau kemana?"


"Jakarta."


Helikopter pribadi mengantar Raja dan Lionel ke Hotel Chang Ho.


Saat ini, El bersama teman kelompoknya sedang berpesta bersama Bos tampan. Pimpinan majalah Ziie Ziie.


"Cheers!" Tampang menawan dan mempesona.


Para mahasiswa dan mahasiswi kelompok tugas El, tampak disambut manis oleh pimpinan kantor majalah Ziie Ziie.


"Kamu, kenapa diam saja?"


"Maaf, saya tidak minum alkohol."


"Dia gadis baik-baik." Batin Pimpinan, tapi melihat penampilan El sangat berbeda dari kesan manis.


"El, ini hanya soda. Bukan alkohol." Ucap teman yang membawa ke dalam kelompoknya.


"Aku tetap tidak suka." Balas El dan meraih air mineral yang ia bawa. El selalu menjaga dirinya, meski suka berbuat ulah. Tapi, dia juga takut kalau berada jauh dari mata sepupu tampannya.


Di sebuah hotel berbintang dan El masih enggan mengikuti ajakan para temannya.


"Silakan diminum" Ucapnya sekali lagi dan pimpinan majalah itu dari tadi menatap El.


"Baiklah, saya akan minum ini." Ucap El, setelah itu tersenyum.


Para temannya semua tertawa "El, El. Kamu ini lucu banget."


"Apanya yang lucu?" Tanya El.


Temannya kembali menimpali ucapan temannya yang satunya. "Ya lucu aja, padahal kamu dari kalangan atas. Masa iya nggak bisa bedain minuman mahal."


"Tapi di keluargaku nggak ada yang minum begituan." El menunjuk ke botol wine.


Sang pimpinan hanya melihat keseruan teman-teman El, saat menggoda sosok El yang menurutnya, manis.


"Nah, gimana? Itu soda apa wine?" Tanya seorang teman cowok dan teman yang lain terkekeh.


"Aku juga nggak suka minum soda. Aku tetap suka air mineral." Jawab El dan tersenyum.


30 menit kemudian, El yang telah selesai menikmati perjamuan dari Bos.


"El, kamu makannya dikit banget?" Tanya teman cewek sebelahnya.


"Ini sudah banyak." Jawab El.


"Apa kamu vegetarian? Aku bisa pesan salad." Tanya sang Bos.


"Tidak Bos. Hanya saja, saya sedang tidak berselera." Jawab El.


Omanya El, sakit kanker darah, dan menjalani pengobatan di luar negeri. Papa dan Mamanya El juga sementara tinggal bersama Omanya. Karena itu, Raja yang menemani El dan dia sudah berjanji kepada Pakde Budhenya, akan bertanggung jawab atas keadaan kakak sepupunya.


El sendiri, juga selalu ingin bersama Raja dan Lionel. Bahkan, dari kecilnya, mereka selalu bertiga.

__ADS_1


Adik kembar tampan yang berusia 10 tahun, tinggal bersama Eyang Arjuna dan sama seperti Kai. Mereka berdua Home schooling, dan patuh akan aturan Eyang Beby.


Sesampainya, Raja beserta para pengawalnya di rooftop Hotel berbintang ini.


Lionel yang mengenakan celana color hitam tampak kedinginan "Raja, kamu gila. Mengajak aku ke rooftop."


"El, di hotel." Balas Raja.


"Apa? El di hotel?" Lionel yang bersedekap dan angin malam ini membuatnya kedinginan.


Berjalan di rooftop dan Raja tidak sabar, ia seraya berlari bersama dua pengawal pribadinya.


"El, bagaimana keadaanmu?" Batin Raja.


"Tuan Muda. Nona El di Ruangan VIP." Ucap pengawal di depan pintu masuk dari rooftop hotel ini.


Sudah ada beberapa pengawal dari markas yang ada di Jakarta. Mereka juga sedang mencari El.


"Antar aku kesana." Ucap Raja dan para pengawal itu bergerak cepat, membuat keamanan di sekitar hotel.


Saat Raja sudah di depan pintu ruangan VIP. Tampak di hadang dua pengawal dari Bos.


"Maaf, anda tidak boleh masuk."


"Kalian tidak tahu siapa aku?!"


Kedua pengawal itu, melihat dari ujung atas ke bawah. Penampilan Raja tidak formal. Tidak seperti para kalangan Bos.


"Siapapun anda, kami tidak peduli." Ucap salah satu dari mereka, pengawal garang.


Para pengawal Raja mendekat dan Lionel tampak berdiri di belakang Raja.


Lionel merinding, dia berharap tidak ada adu jotos seperti yang sudah-sudah. Karena, Raja juga nekatan. Dia semakin nekat, bila sudah dilarang oleh seseorang.


"Siapa anda?" Tanya pengawal itu.


Pengawal utama menunjukan kartu golden.


"Singa, dari A.M." Gumamnya, kemudian menatap Singa, "Aku tahu. Kamu membawa senjata resmi. Tapi, aku hanya bertugas."


"Jangan halangi Tuan Muda. Di dalam sana. Ada Nona kami." Balasan pengawal utama, yang berusia 30 tahun.


"Nona?" Pangawal itu, masih menatap pengawal utama, Singa.


"Ini, dia Kakakku. Pasti kalian melihat Kakakku."


Raja yang menunjukan foto El dari layar ponselnya dan kedua pengawal itu tampak memperhatikan gambarnya.


"Bagaimana? Kalian pasti tadi melihatnya?"


"Bos kami, hanya menugaskan kami."


"Cepat buka. Atau aku akan buat perhitungan dengan kalian berdua."


Tidak lama, mereka membuka pintu.


Raja masuk dan Lionel mengikutinya.


Lionel yang menjaga imeg cool. Saat ini, tampil apa adanya. Padahal, ada gadis yang di taksir Lionel dalam kelompk El.


Melewati lorong kanan kiri ada ruangan santai dan tiolet khusus. Lalu, masih ada ruang kamar tidur dan ruang makan.


"El."


"Raja?" Tatapan El berbinar-binar.


Semua menoleh ke arah Raja dan Bos itu juga melihatnya.


"Kesayanganku, menjemput aku." Ucapnya El dan berlari ke arah Raja.


Lionel yang meraih El ke dalam dekapannya. Bisa saja ini cowok, biar tidak malu di hadapan para gadis dan cowok temannya El.


Raja mendekati meja makan, "El, kamu makan lobster??!"


Lionel melihat ruam kemerahan di leher El. Lionel masih mendekapnya. "El."


Raja berlari mendekat, "El."

__ADS_1


__ADS_2