
Siang hari setelah jam makan siang. Setya bertandang ke A. J. Atas perintah Papa mertuanya.
"Papa kenapa menyuruh aku kemari?" Dessah lembut Setya dan masih enggan keluar dari mobil mewahnya.
Setya tampak penampilan menawan, dengan setelan jasnya dan dikelilingi beberapa pengawal pribadinya.
"Silakan Tuan Muda."
"Terima kasih." Balas Setya dan keluar dari mobil dengan menawan.
Di sambut oleh Kevin dan Papa Jimmy tentunya. Ada dua asisten kevin yang turut menyambut kedatangan tuan muda pemilik perusahaan.
Bayangin saja, seolah seperti di sebuah drama china romantis. Bos muda yang dikelilingi 6 pengawal dan disambut oleh pimpinan perusahaan.
Perasaan Setya saat ini, gelisah. Antara gerogi dan tidak tahu harus bersikap bagaimana. Bahkan, Setya belum pernah bekerja seperti ini.
"Selamat datang Tuan Muda." Sambutan Presdir Jimmy begitu santai sekali.
"Om Jimmy, jangan membuat saya jadi tidak nyaman. Panggil saya, Setya saja, tidak perlu seperti itu." Ucap Setya dan keduanya berjabat tangan.
"Kamu memang Tuan Muda, saya yang malah tidak nyaman, bila kamu menolaknya." Ucapnya dengan tersenyum.
Micheel dan artis lainnya juga turut hadir dalam moment ini. Mereka ada di lobby kantor dan tampak berdiri, menanti tamu istimewa mereka.
"Setya?" Batin Micheel.
Suasana siang yang cerah, secerah sinar matahari di siang ini. Tapi, bagi Micheel sudah sangat kepanasan. Terasa menyengat sekali. Sampai Micheel tampak berkeringat.
Kevin tampil menawan dengan setelan jas hitam, ia menjabat tangan Setya, dan berkata "Selamat datang di A.J. Semoga tidak mengecewakan anda, Tuan Muda."
"Aku sudah kecewa, karena sambutan ini." Ucap Setya, tidak mau kalah.
Kevin tersenyum, ia berkata "Mari silakan masuk. Kita semua, memang begini adanya."
"Baik." Balas Setya.
Setya masuk ke dalam, dan mengingat lobby dimana dia pernah mengepel lantai. Saat ini, OB teman kost Setya juga menatap ke arah pintu utama kantor.
"Bukankah, itu Setya?" Batinnya dan hanya bisa melihat dari kejauhan.
Setya sudah di sambut sebagian bintang terangnya A. J, karyawan, serta beberapa team produksi film.
Micheel memberikan bunga tangan dan Setya menerimanya.
"Terima kasih."
Keduanya tampak tersenyum, Papa Jimmy tidak tahu kalau Micheel mantannya Setya.
Kevin mendekat saat membawakan bunganya, bertanya "Kamu nggak bawa sekretaris?"
"Aku mana ada sekretaris." Balas Setya dan kedua orang itu hanya saling berbisik.
Micheel kembali, bersama para bintang terang lainnya.
Papa Jimmy selaku Presdir. Tadi hanya memberikan arahan kepada para staff kantor, karyawan, team produksi film dan beberapa bintang terangnya.
Papa Jimmy mengatakan, kalau putra dari penanam modal perusahaan A. J. Akan datang, dan mereka harus menyambut kedatangan Tuan Muda. Yang tidak lain adalah Setya. Micheel jadi salah tingkah sendiri.
Saat ini Setya melihat-melihat ruang kantor dan nantinya akan melihat ke gedung team produksi dan ruangan para bintang terang.
"Tuan Muda, mari silakan. Saya, akan mendampingi Tuan Muda." Ucap Kevin dan Setya merasa kalau Kevin sudah memainkan perannya, bos.
Setya membalas "Kevin, aku tidak suka kalau kamu menjadi pendampingku."
"Kalau begitu, aku akan menyuruh Micheel." Ucap Kevin yang berbisik.
Setya yang berjalan dan sebelahnya ada Kevin. Papa Jimmy menjelaskan ini dan itu, tentang ruang kantornya yang terlihat rapi dan para karyawan bekerja dengan baik.
OB yang mengenal Setya, kali ini melihat lebih dekat, saat mengantarkan kopi ke ruangan khusus, yang disiapkan oleh Papa Jimmy.
"Setya." Batinnya dan masih penasaran.
Setya berjalan mendekat dan Kevin mempersilakan Setya, untuk duduk di sofa yang telah ia siapkan.
__ADS_1
Kevin berkata "Silakan Tuan Muda, kita perlu ngopi dulu sebelum bekerja."
"Kamu sepertinya, memang sengaja."
Papa Jimmy masuk ke dalam dan OB juga masih ada di situ. Setya menoleh ke arah temannya, dia tersenyum.
"Apa Setya tersenyum sama aku?" Batinnya penasaran, dengan segera ia pergi meninggalkan ruangan itu. Dia juga akan bertanya kepada Riko.
"Tuan Muda santai saja. Kita hanya memberikan sambutan selamat datang." Ucap Kevin.
Terlalu lebay bagi Setya.
Papa Jimmya duduk di sebelah Setya "Setya, aku hanya berakting. Agar semua orang percaya padaku."
"Papa, biarkan Tuan Muda ini menikmati kopinya." Ujar Kevin slengekan.
Setya menggeleng saja, dan ia berkata "Aku dari A.I sudah ngopi. Disini kopi lagi, apa nggak ada yang lain?"
Tadinya ke kantor Yuna, ingin makan siang bersama istrinya. Tidak tahunya, istrinya sudah pergi tanpa mengabari. Akhirnya, hanya makan sendirian di restoran dan tidak ada yang menemani, kecuali para pengawalnya.
"Ya sudah, ayo. Aku ajak kamu keliling ke gedung lain." Ucap Kevin dengan santai.
Setya bertanya "Haruskah, aku kesana?"
"Memangnya kenapa? Kamu takut? Semua ini milik istrimu. Aku juga miliknya." Kevin sudah bagaikan kompor meleduk.
Papa Jimmy berkata "Kevin, jangan menggoda Tuan Mudanya Lea. Apa kamu ingin dicincang sama Lea?"
"Papa, aku berkata benar adanya." Jawab Kevin dan Setya tersenyum.
Melihat senyuman Setya, Kevin berkata "Ayolah, anggap saja rumah sendiri."
"Baik, aku juga ingin melihat penampilan adikku. Sejauh mana bakatnya." Ucap Setya.
Papa Jimmy bertanya "Siapa adikmu? Memangnya, adikmu ada disini?"
Kevin menjawab, pertanyaan Papanya "Si cantik Salsa Papa. Dia adiknya Setya. Putrinya Presdir Hendri."
"Kenapa Papa baru tahu, kenapa kamu tidak bilang sama Papa?"
Papa Jimmy jadi terdiam, Setya malah melihat Papa dan anak yang saling melempar jebakan manis.
"Ayo, katanya mau ajak aku keliling gedung lain." Ucap Setya, yang melihat Kevin malah menikmati kopi susunya.
"Tunggu sebentar. Ini nikmat sekali." Ucapnya dan tangannya bergerak, fokus pada layar ponselnya. Sepertinya, sibuk membalas chat penting.
Papa Jimmy berjalan pergi, sepertinya juga mendapat panggilan telephone penting.
Kevin beranjak dari sofa, ia berkata "Mari Tuan Muda. Saya temani anda ke gedung sebelah."
Di tempat Micheel berada, dari tadi sudah heboh dan beberapa gadis tampak berbincang gemas.
Hanya Micheel dan Salsa yang terdiam.
"Apa dia sudah punya kekasih?"
"Tuan Muda yang menawan.".
"Aku terpesona padanya."
Dalam hati Salsa tidak suka, "Kalian membicarakan Masku."
Artis gemoy duduk di sebelah Micheel dan ia sepantaran dengan Lea. Wajah manis dan berambut pendek.
"Micheel apa kamu tidak tertarik padanya? Bagaimana perasaan kamu sewaktu memberikan bucket padanya?" Tanya gadis itu kepada Micheel. Dia juga bintang terangnya A. J.
"Aku biasa saja." Balas Micheel dan ia berusaha menutupi perasaannya.
"Owh, aku pikir. Kamu akan terpesona padanya. Dia sudah seperti Oppa Korea." Ucap dan gemas.
"Entahlah. Bagiku, dia biasa saja." Ucap Micheel terkesan sewot, lantas ia pergi. Saat hendak membuka pintu ruangan itu, Kevin membuka pintu dan datang bersama Setya.
__ADS_1
Degh!
Dag dig dug.
Denyut jantungnya berdesir hebat dan mencoba untuk meredamnya.
"Bos membuat aku kaget." Ucap Micheel dan tersenyum.
"Kamu kaget atau terpesona padaku?" Tanya Kevin dan seolah menggoda.
Setya menganggap tidak ada masalah. Lagian, semua sudah berlalu.
Emhh, apa berdiam dan tanpa menyapa mantannya, itu tidak menutupi perasaannya.
Namanya juga cinta pertamanya, pastinya akan membekas dalam hatinya.
Meski sudah berusaha membawa hal baru dalam hidupnya. Tetap saja, perasaan istimewa itu, pernah ada di hatinya.
Ada 7 gadis, menatap ke arah pintu ruangan khusus. Wajah mereka sudah berseri-seri, senyuman manis dan ada rasa mengembang lembut seperti permen kapas.
Emmh! Nyummy! Rasanya, Manis sekali.
Ada yang memeluk boneka booba dengan gemas dan menciumnya lembut.
"Hallo, semuanya." Sapa Setya dan terkesan begitu Kaku.
Micheel berdiri di sebelah Kevin. Ia bertanya "Tuan Muda, ingin minuman apa?"
"Tidak perlu repot. Saya datang kemari, hanya menyapa kalian semua."
"Owh begitu, mari silakan duduk." Ucap. Micheel.
"Iya." Balas Setya dan Kevin sudah duduk duluan di kerubuti para gadis belia.
Setya duduk di sebelah gadis berambut pendek yang seusia istrinya.
"Tuan Muda, saya Flower. Biasa dipanggil Flow." Ucap gadis itu.
"Saya Setya." Balas Setya dan Kevin memotretnya, tidak lupa mengirim kepada Lea.
[Lea, Lea, Lea. Ada yang genit sama suamimu.]
Si kompor yang berusaha menimbulkan asap. Setya hanya tersenyum saja.
Micheel bertanya "Tuan Muda, masih mengingat saya?"
Setya berkata "Masih, kamu teman SMAku."
Gubrrraak!
Semua gadis menatap ke arah Micheel.
"Wow, daebak!"
"Micheel, tadi kamu menipuku?" Ujar sebelahnya.
"Tidak. Aku memang tidak terpesona padanya" Ucap Micheel.
"Ternyata saling kenal."
Kevin merangkul adiknya Setya. Sepertinya, memang sengaja membuat Setya kesal.
"Tuan Muda, kita semua memang begini. Ini sudah terbiasa di dunia kita. Jangan menganggap aku bersalah."
"Kevin, Salsa adikku." Tegurnya.
"Hah?!! Salsa?!"
Salsa hanya terdiam, dan Micheel tidak mempedulikan Setya.
Kevin melepaskan Salsa, "Aku pikir, cuma sama istrimu saja cemburunya."
"Aku tidak cemburu. Aku hanya ingin menjaga adikku."
__ADS_1
"Istri?" Batin mereka.